Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC PADA AREA PRODUKSI PT.

Title
FAMILI RAYA
Track Sains dan teknologi dalam keselamatan dan kesehatan kerja
Abstract PT. Famili Raya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri
perkebunan dan pengolahan karet. PT. Famili Raya  memiliki catatan
102  kecelakaan kerja pada tahun 2011–2015.  Pengumpulan data dilakukan
dengan penelusuran data sekunder dan  penyebaran  kuesioner. Pada 7 sub divisi
area produksi terdapat 4 faktor penyebab kecelakaan kerja yang dianalisis
yaitu,  sikap pekerja, material & peralatan, lingkungan kerja, dan tata cara
kerja.Data penelitian diuji validitasnya menggunakan Korelasi Pearson
Product Moment dan juga reliabilitasnya dengan Cronbach’s Alpha.  Pada hasil
penelitian didapatkan sebanyak  4 sub divisi berada pada level risiko low jenis
kecelakaannya  sedangkan  3 sub divisi lain yaitu peremahan,
penimbangan  dan pengeringan udara dengan dryer berada pada level risiko
moderate. Pengendalian risiko yang dapat dilakukan adalah  perlunya pelatihan
SMK3, penggunaan alat pelindung  diri, perlunya sekat pada peralatan yang
memiliki risiko kecelakaan kerja  dan rambu-rambu K3.
TIMBULAN DAN KOMPOSISI SAMPAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)
Title
SARANA PELAYANAN KOTA DI KOTA PADANG
Track Sains dan teknologi pengelolaan lingkungan
Abstract Data timbulan dan komposisi sampah merupakan data awal yang dibutuhkan
dalam perencanaan pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan mengukur dan
menganalisis timbulan dan komposisi sampah Bahan Berbahaya dan Beracun
(sampah B3) dari sumber sarana pelayanan kota di Kota Padang. Sarana
pelayanan kota yang diteliti meliputi sarana rekreasi, pantai, taman dan jalan.
Penentuan jumlah sampel berdasarkan SNI 19-3964-1994 dengan jumlah
sampel sebanyak 11 buah dan tingkat kepercayaan 99,771 %.
Dari  hasil penelitian diperoleh  total timbulan sampah B3 di sarana pelayanan
kota di Kota Padang sebesar  394,67 kg/hari (2.312,41 liter/hari) dengan  satuan
timbulan rata-rata 0,000220 kg/m2/hari dalam satuan berat atau
0,001262  liter/m2/hari  dalam satuan volume. Persentase timbulan sampah B3 di
dalam total sampah pelayanan kota di Kota Padang adalah 0,95% dalam satuan
berat atau 0,61% dalam satuan volume. Komposisi sampah B3  terbesar dari
sumber pelayanan kota berdasarkan jenis penggunaannya adalah
produk perawatan badan  sebesar 84% dan   berdasarkan karakteristik
umumnya bersifat  toksik sebesar 87%.
