Anda di halaman 1dari 19

CRITICAL BOOK REPORT

PROFESI KEPENDIDIKAN

Dosen Pengampu:

Drs. KHAIRUL ANWAR, M.Pd.

Disusun Oleh:

1. IVANY ATALIA (1181111059)


2. DHEA NATALIA (1182111005)
3. NISRAWATI (1181111057)

PGSD REGULER B STAMBUK 2018

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan
Karunianya kepada kita semua, sehingga dapat menyelesaikan Tugas Critical Book Report.
Penulisan ini merupakan salah satu tugas yang diberikan dalam Mata Kuliah Profesi
Kependidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Medan.

Dalam penulisan Critical Book Report (CBR) ini, kami merasa banyak kekurangan
baik pada teknis penulisan maupun materi, dan kami sadar akam kemampuan yang kami
miliki.Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi
penyempurnaan Critical Book Report (CBR) ini.

Dalam penulisan ini, kami menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang
mendukung kami dalam menyelesaikan tugas ini. Khususnya, kepada Dosen Pengampu Mata
Kuliah Profesi Kependidikan, yaitu Bapak Drs. KHAIRUL ANWAR, M.Pd. yang telah
memberikan tugas dan petunjuk, sehingga kami dapat meyelesaikan tugas ini.

Harapan saya dalam penulisan Critical Book Report ini adalah semoga apa yang telah
kami susun dan kerjakan dapat bermanfaat baik bagi diri kami sendiri, teman-teman dan
pembaca.

Medan, 7 Februari 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................................ii

DAFTAR ISI ................................................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................

1.1..................................................................................................................................................Latar Belakang
1.2..................................................................................................................................................Tujuan
1.3..................................................................................................................................................Manfaat

BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................................

2.1..................................................................................................................................................Data Buku
2.2..................................................................................................................................................Riview Buku

BAB III KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN .......................................................................

3.1..................................................................................................................................................Keunggulan B
3.2..................................................................................................................................................Kelemahan Bu
3.3..................................................................................................................................................Keunggulan B
3.4..................................................................................................................................................Kelemahan Bu

BAB IV PENUTUP .....................................................................................................................

4.1..................................................................................................................................................Kesimpulan
4.2..................................................................................................................................................Saran

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG

Profesi kependidikan adalah seseorang yang ahli dalam mendidik yang telah dilatih dan
diakui secara formal dan informal di masyarakat dijadikan acuan untuk dapat mengajar dan
mendidik.

Guru adalah sebagai pendidik professional mempunyai citra yang baik di masyarakat
apabila dapat menunjukkan pada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan
masyarakat sekelilingnya. Guru tidak dapat dilepaskan dari pendidikan karena guru
merupakan unsur yang mutlak dengan tugas sejatinya yaitu mendidik. Dalam mendidik tentu
memiliki tujuan yaitu menciptakan individu yang berakhlak mulia, cerdas, bertanggung
jawab, takwa kepada Tuhan, beriman, berakal budi serta memiliki kecakapan atau
keterampilan yang bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.

Di Indonesia memang masih sangat banyak guru yang berada di bawah garis professional.
Oleh karena itu, dibutuhi pembenahan jika ingin memperoleh perubahan ke ara yang positif.
Salah satu upaya pembenahan tersebut adalah menciptakan profesionalisme guru.

1.2. TUJUAN
2. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Profesi Kependidikan
3. Mengulas isi buku Profesi Kependidikan
4. Mengetahui informasi yang ada pada buku Profesi Kependidikan
5. Melatih berfikir kritis dalam mencari informasi dalam buku Profesi Kependidikan

1.3. MANFAAT
1. Terpenuhinya kewajiban dalam mengerjakan tugas mata kuliah Profesi Kependidikan
2. Menambah ilmu tentang Profesi Kependidikan
BAB II

PEMBAHASAN

2.1. DATA BUKU

 BUKU UTAMA
Judul Buku : Profesi Kependidikan
Nama Pengarang : Dr. Yasaratodo Wau, M.Pd.
Penerbit : UNIMED PRESS
Kota Terbit : MEDAN
Tahun Terbit : 2019
Jumlah Halaman : 404
ISBN : 987-602-7938-05-2
Dimensi Buku : 16 ×24 cm
Harga Buku :-
 BUKU PEMBANDING
Judul Buku : SERTIFIKASI GURU
Nama Pengarang : Dr.H.Suyatno,M.Pd
Penerbit : Indeks
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2006
Jumlah Halaman : 167
ISBN : 979-683-846-X
Dimensi Buku : 16x25 cm
Harga Buku :-
2.1. RIVIEW

