Anda di halaman 1dari 18

Filsafat Manajemen

“Penelitian Ilmiah dan Metodenya”

Disusun Oleh :
Kelompok 10
- Syintia Alow
- Sherina Anggraini

Dosen Pengampu :
Dr. Muchtar Ahmad, S.Pd, M.Si

PROGRAM STUDI S1 MANAJEMEN


JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2020
Kata Pengantar

Puji syukur kita haturkan pada Allah SWT karena dengan kehendaknya
lah kita dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “Penelitian Ilmia dan
Metodenya” tepat pada waktunya di bawah ampuan Bapak Dr. Muchtar Ahmad,
S.Pd, M.Si. Makalah ini akan mengkaji lebih dalam terkait bagaimana metode
menyusun penelitian ilmiah.

Adapun tujuan dari penulisan dari makalah ini adalah untuk memenuhi
tugas pada mata kuliah Filsafat Manajemen . Selain itu, makalah ini juga
bertujuan untuk menambah wawasan tentang metode penelitian bagi para
pembaca dan juga bagi penulis.

Kami menyadari, bahwa makalah yang kami buat ini masih jauh dari kata
sempurna baik segi penyusunan, bahasa, maupun penulisannya. Oleh karena itu,
kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua
pembaca guna menjadi acuan agar penulis bisa menjadi lebih baik lagi di masa
mendatang.

Semoga makalah ini bisa menambah wawasan para pembaca dan bisa bermanfaat
untuk perkembangan dan peningkatan ilmu pengetahuan.

Gorontalo, 15 maret 2010

Penulis

i
Daftar Isi

Kata Pengantar...............................................................................................i
Daftar Isi..........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN...............................................................................1
1.1 Latar Belakang........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah...................................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan.....................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN.................................................................................3
2.1 Kompoten Penelitian...............................................................................3
2.2 Jenis-jenis Metode Penelitian..................................................................5
2.3 Langkah-langkah Metode Ilmiah............................................................9

BAB III PENUTUP.........................................................................................12


3.1 Kesimpulan..............................................................................................12
3.2 Saran........................................................................................................13

Daftar Pustaka................................................................................................14

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam menyusun penelitian ilmiah tak jarang kita bingung harus memulai dari mana dan
bagaimana, terutama dalam kalangan mahasiswa sehingga hasilnya menjadi acak – acakan atau
asal – asalan. Lantas apa itu penelitian ilmiah dan bagaimana metodenya ? Penelitian ilmiah
adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk mengkaji suatu masalah dalam usaha
untuk mencapai suatu pengertian mengenai prinsip-prinsip yang mendasar dan berlaku umum
(teori) mengenai masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan , berpedoman pada berbagai
informasi (yang terwujud sebagai teori-teori) yang telah dihasilkan dalam penelitian-penelitian
terdahulu, dan tujuannya adalah untuk menambah atau menyempurnakan teori yang telah ada
mengenai masalah yang menjadi sasaran kajian. Sedangkan metode penelitian ilmiah adalah
angka yang dimiliki dan dilakukan oleh peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi
atau data serta melakukan investigasi pada data yang telah didapatkan tersebut. 

Ada pun pengertian metode penelitian menurut para ahli yaitu :

- Nasir menjelaskan bahwa metode penelitian ialah cara utama yang digunakan
peneliti untuk mencapai tujuan & menentukan jawaban atas masalah yang
diajukan.
- Winarno menjelaskan bahwa metode penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah
yang dilakukan dengan teknik yg teliti & sistematik.
- Muhiddin Sirat. Muhiddin Sirat menjelaskan bahwa metode penelitian
merupakan suatu langkah memilih masalah & penentuan judul penelitian.
Pengertian metode dari penelitian menurut para ahli yang keempat yaitu
menurut Sugiyono. Sugiyono menjelaskan bahwa metode sebuah penelitian
adalah langkah ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan & kegunaan
tertentu.

1
Metode penelitian memberikan gambaran rancangan penelitian yang meliputi antara lain:
prosedur dan langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data, dan dengan
langkah apa data-data tersebut diperoleh dan selanjutnya diolah dan dianalisis.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu Penelitian dan metode ilmiah
2. Apa saja jenis-jenis penelitian?
3. Bagaimana menyusun penelitian ilmiah?

C. Tujuan
1. Mengetahui apa itu penelitan dan metode ilmiah
2. Mengetahui jenis-jenis penelitian
3. Mengetahui bagaimana cara menyusun penelitian ilmiah

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kompoten Penelitian

Setelah kita memahami metode menurut para ahli di atas, saatnya kita mempelajari lebih
jauh metode dari penelitian agar kita dapat menerapkannya dalam tugas akhir kuliah dan
pekerjaan sehari-hari.

Sebagai peneliti, ada beberapa hal yang harus dimengerti agar dapat memahami metode
penelitian, antara lain ontology, epistomology, metodologi penelitian, metode dan teknik
penelitian. Diantara komponen-komponen tersebut, metode penelitian adalah komponen yang
paling tampak atau terlihat pada saat melakukan penelitian. Sedangkan yang lainnya menjadi
penguat agar kita sukses melakukan penelitian yang baik. Berikut komponen-komponen nya

a. Ontology

Ontology adalah ilmu filsafat yang mempelajari bagaimana anda sebagai peneliti, dapat
melihat dunia secara realistis kemudian membuat asumsi-asumsi tentang dunia tersebut sehingga
bisa membuat perbandingan terhadap sifat dunia dan seisinya lalu kemudian mengambil
kesimpulan.

Sebagai contoh, coba anda membayangkan dunia ini. Bagaimana dunia ini sebelum diciptakan,
kemudian diciptakan, bagaimana eksistensinya, manusia dan makhluk lainnya di dalamnya
saling berkaitan. Kemudian anda berpikir bahwa manusia hidup dalam dunia berada di bumi.
Manusia hidup karena makan dan minum. Makanan bersumber dari dari tumbuhan. Sedangkan
tumbuhan dapat hidup dan tumbuh karena adanya tanah, air, udara dan matahari.

Dari pernyataan di atas, kira-kira pertanyaan apa saja yang bisa muncul dalam benak anda? Coba
saya bantu untuk mengumpulkan beberapa saja dari segudang pertanyaan yang bisa dibuat.
Pertanyaan tersebut antara lain:

3
1. Bagaimana bumi diciptakan?
2. Bagaimana manusia diciptakan?
3. Mengapa manusia menjadi penguasa di bumi?
4. Mengapa dengan makan manusia bisa tumbuh serta bagaimana perjalanan makanan
itu di dalam tubuh manusia?
5. Bagaimana tumbuhan mengolah sumber nutrisi dari tanah sehingga dapat tumbuh?

Dan banyak lagi segudang tanya yang bisa kita buat. Pertanyaan masalah itulah yang bisa di
teliti. Jadi kesimpulannya, sebagai peneliti anda harus memahami tentang ontology dan
menerapkannya. Jika anda bertanya bagaimana sinar matahari dapat membantu tumbuhan
mengolah sari pati tanah menjadi bahan nutrisi yang bisa dimanfaatkan oleh manusia, maka anda
kita menelitinya.

b. Epistomology

Epsitomology adalah ilmu yang mempelajari bagaimana membuat langkah-langkah


terbaik dalam rangka mempelajari sifat dunia dan realitas. Artinya bahwa setelah mempunyai
segudang tanya terhadap realitas dunia, selanjutnya akan ada pertanyaan kembali, bagaimanakah
cara mempelajarinya. contohnya pada pertanyaan dalam pembahasan ontology yang telah
dibahas di atas, yaitu: bagaimana sinar matahari dapat membantu tumbuhan mengolah sari pati
tanah menjadi bahan nutrisi yang bisa dimanfaatkan manusia.

Maka selanjutnya memilih langkah yang terbaik agar dapat menemukan jawaban terhadap
pertanyaan tersebut. Misalnya kita akan coba melihat apa sebenarnya yang diserap dari sari pati
tanah oleh tumbuhan. Bagaimanakah mengetahuinya. Selanjutnya setelah diketahui, bagaimana
dapat mengetahui bahwa sinar matahari berperan dalam proses perubahan sari pati tanah menjadi
nutrisi yang berguna untuk manusia dan binatang. Bagaimanakah caranya? Itulah yang dimaksud
dengan epistomology.

Sebagai peneliti anda harus memahami dan menggunakan ontology serta epistomology
sebelum anda melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu dengan memahami dan menerapkan
metodologi penelitian.

4
c. Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian merupakan sebuah cara untuk mengetahui hasil dari sebuah permasalahan
yang spesifik, dimana permasalahan tersebut disebut juga dengan permasalahan penelitian.

Dalam Metodologi, peneliti menggunakan berbagai kriteria yang berbeda untuk memecahkan
masalah penelitian yang ada. Sumber yang berbeda menyebutkan bahwa penggunaan berbagai
jenis metode adalah untuk memecahkan masalah. Dalam Metodologi, peneliti selalu berusaha
untuk mencari pertanyaan yang diberikan dengan cara-cara yang sistematis yang digunakan dan
berupaya untuk mengetahui semua jawaban sampai dapat mengambil kesimpulan. Jika penelitian
tidak dilakukan secara sistematis pada masalah, akan lebih sedikit kemungkinannya untuk dapat
mengetahui hasil akhir. Untuk menemukan atau menjelajahi pertanyaan penelitian, peneliti akan
menghadapi berbagai permasalahan,  dimana semua itu baru dapat diselesaikan secara efektif
jika menggunakan metodologi penelitian yang benar (Industrial Research Institute, 2010).

d. Metode Penelitian

Seperti yang sudah di bahas di paling awal, bahwa metode penelitian adalah tahapan
untuk mengumpulkan data kemudian melakukan investigasi terhadap data tersebut. Jika kita
masuk dalam tahap ini, maka anda akan menjawab beberapa pertanyaan: Bagaimana data akan
dipilih? Sumber data dari mana? Siapa yang akan mengambil data? Kapan dan dimana?
Kriterianya bagaimana? Kalau sudah didapat datanya, selanjutnya bagaimana tahapan
mengolahnya agar bisa dimanfaatkan untuk menjawab pertanyaan? Menggunakan apa
mengolahnya? Selanjutnya bagaimana langkah analisisnya? Menggunakan apa? Bagaimanakah
mengambil keputusan terhadap hasil analisis tersebut?

Itulah jawaban yang harus di cari dengan memahami tentang metode penelitian dan teknik
pengumpulan data, pengolahan data serta analisis data hingga ilmu statistik. Tidak mudah
memang, oleh karena itu jangan terburu-buru atau tergesa-gesa.

B. Jenis-jenis Metode Penelitian


1. Penelitian Kuantitatif

5
Metode penelitian kuantitatif   merupakan salah satu jenis penelitian yang
spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal
hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif
adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan
data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula
pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table,
grafik, atau tampilan lainnya.
Menurut Sugiyono, metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sampel tertentu. Teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan
secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan
(Sugiyono, 2012: 7). Metode kuantitatif sering juga disebut metode tradisional,
positivistik, ilmiah/scientific dan metode discovery. Metode kuantitatif dinamakan
metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah
mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode
positivistik karena berlandaskan pada filsafat positivisme. Metode ini disebut sebagai
metode ilmiah (scientific) karena metode ini telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu
konkrit, empiris, obyektif, terukur, rasional dan sistematis. Metode ini juga disebut
metode discovery karena dengan metode ini dapat ditemukan dan dikembangkan
berbagai iptek baru. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa
angka-angka dan analisis menggunakan statistik.
Penelitian kuantitatif merupakan studi yang diposisikan sebagai bebas nilai (value
free).Dengan kata lain, penelitian kuantitatif sangat ketat menerapkan prinsip-prinsip
objektivitas. Objektivitas itu diperoleh antara lain melalui penggunaan instrumen yang
telãh diuji validitas dan reliabilitasnya. Peneliti yang melakukan studi kuantitatif
mereduksi sedemikian rupa hal-hal yang dapat membuat bias, misalnya akibat masuknya
persepsi dan nilai-nilai pribadi. Jika dalam penelaahan muncul adanya bias itu maka
penelitian kuantitatif akan jauh dari kaidah-kaidah teknik ilmiah yang sesungguhnya
(Sudarwan Danim, 2002: 35).

6
Selain itu metode penelitian kuantitatif dikatakan sebagai metode yang lebih
menekankan pada aspek pengukuran secara obyektif terhadap fenomena sosial. Untuk
dapat melakukan pengukuran, setiap fenomena sosial di jabarkan kedalam beberapa
komponen masalah, variable dan indikator. Setiap variable yang di tentukan di ukur
dengan memberikan simbol-simbol angka yang berbeda–beda sesuai dengan kategori
informasi yang berkaitan dengan variable tersebut. Dengan menggunakan simbol–simbol
angka tersebut, teknik perhitungan secara kuantitatif matematik dapat di lakukan
sehingga dapat menghasilkan suatu kesimpulan yang belaku umum di dalam suatu
parameter. Tujuan utama dati metodologi ini ialah menjelaskan suatu masalah tetapi
menghasilkan generalisasi. Generalisasi ialah suatu kenyataan kebenaran yang terjadi
dalam suatu realitas tentang suatu masalah yang di perkirakan akan berlaku pada suatu
populasi tertentu. Generalisasi dapat dihasilkan melalui suatu metode perkiraan atau
metode estimasi yang umum berlaku didalam statistika induktif. Metode estimasi itu
sendiri dilakukan berdasarkan pengukuran terhadap keadaan nyata yang lebih terbatas
lingkupnya yang juga sering disebut “sample” dalam penelitian kuantitatif. Jadi, yang
diukur dalam penelitian sebenarnya ialah bagian kecil dari populasi atau sering disebut
“data”. Data ialah contoh nyata dari kenyataan yang dapat diprediksikan ke tingkat
realitas dengan menggunakan metodologi kuantitatif tertentu. Penelitian kuantitatif
mengadakan eksplorasi lebih lanjut serta menemukan fakta dan menguji teori-teori yang
timbul.
2. Penelitian Kualitatif
penelitian kualitatif merupakan metode baru karena popularitasnya belum lama,
metode ini juga dinamakan postpositivistik karena berlandaskan pada filsafat post
positifisme, serta sebagai metode artistic karena proses penelitian lebih bersifat seni
(kurang terpola), dan disebut metode interpretive karena data hasil peneletian lebih
berkenaan dengan interprestasi terhadap data yang di temukan di lapangan.metode
penelitian kuantitatif dapat di artikan sebagai metode penelitian yang di gunakan untuk
meneliti pada populasi atau sampel tertentu,pengumpulan data menggunakan instrument
penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji
hipotesis yang teleh di tetapkan. Metode penelitian kualitatif sering di sebut metode
penelitian naturalistik karena penelitianya di lakukan pada kondisi yang alamiah (natural

7
setting), di sebut juga metode etnographi, karena pada awalnya metode ini lebih banyak
di gunakan untuk penelitian bidang antropologi budaya.
Beberapa metodologi seperti Kirk dan Miller (1986), mendefinisikan metode
kualitatif sebagai tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental
bergantung pada pengamatan terhadap manusia dalam kawasanya sendiri dan
berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahanya.
Sedangkan menurut Bogdan dan Taylor (1975) dalam buku Moleong (2004:3)
mengemukakan metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.
Miles and Huberman (1994) dalam Sukidin (2002:2) metode kualitatif berusaha
mengungkap berbagai keunikan yang terdapat dalam individu, kelompok, masyarakat,
dan/atau organisasi dalam kehidupan sehari-hari secara menyeluruh, rinci, dalam, dan
dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Metode penelitian kualitatif juga merupakan metode penelitian yang lebih
menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah dari pada
melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Metode penelitian ini lebih suka
menggunakan teknik analisis mendalam ( in-depth analysis ), yaitu mengkaji masalah
secara kasus perkasus karena metodologi kulitatif yakin bahwa sifat suatu masalah satu
akan berbeda dengan sifat dari masalah lainnya.
Menurut teori penelitian kualitatif, agar penelitinya dapat betul-betul berkualitas,
maka data yang dikumpulkan harus lengkap, yaitu berupa data primer dan data sekunder.
Data primer adalah data dalam bentuk verbal atau kata-kata yang diucapkan secara
lisan,gerak-gerik atau perilaku yang dilakukan oleh subjek yang dapat dipercaya, dalam
hal ini adalah subjek penelitian (informan) yang berkenaan dengan variabel yang diteliti.
Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen-dokumen grafis
(tabel, catatan, notulen rapat, dll), foto-foto, film, rekaman video, benda-benda, dan lain-
lainyang dapat memperkaya data primer.
Dengan demikian menurut Moleong (1998), sumber data penelitian kualitatif
adalah tampilan yang berupa kata-kata lisan atau tertulis yang dicermati oleh peneliti, dan
benda-benda yang diamati sampai detailnya agar dapat ditangkap makna yang tersirat
dalam dokumen atau bendanya. Sumber data tersebutpun harusnya asli, namun apabila

8
yang asli susah didapat, maka fotocopy atau tiruan tidak terlalu jadi masalah, selama
dapat diperoleh bukti pengesahan yang kuat kedududkannya. Sumber data penelitian
kualitatif secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu manusia dan yang bukan
manusia. Namun ketika peneliti memilih manusia sebagai subjek harus tetap mewaspadai
bahwa manusia mempunyai pikiran, perasaan, kehendak, dan kepentingan. Meskipun
peneliti sudah memilih secara cermat, sudah merasa menyatu dalam kehidupan bersama
beberapa lama, tetap harus mewaspadai bahwa mereka juga bisa berfikir dan
mempertimbangkan kepentingan pribadi. Mungkin ada kalanya berbohong sedikit dan
menyembunyikan hal-hal yang dianggap dapat merugikan dirinya, dalam hal ini peneliti
harus lebih pandai mengorek informasi menyembunyikan perasaan. Dengan demikian
mungkin data yang akan diperoleh lebih bisa dipertanggung jawabkan.
Sehubungan dengan pengumpulan data tersebut Bogdan & Biklen (1982)
mengatakan bahwa dalam penelitian kualitatif ini kehadiran peneliti sangat penting
kedudukannya, karena penelitian kualitatif adalah studi kasus, maka segala sesuatu akan
sangat bergantung pada kedudukan peneliti. Dengan demikian peneliti berkedudukan
sebagai instrumen penelitian yang utama (Moleong 1998). Begitu penting dan keharusan
keterlibatan peneliti dan penghayatan terhadap permasalahan dan subjek penelitian, maka
dapat dikatakan bahwa peneliti melekat erat dengan subjek penelitian. Jadi tujuan dari
metodologi ini bukan suatu generalisasi tetapi pemahaman secara mendalam terhadap
suatu masalah. Penelitian kualitatif berfungsi memberikan kategori substantif dan
hipotesis penelitian kualitatif.

Perbedaan mendasar dari metode penelitian kuantitatif dengan metode penelitian


kualitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian kuantitatif dipandang sebagai
sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif, sedangkan penelitian kualitatif bersifat
eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi disebabkan karena metode penelitian kuantitatif
ini bersifat menguji hipotesis dari suatu teori yang telah ada. Penelitian bersifat mengkonfirmasi
antara teori dengan kenyataan yang ada dengan mendasarkan pada data ilmiah baik dalam bentuk
angka. Penarikan kesimpulan bersifat deduktif yaitu dari sesuatu yang bersifat umum ke sesuatu
yang bersifat khusus. Hal ini berangkat dari teori-teori yang membangunnya.

C. Langkah-langkah Metode Ilmiah

9
1. Menyusun Rumusan Masalah
Hal-hal yang harus di perhatikan :
 Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih.
 Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan.
 Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat, padat dan jelas.

2. Menyusun Kerangka Teori


Mengumpulkan keterangan-keterangan dan informasi, baik secara teori maupun data-data
fakta di lapangan. Dari keterangan-keterangan dan informasi tersebut diperoleh
penjelasan sementara terhadap permasalahan yang terjadi.
3. Merumuskan Teori
Teori adalah serangkaian bagian atau variabel, definisi dan dalil yang saling berhubungan
yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan
menentukan hubungan antarvariabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah .
Didalam kenyataannya memang agak sulit untuk merumuskan teori dalam ilmu-ilmu
sosial, khususnya dalam sosiologi. Biasanya hasil-hasil pemikiran yang secara teoritis
dianggap relevan disusun dan disistematisasikan serta diberi nama seperti kerangka acuan
(”Frame of reference’), perspektif-perspektif, orientasu-orientasi,a tau mungkin juga
pendekatan-pendekatan. Yang sebenarnya menjadi inti dari semuanya itu adalah
terutama, suatu identifikasi terhadap aspek-aspek sosial yang dianggap relevan bagi
kegiatan-kegiatan ilmiah tertentu. Yang sangat penting adalah bagaimana menyusun
suatu skema (tentatif) untuk dapat mengidentifikasikan komponen-komponen teoritis dari
ilmu-ilmu sosial tertentu. Untuk itu dapat dibuatkan suatu pedoman sementara sebagai
berikut: ( Soerjono Soekanto 1986; 124).
4. Melakukan Ekperimen
Eksperimen dapat didefenisikan sebagai kegiatan terinci yang direncanakan untuk
menghasilkan data untuk menjawab suatu masalah atau menguji sesuatu hipotesis. Suatu
eksperimen akan berhasil jika variabel yang dimanipulasi dan jenis respon yang
diharafkan  dinyatakan secara jelas dalam suatu hipotesis, juga kondisi-kondisi yang akan

10
dikontrol sudah tepat. Untuk keberhasilan ini, maka setiap eksperimen harus dirancang
dulu kemudian di uji coba.
5. Mengolah dan Menganalisis Data
Pengolahan data merupakan bagian yang amat penting dalam metode ilmiah, karena
dengan pengolahan data, data tersebut dapat diberi arti dan makna yang berguna
dalam memecahkan masalah penelitian. Data mentah yang telah perlu dipecah-
pecahkan dalam kelompok-kelompok, diadakan kategorisasi, dilakukan manipulasi
serta 2 diperas sedemikian rupa sehingga data tersebut mempunyai makna untuk
menjawab masalah dan bermanfaat untuk menguji hipotesa atau pertanyaan
penelitian. Mengadakan manipulasi terhadap data mentah berarti mengubah data
mentah tersebut dari  bentuk awalnya menjadi suatu bentuk yang dapat dengan
mudah memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena.
6. Menarik Kesimpulan
Guna memperjelas suatu hasil penalaran ilmiah maka peneliti harus memberikan
penarikan kesimpulan. Penarikan kesimpulan dimaksudkan untuk manjelaskan
apakah hipotesis yang diajukan dapat diterima atau ditolak.
7. Mempublikasikan Hasil
Tujuan mempublikasikan hasil penelitian adalah menginformasikan hasil penelitian atau
temuan dari seorang peneliti ke orang lain, sehingga dapat bermanfaat secara umum.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Penelitian ilmiah adalah suatu kegiatan yang sistematik dan obyektif untuk
mengkaji suatu masalah dalam usaha untuk mencapai suatu pengertian mengenai
prinsip-prinsip yang mendasar dan berlaku umum (teori) mengenai masalah tersebut.
Sedangkan metode penelitian ilmiah adalah angka yang dimiliki dan dilakukan oleh
peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan informasi atau data serta melakukan
investigasi pada data yang telah didapatkan tersebut. Sebagai peneliti, ada beberapa
hal yang harus dimengerti agar dapat memahami metode penelitian, antara lain
ontology, epistomology, metodologi penelitian, metode dan teknik penelitian.
Metode penelitian terbagi atas dua yakni, penelitian kuantitatif dan kualitatif yang
memiliki perbedaan. Perbedaan mendasar dari metode penelitian kuantitatif dengan
metode penelitian kualitatif yaitu terletak pada strategi dasar penelitiannya. Penelitian
kuantitatif dipandang sebagai sesuatu yang bersifat konfirmasi dan deduktif,
sedangkan penelitian kualitatif bersifat eksploratoris dan induktif. Bersifat konfirmasi
disebabkan karena metode penelitian kuantitatif ini bersifat menguji hipotesis dari
suatu teori yang telah ada.
Langkah-langkah dalam metode penelitian adalah sbb :
1. Menyusun Rumusan Masalah
2. Menyusun Kerangka Teori
3. Merumuskan Teori

12
4. Melakukan Ekperimen
5. Mengolah dan Menganalisis Data
6. Menarik Kesimpulan
7. Mempublikasikan Hasil

13
B. Saran
Sebelum melakukan penelitian, kita harus terlebih dahulu mengetahui kaidah-
kaidah  penelitian baik itu penelitian kuantitatif maupun kualitatif. Agar ketika
melakukan  penelitian, penelitian yang sedang dilakukan hasilnya berkualitas baik
dan dapat di  pertanggung jawabkan.

14
DAFTAR PUSTAKA

Burhanuddin, A. (2020, Maret). penelitian-kuantitatif-dan-kualitatif. Retrieved from


afidburhanuddin.wordpress.com:
https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/05/21/penelitian-kuantitatif-dan-kualitatif/

Hidayat, A. (2917, februari). metode penelitian metodologi penelitian. Retrieved from


www.statistikian.com: https://www.statistikian.com/2017/02/metode-penelitian-metodologi-
penelitian.html

15