Anda di halaman 1dari 4

https://youtu.

be/8o5OWjW1cVs

https://youtu.be/kBcIDLBtSMI

https://youtu.be/fsqGmVSXNIY

POSISI TRENDELENBURG

N                          : Pasien berbaring di tempat tidur dengan bagian kepala lebih rendah daripada kaki. Posisi
ini dilakukan untuk melancarkan peredaran darah ke otak.

1.      Pasien dengan pembedahan pada daerah perut


2.      Pasien shock
3.      Pasien hipotensi
Alat dan bahan
1.      Tempat tidur khusus
2.      Selimut

PROSEDUR KEPERAWATAN
Nama Mahasiswa                        :
NIM                                   :                                                          
Tanggal/waktu                :                                                          

NO LANGKAH – LANGKAH NILAI


0 1 2
A TAHAP PRA-INTERAKSI
1 Periksa catatan perawatan dan catatan medis
pasien
2 Kaji kebutuhan pasien
3 Siapkan peralatan
4 Kaji inspirasi dan validasi serta eksplorasi
perasaan pasien
B TAHAP ORIENTASI
1 Beri salam dan panggil pasien dengan nama
yang ia sukai
2 Tanya keluhan dan kaji gejala spesifik yang
ada pada pasien.
3 Jelaskan kepada pasien mengenai prosedur
dan tujuan tindakan yang akan dilakukan.
Berikan kesempatan kepada pasien dan
keluarga untuk bertanya sebelum tindakan
dimulai.
4 Mintalah persetujuan pasien sebelum
memulai tindakan
C TAHAP KERJA
1 Cuci tangan
2 Pasien dalam keadaan berbaring kemudian
turunkan posisi tempat tidur bagian kepala
3 Atur hingga posisi kepala terletak lebih rendah
dari kaki
4 Pertahankan hingga pasien merasa nyaman
D TAHAP TERMINASI
1 Rapikan peralatan
2 Observasi respon pasien setelah tindakan
3 Cuci tangan
4 Dokumentasikan hasil dan tindakan yang
dilakukan
TOTAL NILAI
Keterangan :
0 = tidak dilakukan, 1=dilakukan tapi tidak sempurna, 2= dilakukan dengan sempurna
Nilai = { jumlah nilai yg didapat / jumlah aspek yg dinilai (x2) }× 100%
                                                                 

https://youtu.be/oA8S3584pvk

https://youtu.be/JGWSY4BDFNU

Disahkan oleh
Ka. Prodi PSIK
PENGERTIAN
Memasang slang / pipa khusus melalui saluran pencernakan atas secara langsung yang
berakhir di lambung
TUJUAN
 Memasukkan makanan, obat pasien yang tidak bisa makan melalui mulut
 Mencegah distensi gaster
 Melakukan bilas lambung
 Mengambil spesimen asam lambung untuk diperiksa di laboratorium
KEBIJAKAN
 Pasien yang tidak dapat makan melalui mulut
 Pasien yang Illeus atau Peritonitis trauma abdoment (untuk dekompresi
 Pasien perdarahan lambung/bilas lambung
PETUGAS
Perawat
PERALATAN
 Selang NGT (no. 14-20 untuk dewasa, 8-16 untuk anak-anak, 5-7 untuk bayi)
 Klem
 Spuit 10 cc
 Stetoskop atau gelas berisi air matang
 Plester & gunting
 Kain kassa
 Pelumas (jelly)
 Perlak atau pengalas
 Bengkok atau baskom muntah.
 Sarung tangan
PROSEDUR PELAKSANAAN
 Tahap PraInteraksi
1. Melakukan pengecekan program terapi
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien
B. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
C. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy
2. Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler atau fowler (jika tidak
ada kontra indikasi)
3. Memakai sarung tangan
4. Membersihkan lubang hidung pasien
5. Memasang pengalas diatas dada
6. Meletakkan bengkok atau baskom muntah di depan pasien.
7. Mengukur panjang selang yang akan dimasukkan dengan cara
menempatkan ujung selang dari hidung klien ke ujung telinga atas lalu
dilanjutkan sampai processus xipodeus.
8. Mengolesi ujung NGT dengan jelly sepanjang 20-30 cm.
9. Meminta pasien untuk relaks dan tenang, masukkan selang secara
perlahan sepanjang 5-10 cm lalu meminta pasien untuk menundukkan kepala
(fleksi) sambil menelan.
10. Masukkan selang sampai batas yang ditandai.
11. Jangan memasukkan selang secara paksa jika ada tahanan.
a. Jika pasien batuk atau bersin, hentikan lalu ulangi lagi. Anjurkan pasien untuk
melakukan teknik nafas dalam.
b. Jika tetap ada tahanan, tarik selang perlahan-lahan dan masukkan selang krmbali ke
lubang hidung yang lain secara perlahan.
c. Jika pasien terlihat akan muntah, tarik tube dan inspeksi tenggorokan lalu melanjutkan
memasukkan selang secara perlahan.
 Mengatur pasien pada posisi fleksi kepala, dan masukkan perlahan ujung
NGT melalui hidung (bila pasien sadar menganjurkan pasien untuk menelan
ludah berulang-ulang)
 Memastikan NGT masuk kedalam lambung dengan cara: menginspirasi
NGT dengan spuit atau memasukkan udara 10 cc sambil di auskultasi di
region lambung atau memasukkan kedalam gelas berisi air)
 Menutup ujung NGT dengan spuit/klem atau disesuaikan dengan tujuan
pemasangan
 Melakukan fiksasi NGT di depan hidung dan pipi dengan menggunakan
plester.
D. Tahap Terminasi
1. Melakukan evaluasi tindakan
2. Berpamitan dengan klien
3. Membereskan alat-alat
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan
DOKUMENTASI
Catat jam, hari, tanggal, serta respon pasien setelah dilakukan tindakan NGT.