Anda di halaman 1dari 28

6 Sistem Peredaran Darah

Manusia

Sumb
er:
San
to
am

br
os
iu
s .or
g

Apakah kamu pernah melihat orang yang melakukan


transfusi atau donor darah? Untuk apakah darah yang
didonorkan tersebut? Apa pentingnya darah bagi
kehidupan? Organ apa saja yang berperan dalam sistem
peredaran darah manusia? Apa saja penyakit atau
kelainan yang berhubungan dengan sistem peredaran
darah? Agar kamu memahaminya, ayo pelajari bab ini
dengan penuh semangat!
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan sistem peredaran darah
bagi manusia. Pernahkah bagian tubuhmu terluka, misalnya karena
terjatuh akibat bermain sepeda atau terkena benda tajam seperti pisau
atau benda tajam lainnya? Ketika tubuhmu terluka, bagian tubuh yang
terluka tersebut akan mengeluarkan darah. Perhatikan Gambar 6.1!

Sumber: Dok. Kemdikbud


Gambar 6.1 Anak Terjatuh dari Sepeda dan Terjadi Luka pada Lutut

Setelah beberapa lama, darah yang awalnya keluar dari tubuh


dapat terhenti. Bagaimana hal tersebut dapat terjadi? Apa yang terjadi
dengan tubuhmu jika darah keluar secara terus menerus? Tentu jika
darah keluar secara terus menerus kamu akan kekurangan darah.
Tentu kita wajib bersyukur atas adanya mekanisme pembekuan darah,
sehingga darah tidak terus keluar dari tubuh. Apakah kamu pernah
berpikir apa akibatnya jika kekurangan darah? Apa sebenarnya fungsi
darah bagi tubuh kita? Bagaimana proses pembekuan darah?
Darah pada tubuh manusia berfungsi untuk mengangkut nutrisi,
oksigen, hormon, dan senyawa kimia lain ke seluruh sel-sel tubuh serta
mengangkut karbon dioksida dan sisa metabolisme untuk dikeluarkan
dari tubuh. Selain itu, darah juga berfungsi untuk menjaga tubuh kita
dari serangan penyakit. Proses ini berlangsung terus menerus selama
kehidupan manusia. Untuk melakukan fungsi tersebut melibatkan
berbagai organ dalam tubuh. Apa saja proses yang terjadi dalam
sistem peredaran darah? Organ apa saja yang berperan dalam sistem
peredaran darah? Agar kamu dapat memahaminya pelajari materi
berikut ini dengan baik.

254 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


A. Struktur dan Fungsi Sistem Peredaran Darah

Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting


• Darah • Eritrosit • Atrium
• Jantung dan pembuluh • Leukosit • Ventrikel
darah • Trombosit • Arteri
• Plasma darah • Vena
• Hemoglobin
Mengapa Penting?
Mempelajari materi ini akan membantumu memahami komponen penyusun
darah dan fungsinya serta organ-organ yang berperan dalam sistem peredaran
darah.

1. Darah

Darah merupakan jaringan ikat yang berwujud cair dan tersusun


atas dua komponen utama yaitu plasma dan elemen seluler. Perhatikan
Gambar 6.2!

Plasma 55%
Komposisi Fungsi Elemen Seluler 45%
Jumlah
Air Pelarut untuk Jenis Sel Fungsi
(per mm3)
membawa senyawa lain
Eritrosit (sel Transpor O2
Garam-Garam 5–6 juta
darah merah) dan CO2
Kalium Keseimbangan
Natrium osmotik, buffer
Kalsium pH, dan mengatur
Magnesium
permeabilitas Leukosit (sel Pertahanan &
Klorida 5.000–10.000
Bikarbonat membran darah putih) kekebalan
Protein Plasma Keseimbangan
Albumin osmotik,
Fibrinogen buffer pH, pembekuan
Immunoglobin darah, sistem Basofil
(antibodi) Limfosit
pertahanan Eosinofil
Senyawa yang ditransportasikan darah
Nutrisi (glukosa, asam lemak, vitamin) Monosit
Neutrofil
Produk sisa metabolisme
Trombosit 250.000– Pembekuan
Gas-gas respirasi (O2 dan CO2)
400.000 darah
Hormon-hormon
Sumber: Campbell et al. 2008
Gambar 6.2 Komponen Penyusun Darah

Ilmu Pengetahuan Alam 255


Agar kamu dapat memahami komponen penyusun darah, ayo coba
simulasikan dengan melakukan Aktivitas 6.1 berikut!

Ayo, Kita Lakukan

Aktivitas 6.1 Model Komponen Penyusun Darah

Apa yang kamu perlukan?


1. 1 buah tabung reaksi
2. 3 buah pipet tetes
3. 3 gelas ukur
4. Minyak goreng
5. Air
6. Pewarna makanan
7. Pelumas mesin atau oli

Apa yang harus kamu lakukan?


1. Buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 orang!
2. Ukurlah 5 mL minyak goreng dengan menggunakan gelas
ukur. Lakukan pengukuran dengan cermat dan teliti. Tuangkan
minyak goreng tersebut ke dalam tabung reaksi.
3. Ukurlah 5 mL oli dengan menggunakan gelas ukur. Lakukan
pengukuran dengan cermat dan teliti. Tuangkan oli tersebut ke
dalam tabung reaksi.
4. Ukurlah 5 mL air dengan menggunakan gelas ukur. Lakukan
pengukuran dengan cermat dan teliti. Tuangkan air tersebut ke
dalam tabung reaksi.
5. Tambahkan beberapa tetes zat warna kue pada campuran
minyak goreng, oli, dan air.
6. Tutuplah ujung tabung reaksi, dengan cara menyumbat bagian
mulut tabung reaksi dengan menggunakan ibu jari.
7. Kocoklah beberapa saat hingga seluruh komponen tercampur
dengan cukup sempurna. Lakukan dengan hati-hati agar tabung
reaksi tidak terjatuh.
8. Diamkan tabung reaksi beberapa saat, biarkan hingga larutan
terpisah. Agar kamu mendapatkan hasil yang tepat, lakukan
kegiatan ini dengan cermat dan teliti!

256 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


Apa yang perlu kamu diskusikan?
1. Ada berapa lapisan yang terbentuk pada campuran tersebut?
2. Gambarlah lapisan yang terbentuk dalam tabung reaksi tersebut!
3. Analogikan setiap lapisan yang terbentuk dengan komponen-
komponen penyusun darah!

