Anda di halaman 1dari 8

BAB III

LAPORAN KASUS

3.1 Identitas Pasien


Nama : Ny. C.A
Usia : 50 tahun 1 bulan
Jenis kelamin : Perempuan
Tempat Tanggal Lahir : Pangkalan Lapam, 1 Januari 1970
Alamat : Desa Pulauan RT 00 RW 00, Pangkalan
Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir
Agama : Islam
Status : Menikah
Kewarganegaraan : Indonesia
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Pendidikan Terakhir : Tamat SD
No. Rekam Medik : 12.05.73
Tanggal Pemeriksaan : 23 Febuari 2020

3.2 Anamnesis (Autoanamnesis pada 23 Februari 2020 pukul 11.00 WIB)


3.2.1 Keluhan Utama
Timbul bercak kehitaman dan rasa gatal di muka, leher, payudara
kanan dan kiri, punggung, lipat paha kanan dan kiri sejak 3 minggu
yang lalu.

3.2.2 Keluhan Tambahan


Gatal

3.2.3 Riwayat Perjalanan Penyakit


Sejak ± 3 bulan yang lalu, pasien mengeluh timbul bintil
kemerahan pada leher belakang sebesar jarum pentul berjumlah > 5

25
sekitar kulit kepala yang terasa gatal disertai bercak kuning berminyak,
halus tidak kasar, tidak tebal dan tidak berlapis-lapis, serta mudah
lepas saat di garuk. Pada bintil padat dan tidak adanya cairan, nanah
atau pun darah. Pasien mengeluh gatal semakin terasa saat berkeringat
tetapi tidak menganggu tidur. Pasien sering menggaruk-garuk daerah
tersebut pada saat gatal.
Pasien juga merasa keluhan serupa pada tangan kanan dan kiri
nya, awalnya timbul bintil kemerahan disertai sisik kuning berminyak
sebesar jarum pentol berjumlah ± 3 buah dan tersa gatal. Pasien
mengaku tidak melakukan pengobatan apapun karena tidak terlalu
menganggu namun bintil kemerahan tersebut semakin lama semakin
membesar seukuran biji jagung.
Sejak ± 2 bulan yang lalu, pasien mengaku bintil tersebut
semakin menyebar dan semakin banyak muka, dada, perut, punggung,
dan kedua tungkai. Lalu terjadi penebalan kulit pada daerah yang
sering di garuk. Keluhan tidak dipengaruhi cuaca dan tidak berkurang
saat istirahat.
Sejak ± 1 bulan yang lalu, pasien mengaku timbul bercak
kemerahan yang semakin melebar di lipat paha kanan dan kiri. Selain
itu pasien juga mengeluh gatal, pasien mengeluh awalnya didaerah
lipat paha kanan dan kiri, namun lama-kelamaan menyebar sampai ke
perut dan dada, punggung dan lengan dan tungkai. Keluhan ini
dirasakan baru pertama kali. Pasien mengaku gatal semakin bertambah
ketika berkeringat. Pasien mengaku jarang mengganti baju dan pakaian
dalam. Os juga jarang mandi setelah bekerja. Untuk keluhan gatal,
pasien mengaku gatal dirasakan terus menerus dan tidak dipengaruhi
waktu maupun cuaca. Riwayat kencing manis disangkal. Pasien
mengaku sebelumnya belum pernah berobat untuk mengobati keluhan
ini.

26
Sejak ± 3 minggu yang lalu pasien datang berobat ke Poliklinik
Kulit dan Kelamin RSUD Palembang BARI, dengan keluhan bercak
merah berubah warna kehitaman berjumlah banyak, berukuran sebesar
biji jagung, bentuknya tidak teratur, bersisik dan terasa gatal terutama
pada daerah kedua lengan kanan dan kiri, tungkai kanan dan kiri, dada,
perut dan punggung kemudian pasien diberikan obat metilprednisolon
tablet 3x8mg, cetirizine 2x1 tablet, simetidin 2x1 tablet, desolex lotion
3xsehari
Kemudian ± 10 hari yang lalu, pasien kembali kontrol ke
Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Palembang BARI dengan keluhan
bercak kehitaman, sisik berkurang dan gatal berkurang, dan pasien
diberikan obat metilpredisolon 4 mg, 2mg pagi dan 2 mg siang hari,
cetirizine 2x1 tablet, simetidin 2x1 tablet, resolex lotion 1.
Kemudian pasien kembali kontrol ke Poliklinik Kulit dan
Kelamin RSUD Palembang BARI dengan bercak kehitaman dan gatal
sejak 2 hari yang lalu karena obat nya habis. Pasien mengaku keluhan
sudah berkurang dari sebelumnya. Pasien mengaku hanya ada nya
gatal pada bercak kehitaman.

3.2.4 Riwayat Penyakit Dahulu


Riwayat penyakit kulit dengan keluhan yang sama disangkal,
riwayat alergi obat dan makanan (-)

3.2.5 Riwayat Penyakit Keluarga


Gejala penyakit yang sama dalam keluarga pasien (-), riwayat
alergi obat dan makanan (-)

3.2.6 Riwayat Sosial Ekonomi, Higiene dan Lingkungan


Penyakit dan keluhan yang sama di sekitar lingkungan tepat
tinggal pasien disangkal.

