Anda di halaman 1dari 6

PEMANFAATAN SAMPAH KERTAS MENJADI BARANG KERAJINAN

oleh: Muthi Fatihah, Diapermata Singgih, Siti Rozalia A, Silvia Yosephine

Latar Belakang

Sampah merupakan masalah lingkungan maupun sosial yang selama ini kurang mendapat
perhatian serius dari masyarakatnya. Sampah tersebar di berbagai tempat. Banyak tempat yang
dijadikan oleh masyarakat sebagai pembuangan sampah. Tempat-tempat tersebut seperti sungai,
selokan, dan di pesisir laut. Tumpukan sampah yang ada tidak dikelola dengan baik sehingga akan
berakibat pada masalah lingkungan seperti polusi udara, polusi air, dan polusi tanah.

Sampah terdiri atas dua macam yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik
seperti sisa makanan, kotoran hewan dan berbagai macam daun sedangkan sampah anorganik seperti
besi, plastik, gabus dan kertas. Sampah organik dapat dihancurkan dan dekomposisi di tanah. Namun
yang menjadi permasalahan adalah sampah anorganik yang tidak dapat berdekomposisi dengan tanah.

Kertas merupakan contoh dari sampah anorganik yang tidak dapat terurai dengan sendirinya.
Sampah kertas banyak di lingkungan lembaga pendidikan, perkantoran, maupun rumah tangga. Sampah
kertas hanya dibiarkan menumpuk tanpa di daur ulang atau hanya dikumpulkan pada pengepul barang
bekas. Kemudian hasil yang dikumpulkan di pengepul ini tetap sebagai bahan utuh seperti koran yang
digunakan sebagai pembungkus makanan dan bahan pokok di pasar.

Sampah kertas yang dihasilkan di berbagai tempat ini berakibat pada rusaknya lingkungan alam.
Hal ini yang memunculkan ide untuk mengolah sampah kertas lebih lanjut. Selain berdampak pada
lingkungan juga akan berdampak pada sosiologi dan pembangunan pada masyarakat

1. Pendahuluan

Kertas[1] adalah suatu bahan yang tipis dan rata yang dihasilkan oleh kompresi serat yang berasal
dari pulp. Pulp[2] berasal dari serat tumbuhan seperti kayu, bambu, padi, dan tumbuhan lain yang
mengandung serat, tetapi pada umumnya yang sering digunakan untuk bahan baku kertas adalah kayu.
Penciptaan kertas pada masa lalu merupakan suatu perubahan besar bagi kehidupan, khususnya bagi
dunia tulis menulis yang turut mempengaruhi peradaban dunia.

Seiring dengan berjalannya waktu, kertas tak hanya digunakan untuk menulis saja. Kertas kini
telah menjadi bagian dari kehidupan manusia yang mudah ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan
hampir di setiap aktivitas manusia selalu membutuhkan kertas, seperti sebagai pembungkus makanan,
tas belanja, tissue, sarana untuk menulis, melukis, mencetak buku, kalender, koran, pamflet, dan lain-
lain.

Dalam jangka panjang, aktivitas-aktivitas tersebut dapat menghasilkan banyak kertas yang tidak
terpakai dan akan menumpuk dengan percuma. Sampah kertas kemudian menjadi salah satu
penyumbang sampah yang jumlahnya cukup banyak. Bahkan saat ini, jumlah sampah kertas dan produk
turunannya meliputi 25% dari seluruh sampah yang ada di pembuangan sampah.[3] Padahal kertas
merupakan jenis sampah anorganik yang tidak bisa dihancurkan oleh organisme dan mengandung
bahan-bahan kimia sebagai campurannya, seperti sulfat dan chlorin.

Sebagian orang mungkin hanya akan membuang begitu saja kertas yang tidak ia gunakan lagi, dan
sebagian orang lainnya menjual kertas-kertas bekasnya pada pengepul barang bekas. Oleh para
pengepul kertas-kertas tersebut memang ada yang dijual lagi untuk didaur ulang pabrik kertas dan
menjadi kertas baru, atau ada juga daur ulang kertas untuk kerajinan tangan, namun sebagian lainnya,
seperti kertas koran bekas misalnya, mereka jual lagi pada pedagang sebagai pembungkus barang
dagangannya, yang pada akhirnya juga dibuang percuma dan menjadi sampah lagi.

