Anda di halaman 1dari 3

LKM GENETIKA MOLEKULAR

PENGAMBILALIHAN VIRUS TERHADAP SEL HIDUP

Nama :

 Nurdiana
 Sintiya Anugrah Rante Lembang

Kelas : Biologi Sains A

1. Struktrur virus serta molekul yang membangun tubuh virus


 Asama nukleat berupa RNA (asam ribonukleat) atau DNA (asam
deoksiribonukleat)
 Selubung protein (kapsid)
 Asam nukleat yang dibungkus kapsid yang disebut nukleokapsid

2. Virus merupakan benda mati


Seperti yang kita ketahui bahwa sel adalah unit terkecil dari
makhluk hidup, untuk dikategorikan sebagai sel ada beberapa syarat yaitu
memiliki membran sel, ribosom dan asam nukleat, sedangkan virus hanya
memiliki asam nukleat berupa DNA atau RNA tidak pernah keduanya. Itu
berarti asam nukleatnya bersifat impektif, sebaliknya pada semua tingkat
hidup organisme non virus sel dikelilingi oleh membran sel dan terdapat
ribosom serta memiliki sistem metabolisme lengkap dan mandiri, ia tidak
memiliki ribosom sehingga dikategorikan sebagai partikel dan bukan
makhluk hidup, ia tidak memiliki aktivitas metabolisme dan tidak tumbuh
berkembang biak melalui pembelahan.

3. Perbedaan antara fase litik dengan fase lisogenik


Pada fase litik, virus akan menginfeksi sel inang saat sel-sel anakan
dari virus tersebut telah matang akan keluar dengan mengeluarkan enzim
yang akan memecahkan dinding sel dari sel inang tersebut, sehingga sel
mengalami kerusakan dan terjadi kerusakan atau kematian sel. Sedangkan
pada fase lisogenik dimana virus akan menginfeksi sel inang lalu akan
disisipkan asam nukleat pada inangnya sehingga saat terjadi pembelahan
dari sel inang maka setiap anakan dari sel inang tersebut akan mengandung
genom dari virus tersebut sehingga tidak terjadi kerusakan pada sel
inangnya.

4. Cara virus masuk kedalam tubuh manusia


a. Saluran pernapasan
Banyak virus yang dapat bergerak bebas di udara dan dapat ikut
masuk kedalam tubuh melalui saluran pernapasan
b. Saluran pernapasan
Ini pula salah satu media yang sering digunakan virus untuk masuk
melalui makanan yang kita konsumsi.
c. Melalui kulit
Ketika kita bersentuhan dengan orang yang mempunyai virus
seperti herpes atau virus lainnya dapat menjalar ketubuh kita.
5. Manfaat dan kerugian dari virus
a) Manfaat
 Membuat antibiotik dengan cara DNA manusia yang
mengontrol sintesis antioksidan/pelawan penyakit
disambungkan ke DNA virus
 Melemahkan bakteri
 Memproduksi vaksin
b) Kerugian
 Dapat menyebabkan penyakit

6. Hubungan antara virus corona dengan kerasukan yang terjadi saat pkl
Kesurupan bukanlah fenomena klenik. Dalam dunia ilmiah,
kesurupan disebut dengan histeria. Istilah tersebut mengacu kepada
gangguan psikologis dimana tekanan dan konfilik batin dikonversi
menjadi sakit, nyeri, atau mengalami histeria secara tiba-tiba yang
dialami beberapa orang dalam waktu bersamaan.
Ketika merasa senang atau takut,seseorang bernapas lebih cepat
dan mengembuskan banyak karbondoksida. Rendahnya
karbondioksida pada tubuh menyebabkan kesemutan, kedutan,
mati rasa, bahkan kejang-kejang. Gejala tersebut sering terjadi
pada karbon histeria.
Ketika seseorang mendadak mengalami histeria di keramaian,
orang yang berada disekitarnya juga ikut panik, berhalusinasi, serta
merasakan gejala fisik seperti orang terkena histeria massal. Inilah
yang menerangkan kenapa bisa ada banyak orang terkena histeria
massal atau kesurupan.
Kesurupan terkait dengan keadaan berubahnya kesadaran
(altered state of consciousness/ASC). Jadi, bukan benar-benar
hilang kendali atas tubuh dan pikiran. Pada tahap sadar dan tidak
itu, perubahan terjadi pada aktivitas otak. Ini dapat diamati dengan
bantuan pemindai seperti electroencephalogram (EEG). Keadaan
sadar pikiran kita aktif, dan aktivitas otak bisa diukur lewat
gelombang beta. Sebaliknya, aktivitas otak medium akan menurun
dan tubuhnya perlahan relaks, EEG menggambarkan ini dalam
gelombang alfa dan theta. Semakin rendah frekuensi EEG, semakin
dalam kesurupan, semakin dalam seseorang mengalami kesurupan,
akan semakin pasif organ tubuhnya dan sejumlah daerah utama di
otaknya seperti lobus frontal dan hippocampus, juga pendengaran.
Secara medis, DSM V (buku manual diagnosis gangguan
jiwa) memang menggolongkan kesurupan sebagai gangguan
disosiatif, di mana penderitanya tak mampu mengendalikan pikiran
dan perilaku.