Anda di halaman 1dari 14

KIMIA KOORDINASI

Pertemuan 7:
Teori-teori Kimia Koordinasi sebelum 1930

Johnsen Harta, M.Pd

Prodi S1 Pendidikan Kimia, Universitas Sanata Dharma


Semester Genap 2019/2020
TEORI AMONIUM GRAHAM
Berawal dari banyaknya senyawa kompleks dengan ligan amina.

Teori ini membahas tentang amina logam.

Amina logam dianggap sebagai senyawa ammonium yang


tersubstitusi.
TEORI AMONIUM GRAHAM
Graham mencontohkan susunan atom pada diaminatembaga (II)
klorida.

2 atom H dapat disubstitusi dengan 1 atom Cu.

Teori ini hanya dapat digunakan bila jumlah ammonia yang terikat
pada atom logam memiliki valensi yang sama dengan logam.
TEORI SENYAWA MOLEKULER KEKULE
Kekule membagi senyawa ke dalam dua golongan yaitu senyawa
atomik dan molekuler.

Senyawa kompleks dianggap sebagai senyawa molekuler, misalnya


[Co(NH3)6]Cl3 yang tersusun atas senyawa atomik berupa CoCl3 dan
NH3.

Teori ini tidak dapat menjelaskan gaya yang terjadi antar molekuler
dan menganggap senyawa molekuler tidak stabil sehingga terurai
menjadi senyawa atomik.
TEORI RANTAI BLOMSTRAND-JORGENSEN
Menurut teori ini, NH3 dapat membentuk ikatan dan rantai dengan
NH3 , sama seperti –CH2 pada rantai organik.

Ligan NH3 yang terikat pada senyawa kompleks, bergantung pada


valensi logam.

Senyawa yang sering digunakan dalam teori ini adalah CoCl3 6NH3

Atom Cl yang terlibat dalam kompleks dapat berjarak dekat (nearer)


dan jauh (farther).
TEORI KOORDINASI WERNER
Werner mempostulasikan dua jenis valensi yaitu valensi primer dan
sekunder.

Valensi tersebut dimiliki atom dalam senyawa kompleks.

Valensi primer disebut sebagai biloks atom pusat dan dapat dipenuhi
oleh anion.

Valensi sekunder disebut juga bilangan koordinasi dan dapat


dipenuhi anion atau molekul netral.
TEORI KOORDINASI WERNER
Werner mengemukakan dugaan kobalt dengan atom-atom donor
yang diikatnya dapat membentuk struktur oktahedral.

Werner memformulasikan CoCl3.6NH3, CoCl3.5NH3, [Co(NH3)6]Cl3


dan [Co(NH3)5Cl]Cl2 dengan rumus struktur sebagai berikut:
BILANGAN ATOM EFEKTIF
Tahun 1927, Sidgwick mengajukan dua aturan yang digunakan untuk
memprediksikan pembentukan ikatan dalam senyawa
koordinasi/kompleks yang stabil yaitu Effective Atomic Number (EAN)
atau Bilangan Atom Efektif atau Nomor Atom Efektif (NAE) dan
kaidah delapan belas elektron (aturan 18-e).

Keduanya menyajikan perhitungan cukup sederhana, namun daya


prediksinya relatif tinggi.
BILANGAN ATOM EFEKTIF
Nomor Atom Efektif, tidak lain menyatakan nomor atom gas mulia
terdekat, seperti 36 (Kr), 54 (Xe) dan 86 (Rn) yang harus dicapai oleh
jumlah elektron atom/ion pusat dan ligan yang membentuk senyawa
kompleks.

Apabila angka-angka tersebut dipenuhi maka diprediksikan senyawa


kompleks yang terbentuk dikategorikan kompleks yang stabil.

Melalui pencapaian nomor atom efektif tersebut, akan diperoleh


beberapa informasi tentang senyawa koordinasi, yaitu jumlah ligan
yang harus terikat, bilangan koordinasi, bilangan oksidasi, rumus
molekul, struktur molekul, dan stoikiometri reaksi.
CONTOH PERHITUNGAN KOMPLEKS STABIL
PERHITUNGAN JUMLAH ELEKTRON (JE)
MENGGUNAKAN MODEL KOVALEN DAN IONIK
PERHITUNGAN JUMLAH ELEKTRON (JE)
MENGGUNAKAN MODEL KOVALEN DAN IONIK
TUGAS MANDIRI: TEORI KIMIA KOORDINASI
1. Tugas ini dikerjakan secara individu pada hari Senin, 23
Maret 2020 pada rentang waktu 09.00-11.00 WIB.
2. Bila kesulitan menemukan gambar di internet, silahkan
gambar tersebut ditulis tangan, kemudian difoto/ discan
secara jelas, dan insert ke dalam Ms. Word.
3. File tugas dalam bentuk Ms. Word diberi nama: Nama
Mahasiswa-Tugas Mandiri Teori Koordinasi
4. Tugas ini langsung diupload di link yang tersedia di mata
kuliah Kimia Koordinasi pada moodle belajar.usd.ac.id paling
lambat jam 11.00 tersebut.
5. Keterlambatan pengiriman file akan menyebabkan
pengurangan nilai.
TUGAS MANDIRI: TEORI KIMIA KOORDINASI
1. Gambarkan dan jelaskan tiga kemungkinan struktur dari
senyawa CoCl3 6 NH3 bila ditinjau dari jarak atom Cl terhadap
atom pusat Co menurut Teori Rantai Blomstrand-Jorgensen !
2. Tentukan dan buktikan apakah senyawa kompleks [Mn(CO)5]
telah stabil menurut Teori Werner!
3. Buktikan dan jelaskan cara penentuan Jumlah Elektron (JE)
untuk ion kompleks [PtCl6]2- menurut Model Kovalen dan
Ionik!