Lagipula kertas-kertas bekas tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan bila digunakan sebagai
pembungkus makanan, selain karena kertas itu sendiri sudah tidak hiegenis, juga yang mengandung
banyak tinta seperti kertas koran, ternyata mengandung timbal yang berbahaya jika masuk ke tubuh
manusia.

Bagi seorang pelajar ataupun mahasiswa, kertas juga telah menjadi kebutuhan pokok yang sulit
tergantikan. Mahasiswa pasti banyak membutuhkan kertas untuk kegiatan tulis menulis, mencatat, juga
mengerjakan tugas kuliah yang tidak sedikit membutuhkan kertas. Namun akhirnya kertas-kertas itu
banyak yang terbuang percuma karena sudah tidak terpakai lagi, padahal masih bisa dimanfaatkan jika
kita kreatif dalam mengolahnya.

Dari permasalahan yang telah diuraikan di atas, kemudian muncul sebuah ide untuk bisa mendaur
ulang sendiri kertas-kertas itu menjadi produk yang lebih berguna, yang diharapkan dapat mengurangi
sampah sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang lebih baik. Apalagi sebagai mahasiswa yang
banyak menghasilkan sampah kertas, untuk mendapatkan kertas-kertas bekas sangatlah mudah. Selain
itu penerapan ide untuk mendaur ulang kertas ini merupakan realisasi dari sedikit keterampilan yang
kami dapat dari sekolah dulu, yang kami rasa bisa berguna tidak hanya bagi kami saja, tapi juga bagi
lingkungan sosial pada umumnya, yaitu dengan membantu mengurangi sampah kertas.

2. Dampak

Dampak yang ditimbulkan akibat sampah kertas:

Sampah yang berupa kertas memiliki berbagai dampak di lingkungan yang berakibat pada
permasalahan sosial di masyarakat. Beberapa dampak negatif akibat penumpukan sampah seperti
gangguan kesehatan, menurunnya kualitas lingkungan, menurunnya estetika lingkungan dan
menghambat pada pembangunan negara. Dampak yang ditimbulkan inilah yang mendorong agar
manusia lebih memperhatikan keadaan lingkungan sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.

Dampak adanya penumpukan sampah kertas diantaranya adalah:

1. Gangguan Kesehatan.

Tumpukan sampah yang banyak menandakan banyaknya limbah yang tersebar. Limbah ini akan
berdampak pada kesehatan manusia seperti penyakit menular yang berasal dari tikus yang akan
menyebarkan infeksi.

2. Menurunnya kualitas lingkungan.

Tanah yang pada awalnya meiliki kesuburan yang tinggi menjadi tidak subur lagi jika tumpukan sampah
dibiarkan berserakan di tanah yang subur.

3. Menurunnya estetika lingkungan

Timbulan sampah yang bau, kotor dan berserakan akan menjadikan lingkungan tidak indah untuk
dipandang mata. Keindahan menjadi penting dan berdampak pada masyarakat seperti nilai keindahan
yang dimiliki oleh masyarakat terhadap sesuatu akan berkurang.

4. Terhambatnya pembangunan negara

Dengan menurunnya kualitas dan estetika lingkungan, mengakibatkan pengunjung atau wisatawan
enggan untuk mengunjungi daerah wisata tersebut karena merasa tidak nyaman, dan daerah wisata
tersebut menjadi tidak menarik untuk dikunjungi. Akibatnya jumlah kunjungan wisatawan menurun,
yang berarti devisa negara juga menurun.[4]

Dampak yang ditimbulkan akibat pengelolaan sampah kertas:

1. Dampak lingkungan

Sampah merupakan salah satu masalah bagi masyarakat pada umumnya. Dampak negatif yang
ditimbulkan akibat penumpukan sampah menjadi maslah yang serius pada lingkungan. Sampah kertas
sulit terurai dalam tanah sehingga pengelolaan sampah menjadi penting. Sampah yang menumpuk
diakibatkan oleh produksi yang menggunakan kertas. Lingkungan lembaga pendidikan merupakan
lembaga yang dekat dengan “kertas”. Mulai dari kertas HVS sampai koran maupun karton. Jika
sampah-sampah ini dapat dikelola kembali maka lingkungan hidup menjadi lebih baik. Tanah yang subur
akan tetap subur jika tidak ada lagi sampah kertas yang membebaninya. Ekosistem pada lingkungan
akan terjaga dengan baik. Nilai keindahan juga akan meningkat jika sampah tidak lagi bertebaran di
sembarang tempat. Usaha foto copy merupakan industri yang dekat dengan sampah kertas. Dengan
adanya usaha pengelolaan kertas menjadi barang yang lebih berguna seperti vas bunga maupun gucci
akan berdampak baik bagi lingkungan.

2. Dampak Ekonomi
Pengelolaan sampah kertas menjadi benda yang lebih berguna seperti vas bunga dan gucci akan
memiliki nilai ekonomi. Barang-barang hasil pengelolaan sampah kertas ini dapat didistribusikan serta
dipasarkan kepada masyarakat. Sampah kertas yang dianggap tidak memiliki kegunaan lagi jika dikelola
dengan baik akan berdampak ekonomi bagi masyarakat luas.

3. Dampak sosial

Pengelolaan sampah kertas dapat dilakukan secara bersama dengan masyarakat sekitar. Melalui
kerjasama yang dibangun akan membentuk hubungan masyarakat yang baik pula. Usaha foto copy
dapat menyalurkan sampah kertasnya pada industri pengelolaan sampah kertas tetapi tidak hanya
usaha foto copy saja, seluruh masyarakat dapat menyalurkan sampah kertasnya pula. Setelah sampah
terkumpul maka industri pengelolaan akan melakukan tahap berikutnya yaitu merubah sampah kertas
menjadi kerajinan tangan. Usaha ini dilakukan dengan bantuan masyarakat sehingga ketika semua
komponen saling bekerja maka terbentuklah hubungan yang baik dan kerjasama diantara masyarakat
itu sendiri. Damapk lain yang ditimbulkan adalah terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat sehingga
kesejahteraan masyarakat dapat dicapai.

4. Dampak Pembangunan

Usaha baru yang dibuka untuk pengelolaan sampah ini akan membuka kesempatan kerja baru di
lingkungan masyarakat sekitar. Lapangan kerja baru terbuka bagi masyarakat sekitar. Masyarakat yang
pada awalnya tidak memiliki pekerjaan memiliki kesempatan untuk menjadi pekerja di industri
pengelolaan sampah kertas. Kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Masyarakat yang awalnya tidak
memiliki penghasilan untuk dirinya sendiri maupun lingkungan sekitar menjadi seseorang yang memiliki
penghasilan untuk menghidupi dirinya maupun orang yang berada di sekitarnya. Jumlah pengangguran
akan berkurang terlihat dari terserapnya tenaga kerja yang terampil dan siap untuk dipekerjakan di
industri pengelolaan sampah kertas.

3. Pembuatan Kerajinan dari Kertas Bekas

Bahan :

- Kertas bekas (koran, kertas sisa fotocopy, kertas bekas lainnya)

- Lem kayu

- Air

- Cutter

- Benda yang dijadikan cetakan (dijadikan contoh pola), seperti gentong, vas bunga, patungm dan
sebagainya.

- Wadah tempat lem kayu


Cara Pembuatan:

1. Kertas bekas yang ingin digunakan dipotong (disobek) menjadi ukuran sedang ataupun kecil. (Sesuai
dengan selera).

2. Lem kayu diletakkan dalam wadah, kemudian diberi air, dan diaduk hingga menyatu. Hal ini
diperuntukkan agar menghemat lem, kemudian agar lebih menempel pada kertas bekas.

3. Siapkan benda yang ingin dijadikan cetakan, (seperti gentong, vas bunga, patung, dst.) .

4. Kemudian kertas yang sudah disobek (dipotong menjadi ukuran sedang atau kecil) di celupkan ke
dalam wadah larutan lem kayu, pastikan kertas tersebut terkena lem dengan rata, kemudian tempelkan
kertas tersebut ke bagian luar dan bagian bawah benda cetakan (seperti gentong, vas bunga, patung,
dst.) . Lakukan hal ini berulang-ulang hingga seluruh bagian terlapisi dengan kertas bekas tadi dan
membentuk lapisan-lapisan. Dan tunggu hingga kering.

