Anda di halaman 1dari 55

DHCP,DNS,FTP SERVER

Windows server 2008

RIDWAN CAESAR RIZQI K.B


XI-TKJ-1 (28)
DHCP Server

➢ Tujuan
1. Dapat memahami apa itu DHCP server
2. Dapat membuat DHCP server
3. Dapat memahami apa itu dns server
4. Dapat membuat dns server
5. Dapat memahami apa itu FTP server
6. Dapat membuat FTP server
➢ Teori Pendukung
A. Pengertian DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis
arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP
dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus
memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP
dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan
akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP,
banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default
gateway dan DNS server.
Dalam jaringan, server merupakan komputer yang tugasnya melayani setiap
komputer atau host yang tergabung dalam satu jaringan. DHCP server inilah yang
nantinya akan memberikan pinjaman IP address kepada komputer host yang
terhubung.

Cara kerja DHCP


Terdapat 4 tahapan yang dilakukan dalam proses peminjaman IP address pada
DHCP. Berikut adalah uraiannya:
Tahap 1: IP Least Request

Tahap pertama ini merupakan tahap dimana si client dalam jaringan meminta IP
address yang tersedia pada DHCP server. Awalnya saat pertama client terhubung
dalam jaringan, client ini akan mencari dulu apakah ada DHCP server yang
bekerja pada jaringan tersebut. Nah, begitu ditemukan, client akan meminta IP
address pada DHCP server yang ada.

Tahap 2: IP Least Offer

DHCP server mendengar broadcast dari client yang baru terhubung dalam
jaringan tadi. Kemudian DHCP server memberikan penawaran terhadap client
tersebut berupa IP address.
Tahap 3: IP Lease Selection

Setelah diberi penawaran oleh DHCP server, client yang me-request tadi
menyetujui penawaran yang diberikan oleh DHCP server. Lalu si client
memberikan pesan kepada DHCP server yang isinya adalah meminta agar DHCP
server meminjamkan salah satu IP address yang tersedia dalam DHCP-pool yang
dimilikinya (DHCP-pool merupakan range IP address yang bisa digunakan oleh
host yang terhubung dengannya).

Tahap 4: IP Least Acknowledge

Pada tahap terakhir ini, DHCP server akan merespon pesan dari client dengan
mengirimkan paket acknowledget yang berupa IP address dan informasi lainnya
yang dibutuhkan. Setelah memberikan IP kepada client, DHCP server akan
memperbaharui database yang mereka miliki. Sedangkan client akan melakukan
inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP address yang diberikan tadi dan
client sudah bisa beroperasi pada jaringan tersebut.

Pada saat komputer client dihubungkan ke jaringan, komputer tersebut akan me-
request IP ke DHCP server. DHCP server menjawab dengan memberikan
informasi terkait IP address (termasuk subnetmask, gateway, dns dan lainnya) ke
komputer client.

Setelah meminjamkan IP, DHCP server akan mencoret IP tersebut dalam daftar
pool yang dia miliki. Dan menandakan bahwa IP tersebut sudah dipinjamkan ke
salah satu client.

Namun jika dalam daftar IP pool sudah tidak ada lagi nomor IP yang tersedia,
maka si client tidak akan mendapatkan nomor IP dari DHCP server, dengan
demikian si client tidak akan pernah bisa terhubung ke jaringan tersebut.

Biasanya peminjaman IP address ini memiliki jangka waktu tertentu, sesuai


dengan yang disetting oleh sang Administrator jaringan. Nah, setelah periode
waktu tertentu, pemakaian IP address pada client dinyatakan telah selesai. Dan
jika si client tidak melakukan request ulang, maka maka nomor IP address
tersebut akan dikembalikan kepada DHCP server yang meminjamkan. DHCP
server dapat meminjamkan IP tersebut kepada client lain yang membutuhkan.

B. Pengertian DNS
DNS adalah singkatan dari Domain Name System yang merupakan sebuah sistem
untuk menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam
bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer,
misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan
mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat
elektronik (email) untuk setiap domain.

DNS biasanya digunakan sebuah Layanan Nama Domain untuk menyelesaikan


permintaan untuk nama-nama website menjadi alamat IP untuk tujuan
menemukan layanan komputer serta perangkat di seluruh dunia. DNS
menyediakan pelayanan yang cukup penting untuk internet, ketika perangkat
keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas
seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih
memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah
penunjukan sumber universal (URL) dan alamat surel. Analogi yang umum
digunakan untuk menjelaskan fungsinya adalah DNS bisa dianggap seperti buku
telepon internet dimana saat pengguna mengetikkan www.indosat.net.id di
peramban web maka pengguna akan diarahkan ke alamat IP 124.81.92.144 (IPv4)
dan 2001:e00:d:10:3:140::83 (IPv6).

Fungsi DNS
Melakukan identifikasi alamat komputer dalam suatu jaringan: tiap komputer
yang terhubung dengan jaringan internet pasti memiliki alamat IP tersendiri.
Dengan adanya DNS, maka jaringan internet kemudian dapat memetakan
komputer tersebut sebagai bagian kecil yang terhubung dalam jaringan.

