Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan marupakan rekonstruksi pengalaman yang menambah makna dan
kemampuan untuk mengarahkan kepada pengelaman selanjutya. Belajar tergantung
pada pengalaman, minat siswa sendiri dan topik dalam kurikulum yang saling
terintegrasi bukan terpisah. Pembelajaran yang didasarkan pada pengalaman dan
minat siswa mendorong suasana belajar lebih menyenangkan sehingga mampu
menstimulasi siswa untuk aktif.
Pemanfaatan media memungkinkan timbulnya interaksi aktif yang efektif
antara guru dan siswa, antara siswa dengan siswa dan siswa dengan media itu sendiri.
Media dapat mempengaruhi keberhasilan pembelejaran sangat tergantung pada
kemampuan guru dalam menggunakan media pembelajaran. media pembelajaran
dapat menunjang peran guru sebagai fasilittaor pembelajaraan. Media pembelajaran
mempermudah guru dalam menyampaikan bahan ajar dan materi yang disajikan
mampu membangkitkan rasa keingintahuan siswa.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Pengertian model pembelajaran ASSURE
2. Manfaat model ASSURE
3. Langkah-langkah dalam penerapan model ASSURE
4. Pemanfaatan model ASSURE di dalam media dan teknologi pembelajaran

1
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Model Pembelajaran ASSURE


Kata ASSURE merupakan akronim dari analize learner, state
standars and objectives, select strategis technology, media, and materials,
utilize technology, media and materials, require learner parcipation, evaluated
and rivise. Rincian huruf demi huruf tidak hanya meruaka penjabaran dari
singkatan kata ASSURE, namun penjabaran huruf-huruf dari kata ASSURE ini
juga merupakan rincian langkah-langkah dalam membuat perancangan
pembelajaran.
Model ASSURE dirancang untuk membantu para guru
merencanakanmata pelajaran yang secara efektif memadukan penggunaan
teknologi dan media di ruang kelas (Smaldino, Sharon E., Lowthert, Deborah
L., and Russel James D., 2011: 112).
Model ASSURE adalah salah satu model yang sangat logis,
sederhana dan diciptakan satu pemandu prosedur untuk perencanaan dan
menjalankan pembelajaran yang menggabungkan media (Heinich, 199: 31).
Suatu desain baik pelajaran memulai dengan menangkap perhatian pelajar,
menyatakan maksud tujuan yang akan di jumpai, mempresentasikan materi
baru, melibatkan murid di praktek, menilai pemahaman penyediaan umpan
balik dan akhirnya menyediakan aktivitas tindak lanjut.
Molenda (2005: 49) mengatakan model ASSURE merupakan sebuah
prosedur panduan untuk perencanaan dan bimbingan pembelajaran yang
mengkombinasikan antara materi, metode, dan media. Model ASSURE
dikembangkan agar dapat digunakan oleh guru, instruktur dan pelatih dalam
kegiatan pembelajaran khususnya yang memanfaatkan media dan teknologi di
dalamnya. Setiap kegiatan belajar mengajar yang efektif perlu perencanaan
yang baik. Gagne mengungkapkan desai materi belajar di mulai
membangkitkan rasa keingintahuan siswa dan juga rasa keingintahuan pada
materi yang baru. Mendorong serta melatih siswa dengan umpan bali, menila
pemahaman siswa, dan mendorong siswa untuk melanjutkan aktiitas yang ingin
diketahuinya (Smaldino, et al, 2011: 114).

2
Menurut (Fitra Kurniawati, 2017: 25) model ASSURE adalah model
yang memusatkan ke siswa dan memfokuskan karekteristik siswa yang akan
memudahkan memilih metode, media, teknologi dan strategi pembelajaran yang
tepat digunakan dalam menciptakan kegiatan belajar dan pembelajaran yang
menarik, efektif dan efisien.
Model ASSURE ini merupakan rujukan bagi pendidik dalam membelajarkan
peserta didik dalam pembelajaran yang direncanakan dan disusun secara
sistematis dengan mengintegrasikan teknologi dan media sehingga
pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi peserta didik.
Model assure dikembangkan oleh Sharon Smaldino, Robert
Heinich,James Russel dan Michael Molenda (2005) dalam buku “Intructional
Technology and Media for Learning”. Untuk menciptakan sebuah
aktivitas pembelajaran yange fektif,diperlukan adanya sebuah proses
perencanaan atau desain yang baik.Demikianpula dengan aktivitas belajar
menggunakan media dan teknologi. Model ASSURE ini merupakan rujukan
bagi pendidik dalam membelajarkan peserta didik dalam pembelajaran yang
direncanakan dan disusun secara sistematis dengan mengintegrasikan teknologi
dan media sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna bagi
peserta didik.

