Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah mencurahkan rahmat
dan karunia-Nya kepada kita semua. Karena berkat rahmat dan kasih sayang-Nya
kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah mata kuliah Agama Katolik,
yang berjudul “Orang Muda Katolik”.

Dengan selesainya makalah ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada para pembimbing yang telah memberikan masukan dan saran
sehingga kami dapat menyelesaikan pembuatan makalah ini.

Akhir kata kami meminta maaf bila terdapat banyak kekurangan. Kami pun
mengharapkan kritik dan saran dari pembaca agar dapat menjadi acuan untuk dapat
membuat makalah selanjutnya yang jauh lebih baik dari sekarang.

Samarinda, 02 September 2019

Penyusun,

Kelompok 3

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .............................................................................................. i

DAFTAR ISI ........................................................................................................... ii

BAB I ....................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN ................................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang................................................................................................ 1

1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... 2

1.3 Tujuan ............................................................................................................ 2

BAB II ..................................................................................................................... 3

PEMBAHASAN ...................................................................................................... 3

A. Pengertian Orang Muda Katolik ..................................................................... 3

B. Sejarah Berdirinya Orang Muda Katolik ......................................................... 4

C. Ciri-ciri Orang Muda Katolik ......................................................................... 5

D. Permasalahan Orang Muda Katolik ................................................................ 5

E. Mengatasi Masalah Orang Muda Katolik ........................................................ 6

BAB III .................................................................................................................... 7

PENUTUP ............................................................................................................... 7

3.1 Kesimpulan..................................................................................................... 7

3.2 Saran .............................................................................................................. 7

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................. 8

ii
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam menghadapi rintangan yang dilontarkan dunia saat ini, dimana sebuah
kompetisi tingkat tinggi telah menjadi batu sandungan dan atau menjadi harapan
kaum muda dalam mempersipkan diri dan siap melakukan terobosan-terobosan
baru serta dapat menyesuaikan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menjadi
murid Yesus dalam kehidupan Yesus dewasa ini merupakan suatu hal yang sulit
direalisasikan. Kaum muda sebagai sosok calon murid Yesus yang segar dan
kuat serta memiliki sumber daya manusia yang baik yang harus menjadi harapan
Gereja dalam mengusung tugas mulia untuk menyelamatkan dunia yang kini
terabaikan.
Kaum muda harus menyadari bahwa Kristus bukan hanya dasar utama iman
Kristiani melainkan Tuhan atas dunia. Menjadi murid Kristus kaum muda harus
bisa membuktikan kepribadian kaum muda yang sesungguhnya serta kaum muda
harus mampu mewartakan sabda Yesus dan harus bisa menjadi saksi-saksi
ditengah dunia.
Dalam kenyataannya, kaum muda selalu melakukan sesuatu yang lebih
cenderung mengambil keputusan dengan mengutamakan hobi dan kesenangan
mereka. Hobi dan kesenangan mereka inilah yang akhirnya menciptakan
masalah seperti: narkoba, mabuk-mabukan, pelecehan seksual dan lainnya.
Masalah-masalah inilah yang menutup kaum muda akan kehidupan rohaniah dan
menggelapkan hati kaum muda akan kehidupan yang benar, kehidupan yang
sesuai dengan ajaran agama katolik untuk menjadi seorang katolik yang sejati.

1
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang maka yang menjadi rumusan masalah dalam
penulisan makalah ini yaitu:
1. Siapakah yang dimaksud Orang Muda Katolik?
2. Sejarah berdirinya Orang Muda Katolik
3. Apa saja ciri-ciri Orang Muda Katolik?
4. Permasalahan Orang Muda Katolik
5. Mengatasi masalah Orang Muda Katolik

1.3 Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan penulisan berdasarkan rumusan masalah diatas
yaitu:
1. Untuk mengetahui siapa itu Orang Muda Katolik.
2. Untuk mengetahui sejarah Orang Muda Katolik.
3. Untuk mengetahui apa saja ciri-ciri Orang Muda Katolik.
4. Untuk mengetahui apa saja permasalahan Orang Muda Katolik.
5. Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi permasalahan Orang Muda
Katolik.

