Anda di halaman 1dari 3

Welliatussyifa Pradina

1511419066
Review Materi Psikologi Kognitif

Pengertian Psikologi Kognitif


Psikologi Kognitif adalah ilmu mengenai pemrosesan informasi. Psikologi Kognitif
berkutat pada cara memperoleh dan memproses informasi mengenai dunia, cara informasi
tersebut disimpan dan di proses oleh otak, cara kita menyelesaikan suatu masalah,
berpikir dan menyusun bahasa, bagaimana proses ini ditampilkan dalam perilaku yang
dapat diamati.

Sejarah Perkembangan Psikologi Kognitif


Aristoteles mengemukakan bahwa Ilmu pengetahuan tersimpan di jantung manusia,
sedangkan Plato beranggapan bahwa ilmu pengetahuan tersimpan di otak manusia. Awal
Sejarah Psikologi Kognitif di dasari dengan adanya Prespektif Empiris, yaitu, pengetahuan
diperoleh dari pengalaman sepanjang hidup, dan Prespektif Nativis, yaitu, Manusia dilahirkan
dengan pengetahuan yang tersimpan di dalam otaknya.
 Abad 18 :
Tokoh-tokoh penganut empirisme, Berkeley, Hume, Mill & Mill, mengemukakan
representasi internal yang kemudian dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
- Peristiwa sensorik langsung
- Peristiwa yang disimpan dalam memori
- Transformasi dari peristiwa-peristiwa ini dalam proses berpikir
Hume mengemukakan represntasi internal terbentuk berdasarkan peraturan yang dapat
didefinisikan dan formasi serta transformasi tersebut membutuhkan waktu dan usaha.
Asumsi inilah yang kemudian banyak mendasari Psikologi masa kini.
 Abad 19 :
- Wundt dan Titchener menekankan proses representasi mental melalu penelitian
mereka terkait introspeksi.
- Brentano menekankan proses atau tindakan dari represntasi mental.
- Donders dan Cattel mengadakan eksperimen terkait persepsi terhadap tampilan
visual, menerbitkan laporan eksperimen, yang kemudian menjadi awal mula
munculnya ilmu formal baru (Psikologi Kognitif)
 Abad 20 :
- Tolman mengembangkan konsep peta kognitif berdasarkan eksperimen tikus yang
diletakkan dalam labirin untuk menemukan makanan.
- Barlett menulis Remembering.
- Mengadakan penelitian terhadap memori manusia.
- Lahirnya gelombang revolusi kognitif pada tahun 1956.
- Miller menciptakan pionir evaluasi empiris terhadap kognisi.
- Neisser menulis buku teks Psikologi Kognitif yang pertama.
- Disiplin ilmu psikologi kognitif resmi muncul.

Metafora, Model, Teori, dan Prespektif Kognitif


 Metafora : Sering digunakan untuk menjelaskan proses-proses kognitif, namun,
menyesatkan
 Model :
Kerangka kerja untuk menjelaskan proses-proses kognitif. Model bertujuan untuk
menyediakan representasi yang dapat dipahami tentang hasil observasi serta untuk
membantu menyususn prediksi.
 Teori :
Menjelaskan aspek aspek khusus sebuah fenomena dan sering digunakan untuk
menguji hipotesis.
 Prespektif, dibagi menjadi tiga, yaitu :
- Pemrosesan Informasi : prespektif ini biasanya dihubungkan dengan suatu
peristiwa yang terjadi sesuai urutan waktu.
Tokoh : William James, Waugh dan Norman
- Neurosains : Berfokus pada fungsi fungsi otak yang mendasari pembentukan
pengalaman kognitif
Tokoh : Karl Lashley, Mountcastle
- Ilmu Komputer : generasi baru berusaha membuat suatu computer yang memiliki
sistem kerja seperti otak manusia.
Rumelhart dan Mcclelland membakukan model Parallel Distributed Processing
(PDP), yaitu suatu model kognisi yang didasarkan pada jaringa neural manusia
dan memiliki asumsi dasar bahwa informasi di proses dalam cara serupa dengan
pemrosesan di jaringan neurologis. Adanya jaringan mengindikasikan bahwa
pemrosesan neural berlangsung secara bersamaan, di area yang berbeda dengan
koneksi yang diperkuat atau diperlemah.

Hubungan Psikologi Kognitif dengan Ilmu Kognitif


Ilmu kognitif masa kini, menekankan bidang-bidang interdisipliner, yaitu, Ilmu
Komputer, filsafat, psikologi, neurosains, linguistik dan antropologi.

Model Penelitian
Model penelitian adalah metode penelitian yang digunakan oleh para ahli untuk
mempelajari memori, asosiasi, dan proses-proses psikologis.
 Contoh Metode Penelitian :
- Studi Observasi : mendeskripsikan fenomena
- Eksperimen : Menjelaskan fenomena
 Definisi Operasional : menjabarkan konsep secara detail, dari konsep yang tadinya
masih abstrak menjadi suatu konsep yang konkret.
 Unit Analisis : Bahan/fokus utama studi, yang pada akhirnya menentukan apa yang
diukur.

Mengukur Korelasi Psikologis dengan Dunia Nyata


 Psikofisika : Sebuah Studi Ilmiah tentang hubungan stimuli dengan sensasi dan
persepsi yang ditimbulkan oleh stimuli tersebut.
Asumsi : adanya hubungan fungsional antara kondisi psikologis dengan stimulus
fisik.
 Studi Sel Tunggal : Hubel dan Wiesel melakukan eksperimen terhadap kucing untuk
memetakan korteks visual yang terdapat pada otak kucing.
 Studi Waktu-Reaksi : bertujuan untuk meneliti proses-proses kognitif, mengukur
waktu yang diperlukan partisipan untuk menyelesaikan sebuah tugas sederhana.
 Studi Priming : Stimulus disajikan sekilas dan setelah jeda, stimulus kedua disajikan
& partisipan diminta membuat penilaian terkait stimulus kedua.
Ada dua macam: efek priming semantik & efek priming objek.
 Studi Pelacakan Bola Mata : teknik ini berkembang untuk menentukan arah fikasai
mata terhadap sesuatu.
 Studi Laterisasi : Asumsi: seandainya sebuah objek diperuntukkan bagi otak kiri,
akhirnya akan diproses oleh otak kanan, akibatnya waktu pemprosesan akan lebih
lama.

Psikologi Evolusioner
 Ide : pendekatan fungsionalis adalah pendekatan terbaik dalam memahami kognisi.
 Menurut Tobby dan Cosmides fitur atau trait yang adaptif tetap ada hingga sekarang
karena itu semua memang dipilih melalui seleksi alam dan diwariskan ke generasi
selanjutnya.
 Keunggulan : penekanannya pada teori-teori dan model-model yang dikembangkan
melalui pertimbangan kegunaan sebuah trait/proses yang spesifik.
- Otak manusia dapat beradaptasi.