27
3.3 Pemeriksaan Fisik
3.3.1 Status Generalis
Keadaan Umum
Keadaan Umum : Baik
Kesadaran : Composmentis
Berat Badan : 58 kg
Nadi : 89 x/menit, regular.
Suhu : 36,70 C
Pernapasan : 21 x/menit

Keadaan Spesifik
Kepala
Mata :konjungtiva palpebra tidak pucat , sklera tidak ikterik
Hidung : mukosa tidak hiperemis, tidak ada sekret
Telinga : MAE lapang, tidak ada sekret
Tenggorokan : faring tidak hiperemis, tonsil T1-T1
Leher : JVP 5-2 CmH2O
Toraks :
Jantung : HR 89x/menit, reguler, bunyi jantung I-II
normal, tidak ada murmur dan gallop
Paru-paru :vesikuler normal, tidak ada ronkhi dan wheezing
Abdomen : datar, lemas, hati dan limpa tidak teraba, bising usus
normal.
Ekstremitas : akral hangat, edema tidak ada

28
Kelenjar Getah Bening: pada inspeksi dan palpasi tidak ada pembesaran
kelenjar getah bening coli, aksila dan inguinal
Kelamin : dalam batas normal

3.3.2 Status Dermatologikus

Gambar 1
Pada regio coli anterior et posterior, ekstremitas superior dextra et
sinistra, dan regio truncus posterior terdapat patch hiperpegmentasi, multiple,
ireguler, berukuran (0,6-2 cm) x (1-2,5 cm) diskret hingga berkonfluens.

29
Gambar 2
Pada regio mamae dextra dan sinistra, inguinal dextra dan sinistra dan
regio suprapubis, terdapat patch hipermegmentasi, multiple, ireguler
berukuran (2-5 cm) x (3-7 cm) diskret hingga berkonfluens, diatasnya terdapat
skuama halus berwarna putih.

Pada regio plantar dan palmar dextra et sinistra patch eritematosa,


multiple, ireguler, berukuran (0,8-2 cm) x (1,5-3 cm), disret hingga konfluens
dan diatasnya terdapat ekskoriasi.

3.4 Diagnosa Banding


1. Post Eritroderma et susp Dermatitis Seboroik+ Tinea Corpuris et cruris
2. Post Eritroderma ec susp Psoriasis Vulgaris+ Kandidiasis Intertriginosa
3. Post Eritroderma ec susp Dermatitis Atopik+ Eritrasma

30
3.5 Diagnosis Kerja
Post Eritroderma et susp Dermatitis Seboroik+ Tinea Corpuris et cruris

3.6 Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan penunjang yaitu dengan kerokan kulit dengan pulasan KOH 10%
(tidak dilakukan)

1.7 Penatalaksanaan
1.7.1 Penatalaksanaan Post eritroderma ec susp Dermatitis Seboroik.
Non-farmakologi.
- Edukasi tentang penyakit eritroderma, pencetus dan perjalanannya
yang kronik, residif, dan pengobatannya.
- Anjuran untuk tidak menggaruk atau mengelupas kulit.
- Menghindari faktor pencetus.
- Menjelaskan pasien agar teratur dalam mengkonsumsi obat dan
pemakaian obat salep.
- Menjelaskan prognosis penyakit.
- Pemantauan efek samping obat.

Farmakologi
Pemberian Topikal
a. Ketokonazole 1% shampoo sebanyak satu kali sehari 2 minggu.
b. Betametasone Valerate 0,1% 2 kali sehari selama 2 minggu
Pemberian Sistemik
a. Metilprednisolon 3x 4 mg

31
1.7.2 Penatalaksanaan Tinea Corpuris et cruris.

Non-Farmakologi
a. Pasien dijelaskan mengenai penyakit yang dideritanya serta faktor
predisposisinya.
b. Edukasi berupa pasien disarankan untuk menggunakan pakaian yang
longgar berbahan katun atau bahan sintetis yang tidak membuat kulit
lembab.
c. Area yang rentan terinfeksi harus benar-benar kering sebelum memakai
pakaian.
d. Edukasi pasien untuk tidak menggaruk bagian yang terasa gatal

Farmakologi
a. Pemberian krim mikonazol 2% 10 gram, dioleskan dua kali sehari selama
dua minggu dan minta pasien untuk kontrol kembali setelah empat
minggu.
b. Pemberian griseofulvin 1x500 mg selama 4 minggu.
c. Pemberian cetirizine tablet 1x10 mg sesudah makan dan selama 14 hari

1.8 Prognosis
1. Quo ad vitam pada kasus ini adalah bonam
2. Quo ad fungsionam pada kasus ini adalah bonam
3. Quo ad sanationam pada kasus ini adalah dubia ad bonam
4. Quo ad cosmetic pada kasus ini adalah dubia ad malam

32