Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

“BURSA EFEK DAN INVESTASI SYARIAH”

Tentang

“PERATURAN KEANGGOTAAN BURSA”

OLEH KELOMPOK 6

Alfian Reza : 1730403008

Sherin Yolanda : 1730403090

Tifanny Ramada : 1730403098

Dosen Pengampu

Elmiliani Wahyuni.,S,M

JURUSAN AKUNTANSI SYARIAH

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

BATUSANGKAR

2020

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan ekonomi yang sangat pesat disertai dengan pertumbuhan pendapatan
masyarakat mendorong masyarakat untuk melakukan investasi. Investasi yang dilakukan
masyarakat kini pun tidak hanya berupa emas maupun uang, tetapi juga melalui efek.
Perkembangan inilah yang mendorong munculnya pasar modal. Pasar modal dapat di kemukakan
sebagai tempat yang menawarkan berbagai instrumen keuangan, dalam bentuk surat berharga
berupa saham, obligasi, Reksadana, dan efek lainnya.
Bursa efek di Indonesia yaitu BESI yang merupakan bursa hasil penggabungan dari Bursa
Efek Jakarta (BEJ) dengan Bursa Efek Surabaya. Pada bursa efek terdapatnya keanggotaan yang
memiliki tugas masing-masing dan peraturan peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perizinan dalam keanggotaan bursa?
2. Bagaimana prosedur menjadi anggota bursa?
3. Bagaimana Perizinan fasilitas online anggota bursa?
4. Apa saja kewajiban pelaporan anggota bursa?
5. Bagaimana pemeriksaan anggota bursa?
6. Bagaimana sanksi pada anggota bursa?
C. Tujuan
1. Mengetahui perizinan dalam keanggotaan bursa.
2. Mengetahui prosedur menjadi anggota bursa.
3. Mengetahui perizinan fasilitas online anggota bursa.
4. Mampu mengetahui kewajiban pelaporan anggota bursa.
5. Mengetahui pemeriksaan anggota bursa.
6. Mampu mengetahui sanksi pada anggota bursa.
.

2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Perizinan Keanggotaan Bursa
Persyaratan dan prosedur untuk menjadi anggota bursa diatur melalui
peraturan bursa No. III.A tentang Keanggotaan Bursa yang meliputi persyaratan
system dan administrasi diantaranya :
1. Memiliki saham bursa, calon IT Officier RT, Dewan Komisaris dan Direksi
sesuai peraturan OJK, memiliki modal kerja bersih Disesuaikan (MKBD),
memiliki Perjanjian Pembukaan Rekening Efek dengan nasabah dan memiliki
bagian atau fungsi sesuai dengan peraturan OJK nomor V.D.3 tentang
pengendalian internal perusahaan efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai
perantara perdagangan efek.
2. Memiliki pedoman pelaksanaan penerapan prinsip mengenal nasabah, memiliki
rencana kerja jangka pendek, menengah dan panjang, memiliki sistem
pengendalian risiko yang handal, memiliki brokerage Office System (BOFIS)
yang mendukung pelaksanaan Remote Trading.
3. Memiki sarana dan prasarana, seperti perangkat Remote Truning Anggota Bursa
Efek dan BCP Remote Trading Anggota Bursa Efek, ruangan untuk menyimpan
server dan ketentuan bagi pihak yang diberikan kewenangan untuk memasuki
ruangan tersebut dan prosedur operasi standar pengoperasian perangkat Remote
Truning dan BCP Remote Trading.
4. Memiliki prosedur penyimpanan data transaksi dan catatan kejadian, database
nasabah, database transaksi (daftara order termasuk perubahan-perubahannya
beserta catatan waktu kejadian) yang dilakukan secara elektronik. Penyimpanan
data transaksi dan catatan kejadian dilakukan selama 5 tahun.
5. Dalam hal calon anggota Bursa Efek yang tidak dapat menyediakan sendiri
system Remote Trading (anggota Bursa Efek koneksi tidak lansung), maka
harus menggunakan jasa mediator Remote Trading yang telah menandatangani
kontrak penyediaan sarana dan prasarana dengan Bursa.

