Anda di halaman 1dari 4

KUIS INDIVIDU

Nama : Sri Dewi Nani


NIM : 711540119090
Kelas : I B
Pilihlah dengan menyilang jawaban yang benar di bawah ini:

1. Seorang perempuan datang periksa ke Puskesmas untuk periksa hamil, mengeluh takut
menghadapi persalinan. Dukungan apakah yang perlu diberikan dari suami ?
A. Suami membelikan perhiasan sebagai rasa sayang yang sangat besar
B. Suami berjanjiakan mendampingi ketika istri melahirkan
C. Suami mengatakan bangga mendapat keturunan
D. Suami memuji istrinya adalah orang yang sangat disayangi
E. Suami menjaga istri 24 jam
2. Bentuk dukungan suami menerima kehadiran bayinya adalah :
A. Suami mengatakan senang kalau anaknya laki - laki
B. Suami mengatakan senang kalau anaknya perempuan
C. Suami mau menerima bayinya baik laki maupun perempuan
D. Suami mengantar istri ketika periksa hamil
E. Suami bercerita kepada teman sekantor hal kelahiran anaknya
3. Seorang perempuan datang periksa kehamilan dengan keluhan tidak ada yang memperhatikan
karena suami tugas di luar kota. Untuk mengkaji adanya dukungan dari keluarga, apakah yang
Anda tanyakan pada saat anamneses ?
A. Apakah suami bekerja keras sampai jarang pulang?
B. Apakah orang tua kadang–kadang berkunjung?
C. Apakah ibu sering datang kepengajian?
D. Apakah ada kegiatan selingan ibu dirumah?
E. Apakah hubungan mereka baik-baik saja
4. Seorang ibu hamil periksa ke klinik anda mengeluh takut tidak tahan sakit kalau melahirkan.
Apakah jawab anda ?
A. Tidak apa–apa bu, kalau ibu tidak tahan bisa disuntik untuk mengurangi rasa sakit.
B. Kalau ibu tidak tahan bisa melahirkan dengan operasi jadi tidak sakit
C. Ibu tidak usah takut, saya akan mendampingi ibu
D. Mari latihan relaksasi untuk mengurangi sakit ketika melahirkan
E. Banyak ibu hamil melahirkan dengan tanpa masalah
5. Untuk mendapatkan rasa nyaman pada ibu hamil, apakah yang harus dilakukan ?
A. Makan bergizi untuk kecukupan kebutuhan ibu dan janinnya
B. Orang tua sering menjenguk untuk memperhatikan kehamilannya
C. Perasaan pasrah terhadap kehamilan.
D. Latihan relaksasi untuk mengurangi nyeri pinggang akibat pembesaran uterus.
E. Berpikir positif dan melakukan pekerjaan rumah tangga setiap hari
6. Ibu hamil membutuhkan rasa nyaman dan aman. Rasa aman yang bisa diberikan bidan pada
ibu hamil adalah :
A. Bidan menjadi pendamping dan pembimbing klas ibu hamil
B. Bidan memberikan penyuluhan tentang makanan yang bergizi
C. Bidan menganjurkan agar suaminya selalu mengantar ketika istrinya periksa
D. Bidan memilihkan tempat persalinan yang baik
E. Keluarga harus mengerti kondisi ibu hamil
7. Ibu hamil dan suami harus disiapkan secara fisik dan psikologis untuk menjadi calon orang
tua, untuk mencegah post partum blues. Yang dimaksud post partum blues adalah:
A. Depresi terjadi 7 hari setelah melahirkan sampai 30 hari
B. Kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan yang muncul sementara
C. Murung dan sedih setelah melahirkan berlangsung selama 30 hari
D. Depresi terjadi minggu 1 setelah melahirkan sampai 6 minggu
E. Kejadian dimana ibu mengalami depressi berat
8. Orang tua supaya menyiapkan sibling supaya siap menerima adik yang akan dilahirkan, yang
harus dilakukan orang tua adalah:
A. Meminta untuk mengambilkan popok ketika adiknya BAK
B. Mengatakan bahwa sekarang sudah punya adik jadi harus berani tidur sendiri
C. Diajak meraba perut ibunya ketika ada gerakan janin.
D. Meminta untuk lebih mandiri setelah adiknya lahir
E. Diminta untuk mendoakan agar ibu dan adiknya lahir selamat
9. Orang tua supaya menyiapkan sibling supaya siap menerima adik yang akan dilahirkan. Anak
umur berapakah mulai dapat diajak komunikasi untuk disiapkan menerima adiknya?
A. 2 tahun
B. 3 tahun
C. 4 tahun
D. 5 tahun
E. 1-2 tahun
10.Dina seorang anak berumur 2 tahun, ibunya hamil 6 bulan.Respon apakah anak seumur Dina
terhadap kehamilan ibunya ?
A. Belum mengerti tentang kehamilan ibunya.
B. Menyadari perut ibunya yang semakin besar.
C. Bisa menerima kehamilan ibunya.
D. Bertanya secara rinci tentang kehamilan ibunya
E. Gembira akan mendapat adik sebagai teman