Plasma darah merupakan cairan Keping Sel darah


ekstraseluler yang mengandung zat- darah putih
zat terlarut, sedangkan elemen seluler
tersusun atas sel-sel darah. Apabila Sel darah
merah
darah yang terdapat di dalam tabung
reaksi disentrifugasi (diputar) dengan
kecepatan tertentu, sel-sel darah akan
berada pada bagian dasar sedangkan
plasma berada pada bagian atas. Darah
tersusun atas 55% plasma darah dan Sumber: Tortora & Derricson, 2009
45% sel-sel darah. Secara normal, lebih Gambar 6.3 Sel-sel Darah
dari 99% sel-sel darah tersusun atas
sel darah merah (eritrosit) dan sisanya
tersusun oleh sel darah putih (leukosit)
dan keping darah (trombosit).
Perhatikan Gambar 6.3!

a. Plasma Darah
Plasma darah tersusun atas 91,5% air (H2O) dan 8,5% zat-zat
terlarut. Zat-zat terlarut tersebut tersusun atas protein dan zat-zat
lain. Protein-protein yang terlarut dalam plasma antara lain albumin,
fibrinogen, dan globulin yang sering disebut sebagai protein plasma.
Zat-zat lain yang terlarut dalam plasma darah antara lain sari makanan,
mineral, hormon, antibodi, dan zat sisa metabolisme (urea dan karbon
dioksida).

b. Sel Darah Merah (Eritrosit)


Sel darah merah berbentuk bulat pipih dengan bagian tengahnya
cekung (bikonkaf). Sel darah merah tidak memiliki inti sel. Warna
merah pada sel darah merah disebabkan adanya hemoglobin (Hb)
dalam sel darah merah. Hemoglobin merupakan suatu protein yang

Ilmu Pengetahuan Alam 257


mengandung unsur besi. Sel darah merah paling banyak terdapat
dalam darah, 1 mm3 (kurang lebih sekitar satu tetes) darah terdiri
atas 4-5 juta sel darah merah. Ketika dalam paru-paru, hemoglobin
dalam sel darah merah mempunyai daya ikat yang tinggi terhadap
oksigen, sehingga akan mengikat oksigen membentuk kompleks
oksihemoglobin. Persamaan reaksi kimianya adalah:

Hb + O2 HbO2
(hemoglobin) (oksigen) (oksihemoglobin)

Ketika sel darah merah berada dalam jaringan tubuh, daya ikat
hemoglobin terhadap oksigen berkurang, sehingga oksigen terlepas
dari hemoglobin menuju sel-sel tubuh. Sebaliknya, saat berada dalam
jaringan tubuh, daya ikat hemoglobin terhadap karbon dioksida
tinggi. Karbon dioksida berikatan dengan hemoglobin membentuk
karbaminohemoglobin. Persamaan reaksi kimianya adalah:
Hb CO2 HbCO2
+
(hemoglobin) (karbon dioksida) (karbaminohemoglobin)

Sel darah merah yang mengandung karbaminohemoglobin selanjutnya


menuju paru-paru. Di dalam paru-paru karbon dioksida dilepaskan
untuk dikeluarkan dari tubuh.
Masih ingatkah kamu di mana sel darah merah dibentuk? Sel
darah merah dibentuk di dalam sumsum merah tulang. Namun,
selama dalam kandungan, sel darah merah dibentuk dalam hati dan
limpa. Sel darah merah hanya berusia sekitar 100 - 120 hari. Sel yang
telah tua akan dihancurkan oleh sel makrofag di dalam hati dan limpa.
Selanjutnya, di dalam hati, hemoglobin dirombak, kemudian dijadikan
bilirubin (pigmen empedu).

b. Sel Darah Putih (Leukosit)


Berbeda dengan sel darah merah, sel darah putih memiliki bentuk
yang tidak tetap atau bersifat ameboid dan mempunyai inti. Jumlah
sel darah putih tidak sebanyak jumlah sel darah merah, setiap 1 mm3
darah mengandung sekitar 8.000 sel darah putih. Fungsi utama dari
sel darah putih adalah melawan kuman/bibit penyakit yang masuk
ke dalam tubuh. Apabila di dalam darah terjadi peningkatan jumlah
leukosit, maka kemungkinan terjadi infeksi di bagian tubuh. Jika
jumlah leukosit sampai di bawah 6.000 sel per 1 mm3 darah disebut
sebagai kondisi leukopenia. Jika jumlah leukosit melebihi normal (di
atas 9.000 sel per 1 mm3) disebut leukositosis.

258 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


Berdasarkan ada tidaknya butir-butir kasar (granula) dalam
sitoplasma leukosit, leukosit dapat dibedakan menjadi granulosit dan
agranulosit. Leukosit jenis granulosit terdiri atas eosinofil, basofil,
dan netrofil. Agranulosit terdiri atas limfosit dan monosit. Agar kamu
dapat memahami dengan baik karakteristik jenis-jenis sel darah putih,
perhatikan Tabel 6.1.
Tabel 6.1 Karakteristik Jenis-jenis Sel Darah Putih
Jenis Sel Darah Putih Bentuk Sel Karakteristik
Granulosit Eosinofil Mengandung granula berwarna
merah. Berfungsi pada reaksi
alergi, terutama infeksi cacing.

Basofil Mengandung granula berwarna


biru. Berfungsi pada reaksi alergi.

Netrofil Disebut juga sel-sel PMN (Poly


Morpho Nuclear). Berfungsi
sebagai fagosit (menyerang
patogen).

Agranulosit Limfosit Ada dua jenis, sel T dan sel


B. Keduanya berfungsi untuk
imunitas dan kekebalan tubuh.

Monosit Leukosit yang berukuran paling


besar. Berfungsi mencerna sel-
sel yang mati atau rusak dan
membantu sistem kekebalan
tubuh.
Sumber: Marieb & Hoehn, 2012

c. Keping Darah (Trombosit)


Bentuk trombosit beraneka ragam, yaitu bulat, oval, dan
memanjang. Trombosit tidak berinti dan bergranula. Jumlah sel pada
orang dewasa sekitar 200.000 – 500.000 sel per 1 mm3 darah. Umur
dari keping darah cukup singkat, yaitu 5 sampai 9 hari. Keping darah
sangat berhubungan dengan proses mengeringnya luka, sehingga tidak

