Anda di halaman 1dari 13

ASKEP ASUHAN KEPERAWATAN TUBERCULOSIS PARU

A. Identitas Klien

Nama : Ny.E

Umur : 52 tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Surabaya

Pekerjaan : IRT

Pendidikan : Sma

Identitas penanggung jawab

Nama : Tn.S

Umur : 53 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Alamat : Surabaya

Pekerjaan : Petani

Pendidikan : Sma

B. Riwayat Kesehatan

1. Riwayat Kesehatan Sekarang

Keluhan Utama

Pada saat pengkajian pasien mengatakan sesak nafas dan batuk berdahak. Pengkajian fisik
didapatkan suara bunyi ronkhi di ½ lapang paru bawah. Frekueansi nafas 26 kali/menit.
Klien tampak susah untuk mengeluarkan dahak saat batuk. Klien juga mengatakan tidak
nafsu makan, mual, muntah. Klien kehilangan tonus otot, BB turun 11 kg, konjungtiva
anemis. P 30 x/menit, TD 90/60 mmHg, N 120 x/menit, S 37°C.

2. Riwayat Kesehatan Masalalu


Klien mengatakan bahwa dirinya tinggal dengan orang yang mengkonsumsi rokok 2
pak/hari selama 25 tahun.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
Tidak ditemukan riwayat kesehatan keluarga

C. Pemeriksaan Fisik Head To Toe

1. Kepala : Bentuk kepala oval, kulit kepala tampak kering, rambut kasar
dengan distribusi tebal, tidak ada kelainan dibagian kepala
2. Mata : Bola mata simetris kiri dan kanan, konjungtiva terlihat anemis
3. Mulut : Mukosa mulut kering, terlihat bernapas dari mulut, tampak
susah mengeluarkan dahak saat batuk
4. Thoraks
I : pergerakan dinding dada terlihat cepat pada saat bernapas, tidak
ada lesi dan memar
P : tidak ada pembengkakan di dada, fremitus tidak normal
P : bunyi paru pekak
A : bunyi paru ronkhi di ½ lapang paru bawah, kasar dan nyeri
5. Abdomen :
Hepar :
I : bentuk simetris, tidak adanya benjolan, tidak adanya jaringan
parut
P : tidak adanya nyeri tekan, tidak adanya pembengkakan, hepar
tidak teraba
P : bunyi hepar pekak/redap, dilakukan perkusi untuk mengetahui
batas dan batas bawah dari hepar
Limpa :
I : bentuk simetris, tidak adanya benjolan di daerah limpa
P : tidak ada nyeri tekan, tidak adanya pembengkakan, dan tidak
adanya penumpukan cairan
P : bunyi perkusi normal
Ginjal :
I : bentuk tidak simetris, tidak adanya benjolan, tidak adanya
Penumpukan cairan dibagian abdomen, tidak terdapat jaringan
parut dibagian abdomen

P : tidak terdapat nyeri tekan dibagian ginjal klien


P : bunyi perkusi pekak
6. Ekstremitas : kehilangan tonus oto, tidak ada kelainan bentuk di bagian
ekstremitas, kulit terlihat pucat dan kering.
1. Secara keseluruhan klien terlihat kurus dan terjadi penurunan BB
drastic.

D. Pemeriksaan Penunjang

LED : 60 mm (lk:0-88mm, pr:0-15mm) Kalium : 3,41 mEq/L (3,5-5,1 mEq/L)

HB : 10 gr/dl (lk: 14-16, pr: 12-14) Klorida : 94,1 mEq/L (98-109 mEq/L)

Eritrosit : 4,08 gr/dl (ce: 4-5) Ureum : 78 mg/dl (10-50 mg/dL)

Leukosit : 11.000 /ul (10.000/ul) Kreatinin: 1,2 mg/dl (0,5-1,5 mg/dL)

Trombosit : 301.000 /ul (150rb-400rb) pH : 7,4 mmHg (7,35-7,45 mmHg)

Protein : 8,8 gr/dl (7,2-8 g/dl) pCO² : 28,6 mmHg (35-45)

Globulin : 5,9 gr/dl (2,3-3,2 gr/dl) pO² : 76,6 mmol/L (80-100)

Natrium : 129 mEq/L (135-145 mEq/L) Sat O² : 95,5 % (100%)


Rotgen : Hasil rotgent paru member kesan gambaran TB paru Kultur BTA (+)

Order Dokter :
Rifampicin (R) 1 x 350 mg
Isoniazid (H) 1 x 300 mg
Etambutol (E) 1 x 500 mg
Pirazinamid (Z) 1 x 500 mg
Vit B6 3 x 1 tablet
Domperidon 3 x 10 mg
OMG 1 x 40 mg
Inhalasi vent : Nacl 1 : 1

E. Analisa Data
Data Fokus:
- Klien tampak susah untuk mengeluarkan dahak saat batuk
- Bunyi ronkhi di ½ lapang paru bawah
- Klien kehilangan tonus otot
- BB menurun 11 kg
- Konjungtiva terlihat anemis
- P 30 x/menit, TD 90/60 mmHg, N 120 x/menit, S 37°C
- Klien mengatakan sesak napas
- Klien mengatakan batuk berdahak
- Klien mengatakan tinggal dengan orang yang mengkonsumsi rokok 2 pak/hari
selama 25 tahun
- Klien mengatakan tidak nafsu makan, mual dan muntah
Asidosis respiratori terkompensasi penuh
ANALISA DATA

No Data Masalah Keperawatan


Data Subjektif
- Klien mengatakan sesak napas dan
batuk berdahak
- Klien mengatakan saat bernapas agak
dalam
Data Ojektif
- Klien tampak susah mengeluarkan
1 dahak saat batuk Ketidakefektifan bersihan jalan napas
- Bunyi ronkhi di ½ lapang paru bawah
Data Tambahan
- Hasil rotgent paru member kesan
gambaran TB paru
- Kultur BTA (+)
- P 30 x/menit, TD 90/60 mmHg, N 120
x/menit, S 37°C
Data Subjektif
- Klien mengatakan tidak nafsu makan
- Klien mengatakan mual dan muntah
Data Objektif
- BB ↓ 11 kg
- Konjungtiva klien terlihat anemis
- Klien kehilangan tonus otot Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
2 Data Tambahan
kebutuhan
- LED: 60 mm (lk:0-88mm, pr:0-
15mm)
- HB : 10 gr/dl (lk: 14-16, pr: 12-14)
- Natrium : 129 mEq/L (135-145
mEq/L)
- Protein : 8,8 gr/dl (7,2-8 g/dl)
- Globulin : 5,9 gr/dl (2,3-3,2 gr/dl)
Data Subjektif
- Klien mengatakan lemas
- Klien mengatakan tidak nafsu makan,
mual dan muntah
Data Objektif
- Konjungtiva klien terlihat anemis Ketidakefektifian perfusi jaringan
3
- Klien kehilangan tonus otot (perifer)
Data Tambahan
- HB : 10 gr/dl (lk: 14-16, pr: 12-14)
- pCO² : 28,6 mmHg (35-45)
- Sat O² : 95,5 % (100%)
- pO² : 76,6 mmol/L (80-100)
Data Subjektif
- Klien mengatakan masih sering batuk-
batuk dan susah mengeluarkan sputum
- Klien mengatakan tinggal dengan
orang yang mengkonsumsi rokok 2
pak/hari selama 25 tahun
4 Data Objektif Resiko penyebaran infeksi
- Klien terlihat sering batuk-batuk
Data Tambahan
- Hasil rotgent paru member kesan
gambaran TB paru
- Kultur BTA (+)

F. Diagnose Keperawatan

1. Ketdakefektifan bersihan jalan napas b.d pus yang berlebihan


2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d anoreksia, mual,
muntah dan batuk produktif
3. Ketidakefektifan perfusi jaringan (perifer) b.d penurunan konsentrasi Hb dalam
darah
4. Resiko penyebaran infeksi b.d kerusakan jaringan atau terjadinya infeksi lanjutan
(penkes agar tidak tjd penularan infeksi)

G. Daftar Tindakan Keperawatan Yang akan dilakukan


1. Tindakan pertama yang akan dilakukan adalah pemeriksaan fisik lengkap
2. Pemasangan suction
3. Berikan Oksigen bila pernapasan kurang cukup
4. Pantau intake dan output
5. Jaga privasi klien, agar bakteri tidak menular
6. Kolaborasi dengan dokter tuberkulostatik, untuk kemajuan pengobatan secara
bakteriologis, radiologic, dan klinis
7. Berikan
RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN TUBERKULOSIS PARU

(Tujuan/Kriteria Evaluasi)
No Diagnosa Keperawatan Intervensi NIC Aktivitas Keperawatan
Hasil NOC
1. Ketidakefektifan bersihan jalan Setelah dilakukan tindakan  Manajemen Jalan napas : Pengkajian
napas b.d pus yang berlebihan keperawatan selama 1x24 memfasilitasi kepatenan  Kaji dan
jam, klien akan: jalan napas dokumentasikan hal-
Data Subjektif - Menunjukkan Status  Pengisapan jalan napas : hal berikut ini :
- Klien mengatakan sesak Pernapasan: Kepatenan mengeluarkan sekret dari - Kefektifan
napas dan batuk berdahak Jalan Napas, dibuktikan jalan napas dengan pemberian oksigen
- Klien mengatakan saat dengan indicator gangguan memasukkan sebuah dan terapi lain
bernapas sangat dalam (1: Sangat Berat, 2: Berat, katetetr pengisap - Kefektifan obat
Data Ojektif 3: Sedang, 4: Ringan, 5: kedalam jalan napas oral resep
- Klien tampak susah Tidak Ada Gangguan) dan/atau trakea - Kecendrungan pada
mengeluarkan dahak saat Kriteria Hasil:  Pengaturan posisi : gas darah arteri, jika
batuk  Kemudahan bernapas mengubah posisi pasien tersedia
- Bunyi ronkhi di ½ lapang  Pergerakan sputum atau bagian tubuh pasien - Frekuensi,
paru bawah keluar dari jalan napas secara sengaja untuk kedalaman, dan
Data Tambahan  Pergerakan sumbatan memfasilitasi upaya pernapasan
- Hasil rotgent paru member keluar dari jalan napas kesejahteraan fisiologi - Faktor yang
kesan gambaran TB paru  Batuk efektif dan psikologi berhubungan seperti
- Kultur BTA (+)  Mengeluarkan secret  Pemantauan pernapasan : nyeri, batuk tidak
- P 30 x/menit, TD 90/60 secara secara efektif mengumpulkan dan efektif, mukus
mmHg, N 120 x/menit, S  Mempunyai jalan napas mengananlisis data kental, dan
37°C yang paten pasien untuk memastikan keletihan
kepatenan jalan napas  Auskultasi bagian dada
- Menunjukkan Status dan pertukaran gas yang anterior dan posterior
Pernapasan: Ventilasi, adekuat untuk mengetahui
dibuktikan dengan  Bantuan ventilasi : penurunan atau
indicator gangguan (1: meningkatkan pola napas ketiadaan ventilasi dan
Sangat Berat, 2: Berat, 3: spontan yang optimal, adanya suara napas
Sedang, 4: Ringan, 5: yang memaksimalkan tambahan
Tidak Ada Gangguan) pertukaran oksigen dan  Pengisapan jalan napas
Kriteria Hasil: karbon dioksida dalam (NIC) :
 Pergerakan udara masuk paru. - Tentukan kebutuhan
dan keluar paru lancar pengisapan oral atau
 Pada pemeriksaan trakea
auskultasi, memiliki - Pantau status
suara napas yang jernih oksigen (tingkat
 Mempunyai irama dan SaO² dan SvO²) dan
frekuensi pernapasan status
dalam rentang normal hematodinamik
 Mempunyai fungsi paru (tingkat MAP
dalam batas normal (mean anterial
preasure) dan irama
jantung) segera
sebelum, selama
dan setelah
pengisapan
 Catat jenis dan jumlah
sekret yang
dikumpulkan
2 Ketidakseimbangan nutrisi Setelah dilakukan tindakan  Manajemen gangguan Pengkajian
kurang dari kebutuhan tubuh b.d keperawatan selama 1x24 makan : mencegah dan  Tentukan motivasi
anoreksia, mual, muntah dan jam, klien akan: menangani pembatan diet pasien untuk
- Menunjukkan Status gizi : yang sangat ketat dan mengubah kebiasaan
batuk produktif
asupan makan dan aktivitas berlebihan atau makan
cairan, dibuktikan dengan memasukkan makanan  Pantau nilai
Data Subjektif indicator gangguan (tidak dan minuman dalam laboratorium,
- Klien mengatakan tidak adekuat, sedikit adekuat, jumlah banyak kemudian khususnya transferin,
nafsu makan cukup adekuat, adekuat , berusaha mengeluarkan albumin dan elektrolit
- Klien mengatakan mual dan sangat adekuat) semuanya  Manajemen nutrisi
muntah Kriteria Hasil:  Manajemen elektrolit : (NIC) :
Data Objektif  Menjelaskan komponen meningkatkan - Ketahui makanan
diet bergizi adekuat keseimbangan elektrolit kesukaan pasien
- BB ↓ 11 kg
 Melaporkan tigkat dan pencegahan - Tentukan
- Konjungtiva klien terlihat energi yang adekuat komplikasi akibat dari kemampuan pasien
anemis kadar elektrolit serum untuk mengetahui
- Klien kehilangan tonus otot - Menunjukkan berat badan yang tidak normal atau kebutuhan nutrisi
: massa tubuh dibuktikan diluar harapan - Pantau kandungan
Data Tambahan
dengan indicator gangguan  Pementauan elektrolit : nutrisi dan kalori
- LED: 60 mm (lk:0-88mm, (1: Sangat Berat, 2: Berat, pada catatan asupan
mengumpulkan dan
pr:0-15mm) 3: Sedang, 4: Ringan, 5: mengananlisis data - Timbang pasein
- HB : 10 gr/dl (lk: 14-16, pr: Tidak Ada Gangguan) pasien untuk mengatur pada interval yang
12-14) Kriteria Hasil: keseimbangan elektrolit tepat
- Natrium : 129 mEq/L  Mempertahankan berat  Pemantauan cairan :
(135-145 mEq/L) badan pengumpulan dan
- Protein : 8,8 gr/dl (7,2-8  Mempertahankan massa analisis data pasien untuk
tubuh dan berat badan mengatur keseimbangan
g/dl)
dalam batas normal cairan
- Globulin : 5,9 gr/dl (2,3-  Manajemen cairan dan
3,2 gr/dl) elektrolit : mengatur dan
mencegah komplikasi
akibat perubahan kadar
cairan dan elektrolit
 Manajemen nutrisi :
membantu atau
menyediakan asupan
makanan dan cairan diet
seimbang
 Terapi nutrisi :
pemberian makanan dan
cairan untuk mendukung
proses metabolik pasien
yang malnutrisi atau
beresiko tinggi terhadap
malnutrisi
 Pemantauan nutrisi :
mengumpulkan dan
menganalisis data pasien
untuk mencegah dan
meminimalkan kurang
gizi
 Bantuan perawatan –
diri : makan : membantu
individu untuk makan
 Bantuan menaikkan berat
badan : memfasilitasi
pencapaian kenaikan
berar badan

3 Ketidakefektifan perfusi Setelah dilakukan tindakan  Perawatan sirkulasi : Pengkajian


jaringan (perifer) b.d penurunan keperawatan selama 1x24 insufisiensi arteri :  Kaji ulkus statis dan
konsentrasi Hb dalam darah jam, klien akan: meningkatkan sirkulasi gejala selulitis (yaitu,
- Menunjukkan integritas arteri nyeri, kemerahan dan
Data Subjektif jaringan : kulit dan  Perawatan sirkulasi : pembengkakan pada
- Klien mengatakan lemas membran mukosa yang insufisiensi vena : ektermitas)
- Klien mengatakan tidak dibuktikan dengan meningkatkan sirkulasi  Perawatan sirkulasi
nafsu makan, mual dan indicator gangguan (1: vena (insufisiensi arteri dan
muntah gangguan eksterm, 2 ;  Manajemen vena) (NIC) :
Data Objektif berat, 3 : sedang, 4 : ringan, cairan/elektrolit : - Lakukan pengkajian
5 : tidak ada gangguan ) : mengatur dan mencegah komprehensif
- Konjungtiva klien terlihat
Kriteria Hasil : komplikasi akibat terhadap sirkulasi
anemis
- Suhu, sensasi, perubahan kadar cairan perifer (misalnya, kaji
- Klien kehilangan tonus otot
elastisitas, hidrasi, atau elektrolit nadi perifer, edema,
Data Tambahan
keutuhan dan ketebalan  Manajemen cairan : pengisian ulang
- HB : 10 gr/dl (lk: 14-16, pr: kulit meningkatkan kapiler, warna dan
12-14)
keseimbangan cairan suhu [ekstermitas])
- pCO² : 28,6 mmHg - Menunjukkan cairan dan mencegah - Pantau tingkat
(35-45) keseimbangan cairan komplikasi akibat kadar ketidaknyamanan atau
- Sat O² : 95,5 % (100%) yang dibuktikan dengan cairan abnormal atau nyeri saat melakukan
- pO² : 76,6 mmol/L indicator gangguan (1: tidak diinginkan latihan fisik, pada
(80-100)
Sangat Berat, 2: Berat, 3:  Manajemen sensasi malam hari, atau saat
Sedang, 4: Ringan, 5: perifer : mencegah atau instirahat [arterial]
Tidak Ada Gangguan) meminimalkan cidera - Pantau status cairan,
Kriteria Hasil: atau ketidaknyamanan termasuk asupan dan
 Tekanan darah pada pasien yang haluaran
 Nadi perifer mengalami per bahan  Manajemen sesasi
 Turgor kulit sensasi perifer (NIC) :
 Surveilans kulit :  Pantau pembedahan
mengumpulkan dan ketajaman atau
menganalisis data pasien ketumpulan atau panas
untuk mempertahankan atau atau dingin (pada
integritas kulit dan perifer)
membran mukosa