3
B. Prosedur Menjadi Anggota Bursa
Prosedur untuk menjadi anggota bursa dimulai dengan penyampaian
permohonan anggota bursa kepada bursa disertai dengan dokumen pernyataan dan
selanjutnya bersama melakukan evaluasi dan pemeriksaan atas kelengkapan dan isi
dokumen sesuai persyaratan yang bursa dan kesiapan operasional anggota bursa
(termasuk sistem remote trading, BOVIS dan BCP) dalam jangka waktu paling
lama 10 hari bursa. Apabila berdasarkan hasil evaluasi dan pemeriksaan bursa
dinyatakan bahwa calon anggota bursa tersebut telah memenuhi persyaratan dan
siap operasional maka dalam waktu maksimum 10 hari bursa.
Persetujuan anggota bursa (SPAB). Namun apabila calon anggota bursa
tidak memenuhi persyaratan dan atau belum siap operasional maka bursa akan
memberikan surat penolakan disertai dengan alasannya. Jalur anggota bursa dapat
mengajukan kembali permohonan permohonan menjadi anggota bursa. Selama
proses permohonan menjadi anggota bursa maka anggota bursa tersebut wajib
mengajukan menjadi anggota kliring untuk mendapatkan layanan jasa kliring dan
perjanjian penyelesaian transaksi di KPEI dan mengajukan permohonan menjadi
partisipan di KSEI.
Syarat menjadi anggota Bursa Efek Indonesia:
1. Badan hukum calon perusahaan tercatat berbentuk perseroan terbatas atau PT.
2. Pernyataan pendaftaran yang disampaikan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau
OJK telah menjadi efektif.
3. Memiliki komisaris independen sekurang-kurangnya 30% dari jajaran anggota
dewan komisaris memiliki direktur tidak terafiliasi, memiliki komite audit atau
menyampaikan pernyataan untuk membentuk Komite audit paling lambat 6
bulan setelah tercatat, memiliki sekretaris perusahaan.
4. Nilai nominal saham sekurang-kurangnya Rp100.
5. Calon perusahaan tercatat tidak sedang dalam sengketa hukum yang
diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan.

4
6. Bidang usaha baik langsung atau tidak langsung tidak dilarang oleh undang-
undang yang berlaku di Indonesia.
7. Khusus calon perusahaan tercatat yang bergerak dalam industri pabrikan,
memiliki sertifikat AMDAL dan tidak dalam masalah pencemaran lingkungan
dan calon perusahaan tercatat yang bergerak dalam industri kehutanan harus
memiliki sertifikat ramah lingkungan.
8. Persyaratan pencatatan awal yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan
pada laporan keuangan auditan terakhir sebelum mengajukan permohonan
pencatatan.
C. Perizinan Fasilitas Online Anggota Bursa
Bursa-bursa menetapkan persyaratan bagi anggota bursa yang akan
memberikan fasilitas penyampaian pesanan secara langsung atau online untuk
nasabahnya diantaranya yakni:
1. Menandatangani perjanjian pembukaan rekening efek dengan nasabah,
memiliki prosedur baku kelangsungan operasi fasilitas penyampaian pesanan
secara langsung bagi nasabah, memiliki redundant link remote Trading ke bursa
dengan mekanisme automatic switching, memiliki sistem dan database
manajemen risiko yang digunakan untuk menjalankan Pemantauan dan
pengelolaan risiko, memiliki pelaksana atau pejabat yang bertugas melakukan
Pemantauan dan pengelolaan risiko serta memiliki otorisasi penuh terhadap
sistem manajemen risiko yang berkedudukan di Indonesia, memiliki prosedur
penanganan dan penyelesaian serta petugas khusus yang membantu nasabah
dalam melakukan hal-hal yang terkait dengan instruksi nasabah dan kendala
sistem dalam penyampaian pesanan secara langsung bagi nasabah.
2. Memiliki sistem pengawasan dan petugas yang dapat mengawasi pola transaksi
Nasabah di luar kewajaran, memiliki atau dapat menyediakan chicken
menyedihkan catur daya alternatif untuk mengantisipasi putusnya pasokan
listrik, Kapan salat memiliki prosedur pemeliharaan terhadap sistem fasilitas
penyampaian pesanan secara langsung bagi nasabah, memiliki sistem
5
pengamanan atau security System yang teruji, dibuktikan dengan hasil review
yang dilakukan oleh Independent reviewer sesuai ruang lingkup yang ditetapkan
oleh bursa, memiliki sistem pengaturan mengenai tata cara konfirmasi
Transaksi dan sistem pelaporan rekening efek nasabah yang setiap saat dapat
disajikan jika diperlukan oleh nasabah, pernyataan secara tertulis kepada bursa
bahwa anggota Bursa Efek bertanggung jawab atas seluruh pesanan jual atau
beli dan transaksi yang terjadi melalui fasilitas penyampaian pesanan secara
langsung bagi nasabah, memiliki prosedur untuk menjamin bahwa transaksi
bersifat nirsangkal atau non-repudiation oleh nasabah, menunjuk independent
reviewer.
3. Memiliki rancangan kontrak dengan nasabah yang mengatur tata cara
perdagangan melalui fasilitas penyampaian pesanan secara langsung bagi
nasabah yang sekurang-kurangnya memuat:
a. Persetujuan nasabah terhadap hal-hal seperti cara kerja sistem serta catatan
elektronik yang dihasilkan oleh sistem anggota Bursa Efek sebagai bukti
aktivitas yang dilakukan nasabah, persyaratan dan mekanisme perdagangan
melalui fasilitas penyampaian pesan secara langsung bagi nasabah yang
ditetapkan oleh anggota Bursa Efek. Kebenaran dan keabsahan data
pesanan yang disampaikan atau ditujukan kepada anggota bursa efek,
pesanan yang diterima melalui fasilitas penyampaian pesan secara langsung
merupakan satu-satunya bukti yang sah dan mengikat nasabah dan anggota
Bursa Efek dan menyepakati bahwa transaksi bersifat nirsangkal atau non-
repudiation.
b. Tanggung jawab nasabah untuk menjaga kerahasiaan user ID dan atau
password.
c. Kesepakatan dan prosedur penyelesaian dalam hal terjadi penyalahgunaan
user ID dan password.
Anggota bursa yang akan mengembangkan dan memberikan fasilitas
penyampaian pesan secara langsung atau online untuk nasabahnya, wajib
6
memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari bursa sebagaimana diatur dalam
peraturan bursa Nomor III-A tentang keanggotaan bursa.
Prosedur untuk menjadi anggota bursa yang menyediakan fasilitas online
bagi nasabah dimulai dengan penyampaian permohonan anggota bursa kepada bursa
disertai dengan dokumen pendukung atau persyaratan selanjutnya bursa akan
melakukan penelaahan dokumen selama paling lama 5 hari bursa dan dalam waktu
paling lambat 5 hari bursa sejak diterimanya dokumen secara lengkap maka apabila
anggota bursa memenuhi persyaratan bursa akan menyampaikan jadwal pengujian
teknis atau sistem online anggota bursa. 1
D. Kewajiban Pelaporan Anggota Bursa
Adapun kewajiban pelaporan anggota bursa adalah :
1. Melakukan kegiatan perdagangan efek di Bursa pada setiap hari bursa secara
aktif sebagaimana layaknya suatu perusahaan efek.
2. Membayar biaya transaksi sebagaimana diatur dalam peraturan bursa.
3. Melakukan pemantauan terhadap aktivitas perdagangan efek baik untuk
kepentingan nasabah maupun untuk kepentingan sendiri,.
4. Melaporkan segera kepada bursa apabila dari hasil pemantauan yang dilakukan
terhadap indikasi adanya transaksi perdagangan efek yang tidak wajar.
5. Menjaga kondisi perusahaan agar tetap memenuhi persyaratan sebagai anggota
bursa efek.
6. Menyampaikan laporan kepada bursa sesuai dengan peraturan bursa nomor III
-D tentang pelaporan anggota Bursa Efek dan dealer partisipan.
Anggota bursa wajib menyampaikan laporan berkala kepada bursa yang
meliputi:
1. Laporan MKBD

1
https://www.coursehero.com/file/pm5nmg/6-pemeriksaan-anggota-bursa-
dalammenyelenggarakan-perdagangan-efek-yang/)

7
2. Laporan kegiatan transaksi harian atas efek bersifat ekuitas sesuai dengan
format yang ditentukan oleh bursa.
3. Laporan posisi portofolio harian nasabah dan anggota Bursa Efek sesuai dengan
format yang ditentukan oleh bursa.
4. Laporan bulanan kegiatan usaha anggota Bursa Efek dengan menggunakan
formulir yang bentuk dan isinya sesuai dengan formulir X. E.1-3 peraturan
Bapepam dan LK nomor X.E.1 tentang kewajiban penyampaian laporan berkala
oleh perusahaan efek, selambat-lambatnya pada hari bursa ke-12 bulan
berikutnya.
5. Laporan akuntan atasMKBD tahunan.
6. Laporan keuangan dan laporan keuangan tahunan dalam bentuk laporan
keuangan audited.
Emiten wajib menyampaikan kepada Bursa laporan-laporan sebagai berikut:
2

1. Laporan Berkala 3
Laporan berkala yang wajib disampaikan oleh Emiten kepada Bursa
meliputi :
a. Laporan Tahunan:
Laporan Tahunan wajib disampaikan sebagaimana ditetapkan dalam
ketentuan angka 2 Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.2 tentang Laporan
Tahunan dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Untuk Emiten Saham, laporan tahunan disampaikan kepada Bursa
selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum Rapat Umum
Pemegang Saham Tahunan;

2
Peraturan Pt Bursa Efek Surabaya Nomor I.A.3 (Lampiran Keputusan Direksi PT Bursa
Efek Surabaya Nomor SK-020/LGL/BES/XI/2004 Tanggal 25 Nopember 2004) Hal. 1-4
3
Muhammad Azmi, “Peran Bei Dalam Melindungi Investor Pasar Modal Terhadap
Kepailitan perusahaan Terbuka”, Jurnal Privat Law Vol. VII No 2 Juli - Desember 2019. Hlm.5-6.

8
2) Untuk Emiten Efek Bersifat Utang, laporan tahunan disampaikan
kepada Bursa selambat-lambatnya 5 (lima) bulan setelah tahun buku
berakhir.
b. Laporan Keuangan Berkala:
1) Laporan keuangan berkala yang dimaksud dalam Peraturan ini adalah
laporan keuangan tahunan dan laporan keuangan tengah tahunan;
2) Laporan keuangan berkala tahunan dan tengah tahunan sebagaimana
dimaksud dalam ketentuan Huruf A angka 2.a Peraturan ini yang isinya
dibuat sesuai dengan Peraturan Bapepam Nomor VIII.G.7 tentang
Pedoman Penyajian Laporan Keuangan;
3) Laporan keuangan disampaikan kepada Bursa dalam bentuk cetakan
(hard copy) sebanyak 3 (tiga) eksemplar dan dalam bentuk soft copy
dalam disket atau melalui e-mail sesuai ketetapan Bursa;
4) Dalam hal terdapat perbedaan antara Laporan Keuangan dalam bentuk
hard copy dengan soft copy, maka yang akan dipergunakan adalah
Laporan Keuangan dalam bentuk hard copy;
5) Laporan Keuangan Tahunan:
Laporan Keuangan Tahunan wajib disampaikan sebagaimana
ditetapkan dalam Peraturan Bapepam Nomor X.K.2 tentang Kewajiban
Penyampaian Laporan Keuangan Berkala dengan ketentuan sebagai
berikut:
a) Laporan keuangan tahunan wajib disampaikan ke Bursa
selambatlambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tahun buku
berakhir;
b) Laporan keuangan tahunan telah diperiksa oleh Akuntan Publik
yang terdaftar di Bapepam.
6) Laporan Keuangan Tengah Tahunan :
Laporan keuangan tengah tahunan wajib disampaikan kepada
Bursa sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Bapepam Nomor X.K.2
9
tentang Kewajiban Penyampaian Laporan Keuangan Berkala , dengan
ketentuan sebagai berikut:
a) Selambat-lambatnya pada akhir bulan pertama setelah tanggal tengah
tahun buku berakhir, jika tidak disertai laporan Akuntan Publik yang
terdaftar di Bapepam;
b) Selambat-lambatnya pada akhir bulan kedua setelah tanggal tengah
tahun buku berakhir, jika disertai laporan Akuntan Publik yang
terdaftar di Bapepam dalam rangka penelaahan terbatas;
c) Selambat-lambatnya pada akhir bulan ketiga setelah tanggal tengah
tahun buku berakhir, jika disertai dengan laporan Akuntan Publik
yang terdaftar di Bapepam yang memberikan pendapat tentang
kewajaran Laporan Keuangan secara keseluruhan.
7) Bursa dapat meminta Emiten untuk menyampaikan Laporan Keuangan
Triwulanan. Laporan dimaksud sekurang-kurangnya terdiri dari neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas.
c. Khusus bagi Emiten Reksa Dana wajib menyampaikan Laporan Nilai Aktiva
Bersih sesuai Peraturan Bapepam Nomor IV.A.3 tentang Pedoman
Pengelolaan Reksa Dana Berbentuk Perseroan selambat-lambatnya pukul
09.00 WIB Hari Bursa pertama setiap minggu yang perhitungannya sesuai
dengan Peraturan Bapepam Nomor IV.C.2 tentang Nilai Pasar Wajar Dari
Efek Dalam Portofolio Reksa Dana.
d. Bursa wajib mengumumkan dan atau mempublikasikan Laporan Keuangan
Emiten selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa berikutnya setelah
diterimanya Laporan tersebut dari Emiten.
2. Laporan Insidental
a. Laporan atas Peristiwa, Informasi atau Fakta Material yang mungkin dapat
mempengaruhi nilai Efek dan atau keputusan investasi pemodal wajib di
laporkan secara tertulis kepada Bursa selambat-lambatnya pada akhir hari
kerja kedua sejak tanggal kejadian, antara lain :
10
1) Laporan yang harus segera diumumkan kepada publik sesuai peraturan
Bapepam Nomor X.K.1 tentang Keterbukaan Informasi Yang Harus
Segera Diumumkan Kepada Publik;
2) Laporan bagi Emiten yang dimohonkan pernyataan Pailit sesuai
Peraturan Bapepam Nomor X.K.5 tentang Keterbukaan Informasi Bagi
Emiten atau Perusahaan Publik yang dimohonkan pernyataan pailit;
3) Laporan Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat
Umum Pemegang Obligasi (RUPO);
4) Laporan perubahan Direksi dan atau Komisaris Perusahaan;
5) Laporan perubahan Sekretaris Perusahaan;
6) Laporan perubahan alamat Emiten termasuk pembukaan dan atau
penutupan kantor dan atau tempat kegiatan usaha;