B. Manfaat model Assure


Dalam model ini pemanfaatan media dan teknologi menjadi suatu keharusan
karena digunakan untuk membantu siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran akan
mampu meibatkan siswa secara intensif dalam aktivitas pembelajaran merupakan
bagian dari pembelajaran yang sukses.
Program pembelajaran guru perlu dirancang agar mampu melibatkan siswa
dalam aktvitas pembelajaran. banyak metode dan strategi yang dapat digunakan
dalam aktivitas pembelajaran, guru memerlukan kreativitas dalam mengkombinasi
metode, media, dan strategi pembelajaran yang tepat agar dapat menciptakan aktivitas
pembelajaran yang mampu melibatkan siswa secara aktif di dalamnya dan model
ASSURE ini adalah model yang bisa menjembatani hal tersebut.
Satu hal yang perlu dicermati dari model ASSURE ini , walaupun berorientasi
pada kegiatan belajara mengajar (KBM), model ini tidak menyebutkan strategi

3
pembelajaran secara eksplisit. Strategi pembelajaran dikembangkan melalui pemilihan
dan pemanfaatan metode, media, dan bahan aja, serta peran peserta didik di kelas.
Manfaat model ASSURE menurut Dewi Salma Prawiladilaga (2007: 15), adalah:
a. Sederhana, relatif mudah diterapkan.
b. Karena sederhana, maka dapat diikembangkan sendiri oleh guru.
c. Komponen KBM (kegiatan belajar mengajar) lengkap.
d. Peserta didik dapat dilibatkan dalam persiapan untuk KBM.
C. Langkah-Langkah Dalam Penerapan Model ASSURE
Sama seperti model desain sistem pembelajaran yang lain, model ini
di kembangkan untuk menciptakan aktivitas pembelajaran efektif dan efisien,
khususnya pada kegiatan pembel jaran yang menggunakan teknologi
media,Langkah-langkah penting yang perlu dilakukan dalam model desain
sistem pembelajaran ASSURE,meliputi beberapa aktivitas, yaitu:
1. Analisis Karakteristik Peserta didik
Menurut Heinich et al (2005) jika sebuah media pembelajaran akan
digunakan secara baik dan disesuaikan dengan ciri-ciri belajar, isi dari
pelajaran yang akan dibuatkan medianya, media dan bahan pelajaran itu
sendiri. lebih lanjut Heinichm menyatakan susah untuk menganalisis semua
pelajar yang ada, namun ada 3 hal penting dapat dilakukan untuk mengenal
pelajar yakni berdasarkan cirri-ciri umum,keterampilan awal khusus dan
gaya belajar.
2.Merumuskan Tujuan (Kompetensi)
Dalam merumuskan kompetensi atau dalam bahasa yang sering
digunakan oleh pengembang dalam merancang pembelajaran yang disebut
dengan tujuan instruksional khusus (TIU), perlu mengetahui kurikulum yang
berlaku. Selain itu, perlu juga melibatkan ahli konten jika mengalami
kesulitan untuk mmendapatkan materi berdasarkan deskripsi kurikulum.
Bloom dan kawan-kawan (1964) mengemukakan enam kemampuan
yang bersifat hierarkis yang terdapat dalam aspek kognitif, yakni:
pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Keenam
kemampuan itu kemudian direvisi oleh Anderson (Marzano dan Kendall,
2007) dengan menggunakan kata kerja dan ranah sintesis dengan evaluasi
dan menambahkan menciptakan sebagai tataran tertinggi dalam aspek

4
kognisinya, yaitu dimulai dengan mengetahui, memahami, menerapkan,
menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan.

3. Memilih Metode, Media, dan Bahan Ajar


Heinich dan kawan-kawan menyatakan ada 3 hal penting dalam
pemilihan metode,bahan dan media yaitu menentukan media yang sesuai
dengan tugas pembelajaran yang dijalankan,dilanjutkan dengan memilih
media yang sesuai untuk melaksanakan media yang dipilih, dan langkah
terakhir adalah memilih atau mendesain media yang telah ditenttukan.
4. Pemanfaatan Media, Teknologi, dan Bahan Ajar
Bagian ini mencakup langkah untuk menentukan peranan instruktur,
pendidik, atau pengembang sebagai guru untuk memanfaatkan media,
teknologi, bahan ajar untuk membantu peserta didik mencapai tujuan
pembelajaran. Untuk memudahkan pemanfaatannya dapat dilakukan melalui
proses 5 P, yakni seperti di bawah ini:
a. Preview (tinjauan, meninjau) media, teknologi, dan bahanajar
b. Prepare (menyediakan) media, teknologi, dan bahan ajar, yang berarti
praktek menggunakannya sebelum pelaksanaan pembelajaran.
c. Prepare environment (persiapkan lingkungan) belajar yang memadai,
yang berarti sarana dan prasarana atau fasilitas yang dapat menunjang
prosespembelajaran.
d. Prepare the learners (persiapkan pemelajar), bagaimana melibatkan
pemelajar sepenuhnya dalam pelaksanaan pembelajaran.
e. Prepare the learning experience (persiapan pengalaman belajar) yang
mencakup kondisi dan strategi pembelajaran, artinya tentukan apakah
guru menggunakan pendekatan yang berpusat pada guru atau yang
berpusat pada siswa. Jika memilih salah satunya harus mempersiapkan
berbagai carapenanganannya.
5. Melibatkan PartisipasiPeserta didik
Untuk menciptakan pembelajaran yang efektif, keterlibatan pemelajar
dalam proses pembelajaran sangat diperlukan. Terdapat banyak aktivitas
pembelajaran yang dapat diterapkan yang dapat mendorong peserta didik
mempraktekkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap baru dan untuk

5
menerima umpan balik berdasarkan tingkat kesesuaian upaya mereka
sebelum secara formal melakukan penilaian.
Latihan dapat melibatkan peserta didik dengan menggunakan
pengecekan sendiri-sendiri (self-check), pembelajaran dengan alat bantu
komputer, kegiatan Internet, diskusi kelompok, atau model lain yang
dipandang dapat meningkatkan partisipasi pemelajar dalam pembelajaran.
Sementara itu, guru, komputer, siswa lain dapat mempersiapkan umpan
balik.
6. Evaluasi dan Revisi
Setelah melaksanakan pembelajaran, sangat penting melakukan
evaluasi untuk mengetahui dampak dari pelaksanaan pembelajaran terhadap
prestasi belajar siswa. Evaluasi tidak hanya terbatas pada tingkat
pengetahuan yang dicapai oleh siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran,
tetapi juga mengukur keseluruhan proses pembelajaran termasuk dampak
dari penggunaan media dan tekologi. Jika terdapat kelemahan, atau
kekeliruan termasuk tentang bahan ajar, maka perlu dilakukan revisi untuk
mendapatkan perbaikan sebagai persiapan untuk digunakan pada hari
berikutnya. Evaluasi dan revisi harus selalu dilakukan secara terus-menerus
dan berkelanjutan, walaupun sudah pernah dilakukan sebelumnya tetapi
bukan berarti semuanya sudah sempurna.

D. Pemanfaatan Model ASSURE di Dalam Media dan Teknologi Pembelajaran


1. Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Media Sederhana
Kreativitas guru dalam mengembangkan dan memanfaatkan semaksimal
mungkin berbagai media sederhana diharapkan dapat membantu meningkatkan
kualitas pendidikan.Kualitas pendidikan yang baik dapat berkontribusi pada
pembangunan bangsa yang maju, suatu bangsa yang memiliki pendidikan
nasional yang berkualitas dengan keunggulan kompetitif dan komparatif
dibandingkan dengan bangsa lainnya.Pengembangan media sederhana
setidaknya mampu merespons secara proaktif berbagai perkembangan
informasi, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Dengan demikian pendidikan
diharapkan tidak akan kehilangan relevansi program pembelajarannya terhadap
kepentingan pembangunan daerah serta tetap memiliki fleksibilitas dalam
melaksanakan kurikulum yang berdiversivikasi. Dalam hal ini pengembangan

6
media sederhana hendaknya dapat menyokong penguasaan keterampilan hidup,
pengembangan kepribadian yang kuat dan berakhlak mulia, serta pertumbuhan
keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

2. Memanfaatkan Barang Bekas, Bahan, dan Peralatan sederhana sebagai media


pembelajaran
Sebelum berkembangnya media dan teknologi canggih dalam pembelajaran,
para guru telah menggunakan berbagai media dan alat peraga buatannya sendiri
untuk menjelaskan materi pelajarannya. Dalam materi diklat kali ini berusaha
menggugah para guru bahwa media sederhana dari barang bekas dan peralatan
sederhana tetap dibutuhkan dan dapat berfungsi efektif, tidak kalah dengan media
modern, dan bisa menjadi lebih unggul jika penggunaannya tepat dan sesuai.

3. Memanfaatkan Komputer/Praktek Membuat Media Sederhana, Internet, dan


Power Point
Dengan praktek merencanakan dan mengembangkan media pembelajaran
sederhana serta memanfaatkan computer, peserta didik akan mempunyai
pengalaman langsung mencoba menerapkan teori-teori tentang media
pembelajaran dari materi diklat yang telah pelajari sebelumnya.

7
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Kata ASSURE merupakan akronim dari analize learner, state standars and
objectives, select strategis technology, media, and materials, utilize
technology, media and materials, require learner parcipation, evaluated
and rivise. Rincian huruf demi huruf tidak hanya meruaka penjabaran dari
singkatan kata ASSURE, namun penjabaran huruf-huruf dari kata ASSURE
ini juga merupakan rincian langkah-langkah dalam membuat perancangan
pembelajaran.
2. Manfaat model ASSURE ialah: 1) Sederhana, relatif mudah diterapkan.
2) Karena sederhana, maka dapat diikembangkan sendiri oleh guru. 3)
Komponen KBM (kegiatan belajar mengajar) lengkap. 4) Peserta didik
dapat dilibatkan dalam persiapan untuk KBM.
3. Langkah-langkah dalam model ASSURE ialah: 1) Analisis Karakteristik
Peserta didik, 2) Merumuskan Tujuan (Kompetensi), 3) Memilih Metode,
Media, dan Bahan Ajar, 4) Pemanfaatan Media, Teknologi, dan Bahan
Ajar, 5) Melibatkan PartisipasiPeserta didik, 6) Evaluasi dan Revisi
3. Pemanfaatan model ASSURE di dalam media dan teknologi pembelajaran:
1) Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Media Sederhana, 2) Memanfaatkan Barang
Bekas, Bahan, dan Peralatan sederhana sebagai media pembelajaran, 3)
Memanfaatkan Komputer/Praktek Membuat Media Sederhana, Internet, dan
Power Point.

8
DAFTAR ISI

Muhammad, Rahman. 2013. Strategis dan Desain Pengembangan Sistem


Pembelajaran. Jakarta : Prestasi Pustakaraya

Fitra Kurniawati. 2017. Penerapan Langkah-Langkah Model ASSURE Dalam


Pemilihan Media Mata Pelajaran IPA Oleh Guru SD Negeri Kelas Rendah Se-
Kecamatan Seyegan. Skripsi.

Widia Maya Sari, & Endang Susiloningsih. Penerapan Model Assure Dengan Metode
Problem Solving Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis. Jurnal Inovasi
Pendidikan Kimia, Vol 9, No. 1, 2015, hlm 1468-1477

https://www.researchgate.net/profile/Muhammad_Yaumi/publication/329355066_Pene
rapan_Model_Assure_dalam_Pengembangan_Media_dan_Teknologi_Pembelajaran_P
AI/links/5c034d9b299bf1a3c159dbb8/Penerapan-Model-Assure-dalam-
Pengembangan-Media-dan-Teknologi-Pembelajaran-PAI.pdf?origin=publication_detail