Anda di halaman 1dari 6

ANALISA SINTESA TINDAKAN

KANULASI INTRA VENA : PASANG, RAWAT, LEPAS

Oleh :

ELMA SAFITRI
14420192121

PROGRAM STUDI PROFESI NERS

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA

MAKASSAR

2019/2020
Tugas 1

ANALISA SINTESA TINDAKAN KEPERAWATAN

Nama klien : Tn. S

Umur : 60 thn

Alamat : Jl. Nuri no. 10

Diagnosa medik : Stroke

No RM : 243756

1. Diagnosa keperawatan
a. Retensi urin berhubungan dengan penurunan fungsi otot spinter
sekunder terhadap stroke
Ds :
1. klien mengatakan merasa ingin kencing tapi tidak bisa keluar
2. klien mengatakan tidak nyaman dan merasa nyeri karena sudah
2 kali kencing tidak bisa keluar
Do :
1. kandungan kemih teraba penuh
2. klien terlihat gelisa
2. Dasar pemikiran
Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak
terganggu atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau
pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik). Tanpa darah, otak tidak
akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada
sebagian area otak akan mati. Ketika sebagian area otak mati, bagian
tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi
dengan baik. Stroke adalah keadaan darurat medis karena sel otak dapat
mati hanya dalam hitungan menit. Penanganan yang cepat dapat
meminimalkan kerusakan otak dan kemungkinan munculnya komplikasi
3. Tindakan keperawataan yang dilakukan
Melakukan tindakan pemasangan kateter urin
4. Prinsip tindakan
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
Pengertian
Kateter adalah selang yang digunakan untuk memasukkan atau
mengeluarkan cairan. Kateterisasi urinarius adalah memasukkan kateter
melalui uretra ke dalam kandung kemih dengan tujuan mengeluarkan urin.
Kateterisasi urine sedapat mungkin tidak dilakukan kecuali bila sangat
diperlukan, karena dapat menyebablkan infeksi nosocomial
Tujuan
a. Untuk mengambil sample urine guna pemeriksaan kultur mikrobiologi
dengan menghindari kontaminasi.
b. Pengukuran residual urine dengan cara, melakukan regular kateterisasi
pada klien segera setelah mengakhiri miksinya dan kemudian diukur
jumlah urine yang keluar.
c. Untuk pemeriksaan cystografi, kontras dimasukan dalam kandung
kemih melalui kateter.
d. Untuk pemeriksaan urodinamik yaitu cystometri dan uretral profil
pressure.
Alat yang dibutuhkan
1. Bak instrumen steril berisi : pinset anatomis, kasa
2. Kom
3. Kateter sesuai ukutan
4. Sarung tangan steril
5. Sarung tagan bersih
6. Cairan antiseptic
7. Spuit 10 cc atau 20 cc berisi aquadest/NaCl steril
8. KY jelly
9. Urine bag
10. Plaster
11. Gunting verban
12. Selimut mandi
13. Tirai/sampiran
14. Perlak dan pengalas
15. Bengkok/nierbekken
16. Tempat specimen (jika perlu)
Pelaksanaan
Tahap Pra Interaksi
a. Mengucapkan salam terapeutik
b. Memperkenalkan diri
c. Menjelaskan pada klien dan keluarga tentang prosedur dan tujuan 
tindakan yang akan dilaksanakan.
d. Penjelasan yang disampaikan dimengerti klien/keluarganya
e. Selama komunikasi digunakan bahasa yang jelas, sistematis serta tidak
mengancam.
f. Klien/keluarga diberi kesempatan bertanya untuk klarifikasi
g. Privacy klien selama komunikasi dihargai.
h. Memperlihatkan kesabaran , penuh empati, sopan, dan perhatian serta
respek selama berkomunikasi dan melakukan tindaka.
i. Membuat kontrak (waktu, tempat dan tindakan yang akan dilakukan)
Tahap Orientasi
a. Memperkenalkan diri
 Mengucapkan salam terapeutik dan memeprkenalkan diri
 Validasi data : nama klien dan data lain terikat
b. Meminta persetujuan tindakan
 Menyampaikan/menjelaskan tujuan tindakan
 Menyampaikan/menjelaskan langkah-langkah prosedur
c. Membuat kontrak dan kesepakatan untuk pelaksanaan tindakan
Tahap Interaksi
1. Memberikan sampiran dan menjaga privacy
2. Mengatur posisi pasien (wanita:posisi dorsal recumbent, pria:posisi
supine dan melepaskan pakaian bawah
3. Memasang perlak, penglas di bawah bokong pasien
4. Menutup  area pinggang dengan selimut pasien serta menutup bagian
ekstremitas bawah dengan selimut mandi sehingga hanya area
perineal yang terpajan
5. Meletakkan nierbekken di antara paha pasien\
6. Menyiapkan cairan antiseptic ke dalam kom
7. Gunakan sarung tangan bersih
8. Membersihkan genetalia dengan cairan antiseptic
9. Buka sarung tangan dan simpan nierbekken atau buang ke kantong
plastic yang telah disediakan
10. Buka bungkusan luar set kateter dan urin bag dan kemudian simpan di
alas steril. Jika pemasangan kateter dilakukan sendiri, maka siapkan
KY jelly di dalam bak sterik. Jangan menyentuh area steril
11. Gunakan sarung tangan steril
12. Buka sebagian bungkusan dalam kateter, pegang kateter dan berikan
jelly pada ujung kateter (dengan meminta bantuan atau dilakukan
sendiri) dengan tetap mempertahankan teknik steril
13. Posisikan penis tegak lurus 900 dengan tubuh pasien
14. Dengan menggunakan pinset atau tangan dominan, masukkan kateter
perlahan-lahan hingga ujung kateter. Anjurkan pasien untuk menarik
nafas saat kateter dimasukkan. Kaji kelancaran pemasukan kateter jika
ada hambatan berhenti sejenak kemudian dicoba lagi. Jika masih ada
tahanan kateterisasi dihentikan.
15. Pastikan nierbekken yang telah disiapkan berasa di ujung kateter agar
urine tidak tumpah. Setelah urin mengalir, ambil specimen urin bila
diperlukan. Lalu segera sambungkan kateter dengan urine bag
16. Kembangkan balon kateter dengan aquadest/NaCl steril sesuai volume
yang tertera pada label spesifikasi kateter yang dipakai
17. Tarik kateter keluar secara perlahan untuk memastikan balon kateter
sudah terfiksasi dengan baik dalam vesika urinaria.
18. Bersihkan jelly yang tersisa pada kateter dengan kasa
19. Fiksasi kateter:
 Pada pasien laki-laki difiksasi dengan plester pada abdomen
 Pada pasien wanita kateter difiksasi dengan plester pada pangkal
paha
20. Menempatkan urine bag di tempat tidur pada posisi yang lebih rendah
dari kandung kemih
21.  Lepaskan duk dan pengalas serta bereskan alat
22.  Lepaskan sarung tangan
23. Rapihkan kembali pasien
Tahap Terminasi
1. Menginformasikan hasil tersebut kepada klien dan evaluasi tujuan
2. Kontrak pertemuan selanjutnya dan mengucapkan salam terminasi
3.  Merapikan alat dan mengembalikan ke tempat semula (ruang
penyimpanan).
4. Mencuci tangan
Tahap Evaluasi
1. Mengobservasi respon klien selama dan sesudah prosedur
pemasangan kateter.
2. Mengevaluasi produksi urine     
Tahap Dokumentasi
1. Mencatat prosedur dan respon klien selama prosedur
2. Mencatat waktu tindakan (hari tanggal, jam).
3. Mencatat nama perawat yang melakukan tindakan/tanda tangan
5. Analisa tindakan
Tujuan tindakan untuk menghilangkan distensi kandungan kemih
6. Bahaya dan Pencegahan
Bahaya : klien tidak bisa mengontrol untuk berkemih setelah dilepas
kateter
pencegahan : ajarkan bledder training untuk melatih mengontrol untuk
berkemih
7. Hasil yang didapatkan dan maknanya
Hasil : terpasang kateter
Makna : klien bisa mengeluarkan urin melalui selang kateters
8. Tindakan keperawatan lain
Mengobservasi output urin dan tanda-tanda infeksi
9. Evaluasi diri
Tindakan sudah sesuai dengan prosedur tetapi masih dibantu dalam
melakukan tindakan..