Anda di halaman 1dari 1

Panduan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Lalu Lintas Bagian I: Metode DRS

#1 D (Danger)

Sebelum menolong orang, pastikan diri sendiri tidak ikut masuk ke zona bahaya. Misalnya, ketika
mendapati pengemudi motor jatuh di jalan, jangan terburu-buru menolongnya tanpa melihat kondisi
sekitar. Jangan sampai niat nolong orang, justru jadi korban kecelakaan selanjutnya.

Saya pernah melihat video seorang bapak yang hendak menolong korban kecelakaan. Saking fokus
ingin membantu, beliau lupa peraturan dasar dalam menyeberang jalan yang mengharuskan tengok
kanan-kiri, alhasil pinggangnya sempat keserempet bodi bus yang nyelonong lewat. Akhirnya, beliau
malah nggak jadi menolong karena sibuk mengaduh sambil pegang pinggang.

#2 R (Response)

Langkah selanjutnya, menanyai korban untuk dapatkan tanggapannya. Untuk memastikan


kesadarannya, bisa ajukan pertanyaan, “Apa yang sakit?” atau “Bisa buka mata?” Tidak perlu
pertanyaan berat seperti, “Agamanya apa?”

#3 S (Shout for Help)

Segera hubungi nomor darurat. Seperti 118 untuk ambulans dan 112 untuk panggil polisi. Jangan
panik, untuk menghindari salah pencet nomor jadi 212. Takutnya malah jadi rame. Lalu Anda bisa
menceritakan kondisi korban terkini kepada petugas medis yang berwenang via panggilan darurat.

Jika memungkinkan, Anda juga dapat melanjutkan ke metode ABC yang penjelasannya adalah sori
baru bales, eh, maksudnya sebagai berikut: