Anda di halaman 1dari 15

ALKANA

Disusun Oleh:

Kelompok 5
Aulia Indah Syafitri 190711440
Fitra Alidaei 1907124354
Hengky 1907113464
Nabellia 1907113699
Rizka Elfitri Efendi 1907113443

KELAS B

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA S1

JURUSAN TEKNIK KIMIA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS RIAU

2020

i
KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Tuhan Yang Maha Esa., penulis dapat


menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah ini berjudul “Alkana”. Dalam
penyusunan makalah ini, penulis menghadapi berbagai tantangan dan hambatan.
Banyak pihak yang telah membantu proses penyusunan makalah ini. Oleh karena
itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Irdoni, H.S. selaku dosen
pengampu mata kuliah Kimia Organik. Penulis juga mengucapkan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah ikut terlibat dan membantu dalam penyusunan
makalah ini.

Makalah ini disusun berdasarkan buku-buku bacaan dan berbagai


informasi yang didapat oleh penulis. Penulis meminta maaf jika terdapat
kesalahan dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis berharap adanya kritik dan
saran dari pembaca untuk meperbaiki makalah selanjutnya. Semoga makalah ini
dapat berguna bagi pembacanya.

Pekanbaru, Februari 2020

Penulis,

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................1
DAFTAR ISI..................................................................................................2

BAB I PENDAHULUAN..............................................................................3
1.1 Latar Belakang................................................................................3
1.2 Rumusan Masalah...........................................................................4
1.3 Tujuan..............................................................................................4

BAB II PEMBAHASAN...............................................................................5
2.1 Definisi dan Rumus Umum Alkana................................................5
2.2 Sifat Fisika dan Kimia Alkana........................................................5
2.2.1 Sifat Fisika Alkana.......................................................................5
2.2.2 Sifat Kimia Alkana.......................................................................6
2.3 Pemberian Nama dan Penulisan Rumus Alkana.............................7
2.4 Reaksi Pembentukan Alkana...........................................................8
2.5 Reaksi dengan Alkana.....................................................................9
2.6 Informasi tentang Alkana..............................................................10

BAB III PENUTUP......................................................................................12


3.1 Simpulan........................................................................................12
3.2 Saran..............................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA..................................................................................13

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sumber asal dari pembuatan bahan bakar minyak, seperti bensin, solar,
minyak pelumas, dan kerosin (minyak tanah) ternyata berasal dari minyak bumi.
Walaupun berasal dari sumber yang sama, komposisi atom-atom mereka itu
berbeda. Contohnya bensin yang  mengandung jumlah atom karbon sekitar 5-12,
kerosin mempunyai atom karbon 11-16, solar (Carbon 14-18), dan minyak
pelumas (Carbon 15-24). Walaupun terdapat perbedaan dari komposisi atomnya,
tapi ada satu persamaan di antara senyawa tersebut, yaitu mengandung atom
karbon.

Karbon merupakan unsur kimia yang cakupannya sangat luas dan


pembahasannya sangat mendalam. Karbon mempunyai nomor atom 6 sehingga
jumlah elektronnya juga 6 dengan konfigurasi 6C = 2, 4. Dari konfigurasi elektron
ini terlihat atom C mempunyai 4 elektron valensi (elektron pada kulit terluar).
Untuk memperoleh 8 elektron (oktet) pada kulit terluarnya (elektron valensi)
dibutuhkan 4 elektron sehingga masing-masing elektron valensi mencari pasangan
elektron dengan atom-atom lainnya. Kekhasan atom karbon adalah
kemampuannya untuk berikatan dengan atom karbon yang lain membentuk rantai
karbon. Bentuk rantai2 karbon yang paling sederhana adalah Hidrokarbon.
Hidrokarbon hanya tersusun dari dua unsur yaitu Hidrogen dan Karbon.

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun dari atom unsur


karbon (C) dan hidrogen (H). Plastik seperti LDPE dan HDPE (polietilena) dan
PP (polipropilena) terbuat dari etena dan propena yang merupakan hasil olahan
gas alam. Senyawa etena dan propena termasuk ke dalam golongan senyawa
hidrokarbon.