5. Setelah kertas bekas yang dilapisi lem membentuk lapisan yang cukup tebal di bagian luar cetakan
dan benar-benar kering, kemudian buat sayatan di salah satu sisi lapisan kertas bekas tersebut. Sayatan
itu ditujukan agar cetakan tersebut dapat dikeluarkan dari dalam lapisan kertas bekas tadi. Pastikan agar
lapisan kertas yang siap disayat itu memiliki ketebalan yang tidak begitu tipis dan juga tidak begitu tebal.

6. Setelah lapisan kertas bekas tersebut disayat dan cetakan dikeluarkan, satukan kembali bekas
sayatan-sayatan pada lapisan kertas yang sudah membentuk seperti cetakan yang diinginkan yaitu
dengan merekatkan kembali bagian yang terpisah akibat sayatan. Kemudian lapisi kembali dengan
kertas bekas yang telah dicelupkan ke dalam larutan lem.

7. Terus lapisi lapisan kertas dengan menempelkan kertas bekas yang disobek dan dicelupkan ke dalam
larutan kayu hingga lapisan kertas bekas hasil cetakan tersebut memiliki ketebalan yang hampir sama
dengan benda cetakan aslinya atau setidaknya benda tersebut cukup kokoh.

8. Jika telah mencapai ketebalan yang diinginkan, kemudian biarkan hingga larutan lem kayu
mengering.

9. Setelah kering, kita dapat menghias bagian luarnya agar tampak menarik sesuai dengan kreativitas
kita, seperti mengecatnya dan menghiasnya sesuai dengan apa yang kita inginkan.

4. Kesimpulan

Sampah merupakan suatu bahan yang dibuang atau terbuang sebagai hasil dari aktivitas manusia
maupun hasil aktivitas alam. Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sampah
organik dan anorganik. Yang menjadi masalah adalah sampah anorganik yang tidak dapat
berdekomposisi dengan tanah seperti contohnya kertas.

Kertas merupakan bahan yang sering digunakan sehari-hari yang sering dijumpai di lembaga
pendidikan, perkantoran maupun rumah tangga. Karena sering digunakan setiap harinya, banyak juga
kertas-kertas yang tidak terpakai lagi. Kertas-kertas ini akan menumpuk dan menjadi sampah.
Kalau mendengar hal ini pasti yang terpikirkan adalah dampak negatifnya. Memang banyak sekali
dampak negatif dari sampah kertas ini baik dari gangguan kesehatan, rusaknya lingkungan sosial sampai
menghambat pembangunan negara. Tetapi kalau sampah kertas ini dapat diolah dengan sebaik-baiknya,
akan meminimalisir dampak negatif dari sampah kertas tersebut. Tidak hanya itu, sampah kertas ini jika
diolah dapat mempunyai dampak positif.

Salah satu cara untuk mengolah sampah kertas sehingga mendapatkan dampak positif tersebut adalah
dengan cara membuat kerajinan tangan yang cantik yaitu membuat vas bunga, gucci, patung dan lain
sebagainya. Dengan bahan yang mudah ditemukan dan murah dan dengan cara pengolahan yang
mudah dapat memberikan dampak positif pada kertas sampah tersebut, yaitu dalam lingkungan hidup
akan terjaga lebih baik lagi, meningkatnya ekonomi karena sampah kertas yang berupa vas bunga,
patung dan gucci ini juga dapat diperjual-belikan, meningkatnya hubungan sosial masyarakat yang baik
karena dalam mengolah sampah kertas ini membutuhkan kerjasama orang banyak, pembangunan
negara juga akan terlihat semakin meningkat karena pengangguran semakin sedikit. Ini disebabkan
industri pengolahan sampah kertas membuka lapangan pekerjaan agar hasil dari sampah kertas tersebut
semakin optimal. Dan para pengangguran yang akhirnya mendapat pekerjaan ini akan mendapatkan
gaji. Sehingga kesejahteraan masyarakat akan tercapai.