ESAAY
1. Berikan Contoh Kasus Permasalahan Yang Bisa Di Hadapi Seorang Calon Ibu Dalam
Dukungan Keluarga:
a. Kehamilan di luar Nikah
Gadis yang masih sekolah mengeluh sudah tidak mengalami menstruasi selang
beberapa bulan , akhirnya ia pun menyadari bahwa ia telah hamil diluar nikah akibat
dari pergaulan bebasnya. Ia melakukan hubungan sexsual bersama kekasihnya hingga
ia bisa hamil,tapi syukurlah kekasihnya mau bertanggung jawab atas perbuatannya, ia
pun dikeluarkan dari sekolahnya karena perbutannya telah diketahui pihak sekolah.
Awalnya ia takut memberi tahu orang tuanya ,tetapi ia dan kekasihnya bertekad untuk
memberi tahu orangtua gadis tersebut. Mereka pun pergi menemui orang tua sang
gadis dan memberi tahu yang sebenarnya terjadi. Awalnya orang tuanya sangat marah
dan menyesal. Tapi selang beberapa waktu,akhirnya orang tuanya menerima semua
itu dengan pasrah karena apa yang sudah terjadi tidak dapat di ubah kembali seperti
semula. Meski kecewa dengan anaknya orangtuanya tak bisa berbuat apa-apa karena
ia takut itu nantinya akan berdampak pada kesehatan janinya. Orang tuanya memberi
dukungan seperti menasehatinya agar tetap menjaga kesehatan dirinya dan janin yang
ada dalam kandungannya, ibunya selalu pergi menemaninya untuk memeriksakan
kehamilan di posyandu, ibunya pun selalu memberi saran yang baik tentang
bagaimana menjaga kandungannya.

b. Ibu yang tidak mau menyusui bayinya


Seorang ibu melahirkan anak pertamanya tetapi setelah beberapa minggu melahirkan
ia tidak mau menyusui bayinya. Ibu tsb tidak mau memberikan asinya dengan alasan
malu untuk menyusui didepan kerabat-kerabatnya. Dan juga karena fisiknya ia tidak
mau kehilangan bentuk lekuk tubuhnya yang indah ,ia tidak mau payudaranya kendor
dan putingnya lecet akibat gigitan sang bayi. Mengetahui akan hal tersebut pihak-
pihak terkait pun memberikan dukungan seperti:
 Suami: Bentuk dukungan yang dapat diberikan antara lain menemani istri ketika
sedang menyusui, ikut merawat bayi, memberikan kata-kata pujian/pemberi
semangat sehingga istri terus merasa percaya diri, melengkapi pengetahuan
seputar pemberian ASI dan kegiatan menyusui, serta bangga dengan istri yang
sedang dalam masa pemberian ASI kepada sang buah hati.
 Keluarga: melengkapi pengetahuan seputar pemberian ASI dan kegiatan
menyusui, memberikan pujian, semangat dan dorongan agar ibu bisa percaya diri
untuk menyusui, membantu dalam perawatan bayi.
 Tenaga kesehatan: tidak mempromosikan susu formula, memberi informasi yang
tepat tentang ASI dan seputar kegiatan menyusui, memberikan semangat dan
dorongan agar para ibu memberikan ASI Eksklusif kepada bayi mereka, dan
menyusui diteruskan sampai bayi berusia 2 tahun atau lebih, dan memahami ciri-
ciri tumbuh kembang bayi/anak ASI.
Akhirnya.ia pun mau menyusui bayinya berkat dukungan dari berbagai pihak.

c. Belum siap menjadi orang tua


Seorang remaja yang baru saja melahirkan merasa sangat terganggu dan sangat
terbebani dengan kelahiran anak pertamanya. Ia sebenarnya belum siap menjadi
seorang ibu/ orang tua karena ia berpikir menjadi orang tua hal yang sangat susah
dan terlalu ribet karena berhubungan dengan mengurus semua hal keluarga dalam
rumah tangga yang baru . ia pun berusaha membujuk orang tuanya agar mengurus
bayinya nanti agar ia tidak kerepotan. Ibunya pun memberikan penjelasan bahwa
menjadi orang tua adalah hal yang pasti akan dirasakan semua orang ,dan merupakan
hal yang bijaksana serta menyenangkan ketika kita sudah menjadi orangtua kita
dapat melakukan interaksi apapun bersama anak dan suami , ia dapat mengajari hal-
hal yang baik dan positif kepada anaknya ,dan anakn juga bisa mengikuti apa yang
orangtuanya ajarkan. Ibu dan ayahnya memberi dukungan-dukungan seperti
melengkapi seputar pengetahuan tentang menjadi orang tua ,seperti bagaimana
menerima anaknya, mengajari anaknya hal-hal yang baru , dan orang tuanya pun
menasehatinya perlahan-lahan bahwa menjadi orang tua itu tak seperti yang ia
bayangkan.