Ilmu Pengetahuan Alam 259


heran jika ada yang menyebut keping darah dengan sel darah pembeku.
Nah, pernahkah kamu berpikir bagaimana proses pembekuan darah
terjadi?
Sesaat setelah bagian tubuh terluka, trombosit akan pecah karena
bersentuhan dengan permukaan kasar dari pembuluh darah yang luka.
Di dalam trombosit, terdapat enzim trombokinase atau tromboplastin.
Enzim tromboplastin akan mengubah protrombin (calon trombin)
menjadi trombin karena pengaruh ion kalsium dan vitamin K dalam
darah. Trombin akan mengubah fibrinogen (protein darah) menjadi
benang-benang fibrin. Benang-benang fibrin ini akan menjaring sel-
sel darah sehingga luka tertutup dan darah tidak menetes lagi. Agar
kamu dapat dengan mudah memahami proses pembekuan darah,
perhatikanlah Gambar 6.4!
Pembuluh
darah

Fibrin menutup
Jaringan Trombosit jaringan yang rusak
yang rusak pecah

Faktor terjadinya pembekuan darah:


Keping darah (faktor: enzim trombokinase)
Jaringan yang rusak
Plasma darah (faktor: vitamin K dan kalsium)

Protrombin Trombin

Fibrinogen Fibrin Sel darah merah


Sumber: Campbell et al. 2008
Gambar 6.4 Proses Pembekuan Darah

Tahukah Kamu?
Tahukah kamu darah dapat digolongkan menjadi beberapa
golongan? Tahukah kamu sistem penggolongan darah? Darah dapat
dikelompokkan berdasar sistem ABO, sistem Rhesus (Rh), dan
sistem MN. Sistem ABO dan Rh merupakan sistem penggolongan
darah yang sering digunakan. Berdasarkan sistem penggolongan
darah ABO, darah dikelompokkan menjadi 4 golongan darah, yaitu
golongan darah A, B, AB, dan O. Pembagian ini dilakukan karena
adanya perbedaan aglutinogen (antigen) pada permukaan membran

260 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


sel darah merah (eritrosit) dan antibodi (aglutinin) dalam plasma
darah. Perhatikan Gambar 6.5!

TIPE DARAH TIPE A TIPE B TIPE AB TIPE O

Sel Darah
Merah

Antigen-A Antigen-B Antigen-A dan Tidak terdapat


antigen-B antigen-A dan
antigen-B
Antibodi
dalam Plasma
Darah
Tidak terdapat
Antibodi Antibodi antibodi anti-A Antibodi anti-A dan
anti-B anti-A maupun anti-B anti B
Sumber: Tortora & Derricson, 2009
Gambar 6.5 Antigen (Aglutinogen) dan Antibodi (Aglutinin) pada Darah

Ada dua jenis antigen pada sel darah merah, yaitu antigen-A
dan antigen-B. Antibodi dalam plasma darah juga terdiri atas
dua jenis, yaitu antibodi anti-A dan antibodi anti-B. Jenis antigen
dan antibodi inilah yang akan menentukan jenis golongan darah
seseorang. Perhatikanlah Tabel 6.2!
Tabel 6.2 Karakteristik Golongan Darah A, B, AB, dan O
Golongan Antigen yang Antibodi yang
Darah Dimiliki Dimiliki
A A β
B B α
AB A dan B -
O - α dan β

Sistem penggolongan darah Rhesus dapat digolongkan menjadi


dua kelompok, yaitu Rhesus positif (Rh+) dan Rhesus negatif (Rh−).
Golongan darah seseorang dapat dikelompokkan berdasar dua
sistem penggolongan darah baik sistem golongan darah ABO dan
Rhesus, misalnya seseorang yang memiliki golongan darah A ada
yang Rhesusnya positif dan ada yang Rhesusnya negatif.
Kita harus mengetahui golongan darah karena golongan darah
sangat penting pada proses transfusi darah. Transfusi darah
adalah proses pemindahan darah dari donor (pemberi) ke resipien
(penerima). Jika seseorang mendapatkan transfusi darah dari
donor yang golongan darahnya berbeda dengan golongan darah

Ilmu Pengetahuan Alam 261


resipien, akan menimbulkan bahaya bagi resipien. Darah resipien
dapat mengalami pembekuan atau penggumpalan dan dapat
menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dalam transfusi darah
harus disesuaikan jenis golongan darah baik golongan berdasarkan
ABO maupun Rhesusnya. Misalnya, kamu memiliki golongan
darah A Rhesus positif, ketika kamu akan menerima transfusi
darah, pilihan golongan darah yang juga golongan darah A Rhesus
positif. Namun, jika tidak terdapat golongan darah A Rhesus positif,
kamu dapat menerima dari golongan darah O Rhesus positif.
Perhatikanlah Tabel 6.3 agar kamu dapat mengetahui golongan
darah yang dapat ditransfusikan!
Tabel 6.3 Golongan Darah Resipien dan Donor
Golongan Darah
Golongan Darah Donor
Resipien
O Pilihan pertama O
Pilihan kedua -
Pilihan ketiga -
A Pilihan pertama A
Pilihan kedua O
Pilihan ketiga -
B Pilihan pertama B
Pilihan kedua O
Pilihan ketiga -
AB Pilihan pertama AB
Pilihan kedua A atau B
Pilihan ketiga O

Berdasarkan Tabel 6.3, kamu dapat mengetahui bahwa


golongan darah AB dapat menerima darah dari resipien golongan
darah apapun. Oleh karena itu, golongan darah AB disebut dengan
resipien universal. Sebaliknya golongan darah O dapat menjadi
donor bagi semua golongan darah atau golongan darah O itu sendiri.
Oleh karena itu, golongan darah O disebut sebagai donor universal.
Meskipun secara teorinya golongan darah AB dapat menerima
dari semua golongan darah, akan tetapi pada praktiknya tim medis
selalu mengusahakan golongan darah yang sama pada saat transfusi
darah. Misalnya seseorang yang bergolongan darah AB, pada saat
membutuhkan transfusi darah, akan ditransfusi oleh orang atau
keluarga yang bergolongan darah AB juga.

262 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


Ayo, Kita Diskusikan

Coba diskusikan bersama kelompokmu apa saja fungsi darah selain


mengangkut oksigen dan karbon dioksida!

Ayo, Kita Pikirkan!

Darah dipompakan ke seluruh bagian tubuh manusia oleh


suatu organ. Organ tersebut merupakan salah satu organ utama
yang berperan dalam sistem peredaran darah. Organ ini berfungsi
untuk memompa darah ke seluruh bagian tubuh manusia, termasuk
memompa darah ke seluruh ruangan yang ada pada organ tersebut.
Jika kalian ingin merasakan kerja dari organ tersebut, coba sekarang
pegang dada kalian. Apa yang dapat kalian rasakan? Adakah bagian
yang berdenyut? Tahukah kalian, apa nama organ tersebut?

