Anda di halaman 1dari 5

Nama : Nikita Crhoasita Mba'u

Nim : P07124217 020

Prodi/Smt : S.Tr.Keb/VI

A. Identitas

Nama : Nn. "AP"

Umur : 18 tahun

Pekerjaan : Mahasiswa

Alamat : Lingkungan awen mertasari kelurahan lelateng, kec. Negara, kab.


Jembrana

B. Masalah yang ditemukan : nyeri haid (dismenore)

C. Keadaan lingkungan Menurut Rogers lingkungan dapat dibagi menjadi dua yaitu :

1. Lingkungan materi (the material environment) yang terdiri dari:

a. Lingkungan intrinsik (somatik) seperti: umur, jenis kelamin, karakteristik dan lain
sebagainya.

b. Lingkungan ekstrinsik yang terdiri atas fisik, biologis dan sosial.

2. Lingkungan non materi dibedakan:

a. Lingkungan intrinsik yaitu mentalitas, temperamen dan lain sebagainya.

b. Lingkungan ekstrinsik yaitu berbagai faktor luar yang memengaruhi tingkah laku,
kepercayaan, nilai budaya, moral dan lain sebagainya dari manusia.
D. Hasil pengamatan mengenai lingkungan Nn. "AP" sesuai dengan teori dari Rogers
yaitu :

1. Lingkungan Materi (the material environment) :

a. Lingkungan instrinsik (somatik) :


Nama : Nn. "AP"
Umur : 18 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Agama : Hindu
Suku bangsa : Bali, Indonesia
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Mahasiswa
Status : Belum kawin
Alamat : Lingkungan awen mertasari kelurahan lelateng, kec. Negara, kab.
Jembrana

b. Lingkungan ekstrinsik :
Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada Nn. "AP" meliputi pemeriksaan
tanda-tanda vital dan pemeriksaan head to toe. Pemeriksaan fisik pada Nn. "AP"
didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, suhu 36,50C, nadi 80 x/menit, dan
frekuensi napas 20 x/menit, semua tanda-tanda vital berada pada rentang normal.
Pemeriksaan head to toe pada Nn. "AP" dimulai dari bagian kepala, rambut
tampak berwarna hitam, tidak berketombe dan tidak rontok. Mata simetris kiri
dan kanan, konjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, hidung tidak ada
kelainan, mulut simetris, