Anda di halaman 1dari 3

Kawasan kumuh adalah sebuah kawasan dengan tingkat kepadatan populasi tinggi di

sebuah kota yang umumnya dihuni oleh masyarakat miskin. Kawasan kumuh dapat ditemui di
berbagai kota besar di dunia. Kawasan kumuh umumnya dihubung-hubungkan dengan
tingkat kemiskinan dan pengangguran tinggi. Kawasan kumuh dapat pula menjadi sumber masalah
sosial seperti kejahatan, obat-obatan terlarang dan minuman keras. Di berbagai negara miskin,
kawasan kumuh juga menjadi pusat masalah kesehatan karena kondisinya yang tidak higienis.
Di berbagai kawasan kumuh, khususnya di negara-negara miskin, penduduk tinggal di kawasan
yang sangat berdekatan sehingga sangat sulit untuk dilewati kendaraan seperti ambulans dan
pemadam kebakaran. Kurangnya pelayanan pembuangan sampah juga mengakibatkan sampah
yang bertumpuk-tumpuk.

Kawasan kumuh di New Delhi (1973)

Peningkatan kawasan kumuh juga berkembang seiring dengan meningkatnya populasi penduduk,


khususnya di dunia ketiga.
Pemerintah-pemerintah di dunia sekarang ini mencoba menangani masalah kawasan kumuh ini
dengan memindahkan kawasan perumahan tersebut dengan perumahan modern yang
memiliki sanitasi yang baik (umumnya berupa rumah bertingkat).
Beberapa indikator yang dapat dipakai untuk mengetahui apakah sebuah kawasan tergolong kumuh
atau tidak adalah diantaranya dengan melihat: Tingkat kepadatan kawasan, Kepemilikan lahan dan
bangunan serta kualitas sarana dan prasarana yang ada dalam kawasan tersebut.
Namun kondisi kumuh tidak dapat digeneralisasi antara satu kawasan dengan kawasan lain karena
kumuh bersifat spesifik dan sangat bergantung pada penyebab terjadinya kekumuhan. Tidak
selamanya kawasan yang berpenduduk jarang atau kawasan dengan mayoritas penghuni
musiman/liar masuk dalam kategori kumuh. Kerenanya penilaian tingkat kekumuhan harus terdiri
dari kombinasi dari beberapa indikator kumuh yang ada. Anak-anak yang tinggal di kawasan yang
kumuh akan terganggu kesehatan dan kenyamanan tempat tinggal karena kelalaian dan
ketidakmampuan pemerintah dalam memperhatikan, mempedulikan dan mengelola akan
kebersihan lingkungan negaranya bagi rakyat-rakyat.

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah.


Air tanah merupakan salah satu sumber daya air Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga
mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan
bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri.
Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai ± 70%.[1][2]
Permasalahan Air Tanah

Air tanah, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri, di wilayah urban dan dataran
rendah memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi. Hal ini bisa
diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di
daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan
kandungan asam organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang
kaya akan kandungan senyawa organik. Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi tinggi atau
kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut:

 Air mengandung zat besi


Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari
kran, air tampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini
disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk
ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.

 Air kuning permanen


Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan
kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen
ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian
didiamkan akan tetap berwarna kuning.

Sirkulasi
Lapisan di dalam bumi yang dengan mudah dapat membawa atau menghantar air disebut lapisan
pembawa air, pengantar air atau akufir, yang biasanya dapat merupakan penghantar yang baik yaitu
lapisan pasir dan kerikil, atau di daerah tertentu, lava dan batu gampil.
Penyembuhan atau pengisian kembali air yang ada dalam tanah itu berlangsung akibat curah hujan,
yang sebagian meresap kedalam tanah, bergantung pada jenis tanah dan batuan yang mengalasi
suatu daerah curah hujan meresap kedalam bumi dalam jumlah besar atau kecil, ada tanah yang
jarang dan ada tanah yang kedap. Kesarangan (porositip) tidak lain ialah jumlah ruang kosong
dalam bahan tanah atau batuan, biasanya dinyatakannya dalam persen. bahan yang dengan mudah
dapat dilalaui air disebut lulus. Kelulusan tanah atau batuan merupakan ukuran mudah atau
tidaknya bahan itu dilalui air. Pasir misalnya, adalah bahan yang lulus air melewati pasir kasar
dengan kecepatan antara 10 dan 100 sihosinya. Dalam lempeng, angka ini lebih kecil, tetapi
dalam kerikil lebih besar.[5]

PENGERTIAN
Air Limbah domestik (rumah tangga) merupakan limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah
tangga), bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis. Contoh limbah cair domestic
adalah air deterjen sisa cucian, air sabun, dan air tinja.
Meningkatnya kegiatan manusia dalam rumah tangga mengakibatkan bertambahnya jumlah limbah
cair. Sumber limbah cair rumah tangga bersifat organic yaitu dari sisa-sia makanan dan deterjen
yang mengandung fosfor. Limbah cair dapat meningkatkan kadar BOD (Biochemical Oxygen
Demand) dan pH air. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya pencemaran yang banyak
menimbulkan kerugian bagi manusia dan lingkungan.
 Kualitas air limbah domestik
Kualitas suatu air limbah akan dapat terindikasi dari kualitas parameter kunci, dimana konsentrasi
parameter kunci tidak melebihi dari standard baku mutu yang ada sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Mengingat air limbah domestik kandungan terbesar adalah
bahan organik, maka parameter kunci yang umum digunakan adalah BOD, COD dan lemak/minyak.
Berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air
Limbah Domestik, maka parameter kunci untuk air limbah domestik adalah pH,  BOD, COD, TSS,
Lemak & Minyak, Amonia Total, dan Total Koliform.
   Pengolahan limbah domestik di Kulon Progo
Sistem pengelolaan air buangan kakus dan tinja (Black Water) di Kabupaten Kulon Progo saat ini
sebagian besar masih dilakukan secara on site (setempat), yaitu: Kakus, Cubluk dan Septik Tank.
Sedangkan sistem pengelolaan air limbah domestik yang lain yaitu dengan Sistem Komunal
(Communal based System).
Fasilitas pengelolaan air limbah tersebut sebagian besar pembuangan air limbah kakus dibuang ke
badan air/sungai/lahan pekarangan yang menyebabkan pencemaran, sehingga berdampak
terhadap penurunan derajat kesehatan bagi masyarakat sendiri. Untuk mengurangi pencemaran
lingkungan akibat dari sistem pengelolaan tersebut maka perlu dilakukan penyedotan lumpur tinja.
Pelayanan lumpur tinja ini berjalan didasarkan pada kebutuhan (on call basic), yaitu ketika
masyarakat membutuhkan jasa sedot tinja maka masyarakat akan menghubungi UPT (Unit
Pelaksana Teknis) Persampahan Air Limbah dan Pertamanan