Karakterisasi dan penghilangan bahan organik terlarut dalam air sungai melalui
Judul
proses koagulasi preoksidasi
Jalur Sains dan teknologi pengelolaan lingkungan
Abstrak Bahan organik terlarut (DOM), yang merupakan bagian dari bahan organik alami
atau NOM, mengandung senyawa karbon dan dapat menyebabkan masalah yang
terkait dengan rasa, bau, dan desinfeksi produk sampingan (DBPs) dalam air
dan air yang diolah. Permanganat adalah oksidan yang kuat dan telah
mengetahui efisiensinya dalam senyawa oksidatif organik. Koagulasi paling
banyak digunakan di semua instalasi pengolahan air karena efisiensi dalam
menghilangkan padatan tersuspensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengkarakterisasi dan untuk menghilangkan bahan organik alami dalam bentuk
DOM dalam air melalui permanganat preoksidasi diikuti oleh koagulasi FeCl3. Air
baku, yang diambil dari Sungai Jagir di Surabaya, dan air yang diolah diukur
secara kuantitatif dengan menggunakan total karbon organik (TOC), ultraviolet
pada panjang gelombang 254 nm (UV254) untuk mengetahui sifat
aromatiknya, dan nilai absorbansi UV (SUVA) spesifik berkaitan dengan sifat
hidrofobik / hidrofiliknya. Selain itu, fourier transfor m infrared spectroscopy
(FTIR) digunakan untuk mengidentifikasi kelompok fungsional DOM dalam air
dan air yang diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air baku memiliki
konsentrasi TOC yang tinggi (10 mg / L) dan terutama terdiri dari aromatik
(UV254 0,075 cm-1) dan sifat hidrofilik (SUVA <2). Setelah preoksidasi diikuti
oleh koagulasi, konsentrasi TOC dan UV254 menghilangkan secara signifikan
sekitar 40% dan 50%, masing-masing setelah preoksidasi diikuti oleh
koagulasi. Menurut analisis FTIR, kebanyakan karbon ikatan tunggal seperti CO
dan CH masih ada dalam air yang diolah. Hasil ini menunjukkan bahwa koagulasi
preoksidasi memiliki kinerja yang lebih baik daripada preoksidasi saja dan
koagulasi saja. Fourier transfor m infrared spectroscopy (FTIR) digunakan untuk
mengidentifikasi kelompok fungsional DOM dalam air dan air yang diolah. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa air baku memiliki konsentrasi TOC yang tinggi
(10 mg / L) dan terutama terdiri dari aromatik (UV254 0,075 cm-1) dan sifat
hidrofilik (SUVA <2). Setelah preoksidasi diikuti oleh koagulasi, konsentrasi TOC
dan UV254 menghilangkan secara signifikan sekitar 40% dan 50%, masing-
masing setelah preoksidasi diikuti oleh koagulasi. Menurut analisis FTIR,
kebanyakan karbon ikatan tunggal seperti CO dan CH masih ada dalam air yang
diolah. Hasil ini menunjukkan bahwa koagulasi preoksidasi memiliki kinerja yang
lebih baik daripada preoksidasi saja dan koagulasi saja. Fourier transfor m
infrared spectroscopy (FTIR) digunakan untuk mengidentifikasi kelompok
fungsional DOM dalam air dan air yang diolah. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa air baku memiliki konsentrasi TOC yang tinggi (10 mg / L) dan terutama
terdiri dari aromatik (UV254 0,075 cm-1) dan sifat hidrofilik (SUVA <2). Setelah
preoksidasi diikuti oleh koagulasi, konsentrasi TOC dan UV254 menghilangkan
secara signifikan sekitar 40% dan 50%, masing-masing setelah preoksidasi
diikuti oleh koagulasi. Menurut analisis FTIR, kebanyakan karbon ikatan tunggal
seperti CO dan CH masih ada dalam air yang diolah. Hasil ini menunjukkan
bahwa koagulasi preoksidasi memiliki kinerja yang lebih baik daripada
preoksidasi saja dan koagulasi saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air
