Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KIMIA DASAR

“IKATAN KIMIA”

DISUSUN OLEH:
1. ANGGI STEFHANI
2. ASRAR BAYU
3. GUSNI EPINORITA
4. HARIS SYAPUTRA RENHARD
5. KARTIKA ALWI
6. RILFAN L.L.
7. SYAHRATUL WILDA.S
8. WIDYA INDRIANI

FAKULTAS PERTANIAN

AGROTEKNOLOGI

UNIVERSITAS HASANUDDIN

TAHUN 2019/2020
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat tersusun dengan baik. Tidak lupa kami mengucapkan banyak terima kasih
kepada semua pihak yang telah membatu kami dalam pembuatan makalah ini.
Kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi
para pembaca, untuk kedepannya dapat dijadikan sebagai motivasi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman yang kami miliki, kami yakin masih
banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan
kritikan dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Makassar, Agustus 2019

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................iii


DAFTAR ISI .........................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang ............................................................................1
2. Rumusan masalah .......................................................................1
3. Tujuan penulisan ........................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
1. Definisi pendidikan ....................................................................2-3
2. Pendidikan olahraga....................................................................3
a. Pengertian pendidikan olahraga .....................................3
b. Fungsi dan tujuan pendidikan olahraga ..........................3-4
c. Manfaat pendidikan olahraga .........................................4
3. Upacara bendera ........................................................................4
a. Definisi upacara bendera ................................................4
b. Tujuan dan manfaat adanya upacara bendera .................4
4. Mengapa perlu ada upacara bendera?.........................................4-5
5. Pendapat siswa terhadap penambahan jam olahraga dengan menghilangkan jam
upacara bendera...........................................................................5
BAB III PENUTUP
1. Kesimpulan ................................................................................6
2. Saran ...........................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................7
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar belakang
Sistem periodik kimia adalah tampilan unsur-unsur kimia yang tertera dalam
tabel. Jumlah unsur yang terdapat pada tabel sistem periodik adalah sebanyak 118
unsur. Jumlah unsur yang terdapat di alam lebih dari 118 unsur. Hal ini disebabkan
karena atom-atom dapat bereaksi antara satu atom dengan atom yang lain membentuk
substansi baru yang disebut dengan senyawa. Bila dua atau lebih atom-atom berikatan
dan membentuk ikatan kimia menghasilkan senyawa yang unik yaitu memiliki sifat
kimia dan sifat fisika yang berbeda dari sifat asalnya (sifat dari unsur-unsur sebelum
bereaksi).
Ada beberapa hal yang kita dapat perhatikan, yaitu terdapat banyak contoh
penerapan unsur-unsur kimia dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya contohnya
adalah air. Air merupakan materi yang penting bagi kehidupan. Sebagian besar
