Anda di halaman 1dari 2

Jurnal Belajar Pertemuan 6

Rachmawati Rizky Melati


170351616594 / Off C

KONSEP-KONSEP PADA PROGRAM


1. Sistem Ekskresi
Sistem ekskresi adalah sistem organ dalam tubuh yang bertugas melakukan ekskresi,
yaitu pembuangan sisa-sisa metabolisme di tubuh yang sudah tidak digunakan lagi.
Ekskresi adalah proses untuk mengeluarkan zat sisa hasil dari metabolisme dari dalam
tubuh. Zat sisa metabolisme adalah zat yang dihasilkan sebagai sisa proses metabolisme
yang mengubah makanan dengan bantuan oksigen menjadi energi. Zat sisa metabolisme
ini berupa karbon dioksida (CO2), amonia (NH3), urea serta air. Zat sisa metabolisme
yang berupa cairan ini dikeluarkan melalui sistem ekskresi yaitu ginjal dan kulit.
Sementara zat sisa yang berupa karbon dioksida dan uap air dikeluarkan dari paru-paru
melalui pernafasan.  Pada media ini membahas mengenai sistem ekskresi melalui ginjal
yang berupa urine.
2. Ginjal
injal menyaring zat-zat sisa dari darah, berupa amonia dan urea, kemudian membentuk
urin melalui tahap filtrasi, reabsorbsi dan augmentasi. Ginjal juga berfungsi menjaga
keseimbangan cairan tubuh. Pada ginjal terdapat 3 bagian yaitu korteks, medula, pelvis
renalis.
3. Ureter
Ureter adalah tabung yang keluar dari setiap ginjal. Struktur ini membawa urine kedalam
kandung kemih. Ureter merupakan saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung
kemih. Ureter memiliki panjang sekitar 25,4 mm dan diameter 5 mm.
4. Kandung kemih
Kandung kemih merupakan organ yang menampung urine sementara sebelum keluar dari
tubuh dan terletak di dlam rongga velpis sejati. Pada laki-laki , rektum terletak di
belakang kandung kemih dan simfisis kubis terletak di depanya. Pada perempuan,
simfisis kubisterletak di bagian kantong kemih, tetapi uterus dan vagina terletak di
belakangnya.
5. Uretra
Uretra adalah saluran yang menghubungkan kantung kemih ke lingkungan luar tubuh.
6. Pembentukan urine
 Filtrasi
Tahap pertama dalam pembentukan urin adalah melakukan proses filrasi atau
penyaringan darah dari zat-zat metabolisme dalam tubuh. Zat-zat ini berupa urea, air, dan
klorin yang dapat bersifat racun sehingga perlu untuk di keluarkan. Proses filtrasi terjadi
di badan malpighi yang terdiri atas glomerulus dan kapsula bowman.
 Reabsorpsi
Tahap kedua adalah reabsorpsi atau penyerapan kembali. Urine primer dari hasil
filtrasi tidak sepenuhnya akan dibuang, namun akan diserap kembali zat-zat yang masih
berguna bagi tubuh. Penyerapan dilakukan pada bagian tubulus kontortus proksimal. Zat
yang masih berguna seperti glukosa, asam amino, Na+, K+, Cl–, HCO3-, Ca2+, dan air
diserap oleh pembuluh disekeliling tubulus.
 Augmentasi
Tahap ketiga proses pembentukan urine adalah augmentasi atau pengendapan.
Urine sekunder akan masuk ke tubulus kontortus distal. Pada proses ini terjadi
pengendapan zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh. Selama proses ini urine
akan menjadi lebih pekat dan seterusnya di alirkan melalui pelvis renalis, ureter, dan
berakhir di vesica urinaria untuk ditampung sementara. Hasil akhir dari proses
augmentasi adalah urine sesungguhnya yang mengandung urea, asam urine, amonia, sisa-
sisa pembongkaran protein, dan zat-zat yang berlebihan dalam darah seperti vitamin,
obat-obatan, hormon, serta garam mineral.