Anda di halaman 1dari 12

Assignment

Individual 1

D3778 – Benfano Soewito, M.Sc., Ph.D

Session 03
To be Submitted Week 04

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


Tugas Individual 1
1. Jelaskan perbedaan antara Model Layer TCP/IP Suite dan Model OSI Layer?
2. Terangkan bagaimana data dapat dikirimkan dengan menggunakan signal? Dan juga
jelaskan beberapa teknik untuk mengirimkan data dengan signal. Jawaban dapat
dilengkapi juga dengan menggunakan contoh.
3. Jelaskan lima digital encoding schemes dan apa tujuan dari encoding ini?
4. Apa keuntungan dan kerugian dengan menggunakan kabel shielded twisted pair?
5. Sebuah perusahaan memiliki dua kantor yang letaknya sekitar dua Km. Data perlu
ditransfer antara kedua kantor dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Buat beberapa
rencana untuk menghubungkan kedua kantor tersebut. Kemudian analiasa, mengenai
teknisnya, dan juga secara finansialnya.

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


Jawaban
1. Jelaskan perbedaan antara Model Layer TCP/IP Suite dan Model OSI Layer?
TCP/IP atau Transmission Control Protocol/Internet Protocol adalah model
jaringan yang digunakan untuk komunikasi data dalam proses tukar-menukar
informasi di internet. Sedangkan OSI Model atau Open System Interconnection
Model adalah sebuah model jaringan yang dikembangkan secara resmi oleh
International Standart Organization untuk melakukan sebuah standarisasi proses
pembentukan jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh masing-masing vendor
pembuat jaringan komputer. Kedua model tersebut bertujuan untuk melakukan
standarisasi pengggunaan jaringan

Perbedaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain :


a. OSI layer memiliki 7 buah layer, dan TCP/IP hanya memiliki 4 Layer.
b. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah
Protocol Independen.
c. Layer teratas pada OSI layer, yaitu application, presentation, dan
sessiondirepresentasikan kedalam 1 lapisan Layer TCP/IP,yaitu layer.
d. Semua standard yang digunakan pada jaringan TCP/IP dapat diperoleh
secaracuma-cuma dari berbagai komputer di InterNet, tidak seperti OSI.
e. Perkembangan ISO/OSI tersendat tidak seperti TCP/IP.

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


f. Untuk jangka panjang, kemungkinan TCP/IP akan menjadi standart dunia
jaringankomputer, tidak seperti OSI.
g. OSI mengembangkan modelnya berdasarkan teori, sedangkan
TCPmengembangkan modelnya setelah sudah diimplementasikan.
h. TCP/IP mengombinasikan presentation dan session layer OSI ke dalam
applicationlayer.
i. TCP/IP mengombinasikan data link dan physical layers OSI ke dalam satu
layer.
j. TCP/IP lebih sederhana dengan 4 layer.
k. TCP/IP lebih kredibel karena protokolnya. Tidak ada network dibangun dengan
protokol OSI,walaupun setiap orang menggunakan model OSI untuk memandu
pikiran mereka.
Persamaan antara model OSI dan TCP/IP antara lain:
a. Keduanya memiliki layer (lapisan).
b. Sama – sama memiliki Application layer meskipun memiliki layanan yang
berbeda.
c. Memiliki transport dan network layer yang sama.
d. Asumsi dasar keduanya adalah menggunakan teknologi packet switching.
e. Dua-duanya punya transport dan network layer yang bisa diperbandingkan.
f. Dua-duanya menggunakan teknologi packet-switching, bukan circuit-switching
( Teknologi Circuit-Switching digunakan pada analog telephone).
g. TCP/IP layer merupakan “Protocol Spesific”, sedangkan OSI Layer adalah
“Protocol Independen”

2. Terangkan bagaimana data dapat dikirimkan dengan menggunakan signal?


Dan juga jelaskan beberapa teknik untuk mengirimkan data dengan signal.
Jawaban dapat dilengkapi juga dengan menggunakan contoh.

Komputer melaksanakan tugasnya berdasarkan program dan data yang diolahnya.


Data adalah sebuah informasi, sedangkan program berfungsi untuk mengolah data
yang tersimpan di dalam RAM dan Harddisk pada komputer, menjadi sesuatu yang

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


diinginkan dan dimengerti oleh manusia. American Standard Code for Information
Interchange (ASCII) merupakan kode yang dipakai pada komputer. Tabel ASCII
terdiri dari 256 karakter dari 0 desimal sampai 255 desimal. Misalnya, karakter A
memiliki kode decimal 65 atau dalam kode binernya 01000001. Jika di layar monitor
tampil karakter A, komputer hanya mengetahui bahwa ada data biner 01000001 yang
terdiri atas 8 bit. Setelah komputer menerima semua bit, program akan
menerjemahkan data 01000001 tadi sesuai dengan kode ASCII, yaitu karakter A.