2. Jantung dan Pembuluh Darah

a. Jantung
Darah dapat mengalir ke seluruh tubuh karena di dalam tubuh kita
terdapat organ yang berperan sebagai pemompa darah yang disebut
dengan jantung. Perhatikan Gambar 6.6! Jantung terdiri atas 4 ruangan,
yaitu serambi (atrium) kiri dan serambi (atrium) kanan serta bilik
(ventrikel) kiri dan bilik (ventrikel) kanan. Serambi jantung terletak
pada bagian atas, sedangkan bilik jantung terletak di sebelah bawah.
Darah dari seluruh tubuh, akan masuk pertama kali ke serambi kanan,
sehingga darah dalam serambi kanan banyak mengandung CO2. Dari
serambi kanan, darah akan melewati katup trikuspidalis menuju bilik
kanan. Katup ini berfungsi agar darah tidak dapat kembali ke serambi
kanan. Darah yang ada dalam bilik kanan, dipompa oleh bilik kanan
melewati arteri pulmonalis menuju paru-paru agar CO2 dalam darah
terlepas dan terjadi pengikatan O2.

Ilmu Pengetahuan Alam 263


Darah dari paru-paru mengalir melalui vena pulmonalis menuju
serambi kiri, sehingga darah dalam serambi kiri banyak mengandung
O2. Darah dari serambi kiri turun melalui katup bikuspidalis menuju
bilik kiri. Bilik kiri akan memompa darah ke seluruh tubuh melalui
pembuluh aorta. Perhatikan kembali Gambar 6.6! Melalui gambar
tersebut kamu dapat melihat bahwa dinding bilik kiri lebih tebal
dibandingkan bagian jantung yang lain. Mengapa demikian? Coba
hubungkan dengan fungsi bilik kiri!

Aorta
Arteri
Vena kava pulmonalis
Vena
Serambi kiri pulmonalis

Serambi Katup
kanan bikuspidalis

Katup Bilik kiri


trikuspidalis

Dinding
Bilik kanan jantung

Sumber: Reece et al. 2012


Gambar 6.6 Bagian-bagian Jantung

Pernahkah kamu berpikir mengapa jantung dapat berdenyut


secara otomatis tanpa perlu kamu perintah sehingga meskipun kamu
tertidur jantungmu tetap berdenyut? Coba renungkan, apa yang akan
terjadi jika untuk setiap berdenyut kamu harus memerintah jantung
berdenyut, seperti halnya ketika kamu memerintahkan kaki ketika akan
berjalan! Tentu jika jantung harus berdenyut berdasarkan perintahmu,
saat kamu tertidur jantung akan berhenti berdenyut sehingga tidak
dapat memompa darah ke seluruh tubuh. Hal ini mengakibatkan
sel-sel tubuh tidak mendapat pasokan O2, nutrisi, dan zat-zat sisa
metabolismenya tidak dapat diangkut oleh darah. Apa yang akan
terjadi jika demikian? Maha Besar Tuhan yang telah merancang kerja
jantung secara otomatis. Tentu kamu wajib bersyukur atas karunia
yang telah diberikan Tuhan ini. Coba renungkan, apa yang harus kamu
lakukan untuk mensyukuri karunia tersebut?

264 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


Tahukah Kamu?
Tahukah kamu bagaimana Tuhan merancang jantung dapat
bekerja secara otomatis? Jantung memiliki dinding yang tersusun
atas otot-otot jantung. Berbeda dengan otot rangka, otot jantung
memang memiliki kemampuan untuk berkontraksi secara tak sadar
(otonom) karena dikendalikan oleh sistem saraf otonom. Di dalam
jantung terdapat saraf khusus yang disebut dengan pacu jantung
(pacemaker) yang diperankan oleh nodus sinoatrial. Pacu jantung
inilah yang berperan dalam pengaturan irama detak jantung.
Perhatikan Gambar 6.7! Pada beberapa orang, pacu jantung
mengalami gangguan sehingga tidak dapat mengatur irama detak
jantung dengan normal, sehingga ilmuwan telah mengembangkan
alat pacu jantung buatan dengan energi dari baterai.
Nodus sinoatrial
Serambi Pacu jantung
Serambi kiri buatan
kanan
Bilik
kiri
Serambi
kanan
Bilik
kanan Bilik
(a) (b) kanan (c)
Saraf jantung
Sumber:(a) Marieb et al. 2012, (b) drugline.org, (c) corporate-ir.net
Gambar 6.7 (a) Pacu Jantung, Nodus Sinoatrial, (b) Pacu Jantung yang Dipasang
pada Tubuh Seseorang, (c) Alat Pacu Jantung

b. Pembuluh Darah
Pembuluh darah dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu pembuluh
nadi (arteri), pembuluh balik (vena), dan pembuluh kapiler (Gambar
6.8). Arteri merupakan pembuluh darah yang mengalirkan darah keluar
jantung, sedangkan vena mengalirkan darah masuk ke dalam jantung.
Arteri berisi darah yang mengandung oksigen, kecuali pembuluh
arteri pulmonalis. Vena berisi darah yang banyak mengandung karbon
dioksida, kecuali vena pulmonalis. Ujung arteri dan vena bercabang-
cabang menjadi pembuluh-pembuluh kecil yang disebut pembuluh
kapiler. Pada pembuluh kapiler inilah terjadi pertukaran gas oksigen
dan gas karbon dioksida antara darah dengan jaringan tubuh.

Ilmu Pengetahuan Alam 265


Arteri
Vena

Endotelium Endotelium
Otot
Otot
polos
polos
Jaringan Kapiler Jaringan
ikat ikat

Venula
Arteriole

Arteri Vena

Sel darah merah


Kapiler
Sumber: Reece et al. 2012
Gambar 6.8 Pembuluh Darah

Tahukah kamu perbedaan antara pembuluh arteri dan vena? Agar


kamu dapat dengan mudah memahaminya, coba perhatikan Tabel 6.4!

Tabel 6.4 Perbedaan Pembuluh Arteri dan Vena


Pembuluh Nadi
Pembeda Pembuluh Balik (Vena)
(Arteri)
Tempat Agak tersembunyi di Dekat dengan permukaan
dalam tubuh tubuh, tampak kebiru-biruan
Dinding Pembuluh Tebal, kuat, elastis Tipis dan tidak elastis
Aliran Darah Meninggalkan Menuju jantung
jantung
Denyut Terasa Tidak terasa
Katup Satu pada pangkal Banyak di sepanjang pembuluh
jantung
Darah yang Keluar Darah memancar Darah tidak memancar

266 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


C. Peredaran Darah pada Manusia
Peredaran darah manusia termasuk peredaran darah tertutup
karena darah selalu beredar di dalam pembuluh darah. Setiap beredar,
darah melewati jantung dua kali sehingga disebut peredaran darah
ganda. Pada peredaran darah ganda tersebut dikenal peredaran darah
kecil dan peredaran darah besar. Peredaran darah kecil merupakan
peredaran darah yang dimulai dari jantung (bilik kanan) menuju ke
paru-paru kemudian kembali lagi ke jantung (serambi kiri). Perhatikan
Gambar 6.9 pada nomor 1 sampai 5 ! Peredaran darah besar adalah
peredaran darah dari jantung (bilik kiri) ke seluruh tubuh kemudian
kembali ke jantung lagi (serambi kanan). Perhatikan Gambar 6.9 pada
nomor 6 sampai 10 !

Kapiler daerah
kepala, dada, dan
8 tangan

Vana kava
superior

Arteri Arteri
pulmonalis 9 Aorta pulmonalis
Kapiler paru- Kapiler paru-
paru kiri 2 7 2 paru kiri

3 3

4 5
10
4
Vena
Serambi kanan 6
1 pulmonalis
Serambi kiri
Bilik kanan
9 Bilik kiri

Vena
Arteri

Venula Arteriole

8 Kapiler daerah perut


dan kaki

Sumber: Reece et al. 2012


Gambar 6.9 Peredaran Darah Manusia

Ilmu Pengetahuan Alam 267


D. Frekuensi Denyut Jantung
Apakah kamu pernah menghitung denyut jantungmu? Berapa
kali jantung berdenyut setiap menitnya? Apakah jumlah denyut
jantung antara laki-laki dan perempuan berbeda? Apakah aktivitas
memengaruhi jumlah denyut jantung? Untuk mengetahuinya, ayo
lakukan aktivitas berikut!

Ayo, Kita Lakukan


Aktivitas 6.2 Menyelidiki Faktor-faktor yang Memengaruhi
Frekuensi Denyut Jantung

Apa yang kamu perlukan?


1. Alat tulis
2. Stopwatch
Apa yang harus kalian lakukan?
Buatlah kelompok yang terdiri atas 4-5 orang. Tentukan di antara
anggota kelompokmu siapa yang akan menghitung denyut nadi,
siapa yang memerhatikan stopwatch, dan yang akan melakukan
beberapa aktivitas. Bekerja samalah dengan baik bersama teman
satu kelompokmu dalam melakukan pembagian tugas!

Kegiatan I
1. Mintalah temanmu untuk duduk
dengan tenang selama 1 menit.
2. Temukan denyut nadi pada
pergelangan tangan temanmu.
Gunakan jari telunjuk dan jari
tengah untuk menemukannya.
Agar kamu mengetahuinya,
Sumber: Dok. Kemdikbud
perhatikan Gambar 6.10!
Gambar 6.10 Menghitung
3. Hitung denyut nadi temanmu Frekuensi Denyut Jantung
selama 1 menit. Selanjutnya
catatlah hasilnya pada Tabel 6.5. Lakukan penghitungan dengan
cermat dan teliti agar data yang kamu peroleh benar.
4. Ulangi langkah 1-3, tetapi kegiatan tersebut dilakukan setelah
temanmu duduk dengan tenang selama 2 menit.

268 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


Kegiatan II
1. Mintalah temanmu untuk berjalan santai selama 1 menit. Setelah
itu mintalah temanmu untuk duduk.
2. Temukan denyut nadi pada pergelangan tangan temanmu.
3. Hitung denyut nadinya selama 1 menit. Selanjutnya catatlah
hasilnya pada Tabel 6.5. Lakukan penghitungan dengan cermat
dan teliti agar data yang kamu peroleh benar.
4. Ulangi langkah 1-3, tetapi kegiatan tersebut dilakukan setelah
temanmu berjalan santai selama 2 menit.

Kegiatan III
1. Mintalah temanmu untuk berlari-lari kecil selama 1 menit.
Setelah itu mintalah temanmu untuk duduk.
2. Temukan denyut nadi pada pergelangan tangan temanmu.
3. Hitung denyut nadinya selama 1 menit. Selanjutnya catatlah
hasilnya pada Tabel 6.5. Lakukan penghitungan dengan cermat
dan teliti agar data yang kamu peroleh benar.
4. Ulangi langkah 1-3, tetapi kegiatan tersebut dilakukan setelah
temanmu berlari kecil selama 2 menit.
Tabel 6.5 Frekuensi Nadi Jantung pada Beberapa Aktivitas Fisik
dengan Intensitas yang Berbeda
Jenis dan Intensitas Aktivitas
Nama Siswa Duduk Tenang Berjalan Santai Berlari Kecil
1 Menit 2 Menit 1 Menit 2 Menit 1 Menit 2 Menit
Siswa laki-
laki
Siswa
perempuan
Rata-rata

Apa yang perlu kamu diskusikan?


1. Mengapa kita dapat menghitung denyut jantung dengan cara
menghitung denyut nadi? Apakah frekuensi denyut jantung
sama dengan denyut nadi?
2. Pada saat duduk tenang, manakah yang lebih tinggi frekuensi
denyut jantung laki-laki atau perempuan? Menurutmu mengapa
demikian?

Ilmu Pengetahuan Alam 269


3. Manakah di antara kegiatan berjalan selama 1 menit dan berlari
selama 1 menit yang menyebabkan frekuensi denyut jantung
paling tinggi? Mengapa demikian?
4. Manakah di antara kegiatan berlari selama 1 menit dan berlari
selama 2 menit yang menyebabkan frekuensi denyut jantung
paling tinggi? Mengapa demikian?
5. Menurutmu apakah jenis kelamin, jenis dan intensitas dalam
beraktivitas memengaruhi frekuensi denyut jantung? Jelaskan!

Apa yang dapat kamu simpulkan?


Berdasarkan hasil penyelidikan dan diskusi yang telah kamu
lakukan, apa saja yang dapat kamu simpulkan?

Apa yang harus kamu lakukan selanjutnya?


Setelah selesai melakukan penyelidikan, buatlah artikel tentang
hasil penyelidikamu! Selanjutnya, kamu dapat menempelkan
artikelmu di majalah dinding kelas.