Atom-atom karbon tersebut membentuk suatu rantai-rantai. Lalu rantai-


rantai tersebut membentuk suatu pola yang disebut Alkana, Alkena, dan Alkuna.

3
Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon dapat
dibedakan menjadi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. Seluruh ikatan antar
atom karbon pada hidrokarbon jenuh merupakan ikatan kovalen tunggal. Pada
hidrokarbon tak jenuh, terdapat satu atau lebih ikatan rangkap ataupun ikatan
rangkap tiga.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah sebagai


berikut.
1. Apa definisi dan rumus umum alkana?
2. Apa saja sifat fisika dan kimia dari alkana?
3. Bagaimana pemberian nama dan penulisan rumus alkana?
4. Apa saja reaksi pembuatan alkana?
5. Apa saja reaksi dengan senyawa alkana?
6. Apa informasi terbaru tentang alkana?

1.3 Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan makalah ini adalah sebagai
berikut.
1. Untuk mengetahui definisi dan rumus umum alkana.
2. Untuk mengetahui sifat fisika dan kimia dari alkana.
3. Untuk mengetahui tahap pemberian nama dan penulisan rumus alkana.
4. Untuk mengetahui reaksi pembuatan alkana.
5. Untuk mengetahui reaksi dengan alkana.
6. Untuk mengetahui informasi terbaru tentang alkana.

4
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi dan Rumus Umum Alkana


Alkana adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rantai karbon
tunggal. Rumus umum alkana yaitu CnH2n+2, Dari metana ke etana memiliki
perbedaan –CH2–, begitu seterusnya. Deret senyawa karbon dengan gugus fungsi
sama dengan selisih sama yakni –CH2– disebut deret homolog.

Alkana atau parafin adalah senyawa kimia hidrokarbon jenuh asiklis. Alkana
juga termasuk senyawa alifatik atau dengan kata lain, Alkana adalah sebuah rantai
karbon panjang dengan ikatan tunggal.

Berdasarkan posisinya, atom karbon dalam alkana dibedakan menjadi:

1. Atom karbon primer

Atom yang terikat langsung pada 1 atom karbon dan 3 ato hidrogen.

2. Atom karbon sekunder

Atom yang terikat langsung pada 2 atom karbon dan 2 atom hidrogen.

3. Atom karbon tersier

Atom yang terikat langsung pada 3 atom karbon dan 1 atom hidrogen.

4. Atom karbon kuartener

Atom yang terikat langsung pada 4 atom karbon dan tidak mengikat atom
hidrogen.

2.2 Sifat Fisika dan Kimia Alkana


2.2.1 Sifat Fisika Alkana
Alkana merupakan senyawa kovalen yang mempunyai titik didih dan
titik lebur realtif rendah. Titik didih dan titik lebur alkana ditentukan oleh
banyaknya atom karbon dan struktur rantai atom karbonnya. Secara umum
titik didih dan titik lebur alkana mempunyai pola sebagai berikut.

1. Semakin banyak atom karbon atau semakin panjang rantai karbon suatu
alkana, semakin tinggi titik didih dan titik leburnya.

5
2. Untuk jumlah atom karbon yang sama, isomer dengan rantai karbon tidak
bercabang (rantai karbon yang lurus) mempunyai titik didih dan titik lebur
yang lebih tinggi daripada isomer dengan rantai karbon bercabang.
3. Semakin banyak cabang pada rantai karbonnya, semakin rendah titik didih
dan titik leburnya.
4. Semua alkane susah larut dalam air.
5. Pada suhu kamar sekitar25-30o C, C1-C4 berwujud gas, C5-C17 berwujud
cair, sedangkan C18 ke atas berwujud padat.

2.2.2 Sifat Kimia Alkana


Alkana merupakan hidrokarbon jenuh dan semua ikatan yang ada
merupakan ikatan kovalen yang sempurna. Akibatnya, hidrokarbon
merupakan senyawa yang kurang reaktif sehingga disebut “parafin” yang
berarti daya gabung atau daya reaksinya rendah. Semakin panjang rantai
karbon, semakin berkurang kereaktifannya. Reaksi pada alkana umumnya
merupakan reaksi substitusi, yaitu reaksi penggantian gugus atom hidrogen
pada suatu alkana. Simak beberapa contoh reaksi pada alkana berikut.

1. Pembakaran

Pada pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon, atom C terbakar


menjadi CO2, sedangkan atom H terbakar menjadi H 2O. Pembakan tidak
sempurna menghasilkan CO dan H2O.

Contoh:

Reaksi pembakaran butane: 2 C4H10 (g) + 13O2(g) → 8CO2(g) +10H2O(g)

2. Substitusi (penggantian)

Pada reaksi substitusi, satu atau beberapa atom H dari alkane digantikan
oleh atom lain.

Contoh :

C2H6 + Cl2 → CH5Cl + HCl

3. Cracking (peretakan)

Apabila alkane dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen,
maka akan terjadi reaksi pemutusan rantai atau pembentukan senyawa-
senyawa yang tidak jenuh. Reaksi itu disebut cracking

Contoh:

2CH4 →C2CH2 + 3H2

6
2.3 Pemberian Nama dan Penulisan Rumus Alkana
Semakin panjang rantai karbon, semakin banyak isomer yang dimiliki.
Dekana memiliki 75 kemungkinan isomer, maka aturan penamaan dengan
menggunakan awalan menjadi tidak efisien. Oleh karena itu, perkumpulan
al=hli kimia IUPAC menetapkan aturan baru untuk penamaan senyawa
hidrokarbon.

1. Nama alkana diambil berdasarkan jumlah atom karbon yang


menyusunnya dan diakhiri dengan akhiran “ana”. Contoh Met-ana, Et-
ana, Prop-ana, dan seterusnya.
2. ika strukturnya telah diketahui dan merupakan rantai karbon tak
bercabang, di depan nama tersebut diberi huruf n (dari kata normal).

Contoh: CH3-CH2-CH2-CH3 : n-butana

3. Jika rantai karbonnya bercabang, tentukan dahulu rantai utama (rantai


induk), yaitu rantai atom karbon terpanjang dan diberi nomor urut dari
ujung yang paling dekat dengan letak cabang. Contoh:

4. Menetapkan gugus cabang yang terikat pada rantai utama. Gugus cabang
pada alkana umumnya merupakan alkil. Gugus alkil merupakan gugus
hidrokarbon (alkana) yang kehilangan sebuah atom hidrogen. Rumus
umum alkil adalah CnH2n+1. Nama gugus alkil disesuaikan dengan nama
alkananya dengan mengganti akhiran –ana dengan akhiran –il.

5. Urutan penamaan alkana: nomor cabang – nama cabang – nama rantai


utama. Contoh :

7
6. ika terdapat lebih dari satu cabang yang sama, nama cabang disebut
sekali, tetapi diawali dengan angka latin yang menunjukan jumlahnya.\
Contoh:

2.4 Reaksi Pembentukan Alkana


Sumber utama alkane adalah minyak bumi. Selain itu alakana juga dapat
dibuat dengan cara:

1. Hidrogenasi Alkena dan Alkuna


Hidrogenasi adalah reaksi pemutusan ikatan rangkap oleh hdrogen. Reaksi
ini sering disebut reaksi adisi. Reaksi hidrogenasi membutuhkan katalis
berupa logam Ni, Pt, atau Pd, dengan suhu yang diaturr pada angka 250oC.
2. Hidrolisis Pereaksi Grignard ( Grignard Reagent)
Pereaksi Grignard adalah senyawa Alkil Magnesium Halida (RMgX),
dimana X dapat berupa klorida,bromide atau iodide. Contoh :

CH3CH2MgBr + H2O → CH3CH3+ Mg(OH)2

3. Reaksi Wurtz
Reaksi Wurtz adalah reaksi Alkil Halida dengan logam natrium untuk
menghasilkan alkane simetris yang mengandung atom karbon yang genap.
Contoh:

2RX + Na → R – R + 2NaX
4. Reduksi Alkil Halida
Reduksi Alkil Halida dengan reduktor berlangsung dalam suasana Asetikal
(Asam Asetat) dengan katalis Zn atau paduan logam Zn-Cu dan akan
menghasilkan alkane dan asam halida. Biasanya reduktor yang sering
digunakan ialah hidrogen. Contoh :

RX + H2 → RH + HX, dengan katalis zn.


5. Sintetis Couey-House

8
Sintetis Couey-House dapat digunakan untu menghasilkan alkane yang
tidak simetris, atau bias disimpulkan adalah alkane yang mengandung
jumlah atom karbon yang ganjil. Bisa dibilag bahwa sintetis ini kebalikan
dari reaksi Wurtz.
6. Dekarboksilasi Asam Karboksilat
Dekarboksilasi adalah suatu jenis reaksi yang melepaskan gugus
karboksilat pada suatu senyawa karoboksilat.
Jika garam dari asam karboksilat yang dipanaskan dengan soda line, maka
gugus karboksiat COO- akan lepas membentuk CO2 dan alkane pun
terbentuk.
7. Elektrolisis Kolbe
Elektrolisis Kolbe adalah elektrolisis dari garam Natrium dari asam
karboksilat yang akan menghasilkan gas hidrogen di Katoda dan campuran
alkane dari karbon dioksida di Anoda. Contoh :

2RCOONa + 2H2O → R – R + CO2 + 2NaOH + H2

2.5 Reaksi dengan Alkana


1. Reaksi Oksidasi
Alkana sukar dioksidasi oleh oksidator lemah atau agak kuat seperti
KMNO4, tetapi mudah dioksidasi oleh oksigen dari udara bila dibakar.
Oksidasi yang cepat dengan oksingen yang akan mengeluarkan panas dan
cahaya disebut pembakaran atau combustion
Hasil oksidasi sempurna dari alkana adalah gas karbon dioksida dan
sejumlah air. Sebelum terbentuknya produk akhir oksidasi berupa CO2 dan
H2 O, terlebih dahulu terbentuk alkohol, aldehid dan karboksilat.

2CH4 + 3O2 →2CO + 4H2O


CH4 + O2 →C + 2H2O
2. Halogenasi
Alkana dapat bereaksi dengan halogen menghasilkan alkil halida.
Reaksi dari alkane dengan unsur-unsur halogen diseut reaksi halogenasi.
Reaski ini akan menghasilkan senyawa alkil halide, dimana atom
hydrogen dari alkane akan disubstitusi oleh halogen sehingga reaksi ini
bias disebut reaksi substitusi.
Rumus umum : R-H + Cl-Cl →R-Cl + H- Cl
3. Nitrasi
Reaksi lkana dengan HNO3 pada suhu 150-475o C mengakibatkan
terjadinya substansi atom H pada alkane oleh gugus NO2. Reaksi ini
disebut dengan reaksi nitrasi.
Rumus umum : R-H +HO- NO2 → R- NO2 + H2O

9
4. Sulfonasi
Reaksi alkane dengan asam sulfat pekat berasap menghasikan asam alkane
sulfonat dan dituliskan sebagai berikut.
Rumus umum: R-H +HO - SO3H → R – SO3H + H2O
5. Pitolisis (cracking)
Proses pitolisis atau crqacking adalah proses pemecahan alkane dengan
jalan pemanasan pada temperature tinggi sekitar 1000oC tanpa oksigen,
akan dihasilkan alkane dengan rantai karbon lbih pendek.

2.6 Informasi tentang Alkana

Hidrokarbon adalah salah satu sumber energi paling penting di bumi.


