Anda di halaman 1dari 29

Makalah Akuntansi Biaya

“Biaya Standar dan Varian”

Anggota 6:

Rizka Noersriyanti (1861201085)


Muhammad Yusuf (1861201068)
Ratman (16005895)

LOKAL II

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS STIE BULTAR
2019

AKUNTANSI BIAYA 1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, karena
berkat dan RahmatNya penulis dapat menyelesaikan karya tulis untuk memenuhi mata kuliah
Akuntansi Biaya.

Dalam penulisan karya tulis ini penulis membahas tentang “ Biaya Standar dan Varian”
sesuai dengan tujuan instruksional khusus mata kuliah Akuntansi Biaya, Program Studi S1
Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas STIE Tarakan.

Dengan menyelesaikan karya tulis ini ini, tidak jarang penulis menemui kesulitan. Namun
penulis sudah berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikannya, oleh karena itu penulis
mengharapkan kritik dan saran, dari semua pihak yang membaca, yang sifatnya membangun
untuk dijadikan bahan masukan guna penulisan yang akan datang sehingga menjadi lebih baik
lagi. Semoga karya tulis ini bisa bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada
umumnya.

Dalam penyusunan karya tulis ini, penulis banyak memperoleh bantuan dari berbagai pihak,
maka pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih kepada :

1. Bapak Marulak Sinambela, S.E., MM, selaku dosen pengampuh


2. Kedua orang tua yang telah memberikan dukungan serta doanya
3. Teman-teman Lokal II sebagai tempat untuk berdiskusi dan bertukar pikiran

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Tarakan, 10 Desember 2019


DAFTAR ISI
Kata pengantar.....................................................................................................................2

Daftar isi..............................................................................................................................3

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang...................................................................................................4

1.2. Rumusan Masalah..............................................................................................4

1.3. Tujuan...............................................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Biaya Standar...........................................................................................................5

a) Bagaimana Standar Dibuat................................................................................5


b) Jenis-Jenis Standar.............................................................................................6
c) Mengapa Sistem Biaya Standar Diterapkan......................................................6

2.2. Biaya Produk Standar..............................................................................................7

2.3. Analisis Variansi : Deskripsi Umum.......................................................................9

a) Variansi Kerja Dan Efisiensi.............................................................................9


b) Keputusan Untuk Menyelidiki...........................................................................10

2.4. Analisis Variansi : Bahan Baku Dan Tenaga Kerja................................................11

a) Variansi Bahan Baku Langsung........................................................................12


b) Variansi Tenaga Kerja Langsung......................................................................16
c) Analisis Variansi Biaya Overhead.....................................................................19
d) Variansi Overhead Tetap...................................................................................24

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan........................................................................................................28

3.2. Saran................................................................................................................28

Daftar Pustaka......................................................................................................................29
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Standar adalah tolok ukur atau norma dalam pengukuran kerja. Standar dapat
ditemukan dimana saja. Dokter mengevaluasi berat badan menggunakan standar yang telah
ditetapkan. Makanan yang dijual di restoran harus disiapkan dengan standar kebersihan
khusus. Bangunan yang kita huni harus sesuai dengan standar yang ditetapkan.Standar juga
sering digunakan dalam akuntansi manajerial di mana standar tersebut terkait dengan
kuantitas dan biaya input yang digunaan dalam produksi barang dan penyediaan jasa. biaya
standar unit untuk suatu input tertentu bergantung pada standar kuantitas dan standar harga.
Standar kuantitas mengacu pada jumlah input yang seharusnya digunakan dan standar harga
mengacu pada jumlah yang seharusnya dibayar

1.2. Rumusan Masalah

Untuk memudahkan proses penjabaran dan penjelasan, makalah ini memiliki


beberapa rumusan masalah, yaitu :

1. Apa pengertian dari standar unit?


2. Apa pengerian dari biaya produk standar?
3. Apa pengertian dari analisis variansi?
4. Bagaimana cara menghitung analisis variansi bahan baku dan tenaga kerja?
5. Bagaimana cara menghitung analisis variansi biaya overhead?
6. Bagaimana jurnal dalam akuntansi untuk variansi?

1.3. Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa/i universitas 17 Agustus 1945
khususnya untuk Fakultas Ekonomi Dan Bisnis mengetahui tentang :

1. Mengetahui pengertian dari standar unit.


2. Mengetahui pengertian dari biaya produk standar.
3. Mengetahui pengertian analisis variansi.
4. Mengetahui cara menghitung analisis variansi bahan baku dan tenaga kerja.
5. Mengetahui cara menghitung analisis variansi biaya overhead.
6. Mengetahui bentuk jurnal dalam akuntansi untuk variansi.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Biaya Standar

Biaya standar untuk suatu input tertentu bergantung pada standar kuantitas dan
standar harga. Standar kuantitas mengacu pada jumlah input yang seharusnya digunakan per
unit output. Standar harga mengacu pada jumlah yang seharusnya dibayar untuk jumlah input
yang digunakan. Biaya standar unit dapat dihitung dengan mengalikan dua standar ini:
Standar Kuantitas x Standar Harga.
Sebagai contoh, suatu perusahaan minuman ringan dalam botol dapat memutuskan
bahwa lima ons fruktosa harus digunakan untuk tiap 16 ons botol kola (standar kuantitas) dan
harga fruktosa harus $0,05 per ons (standar harga). Jadi, biaya standar untuk fruktosa per
botol kola adalah $0,25 (5 x $0,05). Biaya standar fruktosa per unit fruktosa bisa digunakan
untuk memprediksi berapa total biaya fruktosa seharusnya ketika tingkat aktivitas berubah.
Kemudian perhitungan tersebut akan menjadi rumus anggaran fleksibel, jadi, jika 10.000
botol kola diproduksi, total biaya fruktosa yang diperkirakan adalah $2.500 ($0,25 x 10.000).
Jika 15.000 botol diproduksi, total biaya fruktosa yang diperkirakan adalah $3.750 ($0,25 x
15.000).

A. Bagaimana Standar Dibuat

Pengalaman historis, studi teknis, dan input dari personel operasional adalah tiga sumber
potensial untuk standar kuantitatif. Meski pengalaman historis dapat memberikan
petunjuk awal dalam menyiapkan standar, hal ini seharusnya digunakan secara hati-hati.
Proses sering berjalan tidak efisien, maka penggunaan hubungan input-output masalalu
akan meneruskan ketidakefisienan ini. Studi teknis dapat menentukan cara paling efisien
untuk beroperasi dan menyediakan petunjuk yang sangant terperinci. Namun, standar
yang ditetapkan biasanya terlalu terperinci. Maka bisa jadi tidak dapat tercapai oleh
personel operasional. Karena tenaga operasional bertanggung jawab untuk memenuhi
standar, mereka seharusnya memiliki input yang signifikan dalam penetapan standar.
Prinsip-prinsip sama yang mengatur anggaran partisipatif berlaku dalam penetapan
standar unit.
Standar harga adalah tanggung jawab gabungan dari operasional, pembelian,
personalia, dan akuntansi. Operasional menentukan kualitas input yang dibutuhkan.
Personalia dan pembelian bertanggung jawab memperoleh kualitas input sebagaimana
diminta dengan harga terendah. Tekanan pasar, kelompok dagang dan tekanan eksternal
lainnya membatasi ragam pilihan standar harga. Dalam penetapan standar harga,
pembelian harus mempertimbangkan diskon, biaya pengiriman dan kualitas. Di lain
pihak, personalia harus mempertimbangkan pembayaran pajak penghasilan, fasilitas
tambahan dan kualifikasi. Akuntansi bertanggung jawab atas pencatatan standar harga
dan menyiapkan laporan yang membandingkan kinerja aktual terhadap standar.
B. Jenis-Jenis Standar

Standar umumnya diklasifikasikan sebagai sesuatu yang ideal dan sesuatu yang saat ini
dapat tercapai. Standar ideal membutuhkan efisiensi maksimum dan hanya dapat dicapai
jika segala sesuatu beroperasi secara sempurna. Tidak ada mesin yang rusak, menganggur
atau kurangnya keterampilan (bahkan jika hanya sementara) yang menguntungkan.
Standar yang saat ini dapat tercapai (currently attainable standard) bisa dicapai dengan
beroperasi secara efisien. Kelonggaran diberikan untuk kerusakan normal, gangguan,
keterampilan yang lebih rendah dari sempurna, dan lain-lain. Standar-standar ini sangat
menantang, tetapi dapat dicapai.

