Anda di halaman 1dari 23

Fisika SMA Berorientasi Laboratorium

CRITICAL JOURNAL REVIEW

“MANAJEMEN LABORATORIUM SEKOLAH”

DISUSUN OLEH :

NAMA : CRISTINA YOLANDA BR.


GINTING

NIM : 4173121007

KELAS : FISIKA DIK A 2017

DOSEN PENGAMPU : Dra. Ratna Tanjung, M.Pd.

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


2019

2
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan baik. Tugas ini
dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah yaitu “Fisika SMA
Berorientasi Laboratorium”.

Makalah ini telah disusun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan Critical Journal Review
ini. Untuk itu penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini.

Terlepas dari semua itu, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan tangan terbuka penulis menerima segala saran dan kritik dari pembaca
agar penulis dapat memperbaiki makalah ini.

Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
maupun inpirasi terhadap pembaca.

                                                                                    Medan, 24 September 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................i

DAFTAR ISI...............................................................................................ii

BAB I PENDAHULUAN

.1 Latar Belakang......................................................................................1
.2 Tujuan ..................................................................................................1
.3 Manfaat.................................................................................................1
BAB II REVIEW JURNAL
.1 Jurnal Pertama.......................................................................................2
.2 Jurnal Kedua.........................................................................................8
.3 Persamaan dan Perbedaan Kedua Jurnal..............................................14

BAB III PENUTUP

.1 Kesimpulan..........................................................................................15
.2 Saran.....................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN

.1 Latar Belakang

Critical Journal Riview (CJR) adalah sebuah tulisan yang berisi review, telaah
dab evaluasi yang berisi sudut pandang dan penikiran mahasiswa mengenai suatu
jurnal penelitian yang ditentukan. Selain itu, penulis juga melihat kekurangan dan
kelebihan dari suatu jurnal penelitian serta implikasi atau keterkaitan jurnal
tersebut terhadap perkembangan hal-ha yang dijadikan topik pembahasan dan
penelitian dalam jurnal tersebut.

Hasil CJR ini dinilai akan mampu meningkatkan kemudahan pembaca dalam
memahami pokok bahasan dalam jurnal tersebut. Jurnal yang akan di review pada
tulisan kali ini adalah jurnal pendidikan yang membahas pengelolaan laboratorium
di sekolah.

Di samping sebagai pemenuhan tugas mata kuliah dari dosen, tulisan ini
dinilai akan melatih penulis dalam mengembangkan pola pikir dan
pemahamannya dalam memahami isi jurnal serta mengambil pokok dan sub
pokok bahasan jurnal tersebut yang memang dinilai sangat berguna untuk
dipahami.

.2 Tujuan
1. Mengetahui isi dari kedua jurnal.
2. Dapat menganalisis kedua jurnal sesuai dengan aspek yang ditentukan.
3. Mengetahui kelemahan dan kelebihan dari masing-masing jurnal
4. Menyelesaikan salah satu tugas mata kuliah Fisika SMA Berorientasi
Laboratorium.
.3 Manfaat

Manfaat dari mengkritik jurnal adalah dapat memahami isi jurnal sehingga
mampu menentukan kelemahan dan kelebihan dari masing-masing jurnal tersebut.

1
BAB II
REVIEW JURNAL

.1 Jurnal Pertama

1 Judul Sistem Pengelolaan Laboratium Fisika


untuk Mewujudkan Pelaksanaan
Praktikum yang Efisien
2 Jurnal Jurnal Pendidikan Fisika
3 Download file:///C:/Users/TINA/Downloads/743-1715-1-
SM.pdf
4 Volume/No/ Vol. 5/No. 1/76-88 (Online)
Halaman
5 Tahun 2017
6 Penulis Nyoto Suseno dan Riswanto
7 Reviewer Cristina Yolanda Br. Ginting
8 Tanggal 24 September 2019
9 Abstrak Penelitian
Tujuan Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
Penelitian untuk mengatasi masalah
Indeavourings 'laboratorium fisika SMA,
yaitu: kurangnya kompetensi sumber
daya manusia, koordinator laboratorium
sebagai pekerjaan guru kedua,
laboratorium belum dikelola dengan
baik, sejauh ini laboratorium tidak dapat
digunakan secara optimal, dengan
melakukan pedoman teknis pekerja
laboratorium, dan manajemen bengkel
laboratorium. Syaratnya meliputi:
pedoman teknis untuk sumber daya
manusia, bengkel manajemen
laboratorium manual, inventaris dan
pelabelan, bengkel pengaturan jadwal,
SOP dan implementasinya.

2
Subjek SMA di Kota Metro
Penelitian
Asessment Data Menggunakan teknik wawancara dan
observasi kemudian diolah dan
dianalisis dengan cara membandingkan
kondisi sebelum dan sesudah diberi
perlakuan baik secara kuantitatif
maupun kualitatif.
Kata Kunci Sistem manajemen laboratorium,
laboratorium Fisika, tindakan percobaan
dan efisien.
10 Pendahuluan
Latar Belakang Kota Metro memiliki visi sebagai Kota
dan Teori Pendidikan, karena itu pendidikan
formal di Kota Metro berkembang
sangat pesat. Pemerintah telah
menetapkan delapan standar
pendidikan melalui PP RI No. 19 Tahun
2005 yang meliputi standar isi, standar
proses, standar kompetensi lulusan,
standar pendidik dan kependidikan,
standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan dan
standar penilaian. Berdasarkan
Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007,
Laboratorium adalah salah satu standar
sarana dan prasarana yang harus
dipenuhi oleh setiap satuan pendidikan
formal termasuk SMA. Karena itu
melalui berbagai program pemerintah
telah berupaya memenuhi kebutuhan
laboratorium Fisika SMA mulai dari
pengadaan gedung, prasarana,

3
peralatan dan bahan laboratorium serta
penyiapan sumberdaya manusia
melalui pelatihan-pelatihan terhadap
para guru tentang pengelolaan
laboratorium. Setiap Laboratorium fisika
SMA Negeri di Kota Metro telah
terbentuk tata kelolanya, yakni terdiri
dari 1 orang Kepala Laboratorium IPA
dari jalur guru dan 1 orang fungsional
laboran, namun belum ada tenaga
teknisi. Berdasarkan Permendiknas
nomor 24 tahun 2007 tentang standar
sarana prasarana menyebutkan bahwa
SMA sekurang-kurangnya memiliki 14
prasarana yang salah satunya adalah
laboratorium Fisika. Sedangkan
menurut Permendiknas nomor 26 tahun
2008 tentang standar tenaga
laboratorium Sekolah/Madrasah, pasal 1
ayat 1 menyebutkan bahwa standar
tenaga laboratorium sekolah/madrasah
mencakup kepala laboratorium, tenaga
teknisi dan laboran. Banyak program
pelatihan yang diikuti oleh pendidik
maupun tenaga kependidikan tidak
terimplementasi di sekolah. Hal ini
disebabkan oleh beberapa aspek,
antara lain: aspek individu peserta
diklat yang tidak memiliki niat dan
motivasi untuk bekerja lebih baik, aspek
manajemen sekolah yang kurang
memfasilitasi penerapan hasil diklat,

4
serta aspek materi diklat yang
terkadang tidak didasarkan atas
kebutuhan sekolah. Berdasarkan uraian
di atas, maka perlu dilakukan upaya
untuk mengoptimalkan penggunaan
laboratorium fisika, melalui
pembenahan manajemen laboratorium
dan administrasi yang baik, terutama
dalam inventaris alat dan bahan
laboratorium sekolah untuk
mempermudah penggunaan
laboratorium dalam mendukung proses
pembelajaran di SMA melalui kegiatan
praktikum.
11 Metode Guna memberdayakan laboratorium
penelitian fisika SMA, maka dilakukan suatu
treatment (perlakuan) berupa
bimbingan teknis (bimtek) tenaga
laboratorium dan pendampingan dalam
pengelolaan laboratorium fisika.
Pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara dan
dokumentasi. Data tersebut kemudian
diolah dan dianalisis dengan cara
membandingkan kondisi sebelum dan
sesudah diberi perlakuan baik secara
kuantitatif maupun kualitatif.
12 Hasil penelitian 1. Hasil Studi Pendahuluan
Hasil survei terhadap keberadaan
laboratorium fisika di SMA Negeri 1
Metro dan di SMA Negeri 2 Metro
menemukan beberapa kendala dan

5
masalah dalam pengelolaan
laboratorium IPA tersebut, yaitu: 1)
kepala laboratorium hanya sebagai
profesi sampingan, sedangkan profesi
kepala laboratorium yang
sesungguhnya adalah guru, 2) tidak ada
laboran yang mampu menguasai dan
memahami berbagai alat laboratorium
dan pekerjaan laboran, 3) minat dan
motivasi guru untuk menggunakan
laboratorium dalam pembelajaran
kurang, 4) laboratorium tidak dikelola
dengan baik, sehingga jika guru ingin
menggunakan laboratorium fisika harus
menyiapkan sendiri mulai dari
perencanaan, penyiapan alat,
penggunaan dan pengembalian serta
penyimpanan alat, 5) alat-alat
laboratorium fisika belum tersusun
dengan baik, sehingga untuk mencari
satu jenis alat saja diperlukan waktu
dan curah tenaga yang cukup banyak,
6) ruang laboratorium sering digunakan
untuk kegiatan lain, seperti rapat-rapat,
ruang panitia ujian, atau bahkan
sebagai ruang untuk penyimpanan
berbagai barang sekolah lainnya
(berfungsi sebagai gudang).
2. Program Kegiatan dan Target
Setelah dilakukan Bimtek bagi tenaga
laboratorium fisika, kemudian
dilanjutkan pendampingan di SMA

6
Negeri 1 Metro dan SMA Negeri 2 Metro
untuk mengimplementasikan teori dan
prinsip pengelolaan Laboratorium yang
telah dibekalkan kepada Tenaga
laboratorium tersebut. Dilakukan
pendampingan, maka diperoleh
beberapa produk yaitu: 1) manual
pengelolaan Laboratorium, 2) Daftar
inventaris alat dan bahan laboratorium
yang memuat informasi tentang jenis,
jumlah, kondisi dan tempat
penyimpanannya, serta 3) program
kerja semester dan tahunan yang
sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
sekolah atau siswa.
3. Hasil Uji Coba Penggunaan Lab
dalam Pelaksanaan Praktikum
Dalam uji coba ini dilihat efektivitas dan
efisiensi penyelenggaraan praktikum
fisika sesuai jadwal setelah dilakukan
pembenahan administrasi dan
manajeman laboratorium, serta daftar
inventaris alat dan bahan laboratorium
telah dibenahi.
13 Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan
yang telah dikemukakan di atas, maka
dapat dikemukakan beberapa
kesimpulan:
1. Secara umum kondisi laboratorium
fisika SMA di Kota Metro telah
memenuhi standar sarana prasarana
laboratorium fisika.

7
2. Keadaan Laboratorium fisika SMA
Kota Metro yang tidak memenuhi
standar adalah pada aspek tenaga
teknisi.
3. Laboratorium fisika SMA di Kota
Metro dapat dimanfaatkan dalam
menunjang proses pembelajaran fisika
secara efektif dan efisien, setelah
manajemen dan administrasi
laboratorium dibenahi, sehingga
memudahkan guru dan siswa dalam
kegiatan praktikum.
14 Analisis Jurnal
Kelebihan jurnal 1. Dari segi abstrak jurnal, sudah baik
karena memaparkan isi dari jurnal yang
akan dibahas.
2. Untuk pendahuluan, jurnal ini
memaparkan peran laboratorium dalam
pendidikan dan di pendahuluan juga
teorinya sudah baik sebagai penjelasan
dari latar belakang.
3. Pada metode penelitian jurnal ini
sudah baik karena jurnal ini
memaparkan metode penelitian yaitu
perlakuan dan bimbingan teknis.
4. Hasil penelitian ini sudah bagus
karena menjelaskan hasil penelitian
dengan singkat dan mudah dipahami.
Kekurangan Kekurangan dari jurnal ini adalah
jurnal abstrak yang dipaparkan hanya dalam
bentuk bahasa inggris dan di dalam
abstrak masih belum memaparkan isi
dari jurnal secara keseluruhan. Pada

8
metode penelitian kurang menjelaskan
bagaimana metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian tersebut.
15 Saran Disarankan untuk mengembangkan
sistem pengelolaan laboratorium
sekolah dengan memanfaatkan
teknologi informasi, minimal
dikembangkan sistem inventaris online,
sehingga mempermudah komunikasi
antar pengelola laboratorium sekolah,
baik guru maupun laboran.

.2 Jurnal Kedua

1 Judul Efektifitas Pengelolaan Laboratorium


IPA
2 Jurnal Jurnal Manajer Pendidikan
3 Download file:///C:/Users/TINA/Downloads/684-1233-1-
SM.pdf
4 Volume/Halama Vol. 10/No. 1/109-121(Online)
n/
5 Tahun 2016
6 Penulis Elseria
7 Reviewer Cristina Yolanda Br. Ginting
8 Tanggal 24 September 2019
9 Abstrak Penelitian
Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk
Penelitian mengevaluasi pengelolaan laboratorium
IPA di SMPN 1 Kepahiang.
Subjek Subyek penelitian ini adalah kepala

9
Penelitian sekolah, koordinator laboratorium, staf
laboratorium, guru Fisika dan Biologi.
Asessment Data Pengumpulan data dilakukan melalui
kuesioner, wawancara, observasi, dan
dokumentasi, sedangkan teknik analisis
data adalah teknik evaluasi.
Kata Kunci Pengelolaan, laboratorium, efektifitas
10 Pendahuluan
Latar Belakang Laboratorium merupakan tempat
dan Teori pengamatan, percobaan, latihan dan
pengujian konsep pengetahuan dan
teknologi. Penggunaan laboratorium
agar efektif diperlukan pengelolaan
yang sebaik-baiknya. Keberadaan dari
kelangsungan suatu laboratorium
sangat tergantung pada
pengelolaannya. Pengelolaan adalah
proses merencanakan,
mengorganisasikan melaksana-kan
serta melakukan evaluasi. Laboratorium
IPA merupakan suatu tempat menggali
ilmu pengetahuan yang berusaha
secara sistimatis untuk memahami
mengapa dan bagaimnana manusia
bekerja secara sistimatis, untuk
mencapai tujuan dan membuat sistem
kerja sama lebih bermanfaat. Namun
saat ini bayak laboratorium IPA yang
ada di sekolah belum dimanfaatkan
secara optimal, hal ini disebabkan
kurangnya minat, pengetahuan
pengelolaan dan penggunaan dalam
pemanfaatan sumber daya manusia

10
yang ada di laboratorium tersebut.
Laboratorium IPA dikelola untuk para
pengguna yang disesuaikan dengan
kebutuhan penggunaannya. Untuk
memanfaatkan laboratorium sebagai
sarana pendukung proses balajar
mengajar di sekolah seharusnya dapat
dikelola dengan baik. Saat ini guru
dihadapkan pada suatu tuntutan
standar yang harus dipenuhi
berdasarkan Peraturan Menteri
Pendidikan Nasional No 16 tahun 2007,
diantaranya adalah standar kompetensi
profesional, dimana guru harus
menggunakan seluruh potensi agar
dapat mengebangkan peserta didik
untuk dapat kreatif menggali informasi
dan menjadi aktif dalam suatu proses
pembelajaran. Keaktifan siswa dalam
proses pembelajaran dapat kita lihat
dari antusiasme mereka untuk ingin
tahu lebih mendalam tentang materi
yang diberikan. Peraturan Pemerintah
Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 27 tentang
fungsi laboratorium yaitu: bahwa
laboratorium merupakan sarana
penunjang jurusan dalam pembelajaran
IPTEKS tertentu sesuai program studi
yang bersangkutan. Efektif tidaknya
laboratorium berkaitan dengan, fasilitas
administrasi laboratorium (bangunan,
peralatan laboratorium, spesimen IPA),

11
dan aktivitas yang dilaksanakan di
laboratorium yang menjaga
keberlanjutan fungsinya. Pada
dasarnya pengelolaan laboratorium
merupakan tanggung jawab bersama
baik pengelola maupun pengguna. oleh
karena itu, setiap orang yang terlibat
harus memiliki kesadaran dan merasa
bertanggung jawab untuk mengatur,
memelihara, dan mengusahakan
keselamatan kerja. Semua pihak tentu
sangat mengharapkan agar setiap
sekolah dapat mengelola laboratorium
secara efektif, agar semua kondisi
proses belajar mengajar pada
laboratorium berjalan secara kondusif
dan efektif, kenyataanya banyak
sekolah yang pengelolaan laboratorium
IPA belum efektif.
11 Metode Penelitian ini menggunakan metode
penelitian evaluasi. Teknik Pengumpulan Data
pada penelitian ini menggunakan tiga
cara yaitu wawancara, observasi dan
dokumentasi.
12 Hasil penelitian Dari hasil wawancara dan observasi di
atas dapat disimpulkan bahwa
perencanaan program kerja
laboratorium IPA di SMP Negeri 1
Kepahiang sudah berlangsung efektif.
Hal ini tergambar dari jawaban-jawaban
yang diberikan informan, selain
menggunakan metode wawancara,

12
peneliti juga menggunakan angket
untuk mendapatkan jawaban yang lebih
pasti dan setelah responden mejawab
angket tersebut maka persentase
jawaban responden terhadap efektifitas
perencanaan program kerja
laboratorium IPA, tujuhpuluh empat
koma empat persen, artinya sudah
menunjukan efektif. Lahan SMP Negeri
1 Kepahiang untuk saat ini masih
mencukupi, namun untuk hari yang
akan datang tentunya perlu dipikirkan.
Kondisi bangunan laboratorium IPA
memiliki struktur yang stabil dan kokoh
sampai dengan kodisi pembebanan
maksimum dalam mendukung beban
muatan hidup dan beban muatan mati
dan mampu untuk menahan gempa
atau kekuatan alam lainya,
pencahayaannya terang sehingga
nyaman untuk melakukan
praktikum.Lokasi laboratorium terhindar
dari potensi bahaya yang mengancam,
berdirinya bangunan laboratorium IPA
pada lahan yang rata, terhindar dari
pencemaran air, kebisingan,
pencemaran udara. Lahan sesuai
dengan lokasi yang diatur dalam
Peraturan Daerah tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dan
rencana lain yang lebih rinci dan
mengikat, dan mendapat izin

13
pemanfaatan tanah dari Pemerintah
Daerah setempat. Lahan memiliki
status atas tanah, dan /atau memiliki
izin pemanfaatan dari pemegang hak
atas tanah
(bersertifikat). Dari hasil penelitian
diketahui bahwa perencanaan program
kerja laboratorium IPA SMP Negeri 1
dilakukan oleh koordinator laboratorium
yang melibatkan kepala sekolah,
laboran dan guru mata pelajaran.
Perncanaan program kerja laboratorium
IPA telah menunjukan adanya program
kerja semester ganjil dan program kerja
semester genap. Pada program
semester tersebut, sebelum pembuatan
program semester, terlebih dahulu
disosiali-sasikan oleh kepala sekolah,
kepada koordinator laboratorium dan
laboran, program yang akan
direncanakan tersebut telah
disesuaikan dengan kebutuhan
kegiatan yang akan berlangsung pada
laboratorium IPA sehingga proses
belajar mengajar (praktik dapat
mencapai tujuan). Hal ini telah terbukti
dengan adanya program kerja maka
setiap hari laboiratorium SMP 1
kepahiang telah berfungsi sebagai
pusat berlangsungnya kegiatan praktik.
Semua pihak sekolah juga telah
mendukung penuh, aktifitas praktikum

14
pada laboiratorium IPA. Agar
terlaksananya program kerja
laboratorium IPA SMP Negeri 1
Kepahiang maka telah disusun struktur
organisasi. Pembentukan strukrur
organisasi tersebut disesuaikan dengan
sumber daya manusia, agar dapat
melaksanakan tugas dan tanggung
jawab terhadap pengelolaan
laboratorium IPA. Terbentuknya struktur
organisasi dengan orang yang penuh
tanggung jawab, maka semua program
yang telah direncanakan telah berjalan
dengan kondusif.
13 Kesimpulan Simpulan umum penelitian ini
menunjukan bahwa efektifitas
laboratorium IPA sudah efektif secara
umum. Perencanaan program kerja
laboratorium merupakan pemilihan dari
sejumlah alternatif tentang penetapan
prosedur pencapaian. Pengelolaan
sarana dan prasarana laboratorium IPA
SMP Negeri 1 Kepahiang, menunjukan
gambaran yang efektif. Keberadaan
berbagai format administrasi
laboratorium IPA SMP Negeri 1
Kepahiang telah efektif. Hal ini
ditegaskan pada Peraturan Pemerintah
Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 27 yaitu
bahwa laboratorium merupakan sarana
penunjang jurusan dalam pembelajaran
IPTEKS tertentu sesuai program studi

15
yang bersangkutan. Fungsi dari masing-
masing format administrasi
laboratorium IPA SMP Negeri 1
Kepahiang telah difungsikan dengan
baik. Penggunaan laboratorium IPA SMP
Negeri 1 Kepahiang telah difungsikan
sebagai tempat praktek. Pengawasan
dan evaluasi dilakukan terhadap
pelaksanaan program kerja
laboratorium IPA.
14 Analisis Jurnal
Kelebihan jurnal 1. Dari segi abstrak jurnal, sudah sangat
baik karena di dalam abstrak
dipaparkan dengan jelas isi secara
keseluruhan dari jurnal tersebut.
2. Untuk pendahuluan, jurnal ini sangat
baik menjelaskan latar belakang dari
masalah yang ada dan teori-teori
sebagai pendukung sudah dapat
dikatakan lengkap.
3. Pada metode penelitian jurnal ini
menjelaskan metode yang digunakan
dengan baik.
4. Hasil penelitian ini sudah bagus
karena dipaparkan dengan jelas beserta
penjelasan yang diambil dari teori yang
ada.
Kekurangan Kekurangan dari jurnal ini adalah belum
jurnal dilengkapi dengan ISSN. Pada
pembahasan terlalu rumit dikarenakan
penjelasan yang terlalu panjang
akibatnya hasil pembahasannya sedikit
sulit dipahami.

16
15 Saran Saran yang dapat diberikan adalah lebih
meningkatkan kualitas dan efisiensi
penggunaan laboratorium sebagai
sarana dalam proses pembelajaran.
.3 Persamaan Dan Perbedaan Kedua Jurnal

Persamaan Jurnal Perbedaan Jurnal


Dari kedua jurnal yang diatas Dari kedua jurnal yang dibahas
memiliki persamaan yaitu meneliti memiliki perbedaan anatar lain dalam
peran laboratorium di sekolah dan metode penelitian yang digunakan.
bagaimana pengelolaan laboratorium Pada jurnal pertama, metode yang
disekolah apakah sudah sesuai atau digunakan adalah metode perlakuan
belum. Kedua jurnal ini juga yang berupa bimbingan teknis,
membahas efisiensi penggunaan sedangkan pada jurnal kedua metode
laboratorium sebagai sarana proses penelitian yang digunakan adalah
pembelajaran. metode evaluasi.

17
BAB III
PENUTUP
.1 Kesimpulan
Dari kedua jurnal yang telah direview, maka kedua jurnal ini
membahas tentang peran laboratorium di sekolah dan bagaimana
pengelolaan laboratorium disekolah apakah sudah sesuai atau belum. Kedua
jurnal memilih metode penelitian yang berbeda yaitu pada jurnal
pertama, metode yang digunakan adalah metode perlakuan yang berupa
bimbingan teknis, sedangkan pada jurnal kedua metode penelitian yang digunakan
adalah metode evaluasi. Sedangkan pada teknik pengumpulan data
kedua jurnal tersebut sama yaitu melalui observasi, wawancara
dan dokumentasi

.2 Saran
Saran yang dapat diberikan untuk kedua jurnal adalah
melakukan penelitian yang berkelanjutan sehingga hasil yang
diperoleh lebih akurat dan segala kekurangan dijadikan sebagai
motivasi dalam penelitian berikutnya.

18
DAFTAR PUSTAKA

Elseria. 2016. Efektifitas Pengelolaan Laboratorium IPA. Jurnal Manajer


Pendidikan. Vol.10. No.1: 109-121.

Suseno, Nyoto dan Riswanto. 2017. Sistem Pengelolaan Laboratium


Fisika untuk Mewujudkan Pelaksanaan Praktikum yang
Efisien. Jurnal Pendidikan Fisika. Vol.5. No.1: 75-88