Anda di halaman 1dari 29

Pengembangan Program Pengajaran Fisika

CRITICAL BOOK REPORT

“METODE PEMBELAJARAN”

DISUSUN OLEH

NAMA : CRISTINA YOLANDA BR.


GINTING

NIM : 4173121007

KELAS : FISIKA DIK A 2017

DOSEN PENGAMPU : Dra. Ratna Tanjung, M.Pd

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan baik. Tugas ini
dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah yaitu “Pengembangan
Program Pengajaran Fisika”.

Makalah ini telah disusun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan Critical Book Report ini.
Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.

                                                                                    Medan, Oktober 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................i

DAFTAR ISI.......................................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

.1 Latar Belakang................................................................................................1
.2 Tujuan.............................................................................................................1
.3 Manfaat...........................................................................................................2

BAB II RINGKASAN MATERI

.1 Identitas Buku.................................................................................................3
.2 Ringkasan Isi Buku.........................................................................................4

BAB III PEMBAHASAN

.1 Kelebihan Buku.............................................................................................22
.2 Kelemahan Buku...........................................................................................23

BAB IV PENUTUP

.1 Kesimpulan....................................................................................................25
.2 Saran..............................................................................................................25

ii
BAB I
PENDAHULUAN

.1 Latar Belakang
Seringkali mahasiswa ataupun para pembaca bingung memilih buku
referensi untuk dibaca dan dipahami. Terkadang hanya memilih satu buku untuk
dibaca tetapi hasilnya masih belum memuaskan misalnya dari segi analisis bahasa
dan pembahasan, oleh karena itu penulis melakukan Critical Book Report.
Critical Book Report  adalah hasil kritik/bandingan tentang suatu topik
materi yang pada umumnya di perkuliahan terhadap buku yang berbeda.
Penulisan critical book  ini pada dasarnya adalah untuk membandingkan beberapa
buku fisika modern. Setiap buku yang dibuat oleh penulis tertentu pastilah
mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kelayakan suatu buku
dapat kita ketahui jika kita melakukan resensi terhadap buku itu dengan
perbandingan terhadap buku lainnya. Suatu buku dengan kelebihan yang lebih
dominan dibandingkan dengan kekurangannya artinya buku ini sudah layak untuk
dipakai dan dijadikan sumber referensi bagi khalayak ramai. 
Keterampilan membuat CBR pada penulis dapat menguji kemampuan
dalam meringkas dan menganalisi sebuah buku serta membandingkan buku yang
dianalisis dengan buku yang lain, mengenal dan memberi nilai serta mengkritik
sebuah karya tulis yang dianalisis.
Dengan kata lain dengan Critical Book Report akan menguji pikiran
pengarang atau penulis berdasarkan sudut pandang, berdasarkan pengetahuan dan
pengalaman yang dimiliki.
.2 Tujuan
1. Mengulas kedua buku yang berbeda.
2. Mencari dan mengetahui informasi mengenai topik metode pembelajaran
yang terkandung dalam kedua buku tersebut.
3. Melatih diri untuk berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan
pada buku.
4. Membandingkan isi dari kedua buku tersebut.
5. Untuk menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Pengembangan
Program Pengajaran Fisika.

1
.3 Manfaat
1. Untuk menambah wawasan tentang Metode Pembelajaran.
2. Dapat menguasai materi setelah membandingkan kedua buku yang
dirujuk.
3. Mampu mengetahui informasi mengenai topik yang terkandung pada
kedua buku.
4. Mampu berpikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh buku.

2
BAB II
RINGKASAN MATERI

.1 Identitas Buku

N IDENTITAS
BUKU UTAMA BUKU PEMBANDING
O BUKU

1. Gambar

Guru Profesional Menguasai Guru Dan Anak Didik


2. Judul
Metode dan Tampil Mengajar Dalam Interaksi Edukatif
1. Prof. Dr. H. Buchari
Alma, M.Pd.
2. Drs. H. Hari Mulyadi,
M.Si. Drs. Syaiful Bahri
3. Pengarang
3. Drs. Girsang Razati, Djamarah, M.Ag.
M.Si.
4. Dr. B. Lena Nuryati S.,
M.Pd.
4. Penerbit ALFABETA PT RINEKA CIPTA
5. Kota Terbit Bandung Jakarta
6. Tahun Terbit 2014 2005
7. ISBN 978-979-8433-72-6 979-518-763-6
8. Tebal Buku 188 Halaman 340 halaman

.2 Ringkasan Isi Buku

Buku I (Buku Utama)

VARIASI METODE MENGAJAR

3
Membuat variasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam perilaku
keterampilan mengajar. Variasi dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai
metode mengajar. Metode mengajar yang dapat digunakan oleh praktikan atau
guru antara lain sebagai berikut.