C. Mengapa Sistem Biaya Standar Diterapkan

Dua alasan untuk penerapan sistem biaya standar sering disebutkan untuk memperbaiki
perencanaan dan pengendalian, serta memfasilitasi perhitunga harga pokok produk.

1) Perencanaan Dan Pengandalian

Sistem perhitungan biaya standar memperbaiki perencanaan dan pengendalian, serta


memperbaiki pengukuran kinerja. Standar unit adalah syarat fundamental bagi sistem
anggaran fleksibel yang merupakan kunci bagi sistem perencanaan dan pengendalian
yang baik. Sistem pengendalian anggaran membandingkan biaya aktual dengan biaya
yang dianggarkan dengan menghitung varians, yaitu perbedaan antara biaya aktual
dan biaya yang direncanakan untuk tingkat aktivitas aktual. Dengan mengembangkan
standar harga per unit dan standar kuantitas, varian keseluruhan dapat dipisahkan
menjadi variansi harga dan variansi efisiensi atau penggunaan.
Dengan melakukan pemisahan tersebut, seorang manajer memiliki informasi
lebih banyak. Jika variansi tidak menguntungkan, seorang manajer dapat mangetakan
apakah hal ini diakibatkan oleh perbedaan antara harga yang direncanakan dan harga
aktual, perbedaan penggunaan yang direncanakan dan penggunaan aktual, atau
keduanya. Karena para manajer memiliki pengendalian lebih atas penggunaan input
daripada atas harga, variansi efisiensi memberikan tanda khusus tentang kebutuhan
tindakan korektif dan di mana tindakan harus difokuskan. Jadi pada prinsipnya,
kegunaan variansi efisiensi adalah meningkatkan pengendalian operasional. Sebagai
tambahan, dengan memilah variansi harga dimana manajer secara potensial memiliki
lebih sedikit kendali sistem tersebut memberikan pengukuran yang lebih baik atas
efisiensi manajerial.

2) Perhitungan Harga Pokok Produk

Dalam sistem perhitungan biaya standar, biaya-biaya dibebankan pada produk dengan
menggunakan standar kuantitas dan harga untuk ketiga biaya produksi; bahan baku
langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead. Sebaliknya, sistem perhitungan biaya
normal menentukan biaya overhead terlebih dahulu untuk tujuan perhitungan harga
pokok produk, tetapi membebankan bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung
pada produk dengan menggunakan biaya aktual. Overhead dibebankan dengan
menggunakan tarif yang dianggarkan dan aktivitas actual. Di sisi lain dari spektrum
pembebanan biaya, suatu sistem perhitungan biaya aktual membebankan biaya aktual
dari ketiga input manufaktur pada produk. Tampilan tabel dibawah ini meringkas
pendekatan pembebanan ketiga biaya ini. Perhitungan harga
pokok produk standar memiliki beberapa keuntungan disbanding perhitungan
biaya normal dan perhitungan biaya aktual. Pertama, tentu saja memiliki kapasitas
lebih untuk pengendalian. Sistem perhitungan biaya standar juga memberikan
informasi biaya per unit yang dapat digunakan untuk keputusan penentuan harga.
Secara khusus, hal ini membantu perusahaan-perusahaan yang melakukan banyak
penawaran dan perusahaan yang dibayar berdasarkan pada penambahan biaya.

Biaya Produksi
Bahan Baku Tenaga Kerja
Overhead
langsung Langsung
Sistem perhitungan biaya
aktual Aktual Aktual Aktual

Sistem perhitungan biaya Dianggark


normal Aktual Aktual an
Sistem perhitungan biaya
standar Standar Standar Standar

Tampilan 2.1.Pendekatan Pembebanan Biaya

2.2. Biaya Produk Standar

Biaya standar juga dapat digunakan dalam organisasi jasa. IRS, misalnya dapat
menyiapkan waktu pemrosesan standar untuk beberapa kategori dengan hasil yang berbeda.
Jika waktu proses standar adalah 3 menit untu 1040EZ dan standar harga tenaga kerja adalah
$9 per jam, maka biaya standar pemrosesan suatu 1040EZ adalah $0,45 [$9 x (3/60)].
Tampilan 2.2. perhatikanlah untuk memproduksi sebungkus keripik 16 ons seharusnya
memerlukan biaya sebesar $0,56. Selain itu perhatikan bahwa perusahaan menggunakan 18
ons jagung untuk memproduksi sebungkus keripik dengan berat 16 ons. Terdapat dua alasan
dalam hal ini. Pertama, beberapa keripik disingkirkan selama proses pengawasan. Perusahaan
merencanakan jumlah pembuangan dalam jumlah normal. Kedua, perusahaan ingin mengisi
lebih dari 16 ons keripik dalam tiap bungkus untuk meningkatkan kepuasan pelanggan atas
produknya, dan menghindari masalah apapun yang berkaitan dengan peraturan pengepakan
yang adil. Tampilan 2.2.juga menunjukkan beberapa hal penting lainnya. Penggunaan stadar
untuk overhead variable dan tetap terikat pada standar tenaga kerja langsung. Untuk overhead
variable , tarifnya adalah $3,85 per jam tenaga kerja langsung. Karena satu bungkus keripik
jagung menggunakan 0,0078 jam tenaga kerja langsung, biaya overhead variable yang
dibebankan pada sebungkus keripik jagung adalah $0,03 ($3,85 x 0,0078). Untuk overhead
tetap, tarifnya adalah $32,05 per jam tenaga kerja langsung, membuat biaya overhead tetap
per bungkus keripik jagung menjadi $0,25 ($32,05 x 0,0078).

Harga Penggunaan Biaya


Deskripsi Subtotal
Standar Standar Standar
Bahan baku langsung
Jagung kuning $0,006 18 ons $0,108
Minyak goreng 0,031 2 ons 0,062
Garam 0,005 1 ons 0,005
Limau 0,400 0,01 ons 0,004
Bungkus 0,044 1 bungkus 0,044
Total bahan baku langsung $0,223
Tenaga kerja langsung
Pengawas 7000 0,0070 jam $0,049
Operator mesin 10.000 0,0008 jam 0,008
Total tenaga kerja langsung $0,057
Overhead
Overhead variabel 3,850 0,0078 jam $0,030
Overhead tetap 32,050 0,0078 jam 0,250**
Total Overhead 0,280
Total biaya standar unit 0,560

*dihitung dengan mengalikan harga dengan penggunaan


**dibulatkan
Tampilan 2.2.Lembar Biaya Standard Untuk Bluechitos

Lembar biaya standar juga menunjukkan kuantitas tiap input yang seharusnya
digunakan untuk memproduksi satu unit output. Standar kuantitas unit dapat digunakan untuk
menghitung jumlah total input yang dimungkinkan untuk output aktual. Penghitungan ini
adalah komponen inti dalam penghitungan variansi efisiensi. Seorang manajer seharusnya
dapat menghitung kuantitas standar bahan baku yang diijinkan (standard quantity of
materials allowed-SQ) dan jam standar yang diijinkan (standard hours allowed-SH) untuk
output aktual. Penghitungan ini harus dilakukan untuk tiap kelas bahan baku langsung dan
tiap kelas tenaga kerja langsung. Sebagai contoh, anggaplah 100.000 bungkus keripik
jangung diproduksi selama minggu awal Maret. Berapa banyak jagung kuning yang
seharusnya digunakan untuk output aktual 100.000 bungkus? Standar kuantitas unit adalah 18
ons jagung kuning tiap bungkus (lihat tampilan 2.2.). Untuk 100.000 bungkus, kuantitas
standar jagung kuning yang diijinkan dihitung sebagai berikut :