kebutuhan pokok kita menggunakan air. Bahkan dalam tubuh, air penting untuk
menjaga DNA dari kerusakan, mengantarkan nutrisi ke seluruh bagian tunuh, dan
menjaga keseimbangan suhu tubuh. Kita mengetahui air memiliki rumus senyawa H2O.
Air tersusun dari unsur-unsur hidrogen dan oksigen. Tanpa kita sadari bahwa
kita sedang berhadapan dengan contoh aplikasi dari unsur-unsur yang berikatan, yang
kemudian membentuk senyawa. Mungkin hal-hal yang sepatutnya kita kritisi adalah
bagaimana unsur-unsur tersebut dapat berikatan dan kemudian membentuk senyawa.
Sebelum itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa pengertian dari senyawa kimia.
Dan istilah organk seolah-olah berhubungan dengan kata organisme atau jasad
hidup. Organik merupakan zat yang berasal dari makluk hidup (hewan/tumbuhan-
tumbuhan) seperti minyak dan batu bara. Pada dasarnya kimia organik melibatkan zat-
zat yang diperoleh dari jasad hidup.
Pada akhir abad ke-17 dan awal abad ke-18, para ahli kimia melakukan
ekstraksi, pemurnian dan analisis zat-zat dari hewan dan tumbuhan. Motivasi dari para
ahli ialah karena keingintahuan tentang jazat hidup dan disamping itu juga untuk
memeroleh bahan-bahan untuk obat-obatan, pewarna dan maksud-maksud lain dengan
melakukan ekstraksi dan pemurnian-pemurnian lain. Lama-kelamaan menjadi jelas
bahwa kebanyakan senyawa yang ada pada hewan dan tumbuhan terdapat banyak segi
yang berbeda dengan benda mati, seperti mineral.
Pada umumnya, senyawa dalam jasad hidup terdiri dari beberapa unsur yaitu:
karbon, hidrogen, oksigen nitrogen dan disamping itu belerang dan fosfor. Kenyataan
ini membawa kita pada defenisi. Jadi kimia organik ialah cabang ilmu kimia yang
khusus mempelajari senyawa karbon.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk dapat mengetahui dan
mempelajari tentang ikatan kimia dan senyawa organik. Karena dalam kehidupan
sehari-hari, kita tidak akan pernah lepas dari hal-hal yang berhubungan dengan ikatan
kimia dan senyawa organik.
2. Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas yaitu:
1. Apa yang dimaksud dengan ikatan kimia?
2. Apa jenis-jenis ikatan kimia?
3. Bagaimana proses terbentuknya ikatan kimia?
4. Bagaimana penerapan senyawa kimia dalam kehidupan sehari-hari?
3. Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu:
1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan ikatan kimia.
2. Untuk mengetahui jenis-jenis ikatan kimia.
3. Untuk mengetahui proses pembentukan ikatan kimia.
4. Untuk mengetahui bagaimana penerapan senyawa kimia dalam kehidupan sehari-
hari.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Defenisi ikatan kimia
Ikatan kimia adalah gaya tarik-menarik antara atom-atom sehingga atom-atom
tersebut tetap berada bersama-sama dan terkombinasi dalam senyawaan. Gagasan
tentang pembentukan ikatan kimia dikemukakan oleh Lewis dan Langmuir (Amerika)
serta Kossel (Jerman). Dalam pembentukan ikatan kimia, golongan gas mulia (VIII A)
sangat sulit membentuk ikatan kimia.
B. Jenis-jenis ikatan kimia
Ikatan kimia merupakan sebuah proses fisika yang bertanggungung jawab dalam gaya
interaksi tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu
senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil. Secara umum, ikatan kimia dapat
digolongkan menjadi dua jenis, yaitu:
1. Ikatan antar atom
a. Ikatan ion = heteropolar
Ikatan ionik adalah sebuah gaya elektrostatik yang mempersatukan ion-ion
dalam suatu senyawa ionik. Ion-ion yang diikat oleh ikatan kimia ini terdiri dari
ka2tion dan juga anion. Kation terbentuk dari unsur-unsur yang memiliki energi
ionisasi rendah dan biasanya terdiri dari logam-logam alkali dan alkali tanah.
Sementara itu, anion cenderung terbentuk dari unsur-unsur yang memiliki afinitas
elektron tinggi, dalam hal ini unsur-unsur golongan halogen dan oksigen. Oleh
karena itu, dapat dikatakan bahwa ikatan ion sangat dipengaruhi oleh besarnya
beda keelektronegatifan dari atom-atom pembentuk senyawa tersebut. Semakin
besar beda keelektronegatifannya, maka ikatan ionik yang dihasilkan akan
semakin kuat. Ikatan ionik tergolong ikatan kuat, dalam hal ini memiliki energi
ikatan yang kuat sebagai akibat dari perbedaan keelektronegatifan ion
penyusunnya.
Pembentukan ikatan ionik dilakukan dengan cara transfer elektron. Dalam
hal ini, kation terionisasi dan melepaskan sejumlah elektron hingga mencapai
jumlah oktet yang disyaratkan dalam aturan Lewis. Selanjutnya elektron yang
dilepaskan ini akan diterima oleh anion hingga mencapai jumlah oktet. Proses
transfer elektron ini akan menghasilkan suatu ikatan ionik yang mempersatukan
ion anion dan kation.
Sifat-Sifat ikatan ionik adalah:
a. Bersifat polar sehingga larut dalam pelarut polar
b. Memiliki titik leleh yang tinggi
c. Baik larutan maupun lelehannya bersifat elektrolit
b. Ikatan kovalen = homopolar
Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian
elektron bersama oleh atom-atom pembentuk ikatan. Ikatan kovalen biasanya
terbentuk dari unsur-unsur non logam. Dalam ikatan kovalen, setiap elektron
dalam pasangan tertarik ke dalam nukleus kedua atom. Tarik menarik elektron
inilah yang menyebabkan kedua atom terikat bersama.
Ikatan kovalen terjadi ketika masing-masing atom dalam ikatan tidak
mampu memenuhi aturan oktet, dengan pemakaian elektron bersama dalam
ikatan kovalen, masing-masing atom memenuhi jumlah oktetnya. Hal ini
mendapat pengecualian untuk atom H yang menyesuaikan diri dengan
konfigurasi atom dari He (2ē valensi) untuk mencapai tingkat kestabilannya.
Selain itu, elektron-elektron yang tidak terlibat dalam ikatan kovalen disebut
elektron bebas. Elektron bebas ini berpengaruh dalam menentukan bentuk dan
geometri molekul.
Ada beberapa jenis ikatan kovalen yang semuanya bergantung pada
jumlah pasangan elektron yang terlibat dalam ikatan kovalen. Ikatan tunggal
merupakan ikatan kovalen yang terbentuk 1 pasangan elektron. Ikatan rangkap
2 merupakan ikatan kovalen yang terbentuk dari dua pasangan elektron, beitu
juga dengan ikatan rangkap 3 yang terdiri dari 3 pasangan elektron. Ikatan
rangkap memiliki panjang ikatan yang lebih pendek daripada ikatan tunggal.
Selain itu terdapat juga bermacam-macam jenis ikatan kovalen lain seperti
ikatan sigma, pi, delta, dan lain-lain.
Senyawa kovalen dapat dibagi mejadi senyawa kovalen polar dan non
polar. Pada senyawa kovalen polar, atom-atom pembentuknya mempunyai gaya
tarik yang tidak sama terhadap elektron pasangan persekutuannya. Hal ini
terjadi karena beda keelektronegatifan antara atom-atom penyusunnya.
Akibatnya terjadi pemisahan kutub positif dan negatif. Sementara itu pada
senyawa kovalen non-polar titik muatan negatif elekton persekutuan berhimpit
karena beda keelektronegatifan yang kecil atau tidak ada.

c. Ikatan kovalen koordinasi = semipolar


Ikatan kovalen koordinat merupakan ikatan kimia yang terjadi apabila
pasangan elektron bersama yang dipakai oleh kedua atom disumbangkan oleh
sala satu atom saja. Sementara itu atom yang lain hanya berfungsi sebagai
penerima elektron berpasangan saja.
Syarat-syarat terbentuknya ikatan kovalen koordinat:
1. Salah satu atom memiliki pasangan elektron bebas
2. Atom yang lainnya memiliki orbital kosong
Susunan ikatan kovalen koordinat sepintas mirip dengan ikatan ion,
namun kedua ikatan ini berbeda oleh karena beda keelektronegatifan yang kecil
pada ikatan kovalen koordinat sehingga menghasilkan ikatan yang cenderung
mirip kovalen.

d. Ikatan logam
Ikatan logam merupakan salah satu ciri khusus dari logam, pada ikatan
logam ini elektron tidak hanya menjadi miliki satu atau dua atom saja,
melainkan menjadi milik dari semua atom yang ada dalam ikatan logam
tersebut. Elektron-elektron dapat terdelokalisasi sehingga dapat bergerak bebas
dalam awan elektron yang mengelilingi atom-atom logam. Akibat dari elektron
yang dapat bergerak bebas ini adalah sifat logam yang dapat menghantarkan
listrik dengan mudah. Ikatan logam ini hanya ditemui pada ikatan yang
seluruhnya terdiri dari atom unsur-unsur logam semata.
2. Ikatan antar molekul
a. Ikatan hydrogen
Ikatan hidrogen merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan
atom lain yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari
senyawa yang sama. Ikatan hidrogen merupakan ikatan yang paling kuat
dibandingkan dengan ikatan antar molekul lain, namun ikatan ini masih lebih
lemah dibandingkan dengan ikatan kovalen maupun ikatan ion.
Ikatan hidrogen ini terjadi pada ikatan antara atom H dengan atom N, O,
dan F yang memiliki pasangan elektron bebas. Hidrogen dari molekul lain
akan bereaksi dengan pasangan elektron bebas ini membentuk suatu ikatan
hidrogen dengan besar ikatan bervariasi. Kekuatan ikatan hidrogen ini
dipengaruhi oleh beda keelektronegatifan dari atom-atom penyusunnya.
Semakin besar perbedaannya semakin besar pula ikatan hidrogen yang
dibentuknya.
Kekuatan ikatan hidrogen ini akan mempengaruhi titik didih dari
senyawa tersebut. Semakin besar perbedaan keelektronegatifannya maka akan
semakin besar titik didih dari senyawa tersebut. Namun, terdapat pengecualian
untuk H2O yang memiliki dua ikatan hidrogen tiap molekulnya. Akibatnya,
titik didihnya paling besar dibanding senyawa dengan ikatan hidrogen lain,
bahkan lebih tinggi dari HF yang memiliki beda keelektronegatifan terbesar.
b. Ikatan van der walls
Gaya Van Der Walls dahulu dipakai untuk menunjukan semua jenis
gaya tarik menarik antar molekul. Namun kini merujuk pada gaya-gaya yang
timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol seketika. Ikatan ini merupakan
jenis ikatan antar molekul yang terlemah, namun sering dijumpai diantara
semua zat kimia terutama gas. Pada saat tertentu, molekul-molekul dapat
berada dalam fase dipol seketika ketika salah satu muatan negatif berada di
sisi tertentu. Dalam keadaa dipol ini, molekul dapat menarik atau menolak
elektron lain dan menyebabkan atom lain menjadi dipol. Gaya tarik menarik
yang muncul sesaat ini merupakan gaya Van der Walls.
C. Proses pembentukan ikatan kimia https://blogmipa-
kimia.blogspot.com/2017/05/ikatan-kimia.html

Ikatan kimia dapat terbentuk melalui 2 macam proses yaitu:


1. Serah terima elektron. Yaitu perpindahan elektron dari satu atom ke atom yang lain.
Atom yang melepaskan elektron akan membentuk ion positif, sedangkan atom yang
menerima elektron akan berubah menjadi ion negatif. Sehingga terjadilah gaya
elektrostatik atau gaya tarik-menarik antara kedua ion yang berbeda muatan.
2. Pemakaian bersama pasangan elektron, baik pasangan elektron yang berasal dari
masing-masing atom yang berikatan maupun berasal dari salah satu atom yang
berikatan.

D. Penerapan senyawa kimia dalam kehidupan sehari-hari


Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita sering menjumpai contoh senyawa kimia
yang banyak sekali macamnya. Seperti senyawa anorganik dan juga senyawa
campuran. Di bawah ini akan kami bagikan beberapa contoh senyawa dalam
kehidupan sehari-hari dan juga rumusnya. Serta tidak lupa pula kami juga akan
menyampaikan kegunaan dari senyawa tersebut.
*Karbondioksida (CO2)
*Natrium Klorida (NaCl) [Garam Dapur]
*Asam Klorida (HCl) [Pembersih Lantai]
*Asam Asetat (CH3COOH) [Cuka Makanan]
*Air (H2O)
https://rumusrumus.com/senyawa-kimia/

No. Senyawa Rumus Manfaat


1. Asam Asetat CH3COOH Cuka makan
2. Amoniak NH3 Pupuk
3. Asam Askorbat C6H8O6 Vitamin C
4. Kalsium karbonat CaCO3 Bahan Bangunan
5. Soda kue NaHCO3 Mmembuat roti
6. Karbon dioksida CO2 Penyegar minumam
7. Aspirin C9H8O4 Mengurangi rasa sakit
8. Magnesium hidroksida Mg(OH)2 Obat penawar rasa asam
9. Asam klorida HCl Pembersih lantai
10. Natrium Klorida NaCl Garam Dapur
11. Natrium hidroksida NaOH Pengering
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan