Anda di halaman 1dari 7

1.

Hutan hujan tropis adalah hutan yang terletak di wilayah tropis, yaitu suatu wilayah yang
terletak pada lintang 23,5 derajat LU-23,5 derajat LS. Hutan hujan tropis juga merupakan suatu
bioma hutan yang selalu basah sepanjang tahun artinya hutan tersebut selalu diguuyur hujan.
Curah hujan yang turun di tempat ini cenderung tinggi dengan curah hujan yang bisa mencapai
2000 mm per tahun. Hutan ini dapat di jumpai hampir di sepanjang garis khatulistiwa yaitu Asia,
Australia, Afrika, Amerika selatan, Amerika tengah, Meksiko, dan Kepulauan Pasifik. Selain itu,
Hutan hujan tropis mempunyai keanekaragaman tumbuhan yang tinggi serta iklim yang lembab.
Hutan hujan tropis juga disebut paru paru dunia karena menghasilkan hampir 40% oksigen yang
ada di bumi. Hutan ini juga merupakan penyimpan cadangan karbon dunia. Satu pohon besar
bisa menghasilkan oksigen bagi seseorang selama satu tahun. Hutan hujan tropis memiliki
vegetasi tumbuhan yang berdaun lebar dan pohon pohon tinggi yang rapat sehingga
menciptakan atap hutan atau yang biasa disebut kanopi. Saking rapat dan lebarnya pohon
pohon tersebut cahaya matahari tak mampu menembus sampai ke lantai hutan. Sehingga
suasana ketika berada di dalam hutan tersebut gelap dan terasa lembab. Pada bagian lantai
hutan, tumbuh pohon pohon yang lebih kecil dan bagian paling bawah ditumbuhi tanaman yang
lebih kecil lainnya seperti semak, perdu, serta tumbuhan kecil lainnya. Hutan ini juga ditumbuhi
berbagai macam tumbuhan jenis epifit(jenis tumbuhan yang hidup menumpang pada tumbuhan
lain) seperti lumut, cendawan, dan beragam jenis anggrek. Hutan ini juga memiliki vegetasi
heterogen(berbagai macam jenis) yaitu mencapai lebih dari 300 spesies. Contoh vegetasi pada
wilayah hutan ini yaitu meranti dan damar. Hutan hujan tropis dapat ditumbuhi berbagai
macam tumbuhan karena sepanjang tahun hutan ini menerima sinar matahari yang cukup, air
yang cukup, dan curah hujan yang cukup. Pohon pohon utama di hutan ini mempunyai
ketinggian dari 20-40 m, berdaun lebar dan lebat, dan selalu hijau. Adapun ciri – ciri hutan hujan
tropis pada umumnya yaitu :
a) Mempunyai pohon tinggi, rapat, serta berdaun lebat
Hutan hujan tropis memiliki tanah yang subur karena pengaruh penyinaran matahari
dan curah hujan yang tinggi sehingga memungkinkan tumbuh tumbuhan atau pohon pohon
dapat tumbuh dengan optimal yang menyebabkan pohon pohon dapat tumbuh tinggi, rapat,
serta berdaun lebat.
b) Intensitas Hujan
Hutan hujan tropis disebut juga hutan basah karena sepanjang tahun hutan ini selalu
diguyur hujan. Curah hujan yang mengguyur hutan ini terbilang tinggi yakni bisa mencapai
2000 mm per tahun. Hutan ini bisa dibilang tidak pernah mengalami musim kering karena
hutan ini selalu mendapatkan curah hujan yang cukup selama satu tahun. Itulah mengapa
hutan ini sering dikatakan hutan yang selalu basah atau hutan yang selalu hijau.
c) Atap Hutan(Kanopi)
Hutan ini memiliki vegetasi pohon pohon yang rapat, bercabang banyak, dan
berdaun lebat. Sehingga membentuk suatu atap pohon atau kanopi yang menyebabkan sinar
matahari tak mampu menembus sampai ke dasar hutan. Kanopi tersebut terbentuk karena
pohon pohon yang ada di hutan ini memili cabang yang sangat banyak, pohon yang rapat,
dan daun yang lebar sehingga membentuk kanopi itu tadi.
d) Suhu Udara
Hutan hujan tropis memilili suhu udara yang optimal yang bagi tumbuhan diperlukan
untuk membantu dalam proses pertumbuhan atapun perkembangan. Suhu udara yang ada di
hutan ini berkisar antara 20-34 derajat C. Selain itu juga, hutan hujan tropis memiliki iklim
atau cuaca yang lembab.
e) Selalu disinari Matahari sepanjang tahun
Hutan hujan tropis terletak dihampir sepanjang garis khatulistiwa yang artinya
tempat ini selalu mendapat sinar matahari sepanjang tahun. Hutan ini tetap akan menerima
sinar matahari walaupun setiap tahun selalu terjadi gerak semu tahunan matahari.
f) Memiliki beragam jenis tumbuhan tapi tidak ada yang dominan
Hutan hujan tropis merupakan hutan dengan spesies tumbuhan terbanyak di dunia
tapi dari sekian banyak spesies tumbuhan tersebut tidak ada yang dominan. Dalam hutan
tersebut kita tidak akan menemukan satu spesies tumbuhan pun yang dominan.

Hutan musim (monsoon forest) merupakan salah satu jenis hutan yang dibagi berdasarkan
sifat musimnya. Hutan ini terletak di daerah yang memiliki iklim muson tropis. Iklim muson
tropis sendiri adalah sebutan untuk wilayah yang memiliki musim kemarau dan hujan. Pada
daerah iklim muson tropis, terdapat perbedaan jelas antara musim basah dan musim kering.
Hutan musim termasuk dalam kategori ekosistem darat. Hutan ini tumbuh berkembang di
wilayah dengan iklim tropis dan subtropis. Ketika musim kemarau tiba, tumbuhan yang ada di
hutan musim akan menggugurkan daunnya. Tentu, aktivitas alami ini memberikan pengaruh
terhadap populasi makhluk hidup yang hidup di dalam hutan. Selain itu, hutan musim juga dapat
diartikan sebagai hutan yang tumbuh di wilayah dengan curah hujan antara 1.000 mm hingga
2.000 mm per tahun. Serta memiliki musim kering yang cukup lama, sekitar 4 hingga 6 bulan,
bahkan lebih dari 6 bulan.
Pada hutan musim, ciri dan karakter yang dapat terlihat, antara lain:
1. Iklim hangat, iklim ini terjadi sepanjang tahun, contohnya adalah hutan yang ada di
Indonesia. Umumnya, daerah dengan iklim hangat ini mengalami musim kemarau lebih
lama hingga berbulan-bulan.
2. Pepohonan yang tumbuh tahan terhadap kekeringan. Tumbuhan yang tahan terhadap
kondisi kering termasuk jenis tropofit. Tumbuhan tropofit adalah jenis tumbuhan yang
mampu beradaptasi terhadap lingkungan kering dan basah. Ciri tumbuhan tropofit, yaitu
akan meranggas ketika musim kemarau dan tumbuh lebat ketika musim penghujan.
3. Curah hujan cukup rendah jika dibandingkan jenis hutan lain. Rata-rata curah hujan per
tahun adalah 1.000 mm hingga 2.000 mm. Sedangkan suhu rata-rata sekitar 21 derajat
sampai 32 derajat celcius.
4. Ekosistem hutan berbentuk satu lapisan stratum, yaitu lapisan tajuk dengan tajuk lainnya
tidak saling tumpang tindih. Kondisi ini memudahkan sinar matahari masuk ke dalam hutan,
sehingga aneka ragam semak dan herba dapat tumbuh dan berkembang lantai hutan.
5. Proses meranggas dan tumbuh pohon-pohon yang ada di dalam hutan dipengaruhi oleh
cadangan air dalam tanah.
6. Saat musim kemarau berakhir, tumbuhan di hutan musim sebagian besar akan berbunga.
Bunga-bunga yang bermekaran ini umumnnya berwarna terang dan berukuran besar.
7. Ditumbuhi jenis pohon tertentu, seperti pepohonan dari spesies santalum album,
dalbergia latifolia, tectona grandis, acacia leucophloea, timonius cerysus, schleieera
oleosa, eucalyptus alba, dan albizzia chinensis.
8. Biasanya hutan musim dihuni oleh jenis hewan atau fauna, seperti harimau dan monyet
dari spesies macace fascicularis.

Dari kedua penjelesan sebelumnya mengenai hutan hujan tropis dan hutan musim,
kesimpulan dari kelompok kami tentang penyebab perbedaan struktur hutan antara ke-2
jenis hutan tersebut yaitu adanya perbedaan intensitas curah hujan tahunan dimana hutan
hujan tropis memiliki curah hujan rata – rata mecapai 2000 mm sepanjang tahun sedangkan
hutan musim memiliki curah hujan 1000 – 2000 mm pada bulan basah sehingga kelembaban
di hutan hujan tropis lebih tinggi daripada hutan musim dan kemudian mempengaruhi
struktur hutan salah satunya jenis vegetasi yang dapat tumbuh di dalamnya. Perbedaan
stratum juga berpengaruh pada orientasi struktur hutan yang terbentuk yaitu pada hutan
hujan tropis memiliki beberapa lapisan stratum dengan tajun yang tumpang tindih oleh
pohon yang berbeda sehingga menghalangi sinar matahari sampai ke lantai hutan dan ini
pula yang menyebabkan tingginya kelembapan udara di dalamnya, sedangkan hutan musim
memiliki satu lapisan stratum yaitu lapisan tajuk dengan tajuk lainnya tidak saling tumpang
tindih sehingga memudahkan sinar matahari menembus ke tengah – tengah tegakan dan
menyebabkan suhu di dalam tegakan meningkat sehingga kelembapan udara di dalamnya
menurun.

2. Beberapa tipe hutan :

a) Hutan tropis, yakni hutan yang letaknya berada di wilayah khatulistiwa.

Pengertian dan Definisi dari Hutan tropis adalah hutan alam yang terletak di antara garis 23°27"
Lintang Utara dan 23°27" Lintang Selatan, berada pada daerah iklim tropis. Hutan Tropis terdapat di
wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia bagian Utara, sebagian besar wilayah Afrika,
Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah dan sebagian besar wilayah Amerika Selatan. Luas dari daerah
tropis mencakup 30 persen dari keseluruhan wilayah di permukaan bumi. Di daerah hutan tropis
hanya terdapat dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, dengan curah hujan yang tinggi.
Berbeda dengan daerah sub tropis atau temperate yang mempunyai empat musim yaitu musim
panas (summer), musim gugur (autum), musim dingin (winter) dan musim semi (spring). Keragaman
jenis satwa maupun flora di daerah hutan tropis sangat tinggi dibandingkan pada lokasi yang lain.
Kondisi habitat pada daerah hutan tropis sangat heterogen, menyebabkan muculnya
keanekaragaman jenis yang tinggi. Keranekaragaman jenis yang terbesar terdapat pada hutan tropis
di Asia Tenggara, kemudian hutan tropis Amazon setelah itu hutan tropis Afrika. Perkiraan jumlah
spesies pohon di hutan tropis Asia Tenggara sebanyak 12.000 - 15.000 spesies, untuk hutan tropis
Amazon Amerika Latin sebesar 5000 - 7000 spesies, sedang pada hutan tropis Afrika sebesar 2000 -
5000 spesies.
b) Hutan temperate yakni hutan yang berada di wilayah dengan 4 musim.
Hutan temperate berada di kawasan Eropa yang memiliki empat musim yakni panas,
gugur, dingin (salju), dan semi. Hutan di kawasan itu tak rimbun, daunnya tak selalu hijau.
Semak belukar dan rumput juga jarang. Jadi hutan temperate mirip deretan pohon semata,
tanpa semak dan rumput. Beberapa jenis tanaman di antaranya pohon oak, beech, dan pohon
mappel yang enak dijadikan sirup. Pohon di hutan temperate tak tumbuh sepanjang tahun. Pada
musim semi dan panas, mereka berkesempatan menggemukkan badan. Namun memasuki
musim gugur dan salju, mau tak mau pohon-pohon itu harus “istirahat”. Jadi pertumbuhannya
tak secepat hutan tropis.
c) Hutan boreal, yakni hutan yang berada di daerah lingkaran kutub.
H u t a n b o r e a l a t a u h u t a n t a i g a b e r k e m b a n g d i d a e r a h l i n t a n g ti n g g i
d e k a t dengan kawasan lingkar kutub dan merupakan jenis hutan terluas kedua setelah
hutantropika. Hutan ini ditumbuhi oleh jenis pohon berdaun jarum, dimana di kawasan
inimemiliki musim panas yang pendek dan musim dingin yang panjang. Permukaan tanah hutan
ini umumnya tertutup lumut kerak yang tebal.T u n d r a m e r u p a k a n d a r a t a n y a n g
b e r a d a d i d e k a t l a u t a r k ti k . D a e r a h i n i merupakan salah satu kawasan yang
paling dingin dan sepi di bumi. Musim dingin s a n g a t p a n j a n g d a n d i n g i n s e k a l i .
M u s i m p a n a s s a n g a t p e n d e k d a n h a n y a s e d i k i t hangat. Kehidupan sangat sulit
untuk tumbuhan, binatang, dan orang-orang yangti nggal disana. Mereka harus
beradaptasi untuk mengatasi cuaca yang amat dingin dan angin membeku yang
menerpa tundra sepanjang tahun. Taiga adalah bioma terestrial terbesar di atas bumi yang
meluas dalam suatu berkas yang lebar melintasi Amerika Utara bagian utara dan Eurasia hingga
perbatasan selatan tundra arktik. Taiga mengalami hujan salju yang lebat selama musim dingin.
Bentuk konikal (kerucut) pada banyak pohon conifer mencegah terkumpulnya salju pada
cabang-cabang pohon yang kemudian mamatahkan cabang-cabang pohon tersebut. Pekerjaan
manusia yang kurang tepat dengan Hutan conifer ditebangi dengan laju yang sangat