A. Metode Expository dan Discovery

Dari hasil penelitian Edwin Fenton diketahui bahwa strategi belajar-mengajar


yang banyak digunakan oleh para guru, pada satu garis kontinum yang
digambarkan sebagai berikut:

Exposition Direct Discussion Discovery

Penjelasan yang dapat diperoleh bahwa siswa menerima informasi berupa


teori dari guru (ekspositorik) dan bergerak dengan berbagai metode hingga sampai
pada unsur penemuan (discovery). Dalam suatau pengajaran, umumnya guru
menggunakan dua kutub strategi serta metode mengajar yang lebih dari dua
macam, bahkan menggunakan metode campuran.

B. Metode Ceramah

Metode ceramah yaitu sebuah metode mengajar dengan menyampaikan


informasi dan pengetahuan secara lisan kepada sejumlah siswa yang pada
umumnya mengikuti secara pasif. Dalam mempersiapkan metode ceramah pada
umumnya ada tiga cara yaitu:

1. Cara pertama : Guru menyusun apa yang hendak diceramahkan kepada


siswanya
2. Cara kedua : Guru membuat pokok-pokok persoalan yang akan
dibicarakan di depan kelas.
3. Cara ketiga : Guru sama sekali tidak membuat persiapan yaitu secara
spontan karena sudah mengenal persoalannya sehingga tanpa persiapan
juga bisa memberikan informasi.

Berbagai kelemahan metode ceramah adalah :

1. Membuat siswa pasif.

4
2. Mengandung unsur paksaan kepada siswa.
3. Membendung daya kritis siswa.
4. Sukar mengontrol sejauh mana pemerolehan belajar anak didik.
5. Bila terlalu lama membuat siswa bosan.

Beberapa kelebihan metode ceramah adalah :

1. Guru mudah menguasai kelas.


2. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar.
3. Dapat diikuti anak didik jumlah besar.
4. Mudah dilaksanakan.

Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan metode ceramah, yakni:

1. Menetapkan apakah metode ceramah wajar digunakan dengan


mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a. Tujuan yang hendak dicapai.
b. Bahan yang akan diajarkan.
c. Alat, fasilitas, waktu yang tersedia.
d. Jumlah murid beserta taraf kemampuannya.
e. Kemampuan guru dalam penguasaan materi dan kemampuan
berbicara.
2. Langkah-langkah menggunakan metode ceramah. Pada umumnya tiga
langkah yang harus diperhatikan, yakni persiapan/perencanaan,
pelaksanaan, dan kesimpulan.

C. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah metode mengajar yang sangat erat hubungannya


dengan memecahkan masalah dengan cara bertukar informasi, pendapat, dan
unsur-unsur pengalaman yang dapat memecahkan permasalahan atau topik yang
sedang dibahas. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar-mengajar
untuk:

5
1. Mendorong siswa berpikir kritis.
2. Mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas.
3. Mendorong siswa menyumbangkan buah pikirannya untuk memecahkan
masalah bersama.
4. Mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk
memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama.

Jenis diskusi yaitu:

1. Diskusi Formal
Diskusi ini terdapat seperti pada lembaga-lembaga pemerintahan atau semi
pemerintah, dimana dalam diskusi ini perlu adanya ketua dan penulis serta
pembicara yang diatur secara formal.
2. Diskusi Tidak Formal (Informal)
Diskusi ini seperti dilaksanakan dalam kelompok belajar yang dimana
dapat tatap muka dalam keakraban.
3. Diskusi Panel
Diskusi ini menghadapi masalah yang ditinjau dari beberapa pandangan
dan dilaksanakan oleh beberapa orang.
4. Diskusi dalam Bentuk Simposium
Simposium ini dilaksanakan apabila terjadi pertentangan pendapat.
5. Lecture Discussion
Diskusi ini dilaksanakan dengan memberikan suatu persoalan, kemudian
didiskusikan dan biasanya hanya satu pandangan atau satu persoalan saja.

Kelebihan metode diskusi adalah :

1. Suasana kelas akan hidup.


2. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan
berbagai jalan.

6
3. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat dari orang lain
sekalipun berbeda dengan pendapatnya.
4. Dapat menaikkan prestasi kepribadian individu seperti toleransi,
demokratis, kritis, berpikir sistematis, sabar.
5. Kesimpulan-kesimpulan diskusi mudah dipahami anak.

Kelemahan metode diskusi adalah:

1. Kemungkinan ada anak yang tidak ikut aktif, sehingga bagi anak-anak ini
diskusi merupakan kesempatan untuk melepaskan diri dari tanggung
jawab.
2. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
3. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.

D. Metode Tugas Belajar dan Resitasi

Metode tugas belajar dan resitasi merangsang anak untuk aktif belajar baik
secara individual maupun secara kelompok. Oleh karena itu, tugas dapat diberikan
secara individual, atau kelompok.

Kelebihan metode tugas belajar dan resitasi antara lain:

1. Baik sekali untuk mengisi waktu luang yang konstruktif.


2. Memupuk rasa tanggung jawab dalam segala tugas pekerjaan sebab dalam
metode ini anak-anak harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu
yang telah dikerjakan.
3. Membiasakan anak giat belajar dapat mengembangkan kreativitas siswa.
4. Memberikan tugas anak yang bersifat praktis.

Kelemahan metode tugas belajar dan resitasi adalah:

7
1. Seringkali tugas di rumah itu dikerjakan oleh orang lain sehingga anak
tidak tahu-menahu pekerjaan tersebut sulit untuk memberikan tugas karena
perbedaan individual anak-anak dalam kemampuan dan minat belajar.
2. Apabila tugas itu selalu banyak atau terlalu berat, akan menggangu
keseimbangan mental anak.
3. Seringkali anak-anak tidak mengerjakan tugas dengan bik, cukup
menyalin hasil pekerjaan temannya.

E. Metode Inkuiri

Mengajar dengan inkuiri, melibatkan dua pendekatan yaitu melatih


keterampilan atau “skill” berinkuiri dan mengenal metode pendekatan inkuiri.
Pendekatan inkuiri dilandaskan pada konsep bahwa tidak ada sesuatu yang gaib,
aneh atau mistik yang terjadi dalam cara bekerja ilmiah seperti dalam inkuiri.
Oleh karena itu, latihan inkuiri bertitik tolak dari suatu keyakinan dalam rangka
perkembangan murid secara independent. Metode tersebut membutuhkan
partisipasi aktif dalam penyelidikan secara ilmiah. Tujuan umum latihan inkuiri
ialah menolong siswa mengembangkan disiplin intelektual dan keterampilan yang
dibutuhkan dengan memberikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban atas dasar
rasa ingin tahu mereka. Metode inkuiri memiliki pola dan strategi dasar yang
dapat diklasifikasikan ke dalam empat strategi belajar, yaitu :

1. Penentuan problem.
2. Perumusan hipotesa.
3. Pengumpulan dan pengolahan data.
4. Merumuskan kesimpulan.

Metode inkuiri mendorong siswa untuk bertindak aktif untuk mencari jawaban
dari masalah-masalah yang dihadapinya dan menarik kesimpulan sendiri dengan
berpikir ilmiah, yang kritis, logis dan sistematis.

F. Metode Problem Solving

8
Istilah inquiry, discovery, atau problem solving adalah istilah-istilah yang
mengandung arti yang sejiwa yaitu metode untuk mencari secara logis, kritis,
analitis menuju kesimpulan yang meyakinkan. Perbedaanya adalah bahwa inquiry
mencari sampai tingkat “yakin” sedangkan problem solving kegiatannya tidak
sampai mengejar hakekat yang ditemukan tetapi lebih ditekankan pada proses
terpecahkannya masalah.

G. Metode Panel Discussion

Panel biasanya secara fisik dapat berhadapan dengan audience dapat juga tidak
secara tidak langsung. Kelebihan dari metode ini adalah:

1. Merangsang pengunjung untuk turut memirkirkan masalah.


2. Mengemukakan pandangan yang berbeda.
3. Mendorong untuk menganalisa.
4. Memanfaatkan orang yang betul-betul memenuhi syarat.
5. Mendapatkan hasil.

Kekurangannya adalah:

1. Membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup banyak.


2. Memerlukan seorang moderator yang terampil.
3. Mungkin terjadi penyelewengan pembicaraan.

H. Metode Buzz Group

Metode ini dilakasanakan dengan membentuk beberapa kelompok kecil


sehingga dapat diskusi. Diskusi dilaksanakan di tengah-tengah pelajaran atau
diakhir pelajaran dengan maksud mengatur untuk kerangka bahan pelajaran,
memperjelas bahan pelajaran atau menjawab pertanyaan-pertanyaan.

Kelebihan dari metode ini adalah:

1. Mendorong anggota yang malu-malu untuk memberi urunan pikiran.


2. Menciptakan suasana yang menyegarkan.
3. Menghemat waktu.

9
4. Memungkinkan pembagian kepemimpinan.
5. Memberikan variasi dalam belajar.
6. Digunakan dalam metode lain.

Kekurangan dari metode ini adalah:

1. Tidak berhasil apabila anggota kelompok mungkin terdiri dari orang-orang


yang tidak tahu apapun.
2. Diskusi akan berputar-putar.
3. Tidak ada kepemimpinan yang baik dalam diskusi.
4. Laporan tidak tersusun dengan baik.
5. Tidak ada waktu persiapan yang cukup.

I. Metode Syndicate Group

Metode Syndicate Group ini diharapkan anggota kelompok mempelajari


kebiasaan cara belajar bersama, setiap kelompok saling membagikan pengalaman,
belajar tanggung jawab. Kekurangan dalam metode ini adalah mungkin ada
kelompok yang tidak menyelesaikan tugas dengan baik; memerlukan waktu
banyak; kurangnya bahan-bahan informasi menghambat penyelesaian tugas.

J. Metode Simposium

Simposium berarti bahasan dan sanggahan yang muncul yang kemudian


dirumuskan. Kelebihan dari metode ini adalah: dapat dipakai pada kelompok
besar maupun kecil; dapat mengemukakan banyak informasi dalam waktu yang
singkat; pergantian pembicara menambah variasi dan membuat lebih menarik;
dapat disiapkan dengan baik jauh sebelum dilaksanakan. Kekurangannya adalah:
kurang spontanitas dan kreativitas; kurang interaksi kelompok; kepribadian
pembicara dapat menekankan isi dengan kurang tepat; secara umum membatasi
pendapat pembicara; membutuhkan perencanaan sebelumnya dengan baik untuk
menjangkau maksud yang tepat.

K. Metode Informal Debate

10
Metode ini merujuk pada kegiatan diskusi antar tim yang memperdebatkan
suatu masalah tanpa memperhatikan peraturan debat formal. Kebaikan metode ini
adalah: dapat menyajikan kedua segi permasalahan; mendorong adanya analisa
dari kelompok; menyampaikan fakta dari kedua sisi masalah; membangkitkan
motivasi; dapat dipakai pada kelompok besar. Kekurangannya adalah: keinginan
untuk menang mungkin terlalu besar sehingga alasan-alasan yang dikemukakan
mungkin tidak objektif; mungkin melibatkan emosi; mungkin mendapatkan kesan
yang salah.

L. Metode Fish Bowl

Metode ini menggunakan kegiatan diskusi dimana tempat duduknya diatur


dengan tempat duduk pendengar diatur membentuk setengah lingkaran dengan
dua atau tiga kursi kosong menghadap peserta diskusi. Kelompok pendengar
mengelilingi kelompok diskusi, seolah-olah melihat ikan yang sedang berada pada
sebuah mangkuk (fish bowl).

M. Metode Brainstroming Group

Teknik baik digunakan kalau jumlah peserta antara 8-12 orang. Setiap anggota
kelompok diharapkan menyumbangkan ide dalam pemecahan masalah tanpa
dinilai segera. Kebaikan metode ini adalah: dapat merangsang semua anggota
untuk ambil bagian; menghasilkan reaksi rantai dalam pendapat; tidak menyita
banyak waktu; dapat dipakai pada kelompok besar maupun kecil; tidak
memerlukan pemimpin yang hebat. Kekurangannya adalah: mudah terlepas dari
kontrol; harus dilanjutkan dengan evaluasi jika diharapkan efektif; mungkin sulit
bagi anggota untuk mengetahui bahwa semua pendapat dapat diterima; banyak
anggota cenderung segera menilai pendapat yang diajukan.

N. Metode Qolloqium

Kata Kolokium (Qolloqium) berasal dari kata cooloquy yang artinya


percakapan atau perbincangan. Kolokium digunakan guru yang memberikan tugas
belajar yang agak mendalam kepada murid-muridnya, atau oleh seorang dosen

11
kepada mahasiswanya. Konsekuensinya ia diharapkan untuk menyajikan
penemuannya atau rangkuman penelitiannya dihadapan Dewan Penyanggah.

O. Metode Demonstrasi dan Eksperimen

Metode demonstrasi mencoba mempertunjukkan kepada siswa suatau proses


sedangkan metode eksperimen mencoba mengerjakan sesuatu dan mengamati
proses dan hasil percobaan tersebut.

P. Metode Sosio Drama dan Bermain Peran (Role Playing)

Metode bermain peran dimaksudkan agar anak-anak diberi peran seseorang


dan manampilkan peranannya itu di depan kelas. Kelebihan dari sosio drama
antara lain: mengembangkan kreativitas siswa; memupuk kerja sama;
mengembangkan bakat; siswa lebih memperhatikan pelajaran; memupuk
keberanian; melatih siswa untuk menganalisa masalah dan mengambil kesimpulan
dalam waktu singkat. Sedangkan kekurangan metode ini adalah mungkin terjadi
adanya kurang kesungguhan pemain yang menyebabkan tujuan tidak tercapai.

Q. Metode Drill

Drill merupakan metode mengajar dengan memberikan latihan-latihan kepada


siswa untuk memperoleh suatu keterampilan. Latihan ini merupakan kegiatan
yang selalu diulang-ulang seperti melatih keterampilan motoris.

R. Metode Karyawisata

Metode karya wisata berguna bagi siswa membantu memahami kehidupan riil
segala masalahnya dengan mengajak siswa ke objek tertentu untuk mempelajari
sesuatu.

S. Metode Kerja Kelompok

Kelas dibagi atas beberapa kelompok, kemudian diberi tugas untuk mencapai
tujuan pelajaran. Metode kerja kelompok digunakan untuk:

1. Mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran.


2. Mengatasi kesulitan karena adanya perbedaan kemampuan belajar siswa.

12
3. Mengatasi adanya perbedaan minat siswa, sehingga kelompok dibentuk
atas persamaan minat.
4. Untuk pembagian pekerjaan agar lebih efisien.

Buku II (Buku Pembanding)

MACAM-MACAM METODE INTERAKSI EDUKATIF

A. Metode Proyek

Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan


kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai
bahan pelajarannya. Bertujuan agar anak didik tertarik untuk belajar. Prinsip
metode proyek adalah membahas suatu unit bahan pelajaran, ditinjau dari mata
pelajaran lain.

Kelebihan metode proyek:

1. Dapat merombak pola pikri anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas
dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah.
2. Anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap,
dan keterampilan dengan terpadu.

Kekurangan metode proyek:

1. Kurikulum yang berlaku di negara saat ini, bai secara vertikal maupun
horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini.
2. Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini
sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru
belum disiapkan untuk ini.
3. Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik,
cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan.
4. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok
unit yang dibahas.

13
B. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik


perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan.
Dengan metode ini anak didik diharapkan sepenuhnya terlibat merencanakan
eksperimen, melakukan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data,
mengendalikan variabel, dan memecahkan masalah yang dihadapinya secara
nyata.

Kelebihan metode eksperimen:

1. Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau
kesimpulan berdasarkan percobaanya.
2. Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi
eksplorasi tentang ilmu dan teknologi.
3. Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa trobosan
baru dengan penemuan sebagai hasil percobaanya.

Kekurangan metode eksperimen:

1. Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik


berkesempatan mengadakan eksperimen.
2. Jika eksperimen memelukan jangka waktu lama, anak didik harus menanti
untuk melanjutkan pelajaran.
3. Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan
teknologi.

C. Metode Pemberian Tugas dan Resitasi

Pemberian tugas belajar biasanya dikaitkan dengan resitasi. Resitasi adalah


suatu persoaalan yang bergayut dengan masalah pelaporan anak didik setelah
mereka selesai mengerjakan suatu tugas.

Kelebihan dari metode pemberian tugas dan resitasi adalah:

14
1. Pengetahuan anak didik peroleh dari hasil belajar sendii akan dapat diingat
lebih lama.
2. Anak didik berkesempatan memupk perkembangan dan keberanian
mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri.

Kekurangan metode pemberian tugas dan resitasi adalah:

1. Sering kali anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya
meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan
sendiri.
2. Terkadang tugas itu dikerjakan orang lain tanpa pengawasan.
3. Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan individual.

D. Metode Diskusi

Diskusi adalah memberikan alternatif jawaban untuk membantu memecahkan


masalah berbagai problem kehidupan dan harus dikuasai secara mendalam. Dalam
diskusi guru menyuruh anak didik memilih jawaban alternatif yang tepat dari
banyak kemungkinan alternatif jawaban.

Kelebihan metode diskusi adalah:

1. Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan


berbagai jalan dan bukan satu jalan (satu jawaban saja).
2. Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling
mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh
keputusan yang lebih baik.
3. Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain
sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap
toleran.

