Anda di halaman 1dari 26

Transportasi Udara

dalam Lingkup Freight Forwarder


Defenisi dan Jenis Transportasi Udara

• Transportasi udara merupakan setiap kegiatan dengan


menggunakan pesawat udara untuk mengangkut
penumpang, kargo, dan/atau pos untuk satu perjalanan
atau lebih dari satu bandar udara ke bandar udara yang
lain atau beberapa bandar udara.

• Jenis Transportasi Udara:


a. Kapal terbang penumpang
b. Kapal terbang pengangkut barang
c. Kapal terbang kombinasi
Kriteria Pemilihan Moda Transportasi Udara

Ada beberapa factor yang menyebabkan beberapa


perusahaan atau pabrik, memilih menggunakan angkutan
udara, diantaranya:
a. Mengurangi jumlah stok barang disesuaikan dengan
ordernya.
b. Menerima pembayaran barang yang diekspor lebih
cepat.
c. Mengurangi resiko angkutan, sehingga mengurangi dan
menghemat biaya kemasan (packaging) dan
asuransinya.
Organisasi Angkutan Udara

• ICAO (International Civil Aviation Organization)


• IATA (International Air Transport Association)
• FIATA (International Federation of Freight Forwarder
Association)
ICAO (Civil Aviation Organization)

• Badan khusus yang dibentuk oleh PBB, yang mengatur


penerbangan antara negara anggotanya berdasarkan
Convention on International Civil Aviation yang disahkan
pada tahun 1994.

• Tujuan utamanya adalah untuk menggabungkan prinsip dan


Teknik angkutan udara dan sebagai bahan untuk
pengembangan dan perencanaan bandara internasional.
IATA (International Air Transport Association)

• Organisasi non politik dan sukarela antar perusahaan-


perusahaan penerbangan yang dibentuk pada tahun 1945,
dimana keanggotaannya terbuka bagi semua penerbangan
yang terdaftar di negara-negara anggota ICAO.

• Tujuan utama IATA, diantaranya:


a. Untuk memperkenalkan angkutan udara yang aman,
nyaman, teratur dan ekonomis bagi kepentingan rakyat
dunia.
b. Menyediakan peralatan yang ada hubungannya dengan
angkutan udara internasional
IATA (International Air Transport Association)

c. Melakukan kerjasama dengan ICAO dan atau organisasi


penerbangan internasional lainnya.
d. Menyediakan sarana untuk mencari jalan keluar bagi
persoalan umum yang dihadapi oleh perusahaan
penerbangan.
e. Menyediakan tatanan bisnis angkutan udara yang bermutu,
terkait keuangan, hokum dan aspek teknis dari lalu lintas
penerbangan.
FIATA (International Federation of Freight Forwarder Association)

• Badan dunia yang merupakan asosiasi antara freight


forwarder seluruh dunia yang didirikan pada tahun 1926.
Badan ini diakui oleh PBB dan anggotanya saat ini berjumlah
35.000 freight forwarder dari 130 negara.

• Tujuan utamanya adalah melindungi dan memajukan


kepentingan freight forwarders di dunia internasional dan
meningkatkan mutu layanannya.
Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab
Carrier dan Shipper
Sesuai Konvensi Internasional

Konvensi internasional ini memuat angkutan barang dan


penumpang lewat udara yang diatur dalam warsau convention
tahun 1929.

Konvensi ini menjelaskan mengenai hak, kewajiban dan


tanggung jawab carrier dan shipper terkait pembagian antara
keduanya, dalam kontrak angkutan udara.
Hak dan Kewajiban Carrier

• Hak Carrier
a. Hak pembayaran yang ditagih atas freight dan biaya
lainnya
b. Hak lien (Sita), apabila muatannya tidak dibayar.

• Kewajiban Carrier
a. Melakukan supervisi dan stowage dengan benar
b. Memberitahukan kepada consignee setalah barang tiba
ditujuan
Hak dan Kewajiban Shipper

• Hak Shipper/Consignee
a. Hak memindahkan muatan di bandara pemberangkatan
atau tujuan dan menahannya serta mengirimnya pada
waktu stop over.
b. Hak atas Air Waybill terhadap carrier.

• Kewajiban Shipper
Menjelaskan rincian barang dan pertanyaan mengenai
muatan yang tercantum dalam Air Waybill.
Tanggung Jawab Carrier

Sesuai dengan konvensi internasional tanggung jawab utama


carrier adalah sebagai berikut:
• Menentukan periode pengangkutan udara selama muatan
itu berada di bandara, di dalam pesawat maupun ditempat
lain sesuai kontrak.
• Bertanggung jawab atas kerusakan, keterlambatan maupun
kehilangan dalam angkutan barangnya.
Dokumen dalam Angkutan Udara

• The Air WayBill


• Master Air Waybill/House of Air Waybill
• Shipper Letter of Instruction
• Commercial Invoice
• Shipper’s Declaration of Dangerous Goods
• Shipper’s Certificate for Arm and Ammunition
Fungsi dan Kedudukan Air Waybill

• Kontrak Angkutan
• Bukti penerimaan barang
• Surat Kwitansi (Freight Bill)
• Sertifikat Asuransi
• Pemberitahuan Ekspor Barang (P.E.B)/Eksport Declaration
• Petunjuk bagi Staf Penerbangan
Hal-hal yang tercantum dalam Air Waybill

• Bandara pemberangkatan • Nomor rekening Bank Agen


• Nama dan Alamat shipper carrier
• Nomor rekening dan bank • Bandara penerbangan
shipper • Keterangan pembayaran
• Nama dan Alamat • Jalur penerbangan dan
Consignee tujuannya
• Nomor rekening dan bank • Mata Uang
Consignee • Kode pemberangkatan
• Nama dan kota,agen carrier • Biaya-biaya
• Kota Agen IATA • Bandara tujuan
Hal-hal yang tercantum dalam Air Waybill

• Pernyataan nilai B. C
• Tanggal terbang
• Nilai asuransi
• Keterangan mengenai handling
• Keadaan dan jumlah barang
• Shipper certification
• Tanggal dan tempat pelaksanaannya
Dokumen pendukung Air Waybill

• Shipper letter of Instructions


Merupakan dokumen yang dipergunakan oleh Shipper
untuk memberikan rincian dan instruksi mengenai
pengapalan khusus/tertentu.
• Commercial Invoice
Merupakan dokumen yang diterbitkan oleh penjual
bagi pembeli barang tersebut.
Contoh Dokumen Air WayBill

Gambar: Air WayBill


Sumber: google.com
Air Cargo Agent

• Merupakan perantara muatan udara yang menjembatani


kepentingan shipper/consignee di satu pihak dan
carriers/perusahaan di lain pihak, yang terbagi dalam dua
gelombang:
1. IATA Cargo Agent sebuah Forwarding Agent yang ditunjuk
perusahaan penerbangan yang terdaftar pada IATA dan
disetujui oleh IATA.
2. Freight Forwarder Udara, yang juga dapat merupakan
IATA Cargo Agent, maupun yang bukan.
IATA Air Cargo Agent

Kriteria yang harus dimiliki oleh freight forwarder, agar bisa


menjadi anggota IATA, antara lain:
• Membuktikan kemampuannya untuk mengembangkan air
cargo bisnis.
• Mempunyai persyaratan fisik dan modal serta ijin usaha
kerja/operasi yang berlaku.
• Mempunya karyawan/staf yang terampil, setidaknya dua
orang yang qualified untuk menangani muatan berbahaya
dan lulus ujian yang diadakan oleh IATA.
• Mempunyai cukup modal yang diperlukan.
Air Freight Forwarder

Kegiatan yang dilakukan oleh Air Freight Forwarder sebagai


tambahan yang dilakukan oleh IATA cargo agent ialah sbb:
a. Konsolidasi
b. Pelaksanaan muatan ekspor
c. Pelaksanaan muatan impor
d. Dasar struktur rate-airline
Konsolidasi

Prosedur konsolidasi adalah sebagai berikut:


a. Perusahan penerbangan menerbitkan master Air WayBill
untuk pengapalan consolidated cargo yang merupakan
informasi bagi break agent dibandara tujuan.
b. Air Freight Forwarder menerbitkan Air WayBill atau Surat
Muatan Udara (SMU) yang merupakan House B/L yang
diserahkan masing-masing shipper dikirim bersamaan
dengan consolidated cargo keagennya dibandara tujuan.
Pelaksanaan Muatan Ekspor

Beberapa kegiatan tambahan yang dapat dilakukan oleh Air


Freight Forwarder mengenai barang ekspor adalah:
a. Memonitor gerakan muatan pelanggan, termasuk
transshipment dan transportasinya sampai penyerahan
kepada consignee.
b. Mengumpulkan bagian-bagian kecil dalam jumlah yang
besar, lalu mencarter kapal terbang sebagian/spilt charter.
c. Member merek atau labelling.
d. Melakukan stuffing kedalam container untuk kemudian
diserahkan ke airlines.
e. Mengatur penarikan (draw back) bea masuk dan pajak
(uang jaminan bagi barang yang di re-ekspor)
Pelaksanaan Muatan Impor

Pekerjaan muatan impor, termasuk diantaranya:


a. Melakukan consolidation cargo.
b. Mengatur penyelesaian B.C (Custom Clearance) dan
penyerahan barang-barang ke consignee.
c. Menyediakan biaya untuk pembayaran bea masuk bagi
pelanggan.
Dasar Struktur rate-airline

Jenis rate-airline, diantaranya:


a. General cargo rates (GCR’s)-Rate, bagi golongan G.C yang
berbeda.
b. Specific commodity rates (SCR’s)-Rate khusus (lebih
murah) untuk barang khusus.
c. Freight all kind (FAK)-Rate, yang menjadi semakin umum
yang mencakup semua jenis muatan masing-masing.
d. ULD-Rate, untuk Unit Load Defisi, untuk barang dalam
container dan pallet.
Referensi

1. ALFI Institute. 2018. Modul FIATA Diploma in Freight


Forwarding. ALFI Institute. Jakarta.
2. Wynd Rizaldy, Muhammad Rifni, Agus Setiawan, Ibu Lira
Agusinta, Andri Permadi, Noorman Irhamna AMTru, Didi
Sugiman, dan Joko Subandrio. 2017. Manajemen Multimoda
Transportation dan Freight Forwarder. iN Media. STMT
Trisakti. Bogor.