Anda di halaman 1dari 3

BAB II

SISTEM PERSAMAAN LINEAR


Tujuan
Agar mahasiswa dapat menyelesaikan system persamaan linear dengan
menggunakan penyelesaian numerik.

Dasar Teori
Sistem persamaan linear merupakan salah satu model dan masalah matematika
yang banyak dijumpai didalam berbagai disiplin, termasuk matematika, statistika,
fisika, biologi, ilmu-ilmu social, teknik dan bisnis. System-sistem persamaan linear
muncul secara langsung dari masalah-masalh nyata, dan merupakan bagian dari
proses penyelesaian masalah-masalah lain, misalnya penyelesaian system persamaan
non-linear simultan.
Suatu system persamaan linear terdiri atas sejumlah variable. Menyelesaikan
suatu system persamaan linear adalah mencari nilai-nilai variable-variabel tersebut
yang memenuhi semua persamaan linear yang diberikan.
Pada dasarnya terdapat dua kelompok metode yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan suatu system persamaan linear. Metode pertama dikenal sebagai
metode langsung, yakni metode yang mencari penyelesaian suatu sisem persamaan
linear dalam langkah berhingga. Metode-metode ini dijamin berhasil dan disarankan
untuk pemakaian secara umum. Kelompok kedua dikenal sebagai metode tak
langsung atau metode iteratif. Motede-metode iterative digunakan untuk
menyelesaikan system persamaan linear berukuran besar dan proporsi koefisien
nolnya besar, seperti system-sistem yang banyak dijumpai dalam system persamaan
diferensial.
Suatu persamaan dalam matematika merupakan sebuah ekspresi kesamaan
(memuat tanda sama dengan “=”) yang melibatkan konstanta, variable dan operasi-
operasi hitung atau matematika. Didalam sebuah persamaan, komponen-komponen
yang dijumlahkan atau dikurangkan disebut persamaan linear.
a11x1 + a12x2 + …. + a1nxn = b1
a21x1 + a22x2 + …. + a2nxn = b2
a31x1 + a32x2 + …. + a3nxn = b3
: : : :
: : : :
an1x1 + an2x2 + … + annxn = bn
kuantitas-kuantitas ai,j ( untuk I,j = 1, 2 ….. n) disebut koefisien. Nilai koefisien-
koefisien ai,j dan ruas kana b, pada setiap persamaan diketahui. Kuantitas-kuantitas
xi,j disebut variable, yang nilainya belum diketahui dan hendak dicari.
System persamaan diatas dapat ditulis dalm bentuk matriks sebagai
AX =B
Dengan A dalah sebuah matrisk n x n:
a 11 a 12 … a 1n
a 21 a 22 … a 2n
a 31 a 32 … a3 n
A= . . . .
. . . .
. . . .
an 1 an 2 … ann
Dan X dan B adalah vector-vektor n-komponen:
X = ( x 1 , x 2 , x 3 … … xn )T B=(b 1 ,b 2 , b 3 … … bn)T
Dengan pangkat T menyatakan operasi transpose matriks, yakni mengubah
garis menjadi kolom dan kolom menjadi baris.
Matriks A disebut matriks koefisien, vector kolom B sering disebut vector konstanta.
Gabungan matriks A dan vector kolom B, yakni matriks n x (n+1)(A)(B), disebut
matriks augmented.

Penyelesaian persamaan linear dalam Matlab


Dalam Matlab terdapat dua cara untuk menyelesaikan system persamaan
linear persegi (m=n).
a. Solusinya dapat dihitung dengan cara mengalikan ruas kanan dengan invers
matrik system,
>> x = inv(A)*b
b. Solusinya dapat dihitung dengan cara eliminasi Gauss dilanjutkan dengan
eliminasi mundur. Matlab dapat mengoperasikan kondisi dengan operator
garis miring terbalik (blackslash).
>> x = A\b
Contoh :
Selesaikan system persamaan linear berikut ini dengan menggunkan matlab.
3,5x1 + 2x2 = 5
-1,5x1 + 2,8x2 + 1,9x3 = -1
-2,5x2 + 3x3 = 2
System persamaan di atas jika diekspresikan dalam bentuk persamaan menjadi
3,5 2 0 x1 5

[ −1,5 2,8 1,9


0 −2,5 3 ]{ } { }
x 2 = −1
x3 2
Dalam matlab kita dapat memasukkan matrik koefisien serta vector hasil sebagai
berikut :
>> A = [3.5 2 0; -1.5 2.8 1.9; 0 -2.5 3]
A=
3.500 2.0000 0
−1.5000 2.8000 1.9000
0 −2.5000 3.0000
>> b = [5; -1; 2]
b=
5
-1
2
Dengan menggunakan pembagian-kiri atau backslash didapatkan
>> x = A\b
x=
1.4421
-0.0236
0.6470

Cara lain, dengan cara mengalikan invers dari matrik koefisien dengan vaktor hasil
akan memberikan hasil yang sama :
>> x = inv(A)*b
x=
1.4421
-0.0236
0.6470