Berdasarkan Aktivitas 6.2 kamu telah mengetahui bahwa ada


beberapa faktor yang memengaruhi frekuensi denyut jantung di
antaranya adalah jenis kelamin dan aktivitas tubuh, dan beberapa hal
berikut.
1) Kegiatan atau Aktivitas Tubuh
Orang yang melakukan aktivitas memerlukan lebih banyak sumber
energi berupa glukosa dan oksigen dibandingkan dengan orang yang
tidak melakukan aktivitas seperti duduk santai atau tiduran. Untuk
memenuhi kebutuhan sumber energi dan oksigen tersebut, jantung
harus memompa darah lebih cepat.

2) Jenis Kelamin
Pada umumnya perempuan memiliki frekuensi denyut jantung yang
lebih tinggi daripada laki-laki. Pada kondisi normal, denyut jantung
perempuan berkisar antara 72-80 denyutan/menit, sedangkan denyut
jantung laki-laki berkisar antara 64-72 denyutan/menit.

3) Suhu Tubuh
Semakin tinggi suhu tubuh maka semakin cepat frekuensi denyut
jantung. Hal ini terjadi karena adanya peningkatan proses metabolisme,
sehingga diperlukan peningkatan pasokan O2 dan pengeluaran CO2.

270 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


4) Umur
Pada janin, denyut jantung dapat mencapai 140-160 denyutan/
menit. Semakin bertambah umur seseorang, semakin rendah frekuensi
denyut jantung. Hal ini berhubungan erat dengan makin berkurangnya
proporsi kebutuhan energinya.
5) Komposisi Ion
Berdenyutnya jantung secara normal, tergantung pada
keseimbangan komposisi ion di dalam darah. Ketidakseimbangan ion,
dapat menyebabkan bahaya bagi jantung.

Ayo, Kita Diskusikan

Rerata maksimal detak jantung seseorang berkaitan dengan usianya


sehingga dapat dirumuskan:
Rerata maksimal detak jantung = 220 – usia
Penelitian terbaru saat ini menemukan rumus terbaru hasil
modifikasi dari rumus di atas yakni:
Rerata maksimal detak jantung = 208 – ( 0, 7 × usia)

Pertanyaan:
Sebuah artikel mengatakan bahwa penggunaan rumus terbaru
ternyata berbeda jauh dengan rumus yang lama dalam mengukur
detak jantung seseorang. Perbedaannya adalah jika akan mengukur
detak jantung anak muda maka akan terjadi penurunan yang
tajam dan jika akan mengukur detak jantung orangtua akan terjadi
kenaikan yang tajam pula. Menurutmu, pada usia berapakah tidak
ada perbedaan sama sekali dari penggunaan kedua rumus tersebut?

Ilmu Pengetahuan Alam 271


B. Gangguan atau Kelainan pada Sistem Peredaran
Darah dan Upaya untuk Mencegah serta
Menanggulanginya
Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting
• Gangguan pada sistem • Stroke
peredaran darah • Varises
• Upaya untuk mencegah • Hemofilia
atau menanggulanginya • Anemia

Mengapa Penting?
Mempelajari materi ini akan membantumu memahami berbagai gangguan
pada sistem peredaran darah, penyebabnya, dan upaya untuk mencegah atau
menanggulanginya. Sehingga, kamu dapat memulai untuk membiasakan pola
hidup sehat agar sistem peredaran darahmu terjaga.

Pernahkah kalian mendengar seseorang yang terkena serangan


jantung atau penyakit stroke? Serangan jantung dan penyakit stroke
adalah peristiwa yang terjadi karena adanya gangguan pada sistem
peredaran darah. Apakah ada gangguan lain yang terjadi pada sistem
peredaran darah? Bagaimana cara mencegah dan mengatasi gangguan
tersebut? Agar kamu dapat memahaminya, ayo, perhatikan penjelasan
berikut ini!

1. Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab utama


terjadinya kematian, baik di negara maju maupun negara berkembang.
Tahukah kamu apa yang menjadi penyebab terjadinya penyakit
jantung koroner? Penyakit jantung koroner terjadi jika arteri koronaria
tidak dapat menyuplai darah yang cukup ke otot-otot jantung. Arteri
koronaria merupakan pembuluh darah yang menyuplai nutrisi dan
oksigen ke otot-otot jantung. Kondisi ini dapat terjadi karena arteri
koronaria tersumbat oleh lemak atau kolesterol. Perhatikan Gambar
6.11!
Jika otot-otot jantung tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen,
maka otot jantung tidak dapat berkontraksi, sehingga jantung tidak
dapat berdenyut. Gejala dari penyakit jantung koroner antara lain dada
terasa sakit, sakit pada bagian lengan dan punggung, napas pendek
dan kepala pusing.

272 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


Aorta
Arteri
koronaria
Arteri
koronaria

Arteri koroner
tersumbat oleh
Jaringan otot jantung lemak
mengalami kematian

Sumber: Campbell et al. 2008


Gambar 6.11 Penyumbatan pada Arteri Koroner

Nah, bagaimana cara mencegah terjadinya penyakit jantung


koroner? Agar kamu memahaminya perhatikanlah penjelasan berikut
ini.

a. Melakukan Olahraga dan Istirahat yang Teratur


Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan berolahraga
secara teratur. Berolahraga tidak harus berat yang terpenting adalah
teratur. Kamu dapat melakukan olahraga ringan seperti berlari kecil
ataupun hanya berjalan. Apabila kamu ingin melakukan olahraga yang
berat, misalnya bulu tangkis, basket, sepak bola, dan olahraga lainnya,
maka sebaiknya diawali dengan melakukan pemanasan. Pemanasan
membuat kecepatan denyut jantung bertambah secara bertahap.
Selain berolahraga dengan teratur, untuk menjaga kesehatan
jantung diperlukan istirahat yang teratur. Istirahat dapat dilakukan
dengan duduk santai ataupun tidur. Saat ini banyak orang yang
begadang di malam hari, padahal begadang tidak baik bagi kesehatan.
Oleh karena itu, sebaiknya kita tidak begadang apalagi jika begadang
tersebut adalah untuk melakukan aktivitas yang tidak bermanfaat.

b. Menjaga Pola Makan Sehari-hari


Menjaga kesehatan sistem peredaran darah dapat dilakukan
dengan menjaga pola makan sehari-hari. Menjaga pola makan dapat
dilakukan dengan makan secara teratur, menyesuaikan jumlah kalori
yang masuk ke tubuh sesuai dengan kebutuhan, serta menyeimbangkan
komposisi nutrisi. Nah, masih ingatkah kamu cara menghitung kalori
makanan yang terdapat pada bab sistem pencernaan? Untuk menjaga
kesehatan jantung sebaiknya banyak mengonsumsi sayuran, buah-
buahan, biji-bijian, serta makanan berserat lainnya. Sebaiknya kurangi