Penggunaan yang utama adalah sebagai sumber bahan bakar. Dalam bentuk padat,
hidrokarbon adalah salah satu komposisi pembentuk aspal.
Hidrokarbon dulu juga pernah digunakan untuk pembuatan klorofluorokarbon,
zat yang digunakan sebagai propelan pada semprotan nyamuk. Saat ini
klorofluorokarbon tidak lagi digunakan karena memiliki efek buruk
terhadap lapisan ozon.
Metana dan etana berbentuk gas dalam suhu ruangan dan tidak mudah
dicairkan dengan tekanan begitu saja. Propana lebih mudah untuk dicairkan, dan
biasanya dijual di tabung-tabung dalam bentuk cair. Butana sangat mudah
dicairkan, sehingga lebih aman dan sering digunakan untuk pemantik
rokok. Pentana berbentuk cairan bening pada suhu ruangan, biasanya digunakan
di industri sebagai pelarut wax dan gemuk. Heksana biasanya juga digunakan
sebagai pelarut kimia dan termasuk dalam komposisi bensin.
Heksana, heptana, oktana, nonana, dekana, termasuk dengan alkena dan
beberapa sikloalkana merupakan komponen penting pada bensin, nafta, bahan
bakar jet, dan pelarut industri. Dengan bertambahnya atom karbon, maka
hidrokarbon yang berbentuk linear akan memiliki sifat viskositas dan titik didih
lebih tinggi, dengan warna lebih gelap.
Saat ini, hidrokarbon merupakan sumber energi listrik dan panas utama dunia
karena energi yang dihasilkannya ketika dibakar.[7] Energi hidrokarbon ini
biasanya sering langsung digunakan sebagai pemanas di rumah-rumah, dalam
bentuk minyak maupun gas alam. Hidrokarbon dibakar dan panasnya digunakan
untuk menguapkan air, yang nanti uapnya disebarkan ke seluruh ruangan. Prinsip
yang hampir sama digunakan di pembangkit-pembangkit listrik.
Gas metana (sekitar 0.0001% atau 1 ppm) ada di atmosfer bumi, dan diproduksi
oleh organisme macam Archaea yang juga didapat pada kotoran sapi.

Sumber alkana yang penting adalah pada gas alam dan minyak bumi. Gas alam
mengandung etana dan metana, dengan sedikit propana dan butana, sedang

10
minyak bumi ialah campuran dari alkana cair dan hidrokarbon lainnya.
Hidrokarbon terbentuk dari jasad renik dan tanaman (zooplankton dan
fitoplankton) yang telah mati, lalu terkubur di lautan, tertutup sedimentasi, dan
berubah setelah terkena panas dan tekanan tinggi selama jutaan tahun. 

BAB III

PENUTUPAN

11
3.1 Simpulan
Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1. Alkana adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan rantai
karbon tunggal.
Deangan rumus umum CnH2n+2, yang memiliki ikatan C-C.
2. Sifat-sifat fisika alkAna secara umum, sebagai berikut: Mereka
mempunyai titik lebur dan titik didi yang rendah, nonpolar, tidak
berwarna dan susah larut dalam air.
Sidat-sifat kimia alkana ialah, alkane merupakan hidrokarbon yang
jenuh dan semua ikatan yang ada merupakan ikatan kovalen yang
sempurna.
3. Pemberian nama alkana sesuai IUPAC : Memilih rantai utama,
dimana rantai utama ialah rantai terpanjang, memberi nama senyawa
dengan akhiran –ana, menentukan rantai cabang dengan nama
senyawa etil.
4. Reaksi pembentukan alkana ialah, Hidrogenasi, Hidrolisis, Reaksi
Wurtz, Alkil Halida, Sintesis Couy-Hosue, Dekarboksilasi Asam
Karboksilat, Elektrolisis Kolbe.
5. Reaksi dengan alkana yaitu: Oksidasi, Halogenasi, Nitrasi, Sulfonasi,
Pitolisis.
6. Informasi mengenail alkane ecaraa umum berhubungan dengan
industry, terutama pada minyak bumi.

3.2 Saran
Untuk menyempurnakan makalah ini agar menjadi lebih rinci dan lengkap,
makalah selanjutnya sebaiknya membahas mengenai manfaat alkena dalam
industry dan kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

12
Rahayu, I. 2009. Praktis Belajar Kimia, Untuk Kelas X Sekolah Menengah
Atas/Madrasah Aliyah. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.
https://esdikimia.wordpress.com/2012/06/03/alkana-alkena-alkuna/
http://fitriarmita.blogspot.com/2012/10/reaksi-reaksi-alkana-alkena-
alkuna_20.html?m=1
https://id.wikipedia.org/wiki/Alkana
https://materikimia.com/5-kegunaan-alkena-dalam-industri-secara-umum/
http://yoeselynwangi.blogspot.com/2017/08/sifat-sifat-dan-pembuatan-dari-
alkana.html?m=1
https://www.nafiun.com/2013/03/tata-nama-senyawa-alkena-aturan-penamaan-
rumus-struktur-contoh-soal-kunci-jawaban-kimia.html
https://www.quipper.com/id/blog/mapel/kimia/hal-penting-hidrokarbon-kimia-
kelas-11/

13
14