Sebagai penyedia alamat IP bagi tiap host: pada dasarnya, setiap


pengembang website membutuhkan sebuah host agar websitenya dapat diakses
kalangan umum. Dengan adanya DNS, alamat IP dari tiap host akan dapat
teridentifikasi sehingga tiap host akan memiliki alamat IP-nya masing-masing.

Melakukan pendataan server email : Setiap kali server mail bekerja baik untuk
menerima atau meneruskan sebuah email, maka data-datanya akan dimonitor oleh
DNS.

Mentranskripsikan nama domain menjadi IP address: tiap website di internet


memiliki domain tersendiri, seperti .com, .org, .id, dan sebagainya. Melalui
browser biasanya yang terlihat adalah alamat sebuah situs dalam bentuk
domainnya. DNS dapat menerjemahkan domain menjadi IP address dan
sebaliknya.

Mempermudah user untuk tidak perlu mengingat alamat IP: Jika tidak ada DNS,
maka jaringan tidak akan mampu mengakses alamat yang diketikkan pada web
browser. Misalnya saja ketika kita ingin mengakses www.google.com, tanpa
adanya DNS, komputer tidak dapat menemukan halaman Google karena alamat
IP belum teridentifikasi.
Cara Kerja DNS
DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat
host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.

DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh
resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian
disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.

DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah
ditentukan oleh pengguna.

Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.

Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka
pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh
server.

Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server


DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan
kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web
browser).

Jadi, jika apa yang dicari di server DNS pertama tidak ditemukan. Pencarian
dilanjutkan pada server DNS kedua dan seterusnya dengan 6 proses yang sama
seperti di atas. Perlu dicatat, pencarian dari client ke sejumlah server DNS dikenal
dengan istilah proses pencarian iteratif sedangkan proses pencarian domain antar
server DNS dikenal dengan istilah pencarian rekursif.

C. File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi untuk tukar-
menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan
UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan FTP Client. FTP
server adalah suatu server yang menjalankan software yang berfungsi untuk
memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu siap
memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP
client.

FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk
tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka client
dapat men- download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan
permission yang diberikan oleh FTP server.

Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :


• Untuk tujuan sharing data
• Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
• Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
• Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien
➢ Topologi

➢ Langkah kerja DHCP Server


1) Pertama tama kita setting IP address windows server kita
2) Kita tambahkan dulu dhcp server dengan cara pada menu “start” kita pilih “Server
manager”
3) Pada menu “Server manager” kita pilih “Roles” kemudian pilih “Add roles”

4) Piih “next” untuk melanjutkan penginstallan


5) Kita ceklist dibagian dhcp server kemudian tekan next
6) Kemudian kita pilih next

7) Kita pilih Ip address yang akan digunakan sebagai dhcp server kemudian tekan
enter
8) Kita atur parent domain kita isi dengan domain yang telah kita buat untuk
alternate DNS server kita isikan saja IP GOOGLE yaitu 8.8.8.8 kemudian tekan
enter
9) Kita pilih “Wins is not required for application on this network” kemudian tekan
next
10) Pada menu “DHCP scopes” kita pilih “ADD”

11) Pada bagian “Scope name” kita isikan sesuai keinginan kemudian pada Starting
IP Address kita masukkan IP awal yang akan digunakan dan pada ending Ip
address kita masukan IP akhir untuk Gateway kita masukkan saja ip windows
server kita

12) Kemudian akan terlihat seperti ini kemudian tekan next


13) Kita disable ip versi 6 nya karena kita tidak menggunakan nya kemudian tekan
next

14) Kemudian kita tekan “Install”


15) Kita tunggu saja
16) Jika sudah selesai kita tekan close

17) Sekarang kita atur PC Client kita obtain an IP address automatically dan juga dns
nya
18) Kita cek jika tampilan di pc client sudah seperti ini maka dhcp kita berhasil

19) Kita lihat juga di windows server pada menu dhcp pada address leases maka akan
terlihat IP yang kita pinjamkan

20) DHCP server kita sudah jadi


➢ Langkah Kerja DNS Server
1) Buka Windows server anda
2) Pada menu “START” masuk ke “Server manager”
3) Pada “Server Manager” pilih menu “Roles” kemudian pilih “Add Roles”

4) Pilih “next” untuk melanjutkan penginstallan


5) Ceklist pada “DNS Server” Kemudian klik “Next”

6) Pilih “Next”
7) Klik “install”
8) Tunggu hingga proses penginstallan selesai

9) Jika penginstallan sudah selesai tekan “Close”


10) Untuk mengkonfigurasi DNS server kita buka pada menu “Start” kemudian pada
“Administrative tools” pilih “DNS”
11) Maka tampilan DNS Manager akan seperti berikut

12) Kemudian “Forward Lookup Zones” klik kanan dan pilih “New zone”
13) Tekan next untuk melanjutkan konfigurasi DNS