7) Laporan perubahan Biro Administrasi Efek (jika ada);
8) Informasi yang diminta oleh Bursa terkait dengan Perdagangan yang
Tidak Wajar atas Efek Emiten sesuai Peraturan Bursa.
b. Laporan perubahan susunan pemegang saham tertentu sesuai Peraturan
Bapepam Nomor X.M.1 tentang Keterbukaan Informasi Pemegang Saham
Tertentu.
c. Laporan mengenai Pembelian Kembali Saham yang dikeluarkan oleh
Emiten sesuai Peraturan Bapepam Nomor XI.B.2 tentang Pembelian
Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik.
d. Laporan tentang Penyelesaian Masalah Keuangan Emiten sesuai Surat
Edaran Bapepam Nomor SE-05/PM/1998.
e. Rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan
Rapat Umum Pemegang Obligasi wajib di laporkan secara tertulis kepada
Bursa selambat-lambatnya 3 (tiga) Hari Bursa sebelum tanggal
pemberitahuan di surat kabar/harian kepada pemegang saham maupun
pemegang obligasi, yang sekurang-kurangnya memuat:
1) Tempat;
11
2) Tanggal RUPS/RUPO;
3) Agenda;
4) Tanggal penutupan Daftar Pemegang Saham atau Obligasi yang berhak
hadir untuk RUPS/RUPO;
5) Konsep iklan pemberitahuan di surat kabar harian.
f. Laporan Perubahan Anggaran Dasar wajib di laporkan secara tertulis kepada
Bursa selambat-lambatnya 5 (lima) Hari Bursa sejak perubahan Anggaran
Dasar memperoleh persetujuan dari atau telah dilaporkan kepada
Departemen Kehakiman dan atau telah didaftarkan kepada institusi yang
berwenang melakukan Wajib Daftar Perusahaan.
g. Informasi mengenai rencana pelaksanaan Publik Ekspose wajib di laporkan
secara tertulis kepada Bursa selambat-lambatnya 1 (satu) Hari Bursa
sebelum tanggal pelaksanaannya.
h. Khusus Untuk Emiten Surat Utang (Obligasi), antara lain :
1) Laporan pelaksanaan hak opsi put atau call selambat-lambatnya 2 (dua)
Hari Bursa sejak pelaksanaan;
2) Laporan pelaksanaan konversi atas Obligasi Konversi
selambatlambatnya 2 (dua) Hari Bursa sejak pelaksanaan;
3) Laporan pelaksanaan penukaran atas Obligasi Tukar selambatlambatnya
2 (dua) Hari Bursa sejak pelaksanaan;
4) Perubahan Perjanjian Perwaliamanatan selambat-lambatnya 5 (lima)
Hari Bursa sejak perubahan terakhir disetujui oleh Notaris yang
bersangkutan;
5) Rencana pelaksanaan pembelian kembali (buy back) sekurangkurangnya
2 (dua) Hari Bursa sebelum pelaksanaan;
6) Laporan pelaksanaan pembelian kembali (buy back) sekurangkurangnya
2 (dua) Hari Bursa setelah pelaksanaan.
i. Emiten wajib menyampaikan informasi tertulis mengenai kesiapan dana
untuk pelunasan Efek Bersifat Utang secepat-cepatnya 3 (tiga) bulan dan
12
selambat-lambatnya 10 (sepuluh) Hari Bursa sebelum Efek Bersifat Utang
dimaksud jatuh tempo.
j. Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Huruf B angka 9 Peraturan
ini tidak dipenuhi atau Emiten menyampaikan informasi tertulis bahwa
Emiten belum dapat menyiapkan dana pelunasan Efek Bersifat Utang
dimaksud pada saat jatuh tempo, maka Bursa tetap mencatatkan Efek
Bersifat Utang dimaksud, kecuali diputuskan lain oleh Rapat Umum
Pemegang Obligasi (RUPO).
k. Manajer Investasi wajib menyampaikan informasi tertulis mengenai
kesiapan dana untuk pelunasan Efek Beragun Aset (EBA) secepat-cepatnya
3 (tiga) bulan dan selambat-lambatnya 10 (sepuluh) Hari Bursa sebelum
EBA dimaksud jatuh tempo.
l. Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Huruf B angka 11
Peraturan ini tidak dipenuhi atau Manajer Investasi menyampaikan
informasi tertulis bahwa dana pelunasan EBA dimaksud belum siap pada
saat jatuh tempo, maka Bursa tetap mencatatkan EBA dimaksud.
m. Dengan tetap tercatatnya Efek Bersifat Utang atau EBA sebagaimana
dimaksud dalam ketentuan Huruf B angka 10 atau angka 12 Peraturan ini,
maka seluruh kewajiban yang diatur dalam peraturan pencatatan tetap
berlaku bagi Emiten atau Manajer Investasi.
n. Bursa wajib mengumumkan dan atau mempublikasikan Laporan Insidental
Emiten pada Hari Bursa yang sama setelah diterimanya Laporan tersebut
dari Emiten.