 BUKU UTAMA
BAB 1
HAKIKAT PROFESI KEPENDIDIKAN
A. KONSEP DASAR PROFESI KEPENDIDIKAN

Guru sebagai jabatan atau pekerjaan adalah jenis pekerjaan yang menuntut setiap
orang yang ingin mengerjakannya memiliki keahlian, kecakapan, keterampilan, dibidang
kependidikan dan pembelajaran, yang diperoleh melalui proses pendidikan dan latihan dalam
waktu yang relative lama untuk memberikan pelayanan yang professional kepada peserta
yang belajar.

B. CIRI-CIRI PROFESIONAL GURU

Pekerjaan sebagai guru memerlukan kemampuan-kemampuan dengan ciri tertentu.


Supriadi (1999) mengamati laporan Educational Leadership edisi Maret 1993 mengatakan
bahwa: Untuk menjadi professional seorang guru dituntut untuk memiliki hal: (1) Guru
mempunyai komitmen kepada siswa dan proses belajarnya. (2) Guru menguasi secara
mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya kepada para siswa. (3) Guru bertanggung
memantau hasil belajar siswa melalui berbagai teknik evaluasi, mulai cara pengamatan
perilaku siswa sampai tes hasil belajar. (4) Guru mampu berpikir sistematis tentang apa yang
akan dilakukannya.

Kompetensi guru professional yang ditetapkan dalam UU No.14 Tahun 2005 tersebut
dapat dikemukakan secara rinci di bawah ini. Masing-masing kompetensi tersebut yaitu:

a. Kompetensi Pedagogik

Kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran,


evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai
potensi yang dimilikinya.

b. Kompetensi Kepribadiaan
Kemampuan personal yang mencerminkan kepribadiaan yang mantap, stabil, dewasa, arif
dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia.

c. Kompetensi Profesional

Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan
materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi
materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.

d. Kompetensi Sosial

Kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik,
tenaga kependidikan orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

BAB 2

PROFESIONALISASI JABATAN GURU

A. PROFESIONALISASI JABATAN GURU

Profesionalisasi guru diawali dari diri guru sendiri dengan tumbuhnya kebutuhan untuk
melayani sesame manusia. Kebutuhan akan pelayanan terhadap sesame manusia, terutama
kepada peserta didik/anak didik, dinyatakan dalam sikap dan perilaku nyata yang dirasakan
oleh orang yang dilayani.

B. PENGEMBANGAN KINERJA GURU

Kinerja guru adalah hasil kerja yang dicapai guru dalam melaksanakan tugas-tugas yang
dibebankan kepadanya yang didasarkan pada kecakapan, pengalaman, dan kesungguhannya
dalam bekerja.Kinerja guru digambarkan melalui kecakapan dalam bekerja, pengalaman yang
dimiliki, kesungguhan dalam bekerja.

C. FAKTOR PENENTUAN DAN PENILAIAN KINERJA GURU

Menurut Pidarta (1986) bahwa ada beberapa factor yang dapat mempengaruhi kinerja
guru dalam melaksanakan tugasnya yaitu: (1) Kepemimpinan kepala sekolah, (2) Fasilitas
sekolah, (3) Harapan-harapan, dan (4) Kepercayaan personalia sekolah.
D. PENGEMBANGAN KARIER GURU

Pembinaan dan pengembangan karir guru dilakukan melalui tiga upaya, yang meliputi:
(1)penugasan, (2)kenaikan pangkat, dan (3)promosi.

BAB 3

PERAN ORGANISASI DAN PENYIKAPAN PROFESI KEPENDIDIKAN

A. ORGANISASI PROFESI KEGURUAN

Di Indonesia guru mempunyai organisasi profesi guru yang bernama Persatuan Guru
Republik Indonesia (PGRI). PGRI lahir pada tanggal 25 November 1945, organisasi ini pada
mulanya adalah organisasi Serikat Sekerja, tetapi dengan perkembangannya yang pesat, maka
pada akhirnya Kongres XIII di Jakarta pada tahun 1973 merobah sifat organisasi ini dari
Serikat Sekerja menjadi Organisasi Profesi.

Penyelenggaraan pendidikan diluar ketentuan di atas hendaknya dapat dipantau oleh


organisasi profesi keguruan sehingga pemyelenggaraan yang tidak layak dioperasikan dapat
ditutup atau diberi alternative lain sehingga dapat berjalan sesuai ketentuan.

B. SIKAP PROFESIONAL KEPENDIDIKAN

Sikap atau perilaku guru sehari-hari adalah yang harus dicontoh atau diteladani oleh para
anak didik khususnya masyarakat pada umumnya. Perilaku guru dalam berpakaian, cara
berjalan, cara makan dan minum, serta semua yang melekat pada diri guru menjadi teladan
untuk para anak didik. Oleh karena itu seorang guru harus memberikan teladan yang baik
kepada anak didiknya.

Pengembangan sikap professional ini dapat dilakukan selagi dalam pendidikan prajabatan
maupun setelah bertugas atau dalam jabatan.Selama pendidikan Prajabatan calon guru dan
tenaga kependidikan dipersiapkan dalam berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang
diperlukan dalam pekerjaannya kelak. Selama dalam jabatan usaha yang dilakukan adalah
dengan cara formal melalui kegiatan mengikuti penataran, lokakarya, pelatihan, workshop,
seminar atau kegiatan ilmiah lainnya.

Sebagai seorang tenaga pendidik yang professional, guru seharusnya senantiasa proaktif
meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilannya secara terus menerus.Penyikapan
profesi kependidikan mengandung makna kecenderungan guru atau tenaga pendidik
memandang dan memperlakukan jabatan sebagai profesi.

BAB 4

PERANAN GURU DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN

A. HAKEKAT MANAJEMEN PENDIDIKAN


1. Pengertian Manajemen Pendidikan

Pengertian Manajemen Pendidikan secara umum adalah suatu proses perencanaan,


penyusunan, pelaksanaan, dan pengawasan, dalam mengelola segala sumber daya yang
berupa manusia, uang, material, metode, mesin, market, waktu, dan informasi, untuk
mencapai tujuan dengan efektif dan efisien dalam bidang pendidikan.

2. Fungsi Manajemen Pendidikan

Ada 4 unsur penting yang harus diwujudkan sebagai salah satu alat untuk mencapai
tujuan. Berikut 4 unsur penting dalam fungsi manajemen pendidikan:

 Sebagai Perencanaan (Planning)

Dalam hal ini manajemen pendidikan wajib memastikan semua sumber daya di berbagai
bidang bisa membuat peta kerja serta yang sesuai dengan visi perusahaan.

 Melakukan Pengorganisasian (Organizing)

Manajemen pendidikan menghimpun sumber daya manusia di perusahaan, modal serta


peralatan yang diperlukan. Bidang ini juga harus mencari cara yang paling efektif untuk
mencapai tujuan utama perusahaan dengan melibatkan semua komponen yang ada dan
memastikan semua berjalan sesuai track.

 Sebagai Pelaksana (Implementation)

Manajemen pendidikan penting untuk menggerakan sumber daya manusia perusahaan


dan mendorong melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan demi tercapainya
tujuan. Hal ini penting sebagai proses efisiensi agar kinerja semua karyawan efektif.

 Sebagai Pengawas (Controlling)


Bidang ini memiliki kewajiban untuk mengontrol sumber daya agar berjalan sesuai track
yang sudah ditetapkan. Ketika ada hal yang tidak sesuai, mereka harus bekerja
meluruskannya seperti semula.

3. Bidang Tugas Manajemen Pendidikan


 Pengelolaan kurikulum
 Pengelolaan Peserta Didik
 Pengelolaan Personalia Pendidikan
 Pengelolaan Perlengkapan Pendidikan
 Pengelolaan Keuangan Pendidikan
 Pengelolaan Layanan Khusus
 Pengelolaan Ketatausahaan
 Pengelolaan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

B. HUBUNGAN KEMITRAAN STAKEHOLDERS


1. Stakeholde Pendidikan

Stakeholde pendidikan dapat diartikan sebagai orang yang menjadi pemegang dan
sekaligus pemberisupport terhadap pendidikan atau lembaga pendidikan.

Stakeholder pendidikan dibagi dalam 3 kategori utama, yaitu:

 Sekolah, termasuk di dalamnya adalah para guru, kepala sekolah, murid dan tata
usaha sekolah.
 Pemerintah, diwakili oleh para pengawas, penilik, dinas pendidikan, walikota, sampai
menteri pendidikan nasional.
 Masyarakat, sedangkan masyarakat yang berkepentingan dengan pendidikan adalah
orangtua murid, pengamat dan ahli pendidikan, lembaga swadaya masyarakat,
perusahaan atau badan yang membutuhkan tenaga terdidik (DUDI), toko buku,
kontraktor pembangunan sekolah, penerbit buku, penyedia alat pendidikan, dan lain-
lain.
2. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat

Hubungan antara sekolah dan masyarakat pada hakekatnya adalah suatu sarana yang
cukup mempunyai peranan yang menentukan dalam rangka usaha mengadakan pembinaan
pertumbuhan dan pengembangan murid-murid di sekolah. Secara umum orang dapat
mengatakan apabila terjadi kontak, pertemuan dan lain-lain antara sekolah dengan orang di
luar sekolah, adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat. Arthur B. Mochlan
menyatakan school public relation adalah kegiatan yang dilakukan sekolah atau sekolah
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

BAB 5

HAKIKAT SUPERVISI PENDIDIKAN

A. Pengertian Supervisi

Secara Etimologi, supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision”


artinya pengawasan di bidang pendidikan. Sedangkan secara morfologis, Supervisi berasal
dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision berarti
melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan, dan penilikan,
dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan – orang yang berposisi diatas, pimpinan –
terhadap hal-hal yang ada dibawahnya.Supervisi juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi
sifatnya lebih human, manusiawi. Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi
lebih banyak mengandung unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi
dapat diketahui kekurangannya (bukan semata - mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu
bagian yang perlu diperbaiki.

B. Tujuan Supervisi

Tujuan utama supervisi adalah memperbaiki pengajaran (Neagly & Evans, 1980; Oliva,
1984; Hoy & Forsyth, 1986; Wiles dan Bondi, 1986; Glickman, 1990). Tujuan umum
Supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar
personil  tersebut mampu meningkatkan kwalitas kinerjanya, dalam melaksanakan tugas dan
melaksanakan proses belajar mengajar .

C. Fungsi Supervisi

1. Fungsi Meningkatkan Mutu Pembelajaran Ruang lingkupnya sempit, hanya tertuju


pada aspek akademik, khususnya yang terjadi di ruang kelas ketika guru sedang
memberikan bantuan dan arahan kepada siswa.
2. Fungsi Memicu Unsur yang Terkait dengan Pembelajaran Lebih dikenal dengan nama
Supervisi Administrasi
3. Fungsi Membina dan Memimpin

D. Prinsip-prinsip Supervisi
 Supervisi hendaknya memberikan rasa aman kepada pihak yang disupervisi.
 Supervisi hendaknya bersifat Kontrukstif dan Kreatif 
 Supervisi hendaknya realistis didasarkan pada keadaan dan kenyataan sebenarnya.
 Kegiatan supervisi hendaknya terlaksana dengan sederhana.
 Dalam pelaksanaan supervisi hendaknya terjalin hubungan profesional, bukan
didasarkan atas hubungan pribadi.
 Supervisi hendaknya didasarkan pada kemampuan, kesanggupan, kondisi dan sikap
pihak yang disupervisi.
 Supervisi harus menolong guru agar senantiasa tumbuh sendiri tidak tergantung pada
kepala sekolah

BAB 6

BIMBINGAN KONSELING DAN PERAN GURU

A. LANDASAN BIMBINGAN KONSELING


1. Landasan Filosofis

Landasan filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman
khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang
lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis, etis maupun estetis.

2. Landasan psikologis

Landasan psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi


konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien). Untuk kepentingan
bimbingan dan konseling, beberapa kajian psikologi yang perlu dikuasai oleh konselor adalah
tentang : (a) motif dan motivasi; (b) pembawaan dan lingkungan, (c) perkembangan individu;
(d) belajar; dan (e) kepribadian.

3. Landasan sosial-budaya

Landasan sosial-budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada


konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai faktor yang
mempengaruhi terhadap perilaku individu. Seorang individu pada dasarnya merupakan
produk lingkungan sosial-budaya dimana ia hidup.