2
BAB II

PEMBAHASAN
A. Pengertian Orang Muda Katolik
Orang Muda Katolik menurut Pedoman Karya Pastoral Kaum Muda
(PKPKM) yang dikelurakan Komisi Kepemudaan KWI adalah mereka yang
berusia 13-35 tahun dan belum menikah, sambil tetap memperhatikan situasi dan
kebiasaan masing-masing daerah. Orang Muda Katolik mencakup jenjang usia
remaja, taruna dan pemuda. Kaum muda adalah kata kolektif untuk orang yang
berada pada rentang umur 11-25 tahun. Sedangkan Komisi Kepemudaan
mengambil batas 13-35 tahun.
Rentang umur tersebut menunjukkan bahwa kaum muda terdiri atas usia
remaja sampai dengan dewasa awal. Rentang umur tersebut dikategorisasi lebih
rinci demi efektivitas pendampingan . Kategorisasi tersebut sebagai berikut:
1. Kelompok usia remaja (13-15 tahun)
2. Kelompok usia taruna (16-19 tahun)
3. Kelompok usia madya (20-24 tahun)
4. Kelompok usia karya (25-35 tahun)
Dalam pendampingan OMK harus dipandang sebagai pribadi yang sedang
berkembang. Mereka memiliki 3irri khas dan keunikan yang tak tergantikan,
kualitas, bakat dan minat yang perlu dihargai. Mereka mempunyai perasaan,
pola 3irri, tata nilai dan pengalaman tertentu, serta masalah dan kebutuhan yang
perlu dipahami. Mereka memiliki hak dan kewajiban, tanggung jawab dan peran
tersendiri yang perlu diberi tempat. Semua itu merupakan potensi untuk
dikembangkan dalam proses pembinaan, sehingga kaum muda dapat berperan
aktif-positif dalam kehidupan Keluarga, Gereja dan Masyarakatnya.

3
B. Sejarah Berdirinya Orang Muda Katolik
Mudika muncul pertama kali untuk menyebut kaum muda Katolik parochial
di Keuskupan Bogor tahun1974 dan diterima secara luas semenjak tahun1985
akibat munculnya UU Ormas waktu itu, sebagai wadah baru orang muda Katolik
di wilayah territorial.
Pada saat itu, eksistensi Mudika tidak terlepas dari intervensi Orde Baru
dalam mendepolitisasi massa pemuda waktu itu (melalui UU No. 8 tahun 1985,
tentang Keormasan), antara lain dengan melarang organisasi massa hadir
dilingkungan tempat ibadat.
Akibatnya, pemuda Katolik sebagai wadah utama orang muda harus
mengambil jarak dari gereja, dan menempatkan diri mereka menurut garis
administrasi pemerintahan (kecamatan-kabupaten/kota-provinsi) dan tidak lagi
mengikuti garis territorial gereja (paroki-kevikepan-keuskupan). Pemuda Katolik
sendiri sangat kuat karakter politiknya dan memegang peran kunci dalam
formasi orang muda Katolik territorial saat itu.
Akibat proses ini, terjadilah kekosongan institusi pendampingan orang muda
di lingkungan paroki. Seksi Kepemudaan Dewan Paroki jelas hanya memenuhi
tuntutan structural dewan dan bukan sebuah komunitas yang bisa menampung
dan mandampingi orang muda Katolik secara masaal.
Maka dibentuklah Mudika, Muda-mudi Katolik, sebagai komunitas orang-
orang muda Katolik, sekedar sebagai pengisi sementara bagi kekosongan
organisasi yang terjadi. Sayangnya hingga saat ini, agaknya status darurat ini
belum tercabut.
Ditahun 2005 dicetuskan terminology OMK, Orang Muda Katolik, sebagai
istilah baru untuk menyegarkan kembali dinamika kaum muda Katolik.

4
C. Ciri-ciri Orang Muda Katolik
Ada tiga ciri-ciri Orang Muda Katolik
- Jati diri
- Ketidakpastian
- Hubungan-hubungan
Menurut pastor Adi, ciri Orang Muda Katolik adalah memiliki banyak teman
atau bersahabat dan selalu riang dimanapun dia berada. Dalam hidup
berkomunitas diarahkan pada pembelajaran diri dan komunitas sebagai ruang
tumbuh bagi diri. Selain itu komunitas juga sebagai pembelajaran Iman dan
Gereja, serta sebagai transformasi social menuju masyarakat adil, manusiawi,
dan kebangsaan. Ciri khas dan kekuatan komunitas Orang Muda Katolik ialah:
- Spirit of youth, gembira, berani dan spontan.
- Tradisi menggereja.
- Keterlibatan persahabatan dan persaudaraan.
- Perbedaan kesetaraan sebagai kekuatan dalam persaudaraan dan komunitas.

