Anda di halaman 1dari 5

PEMBERIAN ALBENDAZOLE TERHADAP HELMINTHIASIS SAPI POTONG

MAKALAH PRAKTIKUM
MANAJEMEN KESEHATAN DAN KESEJAHTERAAN TERNAK

Oleh :
Kelas: F
Kelompok: 3

THANIA WINANDITA APSARI 200110180098


VANEZA PRILLIANT PUTRI S 200110180103
TRIANA GINA PARWATI 200110180106
AFIYAH RAHMAH SALSABILA 200110180114
YONATHAN GANDA EZRA 200110180282

LABORATORIUM PRODUKSI TERNAK PERAH


FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2020
III
PEMBAHASAN

3.1 Helminthiasis

Helminthiasis adalah penyakit nematode gastrointestinal. Infeksi nematode dapat

menyebabkan penurunan produksi ternak berupa turunnya bobot badan, terhambatnya

pertumbuhan, dan turunnya daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit. Timbulnya

penyakit karena adanya interaksi antara hospes, agen penyakit, dan lingkungan. Pada

lingkungan tropis basah tingkat infeksi cacing pada ternak cukup tinggi.

Nematoda gastrointestinal sapi terdapat sekitar 14 spesies cacing nematoda yang

hidup dalam gastrointestinal sapi, yaitu Haemonchus placei, Ostertagia ostertagi, O. bisonis,

Trichostrongylus axei, Nematodirus helvetianus, Cooperia sp. (C. punctata, C. pectinata, C.

oncophora, C. curticei), Bunostomum phlebotomum, Oesophagostomum radiatum, Trichuris

discolor, Chabertia ovina, Capillaria bovis (Kennedy, 2004). Tanda terjadi nematodiasis

adalah penurunan produksi dapat berupa penurunan bobot badan, terhambatnya pertumbuhan,

turunnya produksi susu ternak yang menyusui serta penurunan daya tahan tubuh terhadap

serangan penyakit. Hewan yang terserang cacing nematoda adalah kurus, bulu kusam,

tidak nafsu makan, diare serta kematian yang akut pada hewan-hewan muda.

Tindakan pencegahan yang dilakukan yaitu memisahkan ternak yang muda dengan

yang dewasa, kebersihan kandang harus dijaga, pemberian makanan bernilai gizi tinggi,

pemeriksaaan kesehatan ternak secara rutin. Pemeriksaan feses secara rutin dilakukan untuk

mengidentifikasi adanya parasite gastrointestinal pada ternak. Dengan mengetahui jenis

cacing yang menginfeksi sapi potong maka dapat dilakukan pengobatan melalui pemberian

obat cacing guna menghilangkan cacing dalam lumen usus hewan (antelmintika) secara tepat.

3.2 Albendazole
Albendazole adalah obat cacing derivate benzimidazol yang diberikan secara

langsung melalui mulut (peroral). Obat ini bekerja dengan cara berikatan dengan β-tubulin

parasit sehingga menghambat polimerisasi mikrotubulus dan memblok pengambilan glukosa

oleh larva maupun cacing dewasa, sehingga persediaan glikogen menurun dan pembentukan

ATP sebagai sumber energi berkurang, akibatnya cacing akan mati. Albendazole

diindikasikan untuk pengobatan endoparasit pada sapi, seperti Ostertagia ostertagi,

Haemonchus sp., Trichostrongylus sp., Nematodrius sp., Cooperia sp., Bunostomum

phlebotomum, Oesophagostomum sp., Dictyocaulus sp., Fasciola sp., dan Moniezia sp.

Pemberian obat secara oral dapat diserap oleh usus dan cepat dimetabolisme menjadi

albendazole sulfoksida, sebagian besar dieksresi melalui urin dan feses. Efek samping

albendazole adalah nyeri epigastrium, diare dan muntah. Penggunaan jangka panjang

menyebabkan rasa sakit gastrointestinal, sempoyongan, demam, alopecia, leukopenia,

trombositopenia.

3.3 Pemberian Albendazole pada Sapi Potong

Hasil riset pemberian albendazole terhadap 70 ekor sapi potong dapat menurunkan

jumlah telur cacing, sedangkan 16 ekor sapi potong yang tidak diberi albendazole tidak

terjadi penurunan jumlah telur cacing. Penurunan jumlah telur cacing sebelum dan sesudah
pemberian albendazole karena efek dari mekanisme kerja albendazole dengan menghambat

pengambilan glukosa oleh cacing sehingga produksi ATP sebagai sumber energi untuk

mempertahankan hidup cacing berkurang yang mengakibatkan kematian cacing. Faktor yang

mempengaruhi rendahnya tingkat terjadinya nematodiasis gastrointestinal di Kecamatan

Tegalrejo (Magelang) karena pengambilan sampel dilakukan pada musim kemarau, kondisi

pakan yang kering dan sistem pemeliharaan yang cukup baik didaerah tersebut.

Pemberian albendazole mampu mencegah dan mengendalikan populasi cacing

nematoda, karena albendazole sangat efektif melawan beberapa spesies cacing nematoda

gastrointestinal, baik telur, larva, maupun cacing dewasa. Pemberian obat ini menyebabkan

degenerasi pada sel intestin cacing sehingga penyerapan makanan untuk cacing menjadi
terganggu dan lama-kelamaan cacing akan lemas kemudian mati. Pemberian albendazone

sangat baik dalam pertambahan bobot badan sapi.


Kennedy, Murray. 2004. Intestinal Roundworms of Cattle. Food Safety Division Alberta
Agriculture and Food.