Anda di halaman 1dari 3

Nama : Bagas Aryadika

Kelas :11 tkj 1

1. tidaktahu bu…

2. DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat


"menyewakan" alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang
memintanya. Beberapa system operasi jaringan seperti Windows NT Server,
Windows 200 Server, Windows 2003 Server atau GNU/Linux memiliki layanan
seperti ini.

DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP
yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian
besar system operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 200
Profesional, Windows XP, Windows Vista atau GNU/Linux) memiliki perangkat
lunak seperti ini.

3. Prisip Kerja DHCP Server

DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk


didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien
kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool untuk waktu yang ditentukan
oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP
tersebut habis masanya, client akan meminta kepada server untuk memberikan
alamat IP yang baru atau memperpanjangnya.

4. Pengertian DHCP scope adalah  alamat-alamat yang dapat disewakan kepada


DHCP client. Biasanya sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu
(DHCP lease), yang umumnya bernilai 3 hari. Untuk informasi DHCP scope dan
alamat IP yang telah disewakan kemudian disipan didalam data DHCP. Nilai
alamat-alamat IP yang disewakan harus diambil dari DHCP pool yang tersedia dan
dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP
server biasanya kesalahan saat konfigurasi DHCP scope.

5. Sebelumnya topologi yang akan digunakan adalah sebagai berikut.


Server : penyedia DHCP

Router : me-relay DHCP

Client : meminta DHCP

 Yang pertama dilakukan adalah memasang packet isc-dhcp-server pada Server


Debian
 Kemudian pada file /etc/dhcp/dhcpd.conf, edit rules menjadi sebagai berikut
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 { #adalah subnet network server
dan router# range 192.168.0.2 192.168.0.254
option routers 192.168.0.1;
option domain-name "examples.com";
option domain-name-server 192.168.0.1;
}
subnet 192.168.100.0 netmask 255.255.255.248 { #adalah subnet network
router dan client#
range 192.168.100.2 192.168.100.14;
option routers 192.168.100.1;
option domain-name "examples.com";
option domain-name-server 192.168.0.1;
}
 Setelah itu save konfigurasi dan restart. Setelah itu membuat route tambahan
agar nantinya si Router dapat me-request IP ke Server.
 Pada bagian Router, pasang packet isc-dhcp-relay.
 Pada begian /etc/default/isc-dhcp-relay, isikan pada kolom SERVERS=””.
 Kemudian save dan restart konfigurasi. Jangan lupa untuk memastikan ip
forward pada file /etc/sysctl.conf terbuka
 Pada Client, pastikan ethernet di set dhcp. Buka terminal dan tinggal ketikkan
perintah ipconfig /release dan ipconfig /renew.

6. GNU General Public License (GNU GPL atau GPL) adalah lisensi perangkat lunak


bebas yang paling banyak digunakan, yang menjamin pengguna akhir, baik
individu, organisasi, ataupun perusahaan, kebebasan untuk menggunakan,
mempelajari, berbagi (menyalin), dan memodifikasi perangkat lunak.

7. DHCP Relay adalah sebuah proxy yang meneruskan paket DHCP antara client
dengan server saat client dan server tidak berada pada satu subnet. Penerusan IP
oleh DHCP Relay agent terpisah dari forwarding normal sebuah router IP, dimana
datagram jaringan dipecah antara network secara sedikit transparan. 

8. DHCP Server sebagai program buatan yang bertugas untuk memberikan IP secara
otomatis tanpa ada pengaturan manual pada PC. Biasanya DHCP Server digunakan
pada jaringan yang skalanya cukup luas.

Penjelasan:
DHCP Server sering digunakan oleh teknisi jaringan untuk lebih mengefektifkan
waktu dan tenaga dan bertujuan untuk mempermudah pemberian IP kepada
Client agar tidak terjadi tabrakan IP dan pengaturan pada IP jadi lebih tersusun
dengan rapih.

9. Pertama konfigurasi ip addresss setiap router seperti berikut.


[admin@IDN_R1] > ip address add address=12.12.12.1/30 interface=ether1

[admin@IDN_R2] > ip address add address=12.12.12.2/30 interface=ether1


[admin@IDN_R2] > ip address add address=192.168.2.1/24 interface=ether2

Setelah setiap device mendapatkan ip address maka selanjutnya konfigurasi


IDN_R1 sebagai DHCP server yang akan memberikan ip address ke PC1
[admin@Mikrotik] > ip dhcp-server setup
Select interface to run DHCP server on
dhcp server interface: ether1
Select network for DHCP addresses
dhcp address space: 192.168.2.0/24
Select gateway for given network
gateway for dhcp network: 192.168.2.1
If this is remote network, enter address of DHCP relay
There is no such IP network on selected interface
dhcp relay: 192.168.2.1
Select pool of ip addresses given out by DHCP server
addresses to give out: 192.168.2.2-192.168.2.254
Select DNS servers
dns servers: 8.8.8.8
Select lease time
lease time: 10m

Setelah DHCP aktif, maka selanjutnya mengaktifkan DHCP-relay pada IDN_R2

[admin@IDN_R2] > ip dhcp-relay add dhcp-server=12.12.12.1 interface=ether2


disabled=no

Setelah itu pastikan client mendapatkan ip address


PC1> dhcp
DORA IP 192.168.2.254/24 GW 192.168.2.1

10. Fungsi DHCP server secara umum dikenal untuk mengatur server agar bisa
terhubung ke komputer-komputer client. DHCP server ini sangat berguna ketika
pengguna pada sebuah jaringan yang banyak sehingga akan sangat melelahkan
ketika harus mengkonfigurasi IP address secara statis.