D. Permasalahan Orang Muda Katolik


Kehidupan orang muda dalam lingkungan masyarakat tak pernah lepas dari
masalah. Permasalahan-permasalahan yang muncul selalu bersumber dari sikap
orang muda yang tidak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya.
Meski kadang permasalahan itu muncul dari pengaruh-pengaruh luar yang
merusak kehidupan orang muda. Dalam menghadapi masalah kaum muda lebih
cenderung mengambil keputusan sesuai dengan hobi dan kesenangan mereka.
Keputusan yang sesuai dengan kemauan mereka inilah yang membawa mereka
ke lembah kehancuran
Permasalahan muncul akibat rendahnya pendidikan dikalangan kaum muda,
rendahnya pendidikan ini yang mengakibatkan kaum muda miskin akan
pengetahuan, miskin akan pengertian, kaum muda tidak menjadikan dirinya

5
sebagai contoh ditengah-tengah masyarakat. Kaum muda yang menjadi harapan
kini tidak bisa membuktikan identitas kaum muda yang sesungguhnya.
Permasalahan yang sangat sering muncul dikehidupan kaum muda adalah:
mengonkonsumsi narkoba, mabuk-mabukan, pelecahan seksual, meresahkan
lingkungan, mencuri, malas ke gereja, berpakaian yang tidak sopan dan
sebagainya. Masalah-masalah inilah yang menutup mata dan hati kaum muda
akan kehidupan yang benar, kehidupan sebagai seorang katolik yang sejati.

E. Mengatasi Masalah Orang Muda Katolik


Permasalahan kaum muda beranekaragaman mulai dari masalah pekerjaan,
pergaulan, karir, cinta dan sebagainya. Berbagai masalah ini hanya dapat teratasi
atas dasar inisiatif dari pribadi kaum muda itu sendiri. Kesadaran tersebut
muncul kalau mereka dididik, dibimbing, diarahkan untuk menjadi garam dan
terang ditengah-tengah dunia. Kaum muda dituntut untuk melibatkan diri dalam
berbagai kegiatan-kegiatan rohani digereja. Bagi yang berbakat bernyanyi ada
kelompok paduan suara, yang berminat dalam doa ada persekutuan doa kaum
muda. Setiap ada kegiatan digereja, kaum muda harus ikut ambil bagian karena
dari situlah kaum muda dapat memetik berbagai pelajaran tentang begitu
pentingnya hidup menggereja. Selain itu, kamu muda harus ikut ambil bagian
dalam organisasi-organisasi dilingkungan, karena dengan berbagai pengalaman
itu kaum muda menjadikannya sebagai pelajarannya yang berharga.

6
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. OMK menurut Pedoman Karya Pastoral Kaum Muda (PKPKM) yang
dikeluarkan Komisi Kepemudaan KWI adalah mereka yang berusia 13 s.d. 35
tahun dan belum menikah, sambil tetap memperhatikan situasi dan kebiasaan
masing- masing daerah.
2. Dengan mengetahui jati dirinya sesuai yang dikehendaki Tuhan, maka OMK
bisa membangun dunia dan handal.
3. Sebagai kaum muda kita patut mengetahui mengenai sejarah berdirinya OMK
dan patut berpartisipasi didalamnya.
4. Kita sebagai OMK harus bisa mengatasi segala masalah yang ada di sekitar
kita.
5. Sebagai OMK kita harus mengetahui sejarah berdirinya OMK.

3.2 Saran
Seiring dengan perkembangan zaman dari waktu ke waktu yang semakin maju
(era Globalisasi), perkembangan IPTEK yang semakin marak ditengah
lingkungan masyarakat khususnya dalam bidang teknologi, yang dapat
mempengaruhi gaya hidup dan perilaku seseorang khususnya anak muda yang
selalu memanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik, seperti peristiwa yang
berkaitan dengan pengedaran/penggunaan narkoba, kekerasan seksual.

Kita sebagai Orang Muda Katolik yang beriman dan percaya kepada Kristus
harus bijak dalam memanfaatkan teknologi, pintar membawa diri dalam
pergaulan dan senantiasa menggunakan dan memanfaatkan kemajuan IPTEK
untuk kemajuan diri dan pembelajaran hal-hal yang baik dan positif demi
memuliakan nama Tuhan.

7
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2018. Bagaimana Membentuk Orang Muda Katolik dan pendampingan


Orang Muda Katolik yang Ideal. http://www.katolisitas.org/bagaimana-
membentuk-omk-dan-pendamping-omk-yang-ideal/. Diakses 4 September
2019

Felix Alexander. 2016. Makalah Agama Katolik. https://www.academia.edu/2


9715258/MAKALAH_AGAMA_KATOLIK. Diakses 3 September 2019.

Lorenzo Da Costa. Sejarah Orang Muda Katolik (OMK). https://www.academia.edu/


33399672/SEJARAH_ORANG_MUDA_KATOLIK_OMK . Diakses 3
September 2019.

Qosse Liskar. 2010. Peran Kaum Muda dalam Hidup Menggereja. http://q
slxcr.blogspot.com/2010/12/makalah-peran-kaum-muda-dalam-hidup.html .
Diakses 3 September 2019.