4 Resiko penyebaran infeksi b.d Setelah dilakukan tindakan  Perawatan sirkulasi :  Pantau tanda dan
kerusakan jaringan atau keperawatan selama 1x24 insufisiensi arteri : gejala infeksi
terjadinya infeksi lanjutan jam, klien akan: meningkatkan sirkulasi (misalnya, suhu tubuh,
- Menunjukkan arteri denyut jantung,
pengendalian resiko  Manajemen penyakit drainase, penampilan
Data Subjektif komunitas : penyakit menular : bekerja luka, sekresi,
- Klien mengatakan masih menular yang, dibuktikan bersama komunitas untuk penampilan urine, suhu
sering batuk-batuk dan susah dengan indicator gangguan menurunkan dan kulit, lesi kulit,
mengeluarkan sputum (1: tidak pernah, 2 : jarang, mengelolah insiden dan keletihan dan malaise.
- Klien mengatakan tinggal 3: kadang – kadang, 4 : prevalesni penyalit  Kaji faktor yang dapat
dengan orang yang sering, 5 : selalu) menular pada populasi meningkatkan
Kriteria Hasil: khusus. kerentanan terhadap
mengkonsumsi rokok 2
 Memantau perilaku  Skrining kesehatan : infeksi (misalnya : usia
pak/hari selama 25 tahun seksual terhadap resiko mendeteksi resiko atau lanjut, usia kurang dari
Data Objektif pajananan PMS masalah kesehatan 1 tahun, luluh imun,
- Klien terlihat sering batuk-  Mengikuti strategi dengan memanfaatkan dan malnutrisi)
batuk pengendalian pemajanan riwayat kesehatan,  Pantau hasil
Data Tambahan  Menggunakan pemeriksaan kesehatan, laboratorium
- Hasil rotgent paru member pengendalian penularan dan prosedur lainnya. (hitunglah darah
PMS  Perlindungan infeksi : lengkap, hitung
 mencegahan dan granulosit, absolut,
- Menunjukkan keparahan mendeteksi dini infeksi hitung jenis, protein
infeksi yang dibuktikan pada pasien yang serum, dan albumin
oleh pengendalian risiko beresiko.  Amati penampilan
komunitas ; penyakit  Surveilans : komunitas : praktik higiene
menular, status imun, mengumpulkan, personal untuk
keparahan infeksi : bayi menginterpretasikan dan perlindungan terhadap
baru lahir, pengendalian menyintensis data secara infeksi.
resiko : penyakit menular teraarah dan kontinu
kesan gambaran TB paru seksual dan penyembuhan untuk mengambil
- Kultur BTA (+) luka : primer dan sekunder. keputusan di komunitas.
Kriteria Hasil :
 Terbebas dari tanda dan
gejala infeksi
 Menggambarkan faktor
yang menunjang
penularan infeksi
 Melaporkan tanda dan
gejala serta mengukuti
prosedur skrining dan
pemantauan
TUGAS ASUHAN KEPERAWATAN TUBERCULOSIS PARU