Anda di halaman 1dari 3

Kaliberasi adalah usaha untuk menentukan atau memperbaiki pada ukuran yang

sesuai. Dalam hal ini kalibrasi berhubungan dengan penggunaan volume bahan kimia
yang akan disemprotkan persatuan luas, sesuai yang diinginkan. Kalibrasi ini bisa
dilakukan dengan cara laboratorium atau dengan efektif di lapangan (Purwadi, 1999).
Tujuan kalibrasi alat ukur
adalah untuk menentukan devisiasi dan kebenaran nilaipenunjukan alat ukur dan
pengukuran hasil dijamin dengan Standar Nasional maupuninternational. Dengan
demikian kondisi alat ukur dapat disimpan sesuai dengan spesifikasi.Kalibrasi atau
peneraan
(calibration)
instrumen sangat penting, karena memungkinkanmemeriksa instrumen terhadap
standar yang diketahui, untuk selanjutnya mengurangikesalahan dalam ketelitiannya.
Prosedur kalibrasi melibatkan perbandingan instrumen itudengan standar primer atau
standar sekunder yang mempunyai ketelitian yang lebih tinggi dariinstrumen yang
dikalibrasi, atau dengan sumber masukan yang diketahui

Kalibrasi memiliki beberapa prinsip yaitu :

 Obyek Ukur (Unit Under Test)

Obyek ukur adalah komponen sistem pengukuran yang harus dicari karakteristik
dimensionalnya, misal panjang, jarak, diameter, sudut, kekasaran permukaan dst,
agar hasil ukurnya memberikan nilai yang aktual, maka sebelum proses
pengukuran dilakukan, obyek ukur harus dibersihkan dahulu dari debu,
minyak atau bahan lain yang menutup atau mengganggu permukaan yang
akan diukur.

 Operator / Teknisi

Operator pengukur adalah orang yang menjalankan tugas


pengukuran dimensonal baik secara keseluruhan maupun bagian demi bagian.
Tugas ini terdiri dari pos pekerjaan, diantaranya :
 Pemeriksaan obyek ukur (dan gambar kerja)
 Pemilihan alat‐alat ukur (dan standar ukur)
 Persiapan pengukuran (penjamin kebersihan, penyusunan sistem ukur,
pemeliharaan kondisi lingkungan dan lain‐lain)
 Perhitungan analisis kesalahan pengukuran (dan pembuatan interprestasi
ketidakpastian pengukuran)  
Penyajian hasil pengukuran (dalam bentuk laporan pengukuran).
Seorang operator hendaknya dibekali dengan pengetahuan:
‐kemampuan membaca gambar kerja
‐ pengetahuan tentang sistem toleransi
‐kemampuan menjalankan alat/mesin ukur
‐ pengetahuan tentang statistika pengukuran dan teori ketidakpastian

 Lingkungan yg dikondisikan

Proses pengukuran dapat dilakukan dimana saja, diruang terbuka maupun


diruang yang terkondisi. Pada ruang terkondisi khususnya pengukuran dimensional
tentunya akan menjamin hasil ukur lebih akurat,dengan persyaratan yang
dipersyaratkan bagi sebuah ruang untuk keperluan pengukuran/kalibrasi
dimensional adalah sbb:
‐ suhu 20 ±1⁰C
‐kelembaban relatif ± 50 %

 Standar Ukur

Alat standar kalibrasi, Prosedur/Metrode standar yang harus mengacu


ke standar kalibrasi internasional atau prosedur yg dikembangkan sendiri
oleh laboratorium yg sudah teruji (diverifikasi)

Dengan kalibrasi suatu alat ukur atau standar ukur, nilai ukurnya dapat dipantau,
sehingga tindakan yang tepat dapat segera diambil bila penyimpangan
yang terjadi sudah diluar batas toleransi yang diijinkan terhadap spesifikasi
standarnya.

Berikut ini adalah manfaat dari kalibrasi yaitu:

1. Dapat mendukung sistem mutu yang diterapkan di berbagai industri


pada peralatan laboratorium dan produksi yang dimiliki.

2. Bisa mengetahui perbedaan (penyimpangan) antara nilai benar dengan


nilai yang ditunjukkan oleh alat ukur

3. Menjaga kondisi instrument ukur/bahan ukur agar tetap sesuai dengan


spesifikasinya.

4. Menjaga konsistensi mutu hasil produk yang dihasilkan.

5. Mengurangi kegagalan hasil produk.

6. Meningkatkan daya saing dalam pasar global