SQ = standar kuantitas unit x Output aktual


= 18 x 100.000
= 1.800.000 ons
Penghitungan jam tenaga kerja langsung standar yang diijinkan dapat diilustrasikan dengan
menggunakan operator mesin. Dari tampilan 2.2., kita melihat bahwa standar kuantitas unit
adalah 0,0008 jam per bungkus yang diproduksi. Jadi, jika 100.000 bungkus diproduksi,
standar jam yang diijinkan adalah sebagai berikut :

SH = standar unit tenaga kerja x output aktual


= 0,0008 x 100.000
= 80 jam tenaga kerja langsung

2.3. Analisis Variansi : Deskripsi Umum

Anggaran fleksibel dapat digunakan untuk mengidentifikasi biaya yang seharusnya


muncul pada tingkat aktivitas aktual tertentu. Angka ini diperoleh dengan mengalikan jumlah
input yang diijinkan pada output aktual dengan standar harga per unit. Dengan anggara SP
adalah standar harga per unit suatu input dan SQ adalah kuantitas standar input yang diijinkan
untuk output aktual, biaya input yang direncanakan atau dianggarakan adalah SP x SQ. Biaya
input aktual adalah AP x AQ : AP adalah harga aktual per unit input dan AQ adalah kuantitas
input aktual yang digunakan.

A. Variansi Harga Dan Efisiensi

Total variansi anggaran adalah perbedaan antara biaya aktual input dan biaya yang
direncanakan. Untuk penyederhanaan, kita akan merujuk pada total variansi anggaran
sebagai total variansi.
Total variansi = (AP x AQ) – (SP x SQ)

Dalam suatu sistem perhitungan biaya standar, total variansi dibagi menjdi variansi harga
dan penggunaan. Variansi harga (tarif) adalah perbedaan antara harga actual dan harga
standar per unit input : (AP - SP)AQ. Variansi penggunaan (efisiensi) adalah perbedaan
antara kuantitas input aktual dan input standar dikalikan dengan standar harga per unit
input (AQ - SQ)SP. Menunjukkan total variansi adalah jumlah variansi harga dan
penggunaan merupakan hal mudah
Total variansi = variansi harga + variansi penggunaan
= (AP – SP)AQ + (AQ – SQ)SP
= [(AP x AQ) – (SP x AQ)] + [(SP x AQ) - (SP x SQ)]
= (AP x AQ) – (SP x AQ) + (SP x AQ) – (SP x SQ)
= (AP x AQ) – (SP x SQ)

Tampilan 2.3 menampilakan diagram tiga cabang yang menggambarkan proses ini. Total
variansi biasanya dibagi dalam komponen harga dan efisiensi untuk bahan baku langsung
dan tenaga kerja langsung. Variansi yang tidak menguntungkan (Unfavorable- U) muncul
ketika harga aktual atau penggunaan input lebih banyak daripada standar harga atau
penggunaan. Ketika hal berlawanan yang muncul, variansi yang menguntungkan
(Favorable-F) diperoleh. Variansi yang menguntungkan dan tidak menguntungkan tidak
sama dengan variansi yang baik dan buruk. Istilah tersebut hanya menunjukkan hubungan
harga aktual atau kuantitas dengan standar harga dan kuantitasnya. Baik atau buruknya
variansi itu bergantung pada penyebab munculnya mereka. Penentuan penyebabnya
mensyaratkan para manajer untuk melakukan beberapa penyelidikan.

1. AP x AQ (Kuantitas 2. SP x AQ (kuantitas 3. SP x AQ (Kuantitas


input aktual pada harga aktual) input aktual pada harga standar) input standar pada harga standar)

Variansi Penggunaan (2-


Variansi Harga (1-2)ᵃ 3)ᵇ

Variansi anggaran (1-3)ᶜ

Tampilan 2.3. Analisis Variansi : Deskripsi umum

B. Keputusan Untuk Menyelidiki

Kinerja aktual jarang memenuhi standar yang ditetapkan secara tepat dan manajemen
tidak berharap demikian. Hal yang diharapkan adalah variansi acak seputar standar. Oleh
karena itu, manajemen seharusnya memiliki pemikiran tingkat kinerja yang dapat
diterima. Pada kasus yang faktor – faktornya tidak dapat dikendalikan, manajer perlu
merevisi standar.
Setelah memahami penyebab pentingnya penyelidikan variansi, kita perlu mengetahui
kapan penyelidikan perlu dilakukan. Menyelidiki penyebab variansi dan mengambil
tindakan perbaikan seperti pada semua aktivitas, memiliki biaya yang berhubungan
dengannya sebagai prinsip umum, suatu penyelidikan seharusnya dilakukan hanya jika
manfaat yang diperkirakan lebih banyak daripada biaya yang diperkiraan.
Karena biaya dan manfaat analisis variansi dengan dasar kasus per kasus sulit dinilai,
banyak perusahaan menggunakan petunjuk umum untuk menyelidiki variansi, yaitu jika
variansi berada di luar tingkat yang dapat diterima. Variansi-variansi tidak akan
diselidiki, kecuali jika mereka sangat diperhatikan. Mereka harus disebabkan oleh sesuatu
yang lain daripada hanya faktor acak, dan cukup besar (dalam rata-rata) menilai biaya
penyelidikan dan mengambil tindakan korektif.
Kisaran yang dapat diterima adalah standar plus atau minus suatu deviasi yang
diperbolehkan. Kisaran ukuran teratas dan terbawah yang diperbolehkan disebut batas
pengendalian. Batas pengendalian atas adalah standar plus deviasi yang diperbolehkan
dan batas pengendalian bawah adalah standar minus deviasi yang diperbolehkan.
Batas pengendalian sering dinyatakan dalam persentase standard dan jumlah dolar
absolute. Prosedur statistik formal juga dapat digunakan untuk menyiapkan batas
pengendalian. Dengan cara ini, subjektivitas yang terlibat lebih sedikitdan seorang
manajer dapat menilai perkiraan variansi yang disebabkan oleh faktor acak. Saat ini,
penggunaan prosedur formal masih kurang banyak mendapatkan dukungan.

2.4. Analisis Variansi : Bahan Baku Dan Tenaga Kerja

Total variansi mengukur perbedaan antara biaya aktual bahan baku dan tenaga kerja,
serta biaya yang dianggarkan untuk tingkat aktivitas aktual. Untuk mengilustrasikannya,
pertimbangkanlah data Bluechitos dari minggu pertama maret.

Produksi actual 48.500


Biaya actual jagung 780.000 ons seharga $0,0069 = $5.382
Biaya actual pengawas 360 jam seharga $7,35 = $2.646

Dengan menggunakan data actual dan standar unit dari tampilan 2.2., laporan kinerja
untuk minggu pertama maret dapat dikembangkan (lihat tampilan 2.4). sebagaimana telah
disebutkan, total variansi dapat dibagi dalam variansi harga dan penggunaan, memberikan
informasi yang lebih banyak pada manajer.

Biaya Aktual Biaya yang Dianggarkan Total Variansi


Jagung $5.382,00 $5.238,00 $ 144,000
Tenaga kerja pengawas $2.646,00 2.376,50 $ 269,500

*kuantitas standar untuk bahan baku dan tenaga kerja dihitung sebagai standar kuantitas
unit dari tampilan 2.2.
Jagung : 18 x 48.500 = 873.000 ons
Tenaga kerja : 0,007 x 48.500 = 339,5 jam
Mengalikan kuantitas standar ini dengan harga unit standar yang diberikan pada tampilan
2.2 menghasilkan jumlah yang dianggarkan yang tanpak pada kolom ini.
Jagung : $0,006 x 873.000 = $5.238,00
Tenaga kerja : $7,00 – 399,5 = $2.376,50

Tampilan 2.4. Laporan Kinerja : Total Variansi


A. Variansi Bahan Baku Langsung

Pendekatan tiga cabang (kolom) atau pendekatan rumus dapat dipergunakan untuk
menghitung harga bahan baku dan variansi penggunaan.

1) Pendekatan Kolom

Pendekatan kolomyang diilustrasikan pada tampilan 2.3 dapat digunakan untuk


menghitung harga bahan baku dan variansi penggunaan. penghitungan contoh
Bluechitos ini diilustrasikan pada tampilan 2.5 hanya harga dan variansi penggunaan
jagung yang ditunjukkan. Banyak yang berpendapat pendekatan grafis ini lebih
mudah daripada menggunaan rumus variansi.

2) Variansi Harga Bahan Baku

Variansi harga bahan baku dapat dihitung terpisah. Variansi harga bahan baku
(material price variance-MPV) mengukur perbedaan antara berapa biaya yang harus
dibayar untuk bahan baku dan berapa biaya yang secara aktual dibayar. Berikut rumus
untuk penghitungan variansi ini.

MPV = (AP x AQ) – (SP x AQ)

Atau secara factor :


MPV = (AP-SP) AQ

Dimana :

AP = harga aktual per unit

SP = harga standar per unit

AQ = kuantitas aktual bahan baku yang dipergunakan

3) Perhitungan Variansi Harga Bahan Baku

Bluechitos membeli dan menggunakan 780.000 ons jagung kuning pada minggu
pertama maret. Harga pembelian $0,0069 per ons. Jadi, AP adala $0,0069, AQ adalah
780.000 ons dan SP (dari tampilan 2.2) adalah $0,0060. Dengan menggunakan
informasi ini, variansi bahan baku dihitung sebagai berikut.
MPV = (AP-SP)AQ
= ($0,0069 - $0,0060) 780.000
= $0,0009 x 780.000
= $702 U
1. AP x AQ (Kuantitas 2. SP x AQ (Kuantitas 3. SP x SQ (Kuantitas
input aktual pada harga aktual)780.000 x $0,0069= $input
5.382aktual pada harga input standar pada harga
standar) 780.000 x $ 0,0060 = $ 4,680
standar) $873,000 x $ 0,0060= $ 5,2

$ 702 $ 558 U

Variansi Harga Variansi Penggunaan

$144 U

Variansi Anggaran

Tampilan 2.5. Laporan Kinerja : Total Variansi

Persentasi SP x AQ = $702/$4.680 = 15%

4) Tanggung Jawab Terhadap Variansi Harga Bahan Baku

Tanggung jawab terhadap pengendalian variansi harga bahan baku biasanya di emban
oleh agen pembelian. Harga bahan baku kebanyakan memang di luar kendalinya.
Namun, variansi harga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor, seperti kualitas, diskon
kuantitas, jarak sumber dari pabrik, dan lain-lain. Faktor-faktor ini kerap di bawah
kendali agen.
Penggunaan variansi harga untuk mengevaluasi kinerja pembelian memiliki
beberapa keterbatasan. Penekanan untuk memenuhi atau di atas standar dapat
membuat beberapa hasil yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, jika agen pembelian
tertekan untuk menghasilkan variansi yang menguntukan, bahan-bahan dengan
kualitas lebih rendah dapat terbeli atau terlalu banyak persediaan yang dibeli untuk
mengambil keuntungan dari diskon

5) Analisis Variansi Harga Bahan Baku

Langkah pertama dalam analisis variansi adalah memutuskan signifikan atau tidaknya
variansi. Jika dinilai tidak signifikan, langkah lebih jauh tidak diperlukan. Anggap
bahwa variansi harga bahan baku tidak yang tidak menguntungkan adalah $702 yang
diniali signifikan (15% dari biaya standar). Langkah selanjutnya adalah mencari tahu
penyebab munculnya hal itu.
Pada contoh Bluechitos, penyelidikan menyatakan jagung dengan kualitas
lebih tinggi dibeli karena tingkat kualitas biasa langka di pasar. Begitu alasan
diketahui, tindakan korektif dapat diambil jika diperlukan dan memungkinkan. Dalam
hal ini, tindakan korektif tidak diperlukan. Perusahaan tidak memiliki kendali
terhadap kurangnya pasokan; secara sederhana, hanya tinggal menunggu hingga
kondisi pasar membaik.

6) Waktu Perhitungan Variansi Harga

Variansi harga bahan baku dapat dihitung pada satu dua poin: (1) ketika bahan baku
dikeluarkan untuk digunakan dalam produksi atau (2) ketika bahan baku dibeli.
Perhitungan variansi harga pada titik pembelian lebih disukai. Lebih baik memiliki
informasi variansi lebih awal daripada nanti. Semakin awal informasi, semakin tepat
tindakan manajerial dapat diambil. Informasi yang sudah lama sering tidak berguna.
Bahan baku dapat tersimpan dalam persediaan berminggu-minggu atau
berbulan-bulan sebelum diperlukan dalam produksi. Saat variansi harga bahan baku
dihitung dan menandakan suatu masalah, tindakan korektif bisa jadi sudah terlambat.
Meskipun tindakan korektif masih memungkinkan, penundaan dapat membebankan
perusahaan dalam ribuan jumlah dolar. Sebagai contoh, anggaplah seorang agen
pembelian baru tidak tahu tentang diskon kuantitas bahan baku. Jika variansi harga
barang yang mengabaikan diskon dihitung ketika pembelian baru dilakukan, tanda
awal akan menghasilkan tindakan korektif yang cepat. (dalam hal ini, tindakan
menggunakan diskon untuk pembeliaan selanjutnya). Variansi harga bahan baku yang
tidak dihitung hingga bahan baku dikeluarkan untuk produksi akan memakan waktu
berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum masalah ditemukan.
Jika variansi harga bahan baku dihitung saat pembelian, AQ perlu
diredefinisikan sebagai kuantitas aktual input yang dibeli daripada bahan baku yang
digunakan secara aktual.

7) Variansi Penggunaan Bahan Baku Langsung : Pendekatan Rumus

Variansi penggunaan bahan baku (material usage variance—MUV) mengukur


perbedaan antara bahan baku langsung yang secara aktual digunakan dan bahan baku
langsung yang seharusnya digunakan untuk output aktual.
Berikut rumus untuk menghitung variansi ini

MUV = (SP x AQ) – (SP x SQ).

Atau dengan pemfaktoran, maka akan didaptkan rumus :

MUV = (AQ – SQ) SP


Dimana :
AQ = kuantitas aktual bahan baku yang digunakan
SQ = kuantitas standar bahan baku yang diperbolehkan untuk output aktual,
SP = harga standar per unit

8) Perhitungan Variansi Penggunaan Bahan Baku

Bluechitos menggunakan 780.000 ons jagung kuning untuk memproduksi 48.500


bungkus keripik jagung. Oleh karena itu, AQ adalah 780.000. dari tampilan 2.2, kita
dapat melihat SP sebesar $0,006 per ons jagung kuning. Meski standar baku yang
diperbolehkan (SQ) telah dihitung pada tampilan 2.4. Perincian yang mendasari
penghitungan perlu dikaji ulang. Ingat bahwa SQ adalah produk kuantitas standar unit
dan unit aktual yang di produksi. Dari tampilan 2.2, standar unit adalah 18 ons jagung
kuning kuning untuk tiap bungkus keripik jagung. Jadi SQ adalah 18 x 48.500 atau
873.000 ons. Untuk itu variansi penggunaan bahan baku dihitung sebagai berikut.

MUV = (AQ – SQ) SP


= (780.000 – 873.000) ($0,006)
= $558 F
Presentase SQ x SP = $558 / $5.238 = 10,7%

Ketika bahan baku dikeluarkan, variansi penggunaan bahan baku dapat dihitung.

9) Tanggung Jawab Atas Variansi Penggunaan Bahan Baku

Secara umum manajer produksi bertanggungjawab pada penggunaan bahan baku.