Kekurangan dari metode diskusi ini adalah:

1. Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar.


2. Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas.
3. Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara.

15
4. Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih formal.

E. Metode Bermain Peran

Metode bermain peran adalah suatu cara penguasaan bahan pelajaran melalui
pengembangan dan penghayatan anak didik. Melalui metode ini dapat
dikembangkan keterampilan mengamati, menarik kesimpulan, menerapkan, dan
mengkomunikasikan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan
metode bermain peran, yaitu :

1. Penentuan topik.
2. Penentuan anggota peran.
3. Pembuatan lembar kerja (jika perlu).
4. Latihan singkat dialog (jika perlu).
5. Pelaksanaan permainan peran.

F. Metode Sosiodrama

Metode sosiodrama ialah cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada


anak didik untuk melakukan kegiatan memainkan peranan tertentu yang terdapat
dalam kehidupan masyarakat (kehidupan sosial). Pada prinsipnya metode
sosiodrama sama dengan metode bermain peran.

Kelebihan metode sosiodrama adalah:

1. Anak didik terlatih berinisiatif serta kreatif.


2. Kerjasama antar pemain dapat ditumbuhkan dan dibina dengan sebaik-
baiknya.
3. Bahasa lisan anak didik dapat dibina menjadi bahasa yang baik agar
mudah dipahami orang lain.

Kekurangan metode sosiodrama adalah:

1. Sebagian besar anak yang tidak ikut bermain drama menjadi kurang aktif.
2. Banyak memakan waktu, baik waktu persiapan maupun waktu
pelaksanaan pertunjukan.

16
3. Kelas lain sering terganggu oleh suara para pemain dan penonton yang
terkadang bertepuk tangan dan berperilaku lainnya.
G. Metode Demonstrasi

Demonstrasi ialah suatu metode yang digunakan untuk memperlihatkan


sesuatu proses atau cara kerja suatu benda yang berkenaan dengan bahan
pelajaran. Dengan metode ini anak didik dituntut memperlihatkan suatu objek atau
proses dengan mendemonstrasikan.

Kelebihan dari metode demonstrasi adalah:

1. Membantu anak didik memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau
kerja suatu benda.
2. Memudahkan berbagai jenis penjelasan, sebab penggunaan bahasa dapat
lebih terbatas. Hal ini dengan sendirinya dapat mengurangi verbalisme
pada anak.
3. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki
melalui pengamatan dan contoh konkret, dengan menghadirkan objek
sebenarnya.

Kelemahan metode demonstrasi adalah:

1. Anak didik terkadang sukar melihat dengan jelas benda yang akan
dipertunjukkan.
2. Tidak semua benda dapat didemonstrasikan.
3. Sukar dimengerti bila didemonstrasikan oleh guru yang kurang menguasai
apa yang didemonstrasikan.

H. Metode Karyawisata

Metode karyawisata ialah suatu cara penguasaaan bahan pelajaran oleh para
anak didik dengan jalan membawa mereka langsung ke objek yang terdapat diluar
kelas atau dilingkungan kehidupan nyata, agar mereka dapat mengamati atau
mengalami secara langsung.

17
Kelebihan dari metode keryawisata adalah:

1. Karyawisata menerapkan prinsip pengajaran modern yang memanfaatkan


lingkungan nyata dalam pengajaran.
2. Membuat bahan yang dipelajari disekolah menjadi lebih relevan dengan
kenyataan dan kebutuhan yang ada dimasyarakat.
3. Pengajaran dapat lebih merangsang kreativitas anak.

Kekurangan metode karyawisata adalah:

1. Memerlukan persiapan yang melibatkan banyak pihak.


2. Memerlukan perencanaan dengan persiapan yang matang.
3. Dalam karyawisata sering unsur rekreasi menjadi prioritas daripada tujuan
utama, sedangkan unsur studinya terabaikan.
4. Memerlukan pengawasan yang lebih ketat terhadap setiap gerak-gerik
anak di lapangan.
5. Biayanya cukup mahal.
6. Memerlukan tanggung jawab guru dan sekolah atas kelancaran
karyawisata dan keselamatan anak didik, terutama karyawisata jangka
panjang dan jauh.

I. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab ialah suatu cara penyajian bahan pelajaran melalui bentuk
pertanyaan yang perlu dijawab oleh anak didik. Metode ini bermaksud
memotivasi anak didik untuk bertanya selama proses belajar-mengajar, atau guru
yang bertanya.

Kelebihan metode tanya jawab adalah:

1. Lebih mengaktifkan anak didik dibandingkan dengan metode ceramah.


2. Anak akan lebih cepat mengerti karena memberikan kesempatan untuk
bertanya pada saat pembelajaran.

18
3. Mengetahui perbedaan pendapat antara anak didik dan guru, dan akan
membawa ke arah suatu diskusi.
4. Pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian anak didik.

Kekurangan metode tanya jawab adalah:

1. Mudah meyimpang dari persoalan.


2. Dapat menimbulkan beberpa masalah baru.
3. Anak didik terkadang merasa takut memberikan jawaban atas pertanyaan
yang akan diajukan kepadanya.
4. Sukar membuat pertanyaan yang sesuai dengan tingkat berpikir dan
pemahaman anak didik.

J. Metode Latihan

Metode latihan disebut juga metode training yaitu suatu cara mengajar untuk
menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu, memperoleh suatau ketangkasan,
ketepatan, kesempatan dan keterampilan.

Kelebihan metode latihan:

1. Dapat memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf,


membuat dan menggunakan alat.
2. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental.
3. Dapat untuk membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan
kecepatan pelaksanaan.

Kekurangan metode latihan:

1. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak
dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan jauh dari pengertian.
2. Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkunngan.
3. Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang
merupakan hal monoton dan membuat bosan.

19
4. Dapat menimbulkan verbalisme.

K. Metode Bercerita

Metode bercerita adalah suatu cara mengajar dengan bercerita dan hampir
sama metode ceramah. Guru dapat menugaskan peserta didik untuk menceritakan
suatu masalah sehingga dapat mengetahui jawabannya dengan bercerita.

Kelebihan dari metode bercerita adalah:

1. Guru mudah menguasai kelas.


2. Guru dapat meningkatkan konsentrasi anak didik dalam waktu yang relatif
lama.
3. Mudah menyiapkannya.
4. Guru mudah melaksanakannya.
5. Dapat diikuti oleh anak didik dalam jumlah banyak.

Kekurangan metode bercerita:

1. Anak didik terkadang terbuai dengan jalan ceritanya sehingga tidak dapat
mengambil kesimpulan.
2. Hanya guru yang pandai dalam berkata-kata atau kalimat.
3. Menyebabkan anak didik menjadi pasif,
4. Lebih cenderung hafal isi cerita daripada sari cerita yang diceritakan.

L. Metode Ceramah

Metode ceramah adalah metode yang dlakukan secara lisan dengn


memberikan informasi kepada anak didik yang mengakibatkan guru lebih akif
daripada siswa. Keterampilan metode ceramah terletak pada kompetensi guru
dalam bermain kata-kata atau kalimat.

20
Kelebihan metode ceramah:

1. Guru mudah menguasai kelas.


2. Mudah dilaksanakan.
3. Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
4. Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar.

Kekurangan metode ceramah:

1. Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme.


2. Anak didik yang lebih tanggap dari visual akan menjadi rugi dan anak
yang lebih adiptif dapat lebih besar menerimanya.
3. Bila terlalu lama membosankan.
4. Menyebabkan anak didik pasif.

21
BAB III
PEMBAHASAN

.1 Kelebihan Buku
A. Keterkaitan antar materi
Buku utama yang dikritik adalah buku yang berjudul Guru Profesional
Menguasai Metode dan Terampil Mengajar yang ditulis oleh Prof. Dr. H.
Buchari Alma, M.Pd. dkk dan sebagai buku pembanding yang berjudul Guru
dan Anak Murid dalam Berintekasi Edukatif yang ditulis oleh Drs. Syaiful
Bahri Djamarah, M.Ag. Dalam segi keterkaitan antar materi, buku utama
memaparkan materi tentang Metode Pembelajaran dengan teratur antara
metode yang pertama sampai dengan yang terakhir. Buku utama juga
menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari setiap metode tersebut. Pada buku
pembanding tidak jauh beda dengan buku utama. Dari kedua buku yang telah
direview dapat dikatakan bahwa kedua buku ini memiliki keterkaitaan setiap
materinya sehingga mememudahkan pembaca mengerti maksud dari materi
yang dijelaskan tentang materi tersebut.
B. Kemutakhiran isi buku
Buku utama yang dikritik adalah buku yang berjudul Guru Profesional
Menguasai Metode dan Terampil Mengajar yang ditulis oleh Prof. Dr. H.
Buchari Alma, M.Pd. dkk dan sebagai buku pembanding yang berjudul Guru
dan Anak Murid dalam Berintekasi Edukatif yang ditulis oleh Drs. Syaiful
Bahri Djamarah, M.Ag. Dalam segi kemutakhiran, kedua buku ini masih
berlaku sampai sekarang. Materi-materi yang ada dalam buku ini masih sama
dengan buku yang ada pada zaman sekarang. Sehingga dapat dikatakan kedua
buku ini jelas darimana sumbernya.
C. Kelengkapan isi buku

22
Buku utama yang dikritik adalah buku yang berjudul Guru Profesional
Menguasai Metode dan Terampil Mengajar yang ditulis oleh Prof. Dr. H.
Buchari Alma, M.Pd. dkk dan sebagai buku pembanding yang berjudul Guru
dan Anak Murid dalam Berintekasi Edukatif yang ditulis oleh Drs. Syaiful
Bahri Djamarah, M.Ag. Dari segi kelengkapan isi buku, buku utama dan buku
pembanding memiliki keunggulan isi buku tersendiri. Pada buku utama
kelengkapan isi buku sudah bagus dan sudah memenuhi cakupan materi yang
dibutuhkan. Pada buku utama metode pembelajaran yang dipaparkan
berjumlah sembilan belas jenis metode pembelajaran sedangkan pada buku
pembanding jumlah metode pembelajaran yang dipaparkan adalah dua belas
metode pembelajaran. Pada buku pembanding, kelengkapan isi buku sudah
baik. Materi dipaparkan dengan baik. Dengan hal ini kelengkapan isi buku dari
kedua buku yang dikritik dapat dikatakan baik.
.2 Kelemahan Buku
A. Keterkaitan Antarmateri
Dari kedua buku yang telah di review tidak memiliki bayak kekurangan
antar materinya namun dari materi yang telah direview segi kekurangannya
seperti kurangnya rangkuman sebagai inti dalam setiap submateri itu serta
pada kedua buku ini kurang dilengkapi contoh dari setiap metode bagaimana
penerapannya dalam lapangan.
4.2 Kemutahiran Isi Buku
Kedua buku ini tidak memberikan dampak negative bagi para pembaca
bahkan memberikan wawasan positif yang membangun karakter yang lebih
teliti dan kritisi lagi. Namun, jika berbicara tentang kekurangan kedua buku
apalagi buku utama ini masih kurang memberikan tarikan untuk para pembaca
dalam memiliki keinginan membacanya.
4.3 Kelengkapan Isi Buku
Berbicara tentang kekurangan pasti ada selalu kekurangan yang terlihat
meskipun suatu karya telah disusun dan dirancang dengan sebaik-baiknya,
sama halnya dengan kedua buku yang direview tersebut. Khususnya untuk
buku utama walaupun jika dibandingkan dengan buku pembanding lebih
memiliki materi yang terbilang lengkap namun kelengkapan isi buku masih

23
perlu diperdalam lagi masih ada beberapa materi yang tidak dibahas dalam
materi ini yang seharusnya wajib dibahas, agar pembaca lebih memiliki
wawasan yang luas. Selain itu pada buku utama juga untuk jenis metodenya
ada beberapa yang dapat dijadikan satu contohnya metode yang menggunakan
sistem diskusi kelompok yang hanya berbeda dalam hal peraturannya dapat
dijadikan satu dalam metode diskusi. Sebagai buku pembanding setelah
direview menurut saya materi yang dijelaskan masih kalah jauh dengan buku
utama, dalam buku pembanding isi materi yang dibahas kurang padat dan
kurang dalam menjelaskan beberapa metode yang sangat penting tetapi tidak
tercantum.

24
BAB IV
PENUTUP

.1 Kesimpulan
Kedua buku ini bagus dan cocok bagi seseorang yang ingin mempelajari
materi Metode Pembelajaran. Perpaduan diantara kelebihan dan kekurangan
kedua buku ini menjadikan kedua buku ini sangat bagus untuk mahasiswa
ataupun pembaca pada umumnya, karena pada dasarnya kedua buku ini
memiliki tujuan yang sama yaitu bagaimana mahasiswa atau pembaca pada
umumnya dapat dengan mudah mengerti dan memahami serta
mengaplikasikan setiap materi yang sudah dibacanya dalam kehidupan sehari-
hari khususnya materi tentang Metode Pembelajaran.
.2 Saran
Kedua buku ini pada dasarnya sangat baik sebagai panduan memahami materi,
tetapi ada baiknya segala kekurangan yang telah dipaparkan dapat menjadikan
suatu saran dan menjadikan buku ini menjadi lebih baik lagi.

25
26