E. Pemeriksaan Anggota Bursa


Dalam menyelenggarakan perdagangan efek yang teratur, wajar dan efisien,
bursa berwenang melakukan pengawasan terhadap anggota bursa yang dapat
dilakukan dengan cara pemeriksaan terhadap anggota bursa sesuai dengan peraturan

13
bursa nomor III-E tentang pemeriksaan anggota Bursa Efek. Jenis pemeriksaan
terhadap anggota bursa berupa pemeriksaan berkala maupun sewaktu-waktu.
Pemeriksaan berkala bertujuan untuk memastikan kesesuaian pelaksanaan kegiatan
anggota Bursa Efek dengan peraturan OJK dan peraturan bursa. Dalam hal
pemeriksaan dilakukan di lokasi anggota bersama maka pemeriksaan tersebut
dilakukan setelah memenuhi tata cara sebagai berikut:
1. Pemeriksaan dilakukan oleh satuan pemeriksa bursa didasarkan pada surat tugas
dari bursa.
2. Pemeriksaan dilaksanakan sesuai dengan ruang lingkup yang diatur dalam surat
tugas.4

F. Sanksi Pada Anggota Bursa


Anggota bursa yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan bursa dan
atau melakukan perbuatan yang dapat merusak Citra Bursa Efek pada khususnya
dan pasar modal pada umumnya dan atau yang dapat menghambat perdagangan di
Bursa, dapat dikenakan sanksi oleh bursa sesuai dengan peraturan bursa nomor 3
tentang sanksi titik bursa dapat mengenakan sanksi terhadap anggota bursa apabila
anggota bursa melanggar peraturan bursa.
Jenis sanksi yang dikenakan oleh bursa terhadap pelanggaran peraturan
bursa adalah sebagai berikut:
1. Teguran tertulis.
2. Peringatan tertulis.
3. Denda sebanyak-banyaknya Rp. 500.000.000.
4. Larangan sementara melakukan aktivitas perdagangan di bursa bagi Anggota
Bursa Efek.

4
(https://www.coursehero.com/file/pm5nmg/6-pemeriksaan-anggota-bursa-dalam
menyelenggarakan-perdagangan-efek-yang/)

14
5. Pencabutan persetujuan memperdagangkan Efek tertentu.
6. Pencabutan persetujuan Keanggotaan Bursa Efek.
Bursa mencabut persetujuan keanggotaan bursa apabila anggota bursa:
a. Diputuskan di pailit oleh pengadilan dan tidak lagi diajukan upaya hukum
lebih lanjut oleh anggota Bursa Efek.
b. Dicabut izin usahanya sebagai perantara pedagang efek oleh Bapepam dan
LK.
c. RUPS atau Berdasarkan Penetapan pengadilan memutuskan pembubaran
perusahaan.
d. Sebagai badan hukum tidak lagi beroperasi sebagai perusahaan efek akibat
melakukan penggabungan usaha atau peleburan usaha dengan perusahaan
lain atau pengambilalihan oleh perusahaan lain.

15
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan materi diatas, dapat disimpulkan peraturan keanggotaan bursa terdiri
dari berbagai ketentuan sebagai berikut :
1. Perizinan dalam keanggotaan nya
2. Mengetahui prosedur untuk menjadi anggota bursa
3. Mengetahui perizinan fasilitas online anggota bursa nya
4. Mengetahui kewajiban pelaporan anggota bursa
5. Mengetahui bagaimana pemeriksaan dan sanksi pada anggota bursa.
B. Saran
Pemakalah menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
terdapat kesalahan dan kekurangan, maka dari itu pemakalah mengharapkan saran
dari semua pihak demi perbaikan makalah ini dimasa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

16
https://www.coursehero.com/file/pm5nmg/6-pemeriksaan-anggota-bursa-
Dalammenyelenggarakan-perdagangan-efek-yang/)
Azmi, Muhammad. 2019. Peran Bei Dalam Melindungi Investor Pasar Modal
Terhadap Kepailitan perusahaan Terbuka. Jurnal Privat Law Vol. VII No 2
Juli - Desember.
Peraturan Pt Bursa Efek Surabaya Nomor I.A.3 (Lampiran Keputusan Direksi PT
Bursa Efek Surabaya Nomor SK-020/LGL/BES/XI/2004 Tanggal 25
Nopember 2004

17