14) Pilih tipe zone “Primary zone” kemudian klik next


15) Beri nama zona sesuai dengan keinginan anda kemudian klik next

16) Pilih “Create a new file with this file name” untuk membuat sebuah file baru
kemudian klik next
17) Kemudian akan muncul tampilan seperti berikut kemudian pilih “Do not allow
dynamic updates” kemudian tekan next
18) Kemudian pilih “Finish”

19) Lanjut konfigurasi untuk “reverse lookup zones” pada “Reverse lookup zones”
klik kanan dan pilih “New zone”
20) Pilih next untuk melanjutkan konfigurasi

21) Untuk tipe zona kita pilih “Primary zone” kemudian tekan next
22) Disini kita menggunakan ip versi 4 kemudian tekan next

23) Masukkan Network ID IP address yang kita gunakan kemudian klik next
24) Pilih “Create a new file with this file name” untuk membuat file baru kemudian
klik next

25) Pilih “Do not allow dynamic update” kemudian klik next
26) Klik finish

27) Kemudian kita akan menambahkan host dengan cara pada “Forward lookup
zones” Pilih nama domain yang telah kita buat tadi kemudian klik kanan dan
pilih “New host”
28) Masukkan IP addres kita untuk bagian nama dikosongi aja kemudian beri tanda
ceklist pada “Create associated pointer (PTR) record” kemudian klik add host
29) Jangan lupa atur IP address kita sesuai dengan ip yang tadi kita masukkan

30) Kita test dengan menggunakan CMD dengan memasukkan perintah “nslookup
ridwan.com” dan “ping ridwan.com”
31) Kita lanjutkan konfigurasi “CNAME” atau subdomain dengan cara pada menu
“Forward lookup zone” kita pilih “ridwan.com” kemudian klik kanan dan pilih
“New alias (CNAME)”
32) Pada kolom Alias name kita isikan nama subdomain kemudian pada kolom
FQDN kita masukkan nama domain kita yang tadi kemudian klik ok

33) Kita lakukan tes menggunakan CMD dengan memasukkan perintah “nslookup
ftp.ridwan.com”
34) Kita coba buka pada PC client pertama kita harus mengatur IP client

35) Kemudian kita tes menggunakan cmd dengan cara memasukkan perintah “ping
ridwan.com”
36) DNS server kita sudah jadi.

➢ Langkah Kerja FTP Server


1) Pada menu start buka server manager
2) Pada device manager pilih menu “roles” dan pilih “Add roles”

3) Pilih “next” untuk melanjutkan penginstallan


4) Kita pilih “Web server (IIS)

5) Jika muncul seperti ini kita pilih “add required features” lalu tekan next
6) Tekan next untuk melanjutkan

7) Kita pilih “FTP Publishing Service”


8) Jika muncul seperti ini kita pilih “add required role services” lalu tekan next

9) Kemudian kita tekan Install


10) Tunggu saja

11) Jika sudah tekan close


12) Untuk konfigurasi kita buka pada menu start kemudian pada administrative tools
kita pilih internet information services (IIS) manager

13) Maka tampilannya akan seperti ini


14) Kemudian kita buka FTP sites dan tekan “Click here to launch”
15) Maka tampilannya akan seperti berikut

16) Kemudian klik kanan pada “FTP sites” dan pilih “New” lalu “FTP Site”
17) Klik next untuk melanjutkan

18) Masukkan deskripsi untuk FTP site kemudian tekan next


19) Kita masukkan IP yang akan kita gunakan dan port biarkan default kemudian
tekan next

20) Pilih “Do not isolate users” kemudian tekan next


21) Atur path yang akan digunakan untuk FTP

22) Beri ceklist pada read dan write agar user dapat membaca dan mengedit file
dalam ftp kemudian tekan enter
23) Klik finish

24) Kita start Ftp site yang telah kita buat


25) Kita coba upload file dari PC Client pastikan Server dan Client dalam 1 jaringan
kita upload file menggunakan “FILEZILLA” Pertama masukkan Host pada
aplikasi file zilla dan masukkan Port 21 untuk FTP lalu enter

26) Kita Upload sebuah file ke dalam FTP dengan cara klik kanan pada file yang akan
di upload kemudian pilih “UPLOAD”
27) Untuk mendownload FILE dari FTP dengan cara pilih file yang akan di download
kemudian klik kanan lalu pilih Download

28) FTP server sudah jadi

➢ Kesimpulan
Jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP
kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka
semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara
otomatis dari server DHCP
DNS Melakukan identifikasi alamat komputer dalam suatu jaringan: tiap
komputer yang terhubung dengan jaringan internet pasti memiliki alamat IP tersendiri.
Dengan adanya DNS, maka jaringan internet kemudian dapat memetakan komputer
tersebut sebagai bagian kecil yang terhubung dalam jaringan.
FTP server memberikan layanan tukar menukar file dimana server tersebut selalu
siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan (request) dari FTP client.