Anda di halaman 1dari 2

Perkenalkan nama saya Alasan saya memilih fakultas kedokteran dari banyaknya fakultas yang

disediakan adalah saya ingin menjadi dokter bagi keluarga saya itu adalah alasan utama dalam
pilihan saya. Dari kecil menjadi dokter adalah cita cita pertama saya. Cita cita yang memotivasi
saya untuk giat belajar dan menjadi anak yang membanggakan. Cita cita yang diharapkan oleh
keluarga saya begitupun saya. Cita cita yang selalu saya katakan kepada semua orang bahwa
saya akan menjadi dokter. Menjadi dokter adalah harapan ayah dan ibu saya. Dan berusaha untuk
mewujudkan harapan orang tua saya adalah kewajiban untuk saya. Saya ingin menjadi dokter
untuk keluarga dan orang orang yang membutuhkan saya. Melihat ibu saya menolong orang,
membantu menyelesaikan dan menjawab kekhawatiran orang orang menjadi alasan kedua saya.
Dari dulu saya selalu ikut melihat ibu saya bekerja. Dengan sigap beliau mengobati, menjahit
membuat saya selalu ingin mencoba hal hal yang dilakukannya. Dengan menjadi dokter saya
bisa lebih sigap dengan kesehatan keluarga saya yang keturunan diabetes. Saya bisa lebih sigap
menangani ayah saya jika beliau sedang sakit, setidaknya saya bisa tau saya harus melakukan
apa. Saya ingin menjadi dokter untuk diri saya dan keluarga saya. Karena saya anaknya
overthinks jadi kalau sakit sedikit saya langsung mikir kemana mana. Maka dari itu saya
memutuskan untuk menjadi dokter supaya ketika saya sakit saya bisa mendiagnosa umunya
menjadi dokter adalah cita cita semua orang tua, begitupun orang tua saya. Tapi alhamdulillah
ada kemauan dari diri saya juga untuk menjadi dokter sehingga bisa mewujudkan harapan orang
tua saya kepada saya..terkadang saya merasa bahwa diri saya tidak ada manfaatnya untuk orang
orang disekeliling saya. Maka dari itu juga saya memilih untuk menjadi dokter. Saya ingin
menjadi orang yang bermanfaat untuk orang orang diluar sana terutama keluarga saya. Saya
menyukai rasanya menolong seseorang. Saya juga ingin menjadi alasan orang tersenyum. Alasan
saya memilih universitas trisakti adalah karena universitas trisakti itu kampus swasta yang
paling dekat dengan rumah saya dan rekomendasi dari ayah saya. Saya memilih trisakti karena
tidak ingin jauh dari orang tua saya. Trisakti bukan cadangan bagi saya. Karena saya anak gap
year, saya merasa jika diterima di universitas saja sudah alhamdulillah, bersyukur sekali karena
untuk masuk kedokteran butuh biaya dan tekad yang bulat. Karena di trisakti juga ada kakak
saya, dan saudara saudara saya. orang tua saya juga menjadi lebih tenang karena ada yang
menjaga saya dari dekat. Juga karena universitas trisakti akreditasi kedokterannya bagus bahkan
bukan hanya kedokteran yang akreditasinya bagus. Dan universitas trisakti memiliki koneksi
yang cukup banyak untuk para lulusan lulusan universitas trisakti.. Saat tahun 2018 saya
menyesal karena mata saya selalu menatap kearah universitas universitas negri. Saya sadar
bahwa semua universitas itu bagus tergantung diri kita sendiri. Saya bangga saya bisa menjadi
mahasiswa. Saya bersyukur saya menjadi mahasiswa trisakti. Dan saya bersyukur bisa kuliah
karena tidak semua orang bisa berkuliah seperti saya. Sekian motivation letter dari saya dan
terima kasih.