baku memiliki konsentrasi TOC yang tinggi (10 mg / L) dan terutama terdiri dari
aromatik (UV254 0,075 cm-1) dan sifat hidrofilik (SUVA <2). Setelah preoksidasi
diikuti oleh koagulasi, konsentrasi TOC dan UV254 menghilangkan secara
signifikan sekitar 40% dan 50%, masing-masing setelah preoksidasi diikuti oleh
koagulasi. Menurut analisis FTIR, kebanyakan karbon ikatan tunggal seperti CO
dan CH masih ada dalam air yang diolah. Hasil ini menunjukkan bahwa koagulasi
preoksidasi memiliki kinerja yang lebih baik daripada preoksidasi saja dan
koagulasi saja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air baku memiliki
konsentrasi TOC yang tinggi (10 mg / L) dan terutama terdiri dari aromatik
(UV254 0,075 cm-1) dan sifat hidrofilik (SUVA <2). Setelah preoksidasi diikuti
oleh koagulasi, konsentrasi TOC dan UV254 menghilangkan secara signifikan
sekitar 40% dan 50%, masing-masing setelah preoksidasi diikuti oleh
koagulasi. Menurut analisis FTIR, kebanyakan karbon ikatan tunggal seperti CO
dan CH masih ada dalam air yang diolah. Hasil ini menunjukkan bahwa koagulasi
preoksidasi memiliki kinerja yang lebih baik daripada preoksidasi saja dan
koagulasi saja. kebanyakan karbon ikatan tunggal seperti CO dan CH masih ada
dalam air yang diolah. Hasil ini menunjukkan bahwa koagulasi preoksidasi
memiliki kinerja yang lebih baik daripada preoksidasi saja dan koagulasi
saja. kebanyakan karbon ikatan tunggal seperti CO dan CH masih ada dalam air
yang diolah. Hasil ini menunjukkan bahwa koagulasi preoksidasi memiliki kinerja
yang lebih baik daripada preoksidasi saja dan koagulasi saja.
ANALISIS KONSENTRASI PM2,5, CO DAN CO2 DI DALAM RUANGAN AKIBAT
Title PENGGUNAAN KOMPOR BIOMASSA BERBAHAN BAKAR BRIKET TEMPURUNG
KELAPA DAN BRIKET KAYU BAKAR
Track Sains dan teknologi pengelolaan lingkungan
Abstract Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi PM 2,5, CO dan CO2  dalam
ruangan akibat penggunaan kompor biomassa serta menghitung nilai efisiensi
pembakaran dan efisien penggunaan bahan bakar pada kompor biomassa.
Pengujian menggunakan metode water boiling test untuk menyimulasikan
proses memasak yang dibagi atas 3 fase. Bahan bakar yang digunakan adalah
briket tempurung kelapa dan briket kayu bakar. Berdasarkan hasil pengujian
diperoleh konsentrasi PM2,5 pada bahan bakar briket tempurung kelapa dengan
nilai sebesar 21,03 µg/Nm3  pada fase cold start, 23,66 µg/Nm3  pada fase hot
start, dan 15,57 µg/Nm3 pada fase simmering sedangkan briket kayu bakar
memiliki nilai yang lebih rendah dengan nilai sebesar 17,17 µg/Nm 3 pada fase
cold start, 20,63 µg/Nm3  pada fase hot start, dan 12,17 µg/Nm3 pada fase
simmering. Hasil pengukuran konsentrasi CO pada briket tempurung kelapa
untuk fase cold start, hot start dan simmering sebesar 4,57; 4,32 dan 5,27 ppm
dan pada briket kayu bakar sebesar 3,92; 3,69 dan 4,61 ppm. Hasil pengukuran
konsentrasi CO2  pada briket tempurung kelapa untuk fase cold start, hot start
dan simmering sebesar 376,83; 364,56 dan 443,11 ppm dan pada briket kayu
bakar sebesar 397,4; 383,61 dan 486,45 ppm. Konsentrasi PM 2,5, CO dan
CO2 tidak melebihi baku mutu Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1077 Tahun
2011 yaitu 35 µg/Nm3untuk PM2,5, 9 ppm untuk konsentrasi CO dan 1.000 ppm
untuk konsentrasi CO2. Rasio CO/CO2  kompor biomassa berbahan bakar briket di
bawah nilai 0,02 yang berarti proses pembakaran yang terjadi telah sempurna.