Meminimalkan sisa, pembuangan, dan pengerjaan kembali adalah cara-cara manajer
untuk memastikan standar akan terpenuhi. Namun, penyebab variansi terkadang
diakibatkan oleh hal lain, selain area produksi sebagaimana ditunjukan pada bagian
berikutnya.
Seperti variansi harga, menerapkan variansi penggunaan untuk mengevaluasi
kinerja dapat mengarah pada perilaku yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, seorang
manajer produksi yang merasaka tekanan untuk menghasilakan variansi yang
menguntungkan mungkin membuat unit cacat ditransfer ke barang jadi. Walaupun
dapat menghindari pemborosan bahan baku, hal tersebut menimbulkan masalah pada
hubungan pelanggan.

10) Analisis Variansi Penggunaan Bahan Baku

Penyelidikan menyatakan variansi penggunaan bahan baku yang mennguntungan


adalah hasil pembelian jagung berkualitas tinggi yang dibeli Departemen pembelian.
Dalam hal ini, variansi yang menguntungkan pada intinya dapat dibebankan pada
pembelian. Karena variansi pengguanaan bahan baku menguntungkan—tetapi lebih
kecil daripada variansi harga yang tidak menguntungkan—hasi keseluruahan
perubahan dalam bagian pemebelian tidak menguntungkan. Di Masa depan,
manajemen seharusnya mencoba untuk melanjutakan pemebelian bahan baku dengan
kualitas normal.
Jika keseluruhan variansi menguntungkan, respon yang berbeda akan
diharapkan. Jika keberadaan variansi yang menguntungkan berlanjut, bahan baku
seharusnya dibeli secara reguler. Selain itu, harga dan standar kuantitas direvisi untuk
mencerminakan hal ini. Karena kemungkinan ini, standar tidak statis. Apabila dalam
produksi terjadi dan kondisi berubah, standar-standar bisa jadi perlu dirubah untuk
mencerminkan lingkungan operasional baru.

B. Variansi Tenaga Kerja Langsung

Variansi tarif (harga) dan efisiensi (penggunaan) untuk tenaga kerja dapat dihitung, baik
dengan menggunakan pendekatan kolom pada Tampilan 2.3 maupun pendekatan rumus.

1) Pendekatan Kolom

Penghitungan tiga cabang untuk para pengawas dipabrik Bluechitos di ilustrasikan


pada tampilan 2.6. Penghitungan menggunakan rumus dibahas pada bagian
berikutnya.

AH x AR (jam aktual pada AH x SR (jam aktual pada SH x SR (Jam standar pada


tarif aktual) 360 x $7.35 tarif standar) 360 x $7,00 tarif standar 339,5 x $7.00
= $ =2,646 = $2,520 = $2,376.50

$126 U $143.50 U

Variansi Tarif Variansi efisiensi

$269.50 U

Total Variansi

Tampilan 2.6. Variansi Tenaga Kerja : Pendekatan Kolom


2) Variansi Tarif Tenaga Kerja : Pendekatan Rumus

Variansi tarif tenaga kerja (labor rate variance—LRV) menghitung perbedaan antara
apa yang sudah dibayar untuk tenaga kerja langsung dan apa yang seharusnya di
bayar.

LRV = (AR x AH) – (SR x AH)

Atau dengan pemfaktoran, maka akan mendapatkan rumus

LRV = (AR – SR) AH

Dimana :

AR = tarif upah aktual per jam

SR = tarif upah standar per jam

AH = jam tenaga kerja langsung aktual yang digunakan.

3) Perhitungan Variansi Tarif Tenaga Kerja

Aktivitas tenaga kerja langsung kepada para pengawas bluechitos akan digunakan
untuk mengilustrasikan penghitungan seluruh tarif tenaga kerja. Kita mengetahui 360
jam di gunakan untuk pengawasan selama minggu pertama bulan maret. Upah aktual
per jam yang dibayarkan untuk pengawasan adalah $7,35. Dari tampilan 2.2,Tarif
upah standar adalah $7,00. Jadi, AH adalah 360, AR adalah $7,35, dan SR adalah
$7,00. Variansi tarif tenaga kerja dihitung sebagai berikut.

LRV = (AR – SR)AH

= ($7,35 - $7,00)360

= $0,35 x 360

= $126 U

Presentase dari SR x AH = $126/$2.520 = 5%

4) Tanggung Jawab Terhadap Variansi Tariff Tenaga Kerja

Tarif-tarif tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh tekanan eksternal, seperti pasar tenaga
kerja dan kontrak persatuan buruh. Tarif upah aktual jarang mengacu pada tarif
standar. Munculnya variansi tarif tenaga kerja biasanya disebabkan olef tarif upah
rata-rata yang di gunakan sebagai tarif standar. Selain itu, tenaga kerja yang memiliki
keahlian dan gajinya lebih tinggi lebih banyak digunakan untuk tugas yang
membutuhkan keahlian lebih sedikit. Lembur yang tidak diperkirakan juga dapat
menyebabkan variansi tarif tenaga kerja.
Tarif upah untuk aktivitas tenega kerja tertentu sering berbeda di antara para pekerja
karena tingkat senioritas yang berbeda. Suatu tarif upah rata-rata sering dipilih
daripada standart tarif tenaga kerja yang mencerminkan tingkat yang berbeda tersebut.
Sejalan dengan perubahan bauran senioritas, tarif rata-rata pun berubah. Hal ini akan
meningkatkan variansi tarif tenaga kerja. Hal ini juga membutuhkan standar baru
untuk mencerminkan bauran senioritas yang baru. Kemampuan mengendalikan tidak
dapat diterapkan untuk penyebab variansi tarif tenaga kerja ini.

5) Analisis Variansi Tarif Tenaga Kerja

Untuk ilustrasi , anggaplah suatu penyelidikan telah dilakukan meskipun variansi 5%


sepertinya tidak dinilai signifikan. Penyebab variansi telah ditemukan, yakni
pengguanaan para operator mesin yang digaji lebih tinggi dan lebih ahli sebagai
pengawas karena dua pengawas keluar tanpa pemberitahuan resmi. Tindakan korektif
adalah merekrut dan melatih dua pengawas baru.

6) Variansi Efisiensi Tenaga Kerja : Pendekatan Rumus

Variansi efisiensi tenaga kerja (labor efficiency variance—LEV) mengukur perbedaan


antara jam tenaga kerja yang secara aktual digunakan dan jam kerja yang seharusnya
digunakan.

LEV = (AH x SR) – (SH x SR)

Atau akan didapatkan rumus dengan pemfaktoran :

LEV = (AH – SH) SR

di mana:

AH = jam aktual tenaga kerja langsung yang digunakan

SH = jam standar kerja langsung yang seharusnya diguanakan,

SR = tarif upah standar per jam.

7) Perhitungan Variansi Efisiensi Tenaga Kerja

Bluechitos menggunakan 360 jam kerja langsung untuk pengawasan saat


memproduksikan 48.500 bungkus keripik jagung. Dari tampilan 2-2, tarif 0.007 jam
per bungkus keripik berbiaya $7 per jam seharusnya telah digunakan. Jam standar=
yang diperbolehkan untuk pengawasan adalah 339,5 (0,007 x 48.500) jadi AH adalah
360 , SH adalah 339,5 dan SR adalah $7. Variansi efisiensi tenaga kerja dihitung
sebagai berikut.

LEV = (AH – SH) SR

= (360 – 339,5) $7

= 20,5 x $7
= $143,50 U

Presentase dari SH x SR = $143,50 / $2.367,50 = 6%

8) Tanggung Jawab Terhadap Variansi Efisiensi Tenaga Kerja

Secara umum dapat dikatakan bahwa manajer produksi bertanggung jawab atas
penggunaan tenaga kerja langsung secara produktif. Akan tetapi, sebagaimana yang
berlaku pada semua variasi, begitu penyebab ditemukan, tanggung jawab mungkin
dapata dibebankan pada bidang lain. Sebagai contoh, kerusakan mesin dapat
menyebabkan gangguan dan penggunaan non produktif tenaga kerja. Akan tetapi,
tanggungjawab pada kerusakan ini bisa jadi merupakan kesalahan pada pemeliharaan.
Jika benar, manajer pemeliaharaan seharusnya dibebankan dengan variansi efisiensi
tenaga kerja yang tidak menguntungkan ini.
Para manajer produksi bisa jadi tergoda untuk melakukan perilaku
disfungsional jika penekanan terlalu banyak ditempatkan pada variansi efisiensi
tenaga kerja. Sebagai contoh, untuk menghindari kehilangan waktu dan mencegah
tambahan jam kerja kemungkinan pengerjaan ualang, seorang manajer produksi dapat
mentransfer produk cacat ke barang jadi secara sengaja.

9) Analisis Variansi Efisiensi Tenaga Kerja

Asumsikan bahwa $143,50 variansi yang tidak menguntungkan dinilai signifikan dan
penyebabnya telah diselidiki. Penyelidikan menyatakan banyaknya pemberhentian
proses muncul karena tugas operator mesin dipisah antara menjalankan mesin dan
pengawasan. (ingat bahwa pekerjaan ganda ini diperlukan karena dua pengawas telah
keluar tanpa diduga-duga). Hal ini menyebabkan pengawasan lebih banyak
menganggur. Selain itu, para operator mesin tidak dapat memenuhi output standar per
jam pengawasan karena mereka kurang berpengalaman dengan proses pemilihan.
Tindakan korektif yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah sama dengan yang
direkomendasikan untuk variansi tarif yang tidak diinginkan—merekrut dan melatih
dua pengawas baru.

10) Jumlah LRV Dan LEV

Dari tampilan 2-6 kita dapat mengetahui variansi tenaga kerja total yang tidak
menguntungkan dalah $269,50. Total variansi ini adalah jumlah variansi tarif tenaga
kerja yang tidak menguntungkan dan variansi efisiensi tenaga kerja yang tidak
menguntungkan ($126,00 + $143,50).

C. Analisis Variansi Biaya Overhead

Variansi overhead total, yaitu perbedaan antara overhead yang dibebankan dan overhead
yang aktual, juga dibagi menjadi berbagai variansi komponen. Banyaknya variansi
komponen yang dihitung bergantung pada metode analisis variansi yang digunakan. Kita
akan fokus pada satu metode saja. Pertama, kita akan membagi overhead dalam ketegori-
kategori tetap dan variabel. Kemudian, kita akan melihat variansi komponen untuk setiap
kategori. Total variansi overhead variable dibagi menjadi dua komponen; variansi
pengeluaran overhead variable dan variansi efisiensi overhead variable. Dengan cara yang
hampir sama, total variansi overhead tetap dibagi menjadi dua kategori; variansi
pengeluaran overhead tetap dan variansi volume overhead tetap.

1) Variansi Overhead Variable

Untuk mengilustrasikan variansi overhead variabel, kita akan menguji aktivitas satu
minggu Blue-Corn Foods (untuk minggu pertama bulan maret). Data berikut
dikumpulkan untuk periode waktu sekarang.
Tarif overhead variabel (standar) $3,85 /jam tenaga kerja langsung
Biaya aktual overhead variable $1.600
Jam kerja aktual (mesin dan pengawasan) 400
Jumlah jam yang diperbolehkan untuk produksi 378,3a
Overhead variabel yang dibebankan $1.456 b
a 0,0078 x 48.500
b $3,85 x 378,3 (dibulatkan kebilangan bulat terdekat; overhead dibebankan dengan
menggunakan jam yang diperbolehkan dalam biaya standar).

2) Total Variansi Overhead Variable

Adalah perbedaan antara overhead variabel yang aktual dengan yang dibebankan.Pada
contoh ini, total variansi overhead variabel dihitung sebagai berikut.
Total variansi = $1.600 - $1.456
= $144 U

Overhead variable aktual Tarif overhead variable x jam aktualTarif


$1.640
overhead variable x jam standar $1.456
$1.600

$60 U $84 U

Variansi Pengeluaran Variansi Efisiensi

$144 U

Total Variansi

Tampilan 2.7. Variansi Overhead Variable : Pendekatan Kolom


Total variansi ini dapat dibagi dalam variansi pengeluaran dan efisiensi. Penghitungan
ini diilustrasikan dengan menggunakan pendekatan tiga cabang pada tampilan 2.7.

3) Variansi Pengeluaran Overhead Variable

Variansi Pengeluaran Overhead Variable mengukur pengaruh agregat dari perbedaan


antara tarif aktual overhead variabel (actual variable overhead rate—AVOR) dan
tarif standar overhead variabel (standart variable overhead rate—SVOR). Tarif
aktual overhead variabel adalah overhead variabel aktial dibagi dengan jam aktual.
Pada contoh ini, tarifnya adalah $4 per jam ($1.600/400jam).Berikut rumus untuk
menghitung variansi pengeluaran overhead variable.

Variansi pengeluaran overhead variabel = (AVOR x AH) – (SVOR x AH)

= (AVOR – SVOR) AH

= ($4,00 - $3,85) 400

= $60 U

4) Perbandingan Variansi Harga Bahan Baku Dan Tenaga Kerja

Variansi pengeluaran overhead variabel mirip, tetapi tidak sama dengan variansi
harga bahan dan tenaga kerja; terdapat beberapa perbedaan konseptual. Overhead
variabel merupakan suatu input yang tidak homogen gabungan dari sejumlah besar
bahan baku; seperti bahan baku tidak langsung, tenaga kerja tidak langsung, listrik,
pemeliharaan, dan lain-lain. Tarif standar overhead variabel mewakili biaya beban per
jam dan apa yang secara aktual dikeluarkan per jam adalah suatu jenis variansi harga.
Variansi pengeluaran overhead variabel dapat muncul karena harga-harga
pada setiap bagian overhead variabel telah meningkat atau menurun.Untuk saat ini,
asumsikan bahwa perubahan harga tiap bagian overhead adalah satu satunya
penyebab variansi pengeluaran.Jika variansi pengeluaran tidak menguntungkan,
kenaikan harga untuk setiap bagian overhead variabel adalah penyebabnya. Jika
variansi pengeluaran menguntungkan, penurunan harga akan mendominasi.

5) Tanggung Jawab Pada Variansi Pengeluaran Overhead Variable

Banyak bagian overhead variabel dipengaruhi oleh beberapa pusat


pertanggungjawaban.Kemampuan mengendalikan adalah suatu prasyarat untuk
pembebanan tanggung jawab.Perubahan harga bagian overhead variabel intinya
berada di luar kendali oleh pengawas.Jika perubahan harga kecil (yang kerap
demikian), variansi pengeluaran terutama pada penggunaan efisiensi overhead dalam
produksi yang dapat dikendalikan oleh pengawas produksi.Secara umum, tanggung
jawab pada variansi pengeluaran overhead variabel dibebankan pada departemen
produksi.

6) Analisis Variansi Pengeluaran Overhead Variable


Varisansi $60 yang tidak menguntungkan hanya mengungkapkan bahwa blue-corn
food mengeluarkan lebih banyak overhead variabel secara agregat daripada yang
direncanakan. Meski variansi tersebut tidak signifikan, hal ini tidak menyatakan apa
pun tentang seberapa baik biaya tiap overhead variable yang telah dikendalian.
Pengendalian overhead variabel memerlukan analisis lini per lini pada tiap
bagian.Tampilan 2.8 menapilakan suatu laporan kinerja yang menginformasikan inti
lini per lini untuk pengendalian overhead variabel yang tepat.Anggaplah angka-angka
tersebut berasal dari catatan akuntansi Blue-Corn.
Dari tampilan 2.8, jelas bahwa dua dari tiga bahan menunjukan tidak adanya
masalah pengendalian di perusahaan.Listrik adalah satu-satunya hal yang menunjukan
variansi yang tidak menguntungan, bahkan hal ini adalah penyebab keseluruhan
variansi pengeluaran overhead variabel.Jiak variansi signifikan, penelidikan dapat
dilakukan.Penyelidikan ini dapat menunjukan perusahaan listrik meningkatkan harga
listrik.Jika memang demikian, variansi di luar kendali perusahaan.Respons yang benar
adalah merevisi rumus anggaran untuk mencerminkan kenaikan biaya listrik.Namun,
harga listrik yang tidak berubah berarti penggunaan listik lebih banyak dari yang
diharapkan. Sebagi contoh, perusahaan dapat menemukan banyak penyalaan dan
pematian mesin yang melebihi normal hingga menyebabkan peningkatan konsumsi
listrik

Blue-Corn Foods, inc


Laporan Kinerja Anggaran Fleksibel
Untuk minggu Berakhir 8 Maret 2008

Rumus Biaya Biaya Anggaran Variansi


(a) Aktual (b) Pengeluaran
Bahan
$3,00 $1.190 $1.200 $10 F
Bakar
Listrik 0,78 385 312 73U
Air 0,07 25 28 3F
Biaya $3,85 $1.600 $1.540 $60U
Total
(a) Per jam tenaga kerja langsung.
(b) Dihitung dengan menggunakan rumus dan tingkat aktivitas 400 jam aktual tenaga
kerja langsug.

Tampilan 2.8. Laporan Kinerja Anggaran Fleksibel

7) Variansi Efisiensi Overhead Variable

Overhead variabel diasumsikan bervariasi sejalan dengan perubahan volume


produksi.jadi, Overhead variabel berubah sesuai proporsi perubahan jam tenaga kerja
langsung yang digunakan.Variansi efisiensi overhead variabel mengukur perubahan
dalam konsumsi overhead variabel yang muncul karena penggunaan efisien (atau
tidak efisien) tenaga kerja langsung. Rumus variansi efisiensi :
Variansi efisiensi overhead variable = (AH – SH)SVOR
= (400-378,3)$3,85
= $ 84 U (dibulatkan)

8) Tanggung Jawab Pada Variansi Efisiensi Overhead Variable

Variansi efisiensi overhead variabel seecara langsung berhubungan dengan efisiensi


tenaga kerja langsung atau variansi penggunaan.Jika overhead variabel benar-benar
proporsional dengan konsumsi tenaga kerja langsung, maka variansi efisiensi
overhead variabel disebabkan oleh efisien atau tidak efisiennya penggunaan tenaga
kerja langsung. Hal tersebut sama seperti variansi penggunaan tenaga kerja. Jika jam
tenaga kerja langsung yang digunakan lebih banyak(atau lebih sedikit) daripada
standarnya, biaya total overhead variabel akan meningkat (atau menurun). Berlakunya
pengukuran tersebut bergantung pada seberapa valid hubungan antara biaya overhead
variabel dan jam tenaga kerja langsung. Dengan kata lain, apakah biaya overhead
variabel benar-benar berubah dalam proporsi perubahan jam tenaga kerja langsung?
Jika memang demikian tanggung jawab untuk variansi efisiensi overhead variabel
seharusnya dibebankan pada individu yang bertanggung jawab pada penggunaan
tenaga kerja langsung : manajer produksi.

9) Analisis Variansi Efisiensi Overhead Variable

Alasan variansi efisiensi overhead variabel yang tidak menguntungkan sama dengan
yang dikemukakan variansi penggunaan tenaga kerja yang tidak menguntungkan.
Waktu lebih banyak digunakan daripada standarnya karena banyaknya waktu
menganggur bagi para pengawas dan operator mesin yang digunakan sebagai
pengganti para pengawas yang tidak berpengalaman dalam pemilihan.Informasi lebih
lanjut tentang pengaruh penggunaan tenaga kerja pada overhead variabel tersedia
dalam analisis lini per lini tiap overhead variabel. Hal ini dapat dipenuhi dengan
membandingkan besarnya anggaran untuk jam tenaga kerja aktual yang digunakan
dengan besarnya anggaran untuk jam standar yang diperbolehkan untuk tiap bagian.
Laporan kinerja yang membuat perbandingan untuk semua biaya overhead variabel
ditunjukkan pada tampilan 2.9.
Dari tampilan 2.9. Kita dapat melihat bahwa biaya bahan bakar sebagian besar
dipengaruhi oleh ketidakefisienan penggunaan tenaga kerja. Hal ini dapat dijelaskan
dengan perlunya membiarkan minyak goreng panas (dengan asumsi bahan bakar
digunakan untuk masak) meski proses pemasakan diperlambat dengan adanya proses
pemilihan.
Kolom berlabel ”Anggaran untuk Jam Standar” memberikan jumlah overhead
variabel yang seharusnya dikeluarkan untuk output aktual. Total semua bagian dalam
kolom ini adalah overhead variabel yang dibebankan, yaitu jumlah yang dibebankan
pada produksi dalam sistem biaya standar. Perhatikan bahwa dalam sistem biaya
standar, overhead variabel dibebankan dengan menggunakan jam yang diizinkan
untuk output aktual (SH), sedangkan dalam perhitungan biaya normal, overhead
variabel dibebankan dengan menggunakan jam aktual. Meskipun tidak ditunjukkan
perbedaan antara biaya aktual dan kolom ini adalah total variansi overhead variabel
(lebih sedikit sebesar $144) jadi, variansi overhead variabel yang kurang dibebankan
adalah penjumlahan dari variansi pengeluaran dan efisiansi.

Blue-Corn Foods Inc.


Laporan Kinerja
Untuk Minggu Berakhir 8 Maret 2008
Biaya Rumus Anggara Jam Variansi Anggaran Variansi
Biayaᵃ n untuk Aktual Pengeluaranᵇ untuk Efisiensiᵈ
Biaya Jam
Aktual Standarc
Bahan Bakar $3,00 $1.190 $1.200 $ 10 F $ 1.135 $ 65 U
Listrik 0,78 385 312 73 U 295 17 U
Air 0,07 25 28 3F 26 2U
Total $ 3,85 $ 1.600 $ 1.540 $ 60 U $ 1.456 $ 84 U

ͣ Per jam tenaga kerja langsung


ᵇ Variansi pengeluaran = biaya akrual – anggaran untuk jam actual
ͨ Dihitung dengan menggunakan rumus biaya dan tingkat aktivitas 378,3 jam standar.
Dibulatkan kenilai dolar terdekat
ᵈ Variansi efisiensi = anggaran jam aktual – anggaran untuk jam standar

Tampilan 2.9. Laporan Kinerja - Overhead Variabel

D. Variansi Overhead Tetap

Kita akan menggunakan contoh Blue-Corn Foods Inc. sekali lagi untuk mengilustrasikan
perhitungan variansi overhead tetap. Data tahunan dibutuhkan untuk contoh berikut.

Hal yang Dianggarkan atau Direncanakan


Overhead tetapa yang dianggarkan $ 749.970
Aktivitas praktis 23.400 jam tenaga kerja langsungᵃ
Tarif standar overhead tetap $ 32,05ᵇ

ᵃJam yang diizinkan untuk memproduksi 3.000.000 bungkus kripik : 0,0078 x 3.000.000
ᵇ$ 749.970 / 23.400

Hasil Aktual
Produksi aktual 2.750.000 bungkus kripik
Biaya aktual overhead tetap $ 749.000
Tarif standar overhead tetap $ 32,05ᵇ
ᵃ Jam yang diizinkan untuk memproduksi 3.000.000 bungkus kripik : 0,0078 x
3.000.000
ᵇ $ 749.970 / 23.400
1) Total Variansi Overhead Tetap

Total variansi overhead tetap adalah pembedaan antara overgead tetap aktual dan
overhead tetap yang dibebankan. Overhead tetap yang dibebankan diperoleh dengan
mengalikan tarif standar overhead tetap dengan jam standar yang diizinkan untuk
output aktual.

Overhead tetap yang dibebankan = tarif standar overhead tetap x jam standar

= $ 32,05 x 21.450

= $ 687.473 (dibulatkan)

Total variansi overhead tetap adalah perbedaan antara overhead tetap aktual dengan
overhead tetap dibebankan.