B. ORIENTASI BIMBINGAN KONSELING


1. Orientasi perorangan

Orientasi perorangan maksudnya adalah guru pembimbing dalam kegiatan bimbingan dan
konseling selalu menitikberatkan pandangannya pada siswa secara individual. Satu persatu
siswa yang menjadi tanggung jawab guru pembimbing perlu mendapat perhatian, dikenali
secara perorangan dan didekati serta dilayani secara perorangan. Guru pembimbinglah orang
atau pendidik disekolah yang paling mengetahui siapa, bagaimana, mengapa siswa asuhnya
secara perorangan guru pembimbinglah yang paling dekat dan paling peduli kepada siswa
asuhnya.
2. Orientasi perkembangan
   perkembangan individu merupakan konsep inti serta menjadi tujuan dari segenap
layanan bimbingan dan konseling. Ivey dan Rigazio-digilio (dalam prayitno 1994 :
240)menekankan bahwa orientasi perkembangan merupakan ciri khas yang menjadi inti
gerakan bimbingan.
Merupakan suatu kewajiban bagi guru pembimbing di sekolah untuk mendorong,
meransang dan meningkatkan perkembangan siswa, meransang dan hendaknya peduli
terhadap perkembangan siswa yang optimal secara peroranganlah yang menjadi tujuan upaya
guru pembimbing untuk semua siswa asuhnya.
3.       Orientasi permasalahan
Orientasi masalah secara langsung bersangkut paut dengan fungsi pencegahan dan fungsi
pengentasan.Sehubungan dengan kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah maka guru
pembimbing sebagai orang yang bertanggung jawab dalam perkembangan siswa

Buku Pembanding

BAB I

SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN

Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang telah memenuhi
standar kompetensi guru. Sertifikasi guru bertujuan untuk:

1. Menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran


dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional
2. Meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikan
3. Meningkatkan martabarat guru
4. Meningkatkan profesionalitas guru
5. Meningkatkan kesejahteraan guru

Guru dalam jabatan adalah guru PNS dan Non PNS yang sudah mengajar pada satuan
pendidik, baik yang diselenggarakan pemerintah , pemerintah daerah ,maupun masyarakat
dan sudah mempunyai perjanjian kerja atau kesepakatan kerja bersama.

Portofolio adalah bukti fisik (dokumen) yang menggambarkan pengalaman berkarya/prestasi


yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu

Komponen Portofolio

1. Kualifikasi akademik
2. Pendidikan dan Pelatihan
3. Pengalaman mengajar
4. Perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
5. Penilaian dari atasan dan pengawasan
6. Prestasi akademik
7. Karya pengembangkan profesi
8. Keikutsertaan dalam forum ilmiah

Kualifikasi akademik yaitu tingkat pendidikan formal yang telah dicapai sampai dengan
guru mengikuti sertifikasi ,baik pendidikan , baik di dalam maupun di luar negeri.

Pendidikan dan Pelatihan yaitu pengalaman dalam mengikuti kegiatan pendidikan dan
pelatihan dalam rangka pengembangan dan peningkatan kompetensi guru

Pengalaman mengajar yaitu masa kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidikan
terntentu yang sesuai

Mekanisme Kerja antar instansi dalam kegiatan sertifikasi guru

Pelaksanaan sertifikasi guru melibatkan beberapa instansi terkait yaitu Ditjen PMPTK ,
Ditjen Dikti. Masing-masing instansi memiliki peran yang saling terkait.

Sertifikasi guru mempunyai tujuan adalah mentukan kelayakan guru dalam melaksanakan
tugas sebagai agen pembelajaran dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional . Agen
pembelajaran berarti pelaku proses pembelajaran

Kepada para pemangku kepentingan pendidikan untuk memperoleh akses informasi tentang
proses dan hasil sertifikasi . Akunntabel merupakan proses sertifikasi yang
dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan pendidikan secara adminitrasi ,
financial dan akademik.

Pelaksanaan pembelajaran yaitu kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas.


Kegiatan ini mencakup tahapan pra pembelajaran (pengecekan kesiapan kelas dan apresiasi) ,
Kegiatan Inti (penguasaan materi).dan penutup (refleksi)

Perencanaan pembelajaran yaitu persiapan mengelola pembelajaran yang akan dilaksanakan


dalam kelas pada setiap tatap muka. Perencanaan pembelajaran ini paling tidak memuat
perumusan tujuan/kompetensi ,pemilihan dan pengorganisaian materi, pemilihan
sumber/media pembelajaran, scenario pembelajaran dan penilaian hasil belajar .

Prestasi akademik yaitu prestasi yang dicapai guru, utamnya yang terkait dengan bidang
keahliannya yang mendapat pengakuan dari lembaga/panitia penyelenggara
BAB II

PELAKSANAAN SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN

Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepada guru . Sertifikat pendidik
diberikan kepada guru yang telah memenuhi standart profesi guru. Sertifikat adalah dokumen
resmi yang menyatakan informasi di dalam dokumen itu adalah benar adanya. Sertifkasi
adalah proses pembuatan dan pemberian dokumen tersebut. Guru yang telah mendapat
sertifikat berarti telah mempunyai kualifikasi mengajar seperti yang dijelaksan di dalam
sertifikat itu.

Sertifikasi dilakukan dengan mendata semua yang dimiliki tiap guru. Data tersebut dapat
berupa ijazah , diploma, tanda lulus kursus, tanda mengikuti,Data juga dapat berupa hasil
karya ilmiah atau kepesertaan dalam kegiatan pengabdian masyarakat. Guru yang banyak
kegiatan dan rajin menyimpan dokumen kegiatan.

Manfaat Sertifikasi Guru :

1. Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten yaitu dapat
merusak citra profesi guru
2. Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan
tidak professional
3. Meningkatkan Kesejahteraan guru
4. Pelaksanaan pembelajaran yaitu kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran di
kelas. Kegiatan ini mencakup tahapan pra pembelajaran (pengecekan kesiapan kelas
dan apresiasi) , Kegiatan Inti (penguasaan materi).dan penutup (refleksi)
5. Perencanaan pembelajaran yaitu persiapan mengelola pembelajaran yang akan
dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka. Perencanaan pembelajaran ini
paling tidak memuat perumusan tujuan/kompetensi ,pemilihan dan pengorganisaian
materi, pemilihan sumber/media pembelajaran, scenario pembelajaran dan penilaian
hasil belajar .
6. Prestasi akademik yaitu prestasi yang dicapai guru, utamnya yang terkait dengan
bidang keahliannya yang mendapat pengakuan dari lembaga/panitia penyelenggara

BAB III

KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN

3.1 KEUNGGULAN
a. Buku Utama

Keunggulan dari buku utama ini adalah penjelasan mengenai materi dan teori
pembelajaran yang telah dituliskan sudah jelas dan terperinci. Buku ini memberikan wawasan
dan gambaran yang luas tentang psikologi pendidikan melalui himpunan uraian penegrtian,
aliran, teori psikologi pendidikan. Dan demi memperkaya wawasan dan pemahaman,
pengkajian dalam buku ini juga diperkaya contoh-contoh kasus nyata yang berupaya
merangkum atau mencairkan ide-ide yang dipaparkan.

b. Buku Pembanding

Kelebihan yang ada pada buku ini adalah buku ini di lengkapi rangkuman setiap
babnya, sehingga membantu pembaca untuk menarik kesimpulan di setiap bab. Buku ini juga
disertai latihan pada setiap babnya, tugas ini sangat lah penting karena dapat membantu para
pembaca untuk mengkaji lebih dalam lagi pembahasan yang dijelasakan pada setiap babnya.
Dan dalam pengetikan setiap kata sudah bagus, dan pada penulisan kata asing di buat miring.

3.2 KELEMAHAN
a. Buku Utama

Kekurangan dari buku ini masih perlu di perhatikan penulisan huruf yang masih salah,
dan perlu ditambah kan rangkuman di setiap bab, agar mempermudah pembaca buku
menyimpulkan setiap bab nya.

b. Buku Pembanding

Kekurangan dalam buku ini penulis masih belum diperhatikan dengan baik, seperti
salah pengejaan huruf, salah penulisan, dan ada beberapa pembahasan yang menggunakan
kalimat yang sulit untuk dipahami. Tentunya ini akan mengganggu bagi pembaca yang
sedang membacanya.

BAB IV

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Proses pendidikan akan berlangsung dan memberikan hasil sebagaimana yang


diharapkan jika diperlakukan secara professional oleh tenaga-tenaga pendidik dan
kependidikan yang memiliki keprofsional dibidang kependidiksn. Tenaga-tenaga pendidikan
dan niat untuk membantu proses memanusiakan individu menjadi manusia yang lebih tahu
mengenai hal-hal baru ilmu pengetahuaan.

B. SARAN

Melalui mata kuliah ini diharapkan kepada mahasiswa, calon guru, dapat memiliki
kompetensi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas pengabdian kelak dilembaga
pendidikan. Dalam penulisan tugas kami ini masih banyak kekurangan maka dari itu kami
membutuhkan saran dan kritik untuk membangun tugas ini dengan kata lebih bagus.
LAMPIRAN

BUKU UTAMA

BUKU PEMBANDING