Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH

Siklus Krebs

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Fisiologi

Dosen Pengajar :

Suhrawardi, SKM, M.PH

Disusun oleh :

Zoraya Defada Nawiswari (P07124119103)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN BANJARMASIN
PROGRAM STUDI DIPLOMA III
JURUSAN KEBIDANAN
TAHUN 2019
A. PENGERTIAN SIKLUS KREBS
Siklus krebs adalah salah satu reaksi yang terjadi dari rangkaian reaksi metabolisme
sel di dalam mitokondria yang membawa katabolisme residu asetyl, membebaskan ekuivalen
hidrogen, yang dengan oksidasi menyebabkan pelepasan dan penangkapan ATP sebagai
pemenuh kebutuhan energi jaringan. Siklus ini dinamakan siklus krebs karena yang
menemukan adalah Mr. Krebs atau Sir Hans Adolf Krebs (1900-1981) pada tahun 1937,
seorang ahli biokimia terkenal yang menemukan metabolisme karbohidrat. Nama lain dari
siklus krebs yaitu siklus asam sitrat karena senyawa pertama yang terbentuk adalah asam
sitrat juga siklus asam trikarboksilat (-COOH) karena hampir di awal-awal siklus krebs,
senyawanya tersusun dari asam trikarboksilat. Trikarboksilat itu merupakan
gugus asam (-COOH).

B. FUNGSI SIKLUS KREBS


Siklus krebs sebagai siklus penting dalam metabolisme sel, memiliki fungsi tersendiri.
Berikut fungsi dari siklus krebs:

 Sebagai jalur akhir oksidasi KH, Lipid dan Protein. KH, lipid dan protein semua akan
dimetabolisme menjadi asetyl-KoA.
 Untuk mempertahankan kadar glukosa dalam keadaan normal
 Menghasilkan sebagian besar CO2
 Metabolisme lein yang menghasilkan CO2 misalnya jalur pentosa fosfat atau P3
(pentosa phospat pathway) atau harper heksosa monofosfat.
 Sumber enzim-enzim tereduksi yang mendorong Rantai Respirasi
 Merupakan alat agar tenaga yang berlebihan dapat digunakan untuk sintesis lemak
 Menyediakan prekursor-prekursor penting untuk sub unit yang diperlukan dalam
sintesis berbagai molekul
 Menyediakan mekanisme pengendalian langsung atau tidak langsung untuk lain-lain
sistem enzim

C. MEKANISME SIKLUS KREBS


Dalam proses pembentukan siklus krebs ada 2 tahapan yaitu
1. Dekarboksilasi Oksidatif

 Senyawa hasil dari proses glikolisis berupa asam piruvat akan masuk ke tahap
dekarboksilasi oksidatif yang terletak didalam mitokondria sel tubuh untuk
kemudian menuju reaksi persiapan sebelum memasuki siklus krebs.
 Asam piruvat dari proses glikolisis akan di ubah menjadi asetil ko-A melalui
proses oksidasi. Proses oksidasi ini disebabkan karena pelepasan elektron sehingga
menyebabkan komponen atom karbon berkurang. Hal ini ditandai dengan
berkurangnya komposisi 3 atom karbon yang terdapat dalam asam piruvat berubah
menjadi 2 atom karbon, hasil ini berupa asetil-KoA. Proses berkurangnya komponen
karbon inilah yang disebut dekarboksilasi oksidatif .
 Selain menghasilkan asetil-KoA, proses oksidasi dalam mitokondria ini juga
mampu mengubah NAD+ menjadi NADH dengan cara menangkap elektron.

Hasil akhir dari tahap persiapan ini berupa asetil-KoA, CO2 dan 2NADH.

2. Siklus Krebs
Dalam siklus krebs terdapat delapan tahap yang reaksinya terjadi terus menerus dari
awal hingga akhir dan terjadi secara berulang
a) Pembentukan sitrat adalah proses awal yang terjadi dalam siklus krebs.
Dimana terjadi proses kondensasi asetil-KoA dengan oksaloasetat yang akan
membentuk sitrat dengan enzim sitrat sintase.
b) Sitrat yang dihasilkan dari proses sebelumnya akan diubah menjadi isositrat
dengan bantuan enzim akonitase.
c) Enzim dehidrogenasi isositrat mampu mengubah isositrat menjadi α-
ketoglutarat dengan bantuan NADH. Dalam proses reaksi ini juga terjadi
pelepasan satu molekul karbon dioksida.
d) Alfa-ketoglutarat mengalami proses oksidasi sehingga akan menghasilkan
suksinil-KoA . Selama oksidasi ini, NAD+ menerima elektron (reduksi)
menjadi NADH + H+. Enzim yang mengkatalisis reaksi ini adalah alpha-
ketoglutarat dehidrogenase.
e) Suksinil-KoA diubah menjadi suksinat. Energi yang dilepaskan digunakan
untuk mengubah guanosin difosfat (GDP) dan fosforilasi (Pi) menjadi
guanosin trifosfat (GTP). GTP ini kemudian dapat digunakan untuk membuat
ATP.
f) Suksinat yang dihasilkan dari proses sebelumnya akan dioksidasi menjadi
fumarat. Ketika oksidasi inilah, FAD akan menerima elektron (reduksi) dan
menjadi FADH2. Enzim suksinat dehidrogenase mengkatalisis pemindahan
dua hidrogen dari suksinat.
g) Selanjutnya adalah proses hidrasi, proses ini menyebabkan terjadinya
penambahan atom hidrogen pada ikatan karbon (C=C) sehingga akan
menghasilkan produk berupa malat
h) Malat kemudian dioksidasi untuk menghasilkan oksaloasetat dengan bantuan
enzim malat dehidrogenase. Oksaloasetat inilah yang akan menangkap asetil-
KoA sehingga siklus krebs dapat terus menerus terjadi. Hasil akhir dari tahap
ini juga berupa NADH.

Hasil Siklus Krebs


Jumlah Energi (ATP) yang dihasilkan dalam slklus krebs adalah 12 ATP
3 NAD+ = 9 ATP
1 FAD = 2 ATP
1 ATP = 1 ATP
Kesimpulannya , bahwa dari seluruh, siklus krebs bertujuan untuk mengubah Asetil-
KoA dan H2O menjadi CO2 dan menghasilkan energi tinggi berupa ATP, NADH dan
FADH.