Anda di halaman 1dari 25

STEP 1

 Hiperaktivitas otonomik :
Hiperaktivitas otonom adalah dimana saraf otonom mengalami hiperaktiv yang dapat
menjadikan jantung berdebar-debar, kepala pusing, berkeringat.

STEP 2
1. Apa yang dimaksud dengan cemas?

2. Apa saja macam macam gangguan cemas?


DSM-IV, Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 4th edn (American
Psychiatric Association, 1994); CBT, cognitive-behavioral therapy
3. Apa saja gejala gangguan cemas?

4. Perbedaan takut cemas pato dan cemas normal ?

Anxiety atau ansietas adalah orang cemas dan cemasnya itu berlangsung terus-
menerus. Jika cemas saat mau ujian, maka dikatakan bahwa cemas itu normal. Tetapi
kalau ujiannya masih 2 minggu lagi, sementara sekarang sudah cemas, maka itu dapat
digolongkan sebagai gangguan cemas. Hingga berdampak pada gangguan tidur (gabisa
tidur) sejak seminggu sebelumnya, dan semua catatan mulai dibaca-baca. Maka jika ada
tanda seperti itu, kita harus curiga adanya generalized anxiety disorder. Pasien dengan
gangguan ini, akan merasa cemas meskipun kejadiannya berlangsung pada
keadaan/kondisi kehidupan sehari-hari. Tetapi ada yang sifatnya seperti serangan dan
berlangsung episodik. Cemas seperti inilah yang dinamakan panic attack.
Gambarannya cemas bisa bermacam-macam, misalnya karena dia tidak suka dengan
sesuatu kemudian dia “displaced” ke suatu benda/objek yang gak masuk akal. Konsepnya
adalah: menghindari sesuatu itu dapat menurunkan kecemasan. Misalnya dahulu pasien
pernah terkurung di ruang tertutup, setelah itu dia takut naik lift sehingga menghindari
untuk naik lift. Jadi pasien tidak ingat lagi terhadap konfliknya. Hal ini dapat
dikategorikan sebagai specific phobia. Phobia seseorang bisa sangat aneh dan bermacam-
macam. Ada yang takut sama karet. Jadi ada residen dr. Natalia mau makan terus nyuruh
temannya buat membukakan pintu. Temannya kurang ajar, dikasih karet. Ya, intinya
begitu ya. Pada orang dengan specific phobia, harus dicari tahu apa yang menyebabkan di
otak mereka menganggap hal-hal itu adalah sesuatu yang harus dihindari. Padahal kan
karet gak bikin mati, mending kalau takutnya sama ular.
5. Apa saja tingkatan cemas ?
6. Mengapa pasien datang dengan keluhan berdebar-debar, sesak napas dan keringat dingin?
7. Dx dan dd dari scenario ?

1. Anamnesis
Nama : Pasien X
Asal : Semarang
Usia : 20th
Pekerjaan : Mahasiswi
KU : berdebar-debar, sesak nafas dan keringat dingin
Onset : 2 minggu yll
Faktor memperberat : saat mengerjakan skripsi dan ketemu dosen
Faktor memperingan : saat tidak mengerjakan skripsi

2. Pemeriksaan status mental


3. Pemeriksaan fisik
Tekanan darah : 110/70 (normal
Laju Pernapasan : 28x/menit (meningkat)
Nadi : 100x/menit (normal)
Suhu : 37 celcius (normal)
4. Pemeriksaan penunjang : Dalam batas Normal
5. Diagnosis
Aksis I :
F 41.1 Gangguan cemas menyeluruh
F 44.4 Gangguan motorik disosiasif
F 45.1 Gangguan somatoform tak teri ci
Aksis II : Gangguan kepribadian cemas
Aksis III : none
Aksis IV : Masalah pendidikan
(pasien merasa terbebani dengan tugas skripsi dan takut bertemu dengan dosen pembimbing)
Aksis V : GAF : 60 (mutakhir)

8. Apa saja etiologi dari kasus di skenario?


9. Apa saja pemeriksaan fisik dan penunjang ?
10. Bagaimana tatalaksana pada kasus tersebut ?
STEP 3
1. Apa yang dimaksud dengan cemas?
Kecemasan adalah ketegangan, rasa tak aman atau kekhawatiran yg timbul karena
dirasakan akan terjadi sesuatu yg tidak menyenangkan, tetapi sumbernya sebagian besar
tidak diketahui.
Menambahkan, jadi kecemasan itu melibatkan 3 komponen :
A. Adanya ungkapan subjektif --> jadi dia merasa dirinya itu tegang, takut, gugup
B. Respon perilaku : berupa menghindari situassi yg ditakuti
C. Respon fisiologis : berupa ketegangan otot, palpitasi, tekanan darah meningjat, nafas
cepat, mulut kering

2. Apa saja macam macam gangguan cemas?


klasifikasi cemas :
1. panic attack
2. generalized anxiety disorde
3. specific phobia
4. social anxiety disorder
5. agoraphophobia
6. ptsd

3. Apa saja gejala gangguan cemas?


Gejala-gejala gangguan cemas ==> gejala-gejala yang ditimbulkan akibat stimulus
terhadap sistem saraf otonom :
o Kardio vaskuler : Peningkatan tekanan darah, palpitasi
o Respirasi : RR meningkat, rasa tertekan pada dada
o Kulit : perasaan panas atau dingin pada kulit, muka pucat, berkeringat
seluruh tubuh
o Gastro intestinal : Anoreksia, rasa tidak nyaman pada perut, rasa terbakar
di epigastrium,diare.
o Neuromuskuler : Reflek meningkat, tremor, kejang, wajah tegang
o Gejala psikologis dan kognitif : Kecemasan menghasilkan kebingungan
dan distorsi persepsi pd ruang, waktu, orang, peristiwa

4. Perbedaan takut cemas pato dan cemas normal ?


A. Kecemasan normal
 Rasa ketakutan yang difus tidak menyenangkan samar – samar disertai gejala
otonomik (nyeri kepala, keringat, palpitasi, kekakuan pd dada, merasa gelisah)
 Ketakutan dan kecemasan
Kecemasan sinyal yg menyadarkan, memperingatkan adanya bahaya yg mengancam
dan ambil tindakan untuk membatasi ancaman, respon terhadap ancaman yg sumbernya
tdk diketahui, internal, samar – samar, konfliktual.
Ketakutan  sinyal serupa yg menyadarkan, respon dari suatu ancaman yg sumbernya
diketahui, external, jelas, bukan bersifat konflik.
Ketakutan didahului oleh keheranan dan berjalan bersama – sama
 Fungsi adaptif dari kecemasan :
Kecemasan memperingatkan adanya ancaman external dan internal, memilki kualitas
menyelamatkan hidup, kecemasan mencegah dengan cara menyadarkan seseorang untuk
melakukan tindakan tertentu mencegah bahaya
 Stress, konflik, kecemasan
Melibatkan ego, abstraksi kolektif untuk proses dimana seseorang merasakan, berpikir,
dan bertindak terhadap peristiwa external dan dorongan internal. Ego yang berfungsi
dengan baik  dlm keseimbangan adaptif dunia external dan internal, ego tidak
berfungsi baik dan tidak seimbang dan cukup lama  kecemasan kronis
Ketidakseimbangan external, internal, ego impuls  konflik
 Gejala psikologis dan kognitif
Kecemasan menghasilkan kebingungan dan distorsi persepsi pd ruang, waktu, orang,
peristiwa.

anxiety atau ansietas adalah orang cemas dan cemasnya itu berlangsung terus- menerus.
jika cemas saat mau ujian, maka dikatakan bahwa cemas itu normal. Tetapi kalau
ujiannya masih 2 minggu lagi, sementara sekarang sudah cemas, maka itu dapat
digolongkan sebagai gangguan cemas. hingva berdampak pada gangguan tidur (gabisa
tidur) sejak seminggu sebelumnya, dan semua catatan mulai dibaca-baca. maka jika ada
tanda seperti itu, kita harus curiga adanya generalized anxiety disorder. pasien dengan
gangguan ini, akan merasa cemas meskipun kejadiannya berlangsung pada
keadaan/kondisi kehidupan sehari-hari. tetapi ada yang sifatnya seperti serangan dan
berlangsung episodik. cemas seperti inilah yang dinamakan panic attack.

5. Apa saja tingkatan cemas ?


Berdasarkan Tingkatanya:
a. Kecemasan ringan :
berhubungan dengan kegiatan sehari hari dan menyebabkan seseorang menjadi
waspada. Selain itu juga dapat memotivasi belajar dan meningkatkan kreativitas
b. Kecemasan sedang :
Memungkinkan sesorang untuk memusatkan masalah penting dan mengesampingkan
yang lain sehingga seorang mengalami perhatian yang selektif, namun dapat
melakukan kegiatan yang terarah. Manifestasinya seperti kelelahan meningkat,
mudah tersinggung, kondentrasi menurun, dll
c. Kecemasan berat :
Cenderung memusatkan pada sesuatu yang terinci dan spesifik, serta tidak dapat
berpikur ttg hal lain
d. Panik :
Berhubungan dengan ketakutab dan teror karena mengalami kehilangan kendali.
Biasanya tdk mampu melakukan sesuatu walaupun dengan pengarahan

6. Mengapa pasien datang dengan keluhan berdebar-debar, sesak napas dan keringat dingin?

Pada gangguan cemas terjadi hiperaktivitas otonomik diduga karena adanya gangguan
dari sistem limbik dan hipokampus yang berinterkasi juga dengan adanya gangguan
neurotransmitter, sehingga saat adanya stressor, mekanisme coping yang merupakan
pertahanan seseorang terhadap tekanan lama kelamaan terganggu. pada orang orang
dengan gangguan cemas terjadi peningkatan tonus simpatik, berrespon berlebihan
terhadap stimulus sedang, dan berespon lambat terhadap stimulus berulang sehingga
diduga adanya gangguan pada sistem saraf otonom orang orang yang memiliki gangguan
cemas

sistem saraf otonom sendiri terdiri dari simpatis dan parasimpatis, neurotransmitter
simpatis yaitu norephinephrin dan epineprin membuat peningkatan heart rate, selain itu
sebagai kompensasi peningkatan heart rate maka akan terjadi dilatasi bronkus sehingga
peningkatan pemasukan oksigen ke tubuh, untuk meningkatkan perfusi jaringan, selain
itu meningkatkan sekresi kelenjar keringat sehingga terjadi berkeringat saat adanya
aktivitas simpatik.
Stressor--> dipresepsi panca indra--> korteks serebri-->sistem limbic dan RAS-->
hipotalamus dan hipofisis-->adrenal mensekresikan katekolamin-->tjd stimulasi saraf
otonom--> hiperaktivitas otonom shg tjd gejala tertentu seperti pada scenario.

7. Dx dan dd dari scenario ?


sebutkan DD nya dan bedanya masing2 apa?
Macam-macam gangguan cemas?
8. Apa saja etiologi dari kasus di skenario?

Etiologi :
 Teori psikologis :

- Faktor psikoanalitik
Freud menyatakan bahwa kecemasan sebagai sinyal, kecemasan menyadarkan ego
untuk mengambil tindakan defensif terhadap tekanan dari dalam diri. misal dengan
menggunakan mekanisme represi, bila berhasil maka terjadi pemulihan keseimbangan
psikologis tanpa adanya gejala anxietas. Jika represi tidak berhasil sebagai suatu
pertahanan, maka dipakai mekanisme pertahanan yang lain misalnya konvensi,
regresi, ini menimbulkan gejala.

 Teori biologis

- System saraf otonom


Stimulasi Sistem saraf otonom menyebabkan gejala tertentu  kardiovaskuler,
gastrointestinal, dan pernapasan. Manifestasi kecemasan perifer tersebut tidak khusus
terhadap kecemasan maupun tidak selalu berhubungan dengan pengalaman
kecemasan subyektif.
- Neurotransmitter
 NE  agonis adrenergic beta (isoproterenol) dan antagonis alfa 2 (co :
yohimbin) mencetuskan serangan panic. Agonis alfa 2 (clonidin) 
menurunkan gejala cemas
 Serotonin  antidepresan serotonergik (clomipramine) punya efek terapetik
gangguan obsesif kompulsif, busprione untuk obat gangguan cemas,
fonfluromine menyebabkan pelepasan serotonin sehingga menyebabkan
peningkatan kecemasan pd pasien dgn gangguan kecemasan.
 GABA  dalam gangguan kecemasan didukung paling kuat oleh manfaat
benzodiazepine yang tidak dapat dipungkiri, yang meningkatkan aktivitas
GABA pd reseptor GABAa di dalam pengobatan beberapa jenis gangguan
kecemasan.

- Pencitraan otak
Contoh: pada gangguan anxietas didapati kelainan di korteks frontalis, oksipital,
temporalis. Pada gangguan panik didapati kelainan pada girus para hipokampus.

- Penelitian genetic
Penelitian ini mendapatkan, hampir separuh dan semua pasien dengan gangguan
panik memiliki sekurangnya satu sanak saudara yang juga menderita gangguan.
9. Apa saja pemeriksaan fisik dan penunjang ?
10. Bagaimana tatalaksana pada kasus tersebut ?
11. Perbedaan cemas dan takut ?
12. Sebutkan contoh-contoh dari cemas normal!
13. Sebutkan contoh-contoh dari cemas patologis?
14. Apa perbedaan dari cemas dan takut apa?
Step 4