Total variansi overhead tetap = $ 749.000 - $ 687.473

= $ 61.527 kurang dibebankan

Untuk membantu para manajer memahami penyebab overhead tetap kurang


dibebankan sebesar $ 61.527, total variansi dasar diperoleh menjadi dua varuansi :
variansi pengeluaran overhead tetap dan variansi volume tetap.

Overhead tetap aktual Tarif overhead tetap Overhead tetap yang


dianggarkan $ 749.970 dibebankan $687.473
$ 749.000

$ 970 F $ 62.479 U U

Variansi Pengeluaran Variansi Volume

$ 61.527U

Total Variansi

Tampilan 2.10 : Variansi Overhead Tetap


2) Variansi Pengeluaran Overhead Tetap

Variansi pengeluaran overhead tetap didefinisikan sebagai perbedaan antara overhead


tetap aktual dan overhead tetap dianggarkan.Variansi pengeluaran menguntungkan
karena overhead tetap yang dikeluarkan lebih sedikit daripada yang dianggarkan.

3) Tanggung Jawab Pada Variansi Pengeluaran Overhead Tetap

Overhead tetap dibuat dari beberapa bagia terpisah, seperi gaji, penyusutan, pajak,
dan asuransi.Banyak overhead tetap-investasi janngka panjang sebagai contoh, tidak
berubah pada jangka pendek.Akhirnya biaya overhead tetap sering di luar kendali
langsung manajemen.Karena biaya overhead tetap banyak dipengaruhi oleh keputusan
jangka panjang dan bukan oleh perubahan dalam tingkat produksi, variansi anggaran
biasanya kecil.Sebagi contoh, penyusutan, gaji, pajak, asuransi sepertinya tidak
banyak dari yang direncanakan.

4) Analisis Variansi Pengeluaran Overhead Tetap

Karena overhead tetap dibuat dari banyak bagian terpisah, perbandingan lini per lini
dan biaya yang dianggarkan dengan biaya aktual, menginformasikan penyebab
variansi pengeluaran lebih banyak.Pada intinya, laporan tersebut mengungkapkan
variansi pengeluaran overhead tetap sesuai dengan yang diperkirakan.Variansi
pengekuaran overhead adalah tetap untuk berbasis lini ataupun secara agregatdan
relatif kecil.

Blue- Corn Inc


Laporan Kinerja
Untuk Minggu Berakhir 8 Maret 2008

Overhead Tetap Biaya Aktual Biaya yang Dianggarkan Variansi


Penyusutan $ 530.000 $530.000 $0
Gaji 159.370 159.970 600 F
Pajak 50.500 50.000 500 U
Asuransi 9.130 10.000 870 F
Total Overhead tetap $749.000 $749.970 $ 970 F

Tampilan 2.11 : Laporan Kinerja Overhead Tetap

5) Variansi Volume Overhead Tetap

Variansi volume overhead tetap adalah perbdeaan antara overhead tetap yang
dianggarkan dan overhead tetap yang dibebankan.variansi volume mengukur
pengaruh perbedaan output aktual dan output yang digunakan di awal tahun untuk
menghitung tarif perkiraan standar overhead tetap. Jikan anda berfikir tentang output
yang dugunakanuntuk menghitung tarif overhead tetap sebagai kapasitas aktivitas
yang dibutuhkan dan output aktual sebagai kapasitas aktivitas yang digunakan maka
variansi volume mirip dengan biaya kapasitas aktivitas yang tidak digunakan. Analogi
ini berlaku ketika kita menggunakan kapasitas praktis untuk menghitung tarif
overhead tetap.Semua biaya overhead tetap adalah sumber daya yang dikeluarkan
untuk mendapatkan kapasitas produksi di awal penggunaan.
Sebagai contoh, pada awal tahun, Blue-Corn, Inc. memiliki kapasitas untuk
memproduksi 3.000.000 bungkus kerpik dengan menggunakan 23.400 jam tenaga
kerja langsung. Output aktual adalah 2.750.000 bungkus. Jadi, out[ut aktual kurang
dari yang diperkirakan dan hanya 21.450 jam yang diizinkan untuk output aktual.
Kapasitas yang digunakan lebih sedikt dari yang dimiliki, dan biaya dari kapsitas
yang tidak digunakan ini dihitung dengan mengalikan tarif dengan perbedaan dalam
kapasitas yang diperkirakan dan aktual (diukur dalam jam).Oleh karena itu, kita dapat
mengartikan variansi volume sebagai ukuran penggunaan kapasitas.

Variansi
= $ 32,05 (23.400 – 21.450)
Volume
= ($ 32,05 x 23.400) – ($ 32,05 x 21.450)
= $ 749.970 - $ 687.473
= overhead tetap yang dianggarkan - overhead tetap yang dibebankan
= $ 62.497 U

6) Tanggung Jawab Pada Variansi

Dengan mengasumsikan variansi volume mengukur penggunaan kapasitas tersirat


bahwa tanggung jawab umum atas variansi ini seharusnya dibebankan pada
Departemen Produksi.Akan tetapi, peyelidikan terhadap alasan varaiansi volume yang
signifikan terkadang dapat mengungkapakan penyebabnya adalah faktor di luar
kendali produksi. Pada contoh ini tanggung jawab spesifik dapat dibebankan ke
tempat lain. Sebagai contoh, bagian pembelian yang mendapatkan bahan kulitas yang
lebih rendah dari biasanya dapat mengakibatkan waktu pengerjaan kembali yang
signifikan sehingga menyebabkan produksi lebih rendah dan variansi volume yang
tidak menguntungkan. Dalam hal ini, tanggumg jawab atas variansi terletak pada
bagian pe,belian, bukan pada bagian produksi.
BAB III

PENUTUP

3.1. Penutup

Suatu sistem biaya standar menganggarkan kuantitas dan biaya menggunakan dasar
unit. Anggaran untit ini adalah tenaga kerja, bahan baku dan overhead. Dengan demikian,
biaya standar adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan untuk memproduksi suatu produk
barang atau jasa. Standar yang dibuat ditetapkan berdasarkan pengalaman historis, studi
teknis, dan input dari personel operasional, pemasaran dan akuntansi. Standar yang saat ini
dapat dicapai adalah standar yang dapat diraih dengan kondisi operasional yang efisien.
Standar ideal adalah standar yang dapat dicapai dengan efisiensi maksimum atau kondisi
operasional ideal. Sistem perhitungan biaya standar digunakan untuk memperbaiki
perencanaan dan pengendalaian serta memfasilitasi perhitungan harga pokok produk. Dengan
membandingkan hasil aktual dengan standar dan membagi variansi dalam komponen harga
dan kuantitas, respons balik tersedia bagi para manajer. Informasi ini memungkinkan para
manajer untuk menerapkan tingkat kendali yang lebih besar terhadap biaya daripada yang
ditemukan dalam sistem perhitungan biaya normal arau aktual. Keputusan seperti penawaran
juga dibuat lebih mudah ketika sistem perhitungan biaya standar digunakan.
Lembar biaya standar memberikan perincian untuk perhitungan biaya standar per unit.
Hal ini menunjukkan biaya standar untuk bahan baku, tenaga kerja serta overhead tetap dan
variabel. Lembar ini juga menyatakan kuantitas setiap input yang seharusnya digunakan
untuk meproduksi satu unit output. Dengan menggunakan standar kuantitas uni ini, standar
kuantitas bahan baku yang diizinkan dan standar jam yang diizinkan dapat dihitung untuk
output aktual. Penghitungan ini memainkan peranan penting dalam analisis variansi.

3.2. Saran

Penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi seluruh Mahasiswa STIE
BULTAR khususnya para mahasiswa Fakultas Ekonomi agar tergugah untuk terus dapat
meningkatkan ilmu dalam mempelajari Biaya Standar dan Varian, serta dapat menambah
pengetahuan bagi rekan-rekan mahasiswa. Demi penyempurnaan makalah ini, Kami
mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif.
DAFTAR PUSTAKA

Hansen/ Mowen, 2009, Manjerial Accounting, Buku 1 Edisi Ke 8, Jakarta, Salemba Empat