Gambar di atas menjelaskan tentang informasi yang akan ditukar adalah sebuah pesan
yang berlabel m. Informasi ini diwakili sebagai data g dan secara umum ditujukan ke
sebuah transmitter dalam bentuk sinyal yang berubah terhadap waktu. Sinyal g(t)
ditransmisikan, umumnya sinyal tidak akan dalam bentuk yang sesuai yang sesuai
untuk transmisi dan harus diubah ke sinyal s(t) yang sesuai dengan karakteristik
medium transmisi. Sinyal tersebut kemudian ditransmisikan melalui medium tersebut.
Pada akhirnya sinyal r(t), yang mana mungkin berbeda dengan s(t), diterima. Sinyal
ini kemudian diubah oleh pesawat penerima ke dalam bentuk yang sesuai untuk
output. Pengubahan sinyal g(t) atau data g adalah sebuah pendekatan atau perkiraan
dari input. Akhirnya peralatan output akan menampilkan pesan perkiraan tersebut,
m’, kepada perantara tujuan. Pada gambar diatas terdapat :

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


a. Sistem sumber, merupakan komponen yang bertugas mengirimkan informasi,
misalnya pesawat telepon dan PC (Personal Computer) yang terhubung
dengan jaringan. Tugas sistem sumber adalah membangkitkan data atau
informasi dan menempatkannya pada media transmisi.
b. Transmitter, berfungsi untuk mengubah informasi yang akan dikirim menjadi
bentuk yang sesuai dengan media transmisi yang akan digunakan misalnya
pulsa listrik, gelombang elektromagnetik, dan sebagainya. Sebagai contoh,
sebuah modem bertugas menyalurkan suatu digital bit stream dari PC, dan
mentransformasikan aliran bit tersebut sebagai sinyal analog yang dapat
melintasi jaringan telepon.
c. Sistem transmisi, merupakan jalur transmisi tunggal atau jaringan transmisi
kompleks yang menghubungkan sistem sumber dengan sistem tujuan. Sistem
transmisi ini bisa juga berupa kabel, gelombang elektromagnetik atau yang
lain.
d. Sistem tujuan, merupakan sistem yang sama dengan sistem sumber tetapi
berfungsi untuk menerima sinyal dari sistem transmisi dan
menggabungkannya ke dalam bentuk tertentu yang dapat ditangkap pleh
sistem tujuan. Contoh modem berfungsi sebagai pesawat penerima akan
menerima sinyal analog yang datang dan mengubahnya menjadi aliran bit
digital agar dapat diterjemahkan oleh komputer.
e. Protokol yang berupa aturan atau tata cara yang telah disepakati bersama yang
diikuti oleh sistem sumber dan tujuan serta transmisi agar terjadi komunikasi
seperti yang diharapkan.

Beberapa teknik transmisi data :


a. FULL DUPLEX
Suatu sistem komunikasi dikatakan memiliki metode transmisi full duplex,
jika pada sistem komunikasi ini dapat mengirimkan data dalam dua arah pada
waktu yang sama. Contoh : Telepon
b. HALF DUPLEX
Dalam mode half-duplex tiap piranti dapat mengirim dan menerima data, tapi

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


tidak pada waktu yang sama. Saat suatu piranti mengirim, piranti yang lain
dapat menerima dan begitu pula sebaliknya. Contoh : walkie talkie
c. SIMPLEX
Sinyal ditransmisi dalam satu arah, Stasiun yang satu bertindak sebagai transmitter
dan yang lain sebagai receiver, dan tugasnya adalah tetap. Jarang digunakan untuk
sistem komunikasi data. Contoh : Siaran Radio

3. Jelaskan lima digital encoding schemes dan apa tujuan dari encoding ini?
Tujuan dari Pengkodean (Encoding) adalah menjadikan setiap karakter data dalam
sebuah informasi digital ke dalam bentuk biner agar dapat ditransmisikan dan bisa
melakukan komunikasi data. Kode-kode yang digunakan dalam komunikasi data pada
system computer memiliki perbedaan dari generasi ke generasinya, karena semakin
besar dan kompleksnya data yang akan dikirim / digunakan.
Kode-kode yang digunakan dalam komunikasi data pada system computer memiliki
perbedaan dari generasi ke generasi nya karena semakin besar dan kompleks nya data
yang akan dikirim atau digunakan.Adapun tujuan dari pengkodean data adalah:
 Menjadikan setiap karakter data dalam sebuah informasi digital ke dalam bentuk
biner agar dapat di transmisikan.
 Tidak ada komponen dc
 Tidak ada urutan bit yang menyebabkan sinyal berada pada level  dalam waktu
lama
 Tidak mengurangi laju data
 Kemampuan deteksi kesalahan

Jenis – jenis teknik pengkodean:


a. BCD (Binary Coded Decimal)
BCD merupakan kode biner yang digunakan untuk hanya mewakili nilai digit decimal dari 0-
9. BCD menggunakan kombinasi 4 bit, sehingga ada 16 kombinasi yang bisa diperoleh dan
hanya 10 kombinasi yang bisa digunakan. BCD tidak dapat mewakili huruf atau symbol
karakter khusus, sehingga jarang digunakan untuk komputer dan transmisi data sekarang.

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


Karena BDC hanya digunakan pada komputer generasi pertama Tabel Binary Coded Decimal
:

b. . SBCDIC (Standard Binary Coded Decimal Interchange Code) SBCDIC merupakan kode


biner yang dikembangkan dari BCD. 
SBCDIC menggunakan kombinasi 6 bit sehingga lebih banyak kombinasi yang bisa
dihasilkan. Yaitu 64 kombinasi kode. Ada 10 kode untuk digit angka dan 26 kode untuk
alphabet dan sisanya untuk karakter khusus tertentu. 
SBCDID digunakan pada komputer generasi kedua. 
Tabel SBCDIC : 

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


c. EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal Interchange Code) EBCDID adalah kode 8 bit
yang memungkinkan untuk mewakili karakter 256 kombinasi karakter. Pada EBCDID, high
order bits atau 4 bit pertama disebut Zone bits dan low order bits atau 4 bit kedua disebut
dengan numeric bit. 
Tabel EBCDIC :

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


d. BOUDOT Kode Boudot terdiri atas 5 bit yang dipergunakan pada terminal teletype dan
teleprinter. Karena kombinasi ini terdiri dari 5 bit maka hanya terdiri dari 25 sampai 32
kombinasi dengan kode huruf dan gambar yang berbeda. Jika kode ini dikirim menggunakan
transmisi serial tak sinkron, maka pulsa stop bit-nya pada umumnya memiliki lebar 1,5
bit. Hal ini berbeda dengan kode ASCII yang menggunakan 1 atau 2 bit untuk pulsa stop-
bitnya 
Tabel Boudout :

e. ASCII (American Standard Code for Information Interchange) Kode ASCII memiliki 128 bit
kombinasi yang selalu digunakan. Dari 128 kombinasi tersebut 32 kode diantaranya
digunakan untuk fungsi-fungsi kendali seperti SYN, STX. Sisa karakter lain digunakan untuk
karakter-karakter alphanumerik dan sejumlah karakter khusus seperti =, / . ? Pada dasarnya
kode ASCII merupakan kode alfanumerik yang paling popular dalam teknik komunikasi
data. Kode ini menggunakan tujuh bit untuk posisi pengecekan bit secara even atau odd
parity 
Tabel ASCII : 

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


4. Apa keuntungan dan kerugian dengan menggunakan kabel shielded twisted
pair?
Kabel STP atau kabel Shielded Twisted Pair adalah kabel jaringan yang secara fisik
sama dengan kabel UTP atau UnShielded Twisted Pair akan tetapi perbedaannya
adalah kontruksi kabel STP mempunyai selubung tembaga atau aluminium foil yang
khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. Kabel STP mempunyai
fungsi sama dengan kabel UTP yaitu untuk menghubungkan komputer satu dengan
komputer lain sehingga membentuk sebuah jaringan komputer. Komputer-komputer
akan saling terhubung dengan switch atau perangkat jaringan lain sehingga masing-
masing perangkat bisa berkomunikasi satu dengan yang lain.

Kabel STP memiliki 4 pasang kabel yang dipilin (twisted pair), sehingga kabel
tersebut akan membentuk susunan tertentu. Akan tetapi setiap kabel memiliki
kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Kelebihan Kabel STP dalam Jaringan Komputer:


 Kabel STP memiliki kemampuan lebih tahan terhadap interferensi gelombang
elektromagnetik baik dari dalam maupun dari luar
 Kabel STP memiliki perlindungan dan antisipasi tekukan kabel sehingga sangat
kuat dan awet
 Kekurangan Kabel STP dalam Jaringan Komputer:

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management


 Harganya relatif lebih mahal
 Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi
 Pada saat frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat
mengkompensasi timbulnya "crosstalk" dan sinyal "noise"
 Susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding)
 Jarak jangkauannya hanya 100 m

5. Sebuah perusahaan memiliki dua kantor yang letaknya sekitar dua Km. Data perlu
ditransfer antara kedua kantor dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Buat beberapa
rencana untuk menghubungkan kedua kantor tersebut. Kemudian analiasa, mengenai
teknisnya, dan juga secara finansialnya.

COMP8033-Selected Topics in IT Infrastructure Management