Nilai efisiensi pembakaran briket tempurung kelapa lebih rendah dibandingkan
dengan nilai efisiensi pembakaran briket kayu bakar yang dipengaruhi oleh nilai
kalor, suhu air, jumlah bahan bakar yang digunakan serta lama waktu proses
pengujian, sedangkan efisiensi penggunaan bahan bakar dari penggunaan briket
lebih efisien daripada kompor biomassa berbahan bakar biomassa yang belum
diolah yang telah dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
STUDI TIMBULAN, KOMPOSISI DAN POTENSI DAUR ULANG SAMPAH KAWASAN
Judul
PT SEMEN PADANG TAHUN 2017
Jalur Sains dan teknologi pengelolaan lingkungan
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan sampah, komposisi dan
potensi daur ulang limbah padat di daerah PT Semen Padang, Kota Padang pada
tahun 2017. Pengambilan sampel dilakukan pada 18 titik di area PT.  Semen
Padang berdasarkan SNI 19-3964-1994 termasuk fasilitas perumahan,
perkantoran, industri, pendidikan, fasilitas ibadah, olahraga dan gedung
serbaguna. Pengambilan sampel dilakukan dalam 8 hari berturut-turut di lokasi
yang sama.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata timbulan sampah PT
Semen Padang adalah 0,132 kg / orang / hari dalam satuan berat badan atau
1.139 l / orang / hari dalam satuan volume. Komposisi sampah rata-rata terdiri
dari 90,01% sampah organik dan 9,99% sampah anorganik atau komposisi
sampah basah 47,44%, sampah kering 43,39% dan limbah lainnya
9,13%. Potensi daur ulang limbah padat PT. Semen Padang adalah 78,58%
dengan jenis sampah yang dapat didaur ulang adalah kertas, plastik, kaca,
logam non besi, logam besi, kayu, limbah halaman dan sisa
makanan. Pengolahan limbah di area PT.  Semen Padang dapat dilakukan
dengan pengomposan sampah basah termasuk limbah makanan, limbah kayu
dan halaman juga mendaur ulang sampah kering termasuk kertas, plastik, kaca,
logam non besi dan logam besi.

Judul Evaluasi Penerapan Kampus Berkelanjutan dengan UI GreenMetric di Universitas


Andalas
Jalur Sains dan teknologi pengelolaan lingkungan
Abstrak Universitas dapat menghasilkan dampak yang signifikan terhadap lingkungan
karena penggunaan bahan yang tinggi, penggunaan air yang tinggi, konsumsi
energi yang tinggi, limbah besar, transportasi yang luas, dan pengembangan
luas bangunan dan fasilitas. Dengan demikian, kampus yang berkelanjutan
menjadi isu penting bagi universitas. Makalah ini mengevaluasi pelaksanaan
kampus berkelanjutan di Universitas Andalas menggunakan UI
GreenMetric. Metrik ini terdiri dari enam kriteria yang dibagi menjadi 39
indikator. Sebuah kuesioner kemudian dirancang dan total 30 ahli
dikonsultasikan untuk menentukan tingkat implementasi kampus yang
berkelanjutan. Hasilnya menunjukkan pengaturan dan infrastruktur sebagai
kriteria yang paling banyak diterapkan untuk kampus yang berkelanjutan di
Universitas Andalas. Jika tidak, transportasi disarankan sebagai kriteria yang
paling tidak diterapkan. Saran-saran tersebut kemudian diusulkan untuk
meningkatkan kriteria transportasi yang terdiri dari peningkatan fasilitas dan
infrastruktur transportasi kampus, meningkatkan jadwal bus kampus,
mengembangkan program pemungutan suara mobil, membatasi area parkir,
membatasi kendaraan bermotor, mempromosikan kampanye bersepeda dan
berjalan kaki. , dan mengembangkan transportasi yang ramah lingkungan. Ia
berharap saran yang diusulkan dapat membantu universitas untuk terus
meningkatkan kinerja kampus yang berkelanjutan. dan mengembangkan
transportasi yang ramah lingkungan. Ia berharap saran yang diusulkan dapat
membantu universitas untuk terus meningkatkan kinerja kampus yang
berkelanjutan. dan mengembangkan transportasi yang ramah lingkungan. Ia
berharap saran yang diusulkan dapat membantu universitas untuk terus
meningkatkan kinerja kampus yang berkelanjutan.

ANALISIS RISIKO NON-KARSINOGENIK PAJANAN PM10 TERHADAP MASYARAKAT


Title
DI KECAMATAN PASAR JAMBI
Track Sains dan teknologi dalam keselamatan dan kesehatan kerja
Abstract ANALISIS RISIKO NON-KARSINOGENIK PAJANAN PM10 TERHADAP
MASYARAKAT DI KECAMATAN PASAR JAMBI
Solikhati Indah Purwaningruma, Rizki Andre Handikab, Resti Ayu Lestaric
a,b
Laboratorium Kualitas Udara dan Perubahan Iklim Teknik Lingkungan Fakultas
Teknik Universitas Jambi
b,c
Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Jambi
Jl. Tri Brata KM. 11, Mestong, Jambi 36364, Indonesia
Email : solikhatiindahpurwaningrum@gmail.com
ABSTRAK
Particulate matter 10 µm (PM10) merupakan partikel udara yang berdiameter
kurang dari 10 mikron dan bersifat respirable artinya tidak terdeteksi oleh bulu
hidung sehingga lolos dari saringan yang terdapat di hidung masuk ke paru-paru
dan dapat memicu terjadinya gangguan kesehatan khususnya pada system
pernapasan dan mampu bertahan di udara dalam waktu yang cukup lama. 
PM10 mengandung logam-logam berbahaya yang dapat menyebabkan gangguan
kesehatan yang bersifat karsinogenik dan non karsinogenik. Bahaya non
karsinogenik dapat dilihat berdasarkan unsur logam yang terdapat didalam PM 10,
seperti jenis logam Al, dan Mn. Kondisi PM10di Kota Jambi mengalami
kecenderungan peningkatan dari tahun ke tahun yaitu 0,3% peningkatan per
tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
karakterisasi resiko kesehatan serta melakukan manajemen risiko terhadap
populasi yang berisiko di Kawasan Komersial Kecamatan Pasar Jambi
pada weekenddan weekday. Konsentrasi PM10 diukur dengan metode gravimetri
menggunakan alat HVAS (High Volume Air Sampler), metode analisis
konsentrasi logam yaitu spektrometer EDXRF. Instrumen penelitian yang
digunakan yaitu kuesioner dan wawancara, pengolahan data dengan analisis
univariat, sedangkan metode analisis risiko kesehatan dengan metode ARKL.
Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PM10 telah melebihi baku mutu udara
ambien yaitu 203,15 µg/m3. Konsentrasi rata-rata logam Al dan Mn didalam
PM10 berturut-turut sebagai berikut 1,69384 µg/m3 dan 0,04191 µg/m3. Pajanan
PM10 berisiko non karsinogenik (RQ > 1) yaitu 34,74% terhadap kesehatan
masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut. Analisis risiko kesehatan
lingkungan untuk logam non karsinogenik (Al dan Mn) belum berisiko terhadap
masyarakat. Namun, manajemen risiko perlu dilakukan untuk melindungi
populasi berisiko dari pajanan PM10, seperti menghitung konsentrasi aman,
frekuensi pajanan aman, durasi pajanan aman, dan waktu pajanan aman
pada weekend dan weekday.
 
Kata Kunci :       PM10, Logam karsinogenik, ARKL, Manajemen risiko, Kawasan
Komersial

Judul Kajian Teknis Sistem Koagulasi dan Flokulasi IPA Sermo Kulon Progo
Jalur Sains dan teknologi pengelolaan lingkungan
Abstrak Air baku waduk Sermo mengandung banyak ganggang yang disebabkan oleh
unsur Nitrogen dan Posphat dalam air. Ganggang menyebabkan flocs terbentuk
dalam proses koagulasi flokulasi menjadi ringan dan mengambang. Kawanan
terapung di cekungan sedimentasi dibawa langsung ke kolam filtrasi,
menyebabkan beban filtrasi meningkat. Tujuan penelitian adalah untuk
mengidentifikasi masalah dalam proses koagulasi dan flokulasi di Water
Treatment Plant (WTP) sesuai dengan kriteria desain dan pemeliharaan operasi
WTP. Penelitian ini juga menawarkan alternatif bantuan flokulan untuk
memecahkan masalah ganggang dan kawanan mengambang di WTP Sermo.
Metode yang digunakan adalah mengevaluasi kriteria desain koagulasi dan
flokulasi berdasarkan SNI 6774: 2008 Prosedur untuk perencanaan Instalasi
Pengolahan Air. Selanjutnya mengevaluasi operasi dan pemeliharaan unit
berdasarkan pada SNI 6775: 2008 Prosedur untuk Operasi dan Pemeliharaan
Instalasi Pengolahan Air. Dalam penelitian ini juga disediakan alternatif bantuan
flokulan untuk menghilangkan alga. Alternatif alat bantu flokulan yang
digunakan adalah Polydadmac dan lempung. Flocculant aids diuji dengan jartest
digunakan variasi dosis PAC ditambahkan Polydadmac dan PAC ditambahkan
tanah liat. Hasil Jartest diukur dengan parameter pH, kekeruhan, konduktivitas,
TDS, fosfat, nitrat dan nitrit. Dan kemudian hasil pengukurannya dibandingkan
dan ditentukan dosis yang paling optimal.
Hasil evaluasi kriteria desain WTP berdasarkan SNI 6774: 2008 menunjukkan
bahwa kecepatan gradien dari cekungan koagulasi kurang dari kebutuhan dan
waktu detensi dari flokulasi cekungan kurang dari kebutuhan. Operasi dan
Pemeliharaan dalam unit koagulasi flokulasi IPA belum sepenuhnya memenuhi
SNI 6775: 2008. Hasil uji coba bantuan flokulan terbesar Polydadmac dan Clay
menemukan bahwa kombinasi terbaik adalah PAC dengan Polydadmac yang
dosis optimum PAC 30 ppm dan Polydadmac 0 , 2 ppm.

Kajian Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah di Rumah Sakit Islam Ibnu
Judul
Sina Padang
Jalur Sains dan teknologi pengelolaan lingkungan
Abstrak Manajemen risiko adalah proses mengetahui, menganalisis, dan mengendalikan
risiko dari setiap aktivitas dalam produk dan, sektor jasa. Tujuannya adalah
proses berjalan efektif dan efisien. Salah satu studi ISO tentang manajemen
risiko telah dipandu dalam ISO 31000 (2009). ISO ini memberikan kerangka
kerja standar dengan judul "Manajemen Risiko-Prinsip dan Pedoman
Pelaksanaan". Berdasarkan sumber di Kementerian Kesehatan pada tahun 2016,
ada 2.488 rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, hanya
10,29% rumah sakit yang memiliki kemampuan untuk mengontrol Instalasi
Pengolahan Air Limbah (IPAL) dengan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk
menentukan prioritas risiko Instalasi Pengolahan Air Limbah dan evaluasi risiko
prioritas (WWTP) di rumah sakit Ibnu Sina, Padang. Metode dalam penelitian ini
adalah fuzzy AHP.
Dari kelima risiko tersebut, risiko prioritas utama adalah pipa dengan sub risiko
limbah cair terjebak dengan nilai 0,0779. Risiko kedua adalah septictank dengan
sub resiko nitrifikasi dengan nilai 0,0713. Risiko ketiga adalah sampit dengan
limbah cair subkritis yang tumpah dengan nilai 0,0642. Risiko keempat adalah
kurangnya kualitas sumber daya manusia dengan nilai bobot 0,0590 dan risiko
kelima adalah blower dengan kondisi tidak layak digunakan dengan nilai bobot
0,0548.

KERENTANAN KETERSEDIAN AIR BERSIH DAN PENYAKIT AKIBAT PERUBAHAN


Title
IKLIM DAN STRATEGI ADAPTASI
Track Mitigasi dan manajemen bencana
Abstract KERENTANAN KETERSEDIAN AIR BERSIH DAN PENYAKIT AKIBAT
PERUBAHAN IKLIM DAN STRATEGI ADAPTASI
Oleh : Muchsin Riviwanto Dan Defriani Dwiyanti
Politeknik Kesehatan Kemenkes kesehatan Padang
Email: muchsinr@yahoo.com
ABSTRAK
Beberapa daerah di Propinsi Sumatera Barat telah mengalami kerentanan air
bersih. Jika kerentanan air bersih tidak segera ditangani akan berubah menjadi
bencana. Masyarakat melakukan pertahanan diri dengan cara adaptasi. Setiap
individu akan beradaptasi sesuai dengan kapasitas adaptasi masing-masing.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui kerentanan air bersih dan penyakit
berbasis lingkungan dan mencarikan strategi yang tepat.
Jenis penelitian adalah mix method (kuantitif dan kualitatif) pada daerah Pantai
dan Pegunungan di Propinsi Sumatera Barat. Subyek penelitian diambil sebanyak
75 orang terdiri 30 KK daerah pegunungan dan 45 KK daerah pantai.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan daftar pertanyaan wawancara
mendalam, kemudian data diolah  dengan program komputer .
Hasil penelitian menunjukkan adanya kerentanan terjadi air bersih dan penyakit
pada daerah pantai dan pegunungan. Kerentanan dari aspek kapasitas adaptif
paling rentan terjadi di daerah pantai, kerentanan aspek sensivisitas paling
rentan terjadi di daerah pantai dan kerentanan aspek ketersingkapan paling
rentan terjadi di daerah pantai. Strategi adaptasi yang tepat daerah pantai
menggunakan dimensi ekonomi. Sedangkan pada daerah pegunungan
menggunakan dimensi sosial.
Model sosial yang dimiliki masyarakat melalui program-program terintegrasi dan
berkelanjutan. Juga diperlukan kebijakan yang komprehensif dan holistik dengan
melibatkan berbagai stakeholder

Title SIMULASI PENYEBARAN KONTAMINAN TIMBAL (Pb) DARI LINDI TPA REGIONAL
PAYAKUMBUH PADA AIR TANAH DANGKAL
Track Sains dan teknologi pengelolaan lingkungan
Abstract Tempat pembuangan akhir sampah Regional Payakumbuh beroperasi sejak
tahun 2011 menggunakan sistem Controlled Landfill. Efek dari dekomposisi
sampah TPA adalah lindi. Lindi dari TPA ini berpotensi mencemari air tanah dan
air permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mensimulasi penyebaran
kontaminan Timbal (Pb) dari lindi TPA pada air tanah, dengan menggunakan
model Domenico and Scwartz berdasarkan persamaan adveksi, dispersi dan
retardasi. Simulasi pemodelan dilakukan dengan menggunakan
software matlabs. Pengambilan sampel dilakukan di pipa outlet kolam lindi TPA.
Hasil pengukuran pada pipa outlet  menunjukan konsentrasi Pb yang tinggi yaitu
0,971 mg/L nilai ini melebihi baku mutu yang ditetapkan dalam PERMEN LH No.5
Tahun 2014. Hasil Simulasi penyebaran kontaminan pada umur pakai TPA 7
tahun, Pb telah menyebar  ±50 m dari TPA mengikuti aliran air tanah. Prediksi
Pencemaran Pb pada air tanah dalam waktu 20 tahun mencapai jarak 400 meter
dari TPA.