Ilmu Pengetahuan Alam 273


mengonsumsi daging, makanan camilan, dan makanan yang banyak
mengandung lemak atau kolesterol. Jenis makanan tersebut dapat
meningkatkan jumlah kolesterol pada darah.

c. Menghindari Minuman Beralkohol


Tentu kalian sudah sering mendengar bahaya mengonsumsi
minuman beralkohol. Tahukah kamu, apa bahaya mengonsumsi
minuman beralkohol bagi kesehatan sistem peredaran darah?
Minuman beralkohol dapat memicu terjadinya gangguan pada sistem
peredaran darah. Semakin banyak mengonsumsi alkohol maka risiko
terjadinya penyakit jantung semakin tinggi. Oleh karena itu, hindari
minuman beralkohol agar tidak terserang penyakit jantung.

d. Menghentikan Kebiasaan Merokok


Tahukah kamu mengapa rokok dapat menyebabkan gangguan pada
sistem peredaran darah? Pada seseorang yang merokok, asap rokok akan
merusak dinding pembuluh darah. Kemudian nikotin yang terkandung
dalam asap rokok akan merangsang hormon adrenalin yang akibatnya
akan mengubah metabolisme lemak. Hormon adrenalin akan memacu
kerja jantung. Selain itu, merokok menyebabkan elastisitas pembuluh
darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh
darah arteri dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu
penyakit jantung dan stroke. Perokok mempunyai peluang terkena
stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding
dengan bukan perokok. Oleh karena itu, jangan meremehkan
keberadaan asap rokok, karena asap rokok dapat menjadi penyebab
penyakit jantung koroner dan gangguan pada pembuluh darah.

e. Menghindari Stres Berlebih


Menghindari stres yang berlebihan termasuk cara mencegah
penyakit jantung. Stres berlebih dapat menyebabkan naiknya
tekanan darah dan meningkatnya denyut jantung. Kondisi ini akan
menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah. Oleh karena itu,
hindarkan diri kita dari stres.

f. Menjaga Berat Badan dalam Kondisi Ideal


Mengapa kita harus menjaga berat badan agar tetap dalam kondisi
ideal? Berat badan yang tidak terkontrol dapat menyebabkan terjadinya
obesitas. Obesitas dapat meningkatkan risiko terkena serangan stroke
sebesar 15%. Obesitas dapat menyebabkan terjadinya hipertensi dan
penyakit jantung.

274 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


2. Stroke

Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena kematian


pada jaringan di otak yang disebabkan karena kurangnya asupan
oksigen di otak. Hal ini terjadi karena pembuluh darah pada otak
tersumbat oleh lemak atau kolesterol ataupun salah satu pembuluh
darah di otak pecah. Perhatikan Gambar 6.12!

Pembuluh darah Pendarahan Jaringan otak mati


otak pecah otak Pembuluh darah
otak tersumbat

Otak Pembuluh
darah otak
Sumber: fescenter.org
Gambar 6.12 Penyumbatan Arteri dalam Otak oleh Lemak

Bagaimana cara mencegah agar kita terhindar dari serangan stroke?


Karena penyebab penyakit stroke sama dengan penyebab penyakit
jantung, maka usaha yang dapat kita lakukan untuk mengurangi risiko
terkena stroke juga sama dengan usaha yang dapat dilakukan untuk
mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner. Nah, apa yang
harus kamu lakukan jika tiba-tiba kamu menjumpai seseorang yang
mengalami gejala serangan stroke? Langkah penting yang harus kamu
lakukan adalah mencari pertolongan agar penderita dapat segera
dibawa ke rumah sakit atau unit kesehatan lainnya agar penderita
segera mendapatkan penanganan medis.

3. Varises

Varises adalah suatu keadaan di mana pembuluh darah balik (vena)


mengalami pelebaran dan terpuntir. Gangguan ini biasanya terjadi di
daerah kaki. Perhatikan Gambar 6.13!

Ilmu Pengetahuan Alam 275


Varises
Vena normal

Aliran
darah
Katub

Vena

Vena varises

Sumber: webmd.com
Gambar 6.13 Pelebaran Vena pada Kaki

Nah, upaya apa yang dapat kamu lakukan agar terhindar dari
varises? (1) Ketika kamu tidur sebaiknya tungkai dinaikkan (kurang
lebih 15-20 cm). Aktivitas ini sebaiknya dilakukan setelah kamu
melakukan perjalanan jauh atau melakukan aktivitas yang melelahkan.
(2) Menghindari berat badan berlebih. (3) Menghindari berdiri terlalu
lama. (4) Berolahraga secara teratur seperti berjalan, berenang, dan
senam. (5) Menghindari memakai sepatu dengan hak tinggi. Nah,
apakah selamanya kamu tidak boleh memakai sepatu dengan hak yang
tinggi? Kamu tetap boleh memakai sepatu dengan hak tinggi, asalkan
aktivitas yang kamu lakukan tidak terlalu berat dan dalam waktu yang
lama.

4. Anemia

Anemia merupakan gangguan yang disebabkan karena kekurangan


hemoglobin atau kekurangan sel darah merah. Perhatikan Gambar 6.14!
Apabila kadar hemoglobin dalam darah rendah dapat menyebabkan
tubuh kekurangan oksigen sehingga tubuh akan terasa lesu, kepala
pusing, dan muka pucat. Anemia dapat terjadi akibat terganggunya
produksi eritrosit. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan zat
besi. Anemia juga dapat disebabkan karena terjadinya pendarahan
yang hebat.

276 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


(a) (b)
Sumber: pennmedcine.org
Gambar 6.14 Perbandingan Jumlah Sel Darah Merah dalam Kondisi Normal
dengan Penderita Anemia

Bagi kamu yang perempuan, anemia dapat terjadi pada saat


kamu sedang mengalami menstruasi. Setiap terjadi menstruasi tubuh
akan kehilangan darah dalam jumlah cukup banyak, yaitu sebanyak
50 – 80 mL dan zat besi sebesar 30 – 50 mg. Oleh karena itu, agar
tidak mengalami anemia, sebaiknya selama masa menstruasi kamu
mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, mengonsumsi
makanan bergizi, dan jika diperlukan mengonsumsi suplemen
penambah zat besi.

5. Hipertensi dan Hipotensi

Hipertensi disebut juga tekanan darah tinggi, terjadi jika tekanan


darah di atas 120/80 mmHg. Gejala penderita hipertensi antara lain
sakit kepala, kelelahan, pusing, pendarahan dari hidung, mual, muntah,
dan sesak napas. Hipertensi dapat disebabkan karena arteriosklerosis
(pengerasan pembuluh darah), obesitas (kegemukan), kurang
olahraga, stres, mengonsumsi minuman beralkohol atau yang banyak
mengandung garam, lemak, dan kolesterol. Nah, bagaimana cara
mengatasi hipertensi? Penderita hipertensi yang disebabkan karena
obesitas harus menurunkan berat badannya, sehingga mencapai berat
badan ideal, hindari mengonsumsi minuman beralkohol dan makanan
berlemak dan mengandung kolesterol tinggi, berolahragalah secara
teratur, hindari kebiasaan merokok, dan hindari faktor-faktor yang
dapat menyebabkan stres.
Berbeda dengan hipertensi, hipotensi terjadi apabila tekanan
darah kurang dari 120/80 mm Hg. Hipotensi disebut juga dengan
tekanan darah rendah. Orang yang mengalami tekanan darah rendah
umumnya akan mengeluhkan keadaan sering pusing, sering menguap,

Ilmu Pengetahuan Alam 277


penglihatan terkadang dirasakan kurang jelas (berkunang-kunang)
terutama sehabis duduk lama lalu berjalan, keringat dingin, merasa
cepat lelah tak bertenaga, detak/denyut nadi lemah, dan tampak pucat.
Nah, bagaimana cara mengatasi hipotensi? Berikut ini ada beberapa
cara untuk mengatasi hipotensi. Minum air putih dalam jumlah yang
cukup banyak antara 8 hingga 10 gelas per hari, mengonsumsi minuman
yang dapat meningkatkan tekanan darah, misalnya kopi, mengonsumsi
makanan yang cukup mengandung garam, dan berolahraga dengan
teratur.

Ayo, Kita Renungkan

Pernahkah kamu membayangkan bahwa sistem transportasi di


dalam tubuh dikatakan mirip dengan sistem transportasi yang sering
kita temui di jalan raya? Ada bus penumpang dan ada penumpang
yang dibawa. Pada sistem transportasi di dalam tubuh, ada sel
darah merah yang ditumpangi oleh sari-sari makanan dan oksigen
untuk dihantarkan ke bagian-bagian tubuh yang membutuhkan.
Sel darah merah dari jantung akan melalui jalan yang besar, yaitu
aorta dan arteri. Semakin jauh dari jantung, sel darah merah akan
melalui jalan-jalan kecil, yaitu kapiler darah. Selanjutnya, sel darah
merah akan kembali dengan mengangkut zat sisa metabolisme
dan karbon dioksida untuk dikeluarkan dari tubuh. Ditambah lagi
dengan peran sel darah putih yang siap menjaga kamu dari serangan
penyakit atau virus dari luar tubuh, seperti halnya polisi lalu lintas
yang senantiasa menjaga ketertiban jalan raya.
Tuhan menciptakan sistem transportasi yang sangat rumit
dengan ukuran yang sangat kecil di dalam tubuhmu. Sistem
transportasi di tubuhmu bekerja selama 24 jam tanpa henti bahkan
saat kamu tidur lelap. Sungguh Tuhan telah menciptakan darah dan
sistem peredaran darah dengan sangat kompleks dan sempurna.
Oleh karena itu, hendaknya kita selalu bersyukur kepada Tuhan
atas anugerah berupa darah dan sistem peredaran darah yang
diberikan kepada kita. Salah satu cara mensyukuri anugerah Tuhan
adalah dengan selalu menjaga kesehatan sistem peredaran darah.
Nah, apakah kamu sudah melakukan upaya-upaya agar sistem
peredaran darahmu selalu sehat? Apa yang dapat kamu lakukan

278 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1


untuk mengatasi gangguan atau kelainan yang terjadi pada sistem
peredaran darahmu? Jawablah pertanyaan/pernyataan dengan
memberi centang (√ ) pada Tabel 6.6 di kolom “ya” atau “tidak”.
Tabel 6.6 Pertanyaan untuk Refleksi
Terkait Sistem Peredaran Darah Manusia
No Pertanyaan Ya Tidak
1 Apakah kamu senantiasa bersyukur kepada
Tuhan Yang Maha Esa karena telah memberikan
anugerah kepada kita berupa darah dan sistem
peredaran darah?
2 Apakah kamu rajin melakukan olahraga untuk
menjaga kesehatan sistem peredaran darah?
3 Apakah kamu lebih suka mengonsumsi buah dan
sayur daripada makanan yang berlemak?
4 Apakah kamu suka begadang sampai larut malam
untuk menonton televisi?
5 Apakah kamu menjaga berat badan agar tetap
ideal, karena kegemukan dapat menyebabkan
hipertensi?

Coba kamu hitung, berapa total skormu dengan ketentuan:


ƒƒ Jawaban “ya” mendapat skor 2 (dua)
ƒƒ Jawaban “tidak” mendapat skor 0 (nol)
Bandingkan total skormu dengan kriteria berikut.
ƒƒ Skor 0 - 3 : berarti kamu tidak peduli pada sistem peredaran
darahmu.
ƒƒ Skor 4 - 6 : berarti kamu kurang peduli pada sistem
peredaran darahmu.
ƒƒ Skor 7 - 10 : berarti kamu peduli pada sistem peredaran
darahmu.
Untuk kamu yang tidak peduli atau kurang peduli terhadap
sistem peredaran darah, sebaiknya kamu terus berusaha untuk
meningkatkan kepedulianmu terhadap sistem peredaran darahmu.

Ilmu Pengetahuan Alam 279


Info Tokoh

Ibnu Nafis

1213-1288 M

Pertama kali menjelaskan


1578-1657 M
peredaran darah pada manusia

William Harvey

Menjelaskan fungsi
jantung dalam 1868–1943 M
memompa darah
ke seluruh tubuh

Karl Landsteiner
Darah manusia terbagi
menjadi 4 kelompok yang
sekarang dikenal dengan
golongan darah O, A, B,
dan AB

Wilson Greatbatch 1919-2011 M


Penemu alat pacu jantung
implan

1919-2011 M

Linus Pauling
Penemu penyakit
talasemia

280 Kelas VIII SMP/MTs Semester 1