menghawatirkan, akan membawa pohon tua yang berdiri di antara pohon-pohon yang ada
mungkin akan segera menghilang.
Dari ke-3 jenis hutan di atas diantara banyaknya jenis hutan yang diklasifikasikan
menurut dasar tertentu, dapat dilihat bahwa masing – masing jenis atau tipe hutan di atas
dicirikan oleh jenis vegetasi yang ada di dalamnya sehingga dalam menentukan tipe
hutan dapat digunakan parameter struktur hutan yang mencakup bentuk atau susunan
vegetasi di dalamnya.
3. Hutan primer (primary forest) adalah hutan yang telah mencapai umur lanjut dan ciri struktural
tertentu yang sesuai dengan kematangannya; serta dengan demikian memiliki sifat-
sifat ekologis yang unik. Pada umumnya hutan primer berisi pohon-pohon besar berumur
panjang, berseling dengan batang-batang pohon mati yang masih tegak, tunggul, serta kayu-
kayu rebah. Robohnya kayu-kayu tersebut biasa membentuk celah atau rumpang tegakan, yang
memungkinkan masuknya cahaya matahari ke lantai hutan, dan merangsang
pertumbuhan vegetasi lapisan bawah. Hutan primer yang minim gangguan manusia biasa
disebut hutan perawan. Hutan serupa ini juga dikenal dengan nama-nama lain dalam bahasa
inggris seperti old-growth forest, ancient forest, virgin forest, primeval forest, frontier forest,
atau di britania raya, ancient woodland. Hutan primer seringkali merupakan rumah bagi spesies-
spesies tumbuhan dan hewan yang langka, rentan atau terancam kepunahan, yang menjadikan
hutan ini penting secara ekoligi. Meski demikian,keanekaragaman hayati di hutan primer bisa
lebih tinggi atau lebih rendah jika dibandingkan dengan hutan sekunder, bergantung pada
berbagai kondisi lokal, variabel lingkungan setempat, atau pun letak geografisnya Penebangan
hutan primer adalah isu yang penting di banyak bagian dari dunia.
Bebera Sifat-sifat dan ciri hutan primer dapat dijelaskan sebagai berikut :
a) Hutan primer di Indonesia karena perbedaan tapak, timbul struktur dan tipe hutan yang
beraneka ragam, sehingga tidak ada cara yang berlaku umum untuk pengelolaannya. Masing-
masing hutan alam primer harus diteliti untuk mengetahui cara spesifik dalam pengelolaannya.
Hutan Primer di Indonesia bagian barat mempunyai karakteristik yanbg berbeda dengan hutan
primer di Indonesia bagian Timur.
b) Jenis pohon pada hutan primer sangat banyak mencapai 40-80 jenis per ha, sehingga jumlah
batang per jenis sangat sedikit. Jumlah jenis pada hutan alam primer di Asia ternggara termasuk
di Indonesia diperkirakan 12.000 - 15.000 spesies untuk pohon yang berukuran diameter 10 cm
keatas.
c) Jenis-jenis pohon bercampur individual walaupun ada juga jenis-jenis yang hidup berkelompok.
d) Pada suatu tapak terdapat variasi struktur dan komposisi. Walaupun lokasinya tidak berjauhan
tetapi dapat terjadi kemungkinan perpedaan struktur dan komposisi jenis karena kondisi tapak
yang berbeda.
e) Frekwensi jenis pada umumnya rendah, namun ada juga yang penyebarannya vertikal dan
horisontalnya tinggi.
f) Struktur penyebaran diameter pohon berbentuk kurva grafik “plenter” (huruf J terbalik ), yaitu
jenis dengan diameter yang berukuran kecil lebih banyak dibandingkan dengan diameter yang
berukuran besar.
g) Pada hutan primer hanya terdapat sedikit batang yang mulus, pohon-pohon besar sering
bolong.
h) Hanya sedikit (0-20%) jenis pohon niagawi, volume terjual sekitar 0-20 m3/ha, kecuali hutan
dipterocarpaceae yang mengandung banyak kayu seragam.
i) Riap pertumbuhan pada hutan primer kecil, dalam skala yang luas besarnya nol.
j) Walaupun terdapat permudaan namun jumlahnya sering sedikit saja. Hal ini diakibatkan karena
tumbuhan-tumbuhan muda hanya dapat memanfaatkan cahaya dari gap atau celah yang
terbentuk karena tumbangnya pohon-pohon yang sudah tua.