Anda di halaman 1dari 21

Makalah

EKSPONEN DAN LOGARITMA


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Kapita Selekta 2

Dosen Pengampu : Arif Abdul Haqq, S.Si. M.pd.

Oleh :

Klompok 11

Aliyatul Marzuqoh (1608105057)

Moh. Mulyadi (1608105062)

Yulistiani (1608105074)

Kelas Matematka B/IV

JURUSAN TADRIS MATEMATIKA

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

TAHUN 2018
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI................................................................................................................................ii
BAB I...........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN........................................................................................................................1
A. Landasan Teori.................................................................................................................1
B. Metodologi.......................................................................................................................1
C. Rumusan Masalah............................................................................................................2
BAB II..........................................................................................................................................3
PEMBAHASAN..........................................................................................................................3
A. Learning Trajectory..........................................................................................................3
B. Teori.................................................................................................................................5
1. Eksponen......................................................................................................................5
2. Logaritma.....................................................................................................................9
C. Ekspresi Pemahaman......................................................................................................14
D. Analisis Situasi Didaktis.................................................................................................16
BAB III......................................................................................................................................12
PENUTUP..................................................................................................................................12
A. Kesimpulan....................................................................................................................12
B. Kritik dan Saran..............................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................................14

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak sadar banyak sekali kegiatan baik
itu bisnis, pendidikan bahkan ketatanegaraan yang menggunakan konsep eksponen
dan logaritma dalam mendeskripsikan dan menyelesaikan permasalahan di dunia ini,
misalnya investasi uang, pertambahan penduduk, dan lain ebagainya. Secara umum
eksponen dan logaritma sering digunakan untuk mendeskripsikan peristiwa
pertumbuhan seperti contoh permasalahan diatas. Hal ini dikarenakan logaritma
merupakan invers atau kebalikan dari eksponen. Logaritma juga digunakan untuk
memecahkan masalah-masalah eksponen yang sulit untuk dicari penyelesaiannya.

Misalkan 2 x=8 kita pasti akan langsung dapat mengetahui nilai x yang
memenuhi yaitu 3. Akan tetapi, untuk menyatakan bentuk x, kita dapat menuliskan
dalam bentuk logaritma yaitu x ¿ 2 log 8 . Dengan menggunakan sifat dari logaritma,
maka dapat diketahui nilai x yang memenuhi adalah 3.

Dalam berbagai buku matematika pengantar sekolah pada jenjang SMA


khususnya kelas XII. Definisi fungsi eksponen dengan bilangan pokok atau basis a
adalah fungsi yang mempunyai bentuk umum :

f : x → ax atau y = f(x) = ax

Sedangkan logaritma sendiri merupakan invers atau kebalikan dari


eksponen. Sehingga dapat didefinisikan Fungsi logaritma dengan bilangan pokok a
(a > 0 dan a ≠ 1) adalah fungsi yang mempunyai bentuk umum :

y = f(x) = alog x

B. Metodologi
Metodologi yang digunakan dalam penyusunan makalah ini yaitu
Metodologi Analisis. Ada tiga tahap tahap dalam metodologi analisis yang kami
gunakan. Yang pertama, kami melakukan pengumpulan data-data dan informasi dari

1
berbagai buku yang tersedia di perpustakaan terdekat untuk mengetahui definisi,
sifat-sifat, model matematika dan penjelasan lebih rinci tentang eksponen dan
logaritma. Sumber utama yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah
buku pengantar matematika untuk SMA kelas XII.

Yang kedua, setelah diperoleh data-data dan informasi yang valid tentang
eksponen dan logaritma yang ada pada buku tersebut kami melakukan pembuktian-
pembuktian penyelesaian permasalahan eksponen dan logaritma yang tersedia dalam
latihan soal pada buku tersebut,

Yang Terakhir, kemudian data yang didapat dapat digaris bawah pada data
yang dibutuhkan untuk selanjutnya ditulis ulang dalam bentuk makalah ini.

C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana learning trajectory dalam pembahasan eksponen dan logaritma?
2. Bagaimana teori pembahsan eksponen dan logaritma?
3. Bagaimana ekspresi pemahaman pendengar dalam pembelajaran materi
eksponen dan logaritma?
4. Bagaimana analisis situasi didaktis dalam pembelajaran materi eksponen dan
logaritma?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Learning Trajectory
Disini kami akan menggunakan konsep belajar dari simon (2006)1 dengan
alur belajar hipotetik terdiri atas tiga komponen utama yaitu: tujuan belajar untuk
pembelajaran bermakna, sekumpulan tugas untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut,
dan hipotesis tentang bagaimana peserta didik belajar dan bagaimana peserta didik
berpikir. Yaitu dengan alur belajar sebagai berikut :

Alur Belajar

Pengetahuan Tujuan Belajar

Perencanaan Akivitas

Proses Belajar
Interaksi

1. Tujuan Belajar
a. Siswa mampu memahami dan mengingat definisi dari eksponen dan
logaritma
b. Siswa mampu menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan logaritma dalam
pemecahan masalah
c. Siswa mampu menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan logaritma dalam
penyelesaian persamaan fungsi eksponen dan logaritma.
d. Siswa mampu menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan logaritma dalam
penyelesaian pertidaksamaan fungsi eksponen dan logaritma.
e. Siswa mampu membuat grafik penyelesaian fungsi eksponen dan Logaritma
f. Siswa mampu menerapkan konsep fungsi eksponen dan logaritma dalam
kehidupan nyata
1
Nurdin. 2011. Trajektori dalam Pembelajaran Matemaika. Edumaica Volume 01 Nomor 01, April
2011. Diambil dari: htp://download.portalgaruda.org/aricle.php?aricle=11834&val=870. (14 Februari
2018).

3
2. Perencanaan aktivitas
Dalam makalah ini konsep pembahasan yang dipelajari adalah sebagai
berikut:

EKSPONEN DAN LOGARITMA

Eksponen Logaritma

Deinisi Eksponen Deinisi Fungsi Logaritma

Sifat-sifat Eksponen Sifat-sifat Logaritma

Persamaan Eksponen Persamaan Logaritma

Peridaksamaan Eksponen Peridaksamaan Logaritma

Graik Fungsi Eksponen Graik Fungsi Logaritma

Penerapan Model Matemaika Fungsi Eksponen dan Logaritma


Pembelajaran disampaikan secara terstruktur dan sesuai urutan penomeran sub
bab pembahasan.

3. Proses Belajar

Setelah pemberian materi sesuai konsep pembahasan, selanjutnya


diharapkan:

a. Siswa mampu mengingat dan menjelaskan kembali definisi fungsi


eksponen dan logaritma.
b. Siswa mampu menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan
logaritma dalam menjawab setiap soal yang diberikan.
c. Siswa mampu mengerjakan setiap soal persamaan fungsi eksponen
dan logaritma.
d. Siswa mampu mengerjakan setiap soal pertidaksamaan fungsi
eksponen dan logaritma.

4
e. Siswa mampu menggambar grafik penyelesaian dari setiap soal
persamaan dan pertidaksamaan fungsi eksponen dan logaritma.
f. Siswa mampu menerapkan konsep fungsi eksponen dan logaritma
dalam kehidupan nyata.

B. Teori

1. Eksponen
a. Definisi Fungsi Eksponen
Fungsi eksponen dengan bilangan pokok atau basis a adalah fungsi
yang mempunyai bentuk umum : f : x → ax atau y = f(x) = ax
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
 f(x) = ax disebut rumus atau aturan bagi fungsi eksponen baku atau
fungsi eksponen standar
 a disebut bilangan pokok atau basisbagi fungsi f(x) = ax, dengan
ketentuan: a > 0 dan a ≠ 1 (0 < a < 1 atau a > 1)
 peubah x dinamakan peubah bebas atau variabel bebas (independent
variabel) dan himpunan dari semua peubah x disebut daerah asal atau
domain fungsi f, ditulis: Df = { x I x Є R }
 peubah y dinamakan peubah bergantung atau variabel tak bebas
(dependent variabel ) dan himpunan dari semua peubah y disebut
daerah hasil atau wilayah hasil atau range fungsi f, ditulis : Wf = { y I
y > 0 dan y Є R }
b. Sifat-sifat Eksponen
Jika a dan b adalah bilangan real positif, serta x dan y bilangan real,
maka berlaku hubungan:

• ax x ay = ax+y • a0 = 1 , a≠0
• ax : ay = ax-y , a≠0 p
• √√a
m n p
= mn√ a p = a mn
• (a : b)x = ax : bx , b≠0 m

• x y
(a ) = a x .y • √n am = a n
• (a x b)x = ax x bx
Catatan:
• (am x bn)x = amx x bnx
• a-x = 1/ax

5
• a0 = 1 untuk setiap a Є R • 0x = 0 untuk setiap x
dan a≠ 0. bilangan real positif.

00 = tak-tentu 0x = tak-terdefinisi untuk


setiap x bilangan real
negatif.

c. Persamaan Eksponen
Persamaan eksponen adalah persamaan yang eksponennya
mengandung peubah x dan tidak menutup kemungkinan bilangan pokoknya
juga mengandung peubah x.
Dalam pasal-pasal berikut ini dibahas beberapa macam bentuk
persamaan eksponen disertai cara menentukan penyelesaiannya.
 Bentuk af(x) = ap
Jika af(x) = ap (a > 0 dan a ≠ 1), maka f(x) = p
 Bentuk af(x) = 1
Jika af(x) = 1 (a > 0 dan a ≠ 1), maka f(x) = 0
 Bentuk af(x) = ag(x)
Jika af(x) = ag(x) ( a> 0 dan a ≠ 1, maka f(x) = g(x).
 Bentuk af(x) = bf(x)
Jika af(x)=bf(x) (a >0 dan a≠1, b > 0 dan b ≠ 1, dan a ≠ b ), maka f(x)=0
 Bentuk {H(x)}f(x) = {H(x)}g(x)
Jika {h(x)}f(x) = {h(x)}g(x), maka kemungkinannya adalah
 f(x) = g(x)
 h(x) = 1
 h(x) = 0, asalkan f(x) dan g(x) keduanya positif
 h(x) = -1, asalkan f(x) dan g(x) keduanya ganjil atau (x) dan g(x)
keduanya genap.
 Bentuk A{af(x)}2 + B{af(x)} + C = 0

Himpunan penyelesaian dari persamaan eksponen A{af(x)}2 + B{af(x)} +


C = 0 (a > 0 dan a ≠ 1 ), A, B, dan C bilangan real dan A ≠ 0)dapat

6
ditentukan dengan cara mengubah eksponen itu kedalam persamaan
kuadrat.

d. Pertidaksamaan Eksponen
Pertidaksamaan eksponen adalah pertidaksamaan yang eksponennya
mengandung peubah x, dan tidak menutup kemungkinan bilangan pokoknya
juga mengandung peubah x. Penyelesaian dari pertidaksamaan eksponen
menggunakan sifat fungsi monoton naik dan fungsi monoton turun pada
fungsi-fungsi eksponen baku.

Sifat fungsi monoton naik (a>0) Sifat fungsi monoton turun (0<a <1)

 Jika af(x) ≥ ag(x), maka f(x)≥g(x)  Jika af(x) ≥ag(x), maka f(x) ≤ g(x)
 Jika af(x) ≤ ag(x), maka f(x)≤g(x)  Jika af(x) ≤ ag(x), maka f(x) ≥g(x)

e. Grafik Fungsi Eksponen


a. Basis a > 1 (monoton naik)
Sifa-sifat fungsi eksponen f : x → ax dengan basis a > 1 dapat dikaji
melalui grafik fungsi eksponen y = f(x) = ax
Contoh :
Gambarlah grafik fungsi eksponen y = f(x) = 2x (x ∈ R)
Penyelesaian :
Untuk pengerjaannya pilih beberapa nilai x sedemikian sehingga nilai y
dengan mudah dapat ditentukan

x → -∞ … -3 -2 -1 0 1 2 3 … →∞
1 1 1
y → 0 … 8 4 2 1 2 4 8 … →∞
Maka akan dihasilkan grafik :

7
b. Basis 0 < a < 1 (monoton turun)
Contoh :
1
Gambarlah grafik y = f(x) = ( )x (x ∈ R)
2
Penyelesaian :
Untuk pengerjaannya pilih beberapa nilai x sedemikian sehingga nilai y
dengan mudah dapat ditentukan

x → -∞ … -3 -2 -1 0 1 2 3 … →∞
1 1 1
y → 0 … 8 4 2 1 2 4 8 … →0
Maka akan dihasilkan grafik :

8
f. Penerapan Fungsi Eksponen

Salah satu peran eksponen adalah tentang model penghitungan bunga


majemuk dan pertumbuhan biologis, pertumbuhan penduduk dan
pertumbuhan perusahaan yang dimulai dari awal hingga batas waktu
tertentu.

2. Logaritma
a. Definisi Fungsi Logaritma

Logaritma adalah invers dari perpangkatan atau eksponen. Oleh karena


itu fungsi logaritma adalah invers dari fungsi eksponen.

Fungsi logaritma dengan bilangan pokok a (a > 0 dan a ≠ 1) adalah


fungsi yang mempunyai bentuk umum : y = f(x) = alog x

Fungsi logaritma y = f(x) = alog x merupakan fungsi invers dari fungsi


komponen y = f(x) = ax.

g
log a = x, jika dan hanya jika a = gx

Hal yang perlu diperhatikan :


 f(x) = alog x disebut rumus atau aturan bagi fungsi logaritma standar.
 a adalah bilangan pokok atau basis bagi fungsi f(x) = alog x, dengan
ketentuan a > 0 dan a ≠ 1 (0 < a < 1 atau a > 1).
 Daerah asal (domain) fungsi f(x) = alog x adalah Df = {x | x > 0 dan xR}.

9
 Wilayah hasil (range) fungsi f(x) = alog x adalah Wf = {y | y R}.
b. Sifat-sifat Logaritma
Sifat dasar logaritma : glog n = n, glog g = 1, glog 1 = 0
Sifat-sifat yang lain : Jika g > 0 dan g ≠ 1, p > 0 dan p ≠ 1, a > 0 , dan b > 0,
maka berlaku hubungan

 g
log (a x b) = glog a + glog b  a
log b . alog c = alog c
a 1
 g
log ( ¿ = glog a - glog b  g
log a =
b alog g
 g
log an = n x glog a  g
log a x alog b = glog b
ng  g . alog b = a
 gn
log am = log a
m

c. Persamaan Logaritma

Persamaan logaritma adalah persamaan yang numerusnya mengandung


variable x dan tidak menutup kemungkinan bilangan pokoknya juga
mengandung variable x.

Macam-macam

 bentuk alog f(x) = alog p


Jika alog f(x) = alog p maka f(x) = p asalkan f(x) > 0
 Bentuk alog f(x) = blog f(x)
Jika alog f(x) = blog f(x) (dengan a ≠ b) maka f(x) = 1
 Bentuk alog f(x) = alog g(x)
Jika alog f(x) = alog g(x) maka f(x) = g(x) asalkan f(x) dan g(x)
keduanya positif.
 Bentuk h(x)log f(x) = h(x)log g(x)
h(x) h(x)
Jika log f(x) = log g(x) maka f(x) = g(x) asalkan f(x) dan g(x)
keduanya positif serta h(x) > 0 dan h(x) ≠ 1.
 Bentuk A {alog x}2 + B {alog x} + C = 0
Himpunan penyelesaian dari persamaan logaritma A {alog x}2 + B {alog
x} + C = 0 (a > 0 dan a ≠ 1, A, B, dan C bilangan real dan A ≠ 0) dapat
ditentukan dengan cara mengubah persamaan logaritma itu menjadi

10
persamaan kuadrat. Jika diambil permisalan alog x = y maka persamaan
logaritma tersebut dapat dinyatakan dalam persamaan kuadrat dengan
variable y sebagai Ay2 +By + C = 0. Nilai-nilai y yang didapat dari
persamaan kuadrat itu disubtitusikan kembali pada permisalan, sehingga
didapat persamaan logaritma alog x = y inilah nilai-nilai x dapat
ditentukan.
d. Pertidaksamaan Logaritma

Pertidaksamaan logaritma adalah pertidaksamaan yang numerusnya


mengandung variable x dan tidak menutup kemungkinan bilangan pokoknya
juga mengandung variable x. Penyelesaian dari pertidaksamaan logaritma
menggunakan sifat fungsi monoton naik dan monoton turun pada fungsi-fungsi
logaritma standar.
• Sifat fungsi logaritma monoton naik (a > 1)
• Jika alog f(x) ≥ alog g(x) maka f(x) ≥ g(x); f(x) dan g(x) > 0
• Jika alog f(x) ≤ alog g(x) maka f(x) ≤ g(x); f(x) dan g(x) > 0
• Sifat fungsi logaritma monoton turun (0 < a < 1)
• Jika alog f(x) ≥ alog g(x) maka f(x) ≤ g(x); f(x) dan g(x) > 0
• Jika alog f(x) ≤ alog g(x) maka f(x) ≥g(x); f(x) dan g(x) > 0

e. Grafik Fungsi Logaritma


a. Basis a >1 (monoton naik)
Sifa-sifat fungsi eksponen f : x → alog x dengan basis a > 1 dapat dikaji
melalui grafik fungsi eksponen y = f(x) = alog x
Contoh :
Lukislah grafik fungsi logaritma y = 2log x (x >0 dan x ∈ R ¿
Penyelesaian :
Buat tabel yang menunjukkan hubungan x dengan y

1 1 1
X → 0 … 8 4 2 1 2 4 8 … →∞
Y → -∞ … -3 -2 -1 0 1 2 3 … →∞

Maka akan dihasilkan grafik :

11
b. Basis 0 < a < 1 (monoton turun)
Contoh :
Lukislah grafik fungsi logaritma y = f(x) = 1/2log x (x >0 dan x ∈ R ¿
Penyelesaian :
Buat tabel yang menunjukkan hubungan x dengan y

1 1 1
X → 0 … 8 4 2 1 2 4 8 … →∞
Y → -∞ … 3 2 1 0 -1 -2 -3 … → -∞

Maka akan dihasilkan grafik :

12
f. Penerapan Logaritma
Dalam bidang kimia biasanya digunakan dalam penghitungan menetukan
derajat kesamaan yang dinyatakan dalam symbol pH suatu senyawa kimia.

C. Ekspresi Pemahaman
1. Sederhanakanlah P10 : P2
Jawab: P10 : P2 = p10-2 = P8
2. Sederhanakanlah (303 : 103) x 32
Jawab: (303 : 103) x 32 = 33 x 32 = 35
3. Hitunglah 2log 3 + 2log 8
Jawab: 2log 3 + 2log 8 = 2log 4 . 8 = 2log 32 = 5
4. Hitunglah log 0,0001
Jawab: Misalkan log 0,000 = p
10p = 0,0001
10p =10-4
Jadi, p = - 4
a
5. log (9x5)
Jawab: alog (9x5) = alog 9 + alog x5 = alog 9 + 5 alog x
6. Misalkan diketahui log 2 = 0,301, hitunglah nilai dari 2log 5
Jawab: 2log 5 = 2log () = 2log 10 – 2log 2 = – 1 = – 1 3,322 – 1 = 2, 322

13
7. Tentukan himpuanan penyelesaian dari persamaan logaritma
Log log x = {log (log x + 18)} – 1
Jawab: log log x = {log (log x + 18)} – 1
log log x= {log (log x + 18)} – log 10
log log x = log ¿ ¿
log x = ¿ ¿
10 x log x = log x + 18
9 x log x = 18
log x = 2
x = 102 = 100
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah 100.
8. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan logaritma berikut.
2x - 5
log (2x + 1) = 2x – 5 log (x + 4)
Jawab: 2x - 5log (2x + 1) = 2x – 5 log (x + 4)
2x + 1 = x + 4
x =3
Untuk x = 3, bentuk (2x + 1) dan (x + 4) positif, tetapi bentuk 2x – 5 bernilai
1.Jadi himpunan penyelesaiannya adalah {}
9. Tentukan himpunan penyelesaian dari 2x – 5log (2x + 1) = 2x – 5log (2x + 4)
Jawab : 2x – 5log (2x + 1) = 2x – 5log (2x + 4)
2x +1 = x + 4
x=3
Untuk x = 3, bentuk (2x +1) dan (x + 4) positif, tetapi bentuk 2x – 5 bernilai 1.
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { }
10. Tentukan hipunan penyelesaian dari 2log (x2 – x + 1) = 5log (x2 – x + 1)
Jawab : 2log (x2 – x + 1) = 5log (x2 – x + 1)
x2 – x + 1 = 1
x2 – x = 0
x(x – 1) = 0
x = 1 atau x = 0 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {0, 1}.

D. Analisis Situasi Didaktis


1. Memilih topik penelitian, yaitu materi fungsi eksponen dan logaritma.

14
2. Melakukan studi pustaka mengenai materi fungsi eksponen dan logaritma.
3. Menganalisis karakteristik materi fungsi eksponen dan logaritma.
4. Menyusun learning trajectory siswa pada materi fungsi eksponen dan logaritma.
5. Menyusun instrumen untuk menguji learning trajectory siswa pada materi
fungsi eksponen dan logaritma.
6. Melakukan uji learning trajectory kepada yang telah memperoleh materi fungsi
eksponen dan logaritma sebelumnya.
7. Melakukan wawancara kepada siswa mengidentifikasi learning trajectory yang
dialami siswa.

15
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Tujuan dari Pembelajaran ini adalah :

 Siswa mampu memahami dan mengingat definisi dari eksponen dan logaritma
 Siswa mampu menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan logaritma dalam
pemecahan masalah
 Siswa mampu menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan logaritma dalam
penyelesaian persamaan fungsi eksponen dan logaritma.
 Siswa mampu menggunakan sifat-sifat fungsi eksponen dan logaritma dalam
penyelesaian pertidaksamaan fungsi eksponen dan logaritma.
 Siswa mampu membuat grafik penyelesaian fungsi eksponen dan Logaritma
 Siswa mampu menerapkan konsep fungsi eksponen dan logaritma dalam
kehidupan nyata

Definisi fungsi eksponen dengan bilangan pokok atau basis a adalah fungsi
yang mempunyai bentuk umum : f : x → ax atau y = f(x) = ax

Sedangkan logaritma sendiri merupakan invers atau kebalikan dari


eksponen. Sehingga dapat didefinisikan Fungsi logaritma dengan bilangan pokok a
(a > 0 dan a ≠ 1) adalah fungsi yang mempunyai bentuk umum : y = f(x) = alog x

Dalam analisis situasi didaktis pada pembelajaran fungsi eksponen dan


logaritma, ada beberapa tahap antara lain:

1. Memilih topik penelitian, yaitu materi fungsi eksponen dan logaritma.


2. Melakukan studi pustaka mengenai materi fungsi eksponen dan logaritma.
3. Menganalisis karakteristik materi fungsi eksponen dan logaritma.
4. Menyusun learning trajectory siswa pada materi fungsi eksponen dan logaritma.
5. Menyusun instrumen untuk menguji learning trajectory siswa pada materi
fungsi eksponen dan logaritma.

16
6. Melakukan uji learning trajectory kepada yang telah memperoleh materi fungsi
eksponen dan logaritma sebelumnya.
7. Melakukan wawancara kepada siswa mengidentifikasi learning trajectory yang
dialami siswa.

B. Kritik dan Saran


Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan makalah
ini tetapi kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal
ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan yang penulis miliki. Oleh karena itu
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan untuk
perbaikan ke depannya.

17
DAFTAR PUSTAKA

Wirodikromo, Sartono. 2006. Matematika untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.

Nurdin. 2011. Trajektori dalam Pembelajaran Matematika. Edumatica Volume 01


Nomor 01, April 2011. Diambil dari:
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=11834&val=870. (14
Februari 2018).

Ulfah Nur Aziah. 2016. Artikel Desain Didaktis Materi Sistem Persamaan Linear Dua
Variabel Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama. Universitas Pendidikan
Indonesia. Diambil dari: www.repository.upi.edu. (14 Februari 2018).

18
19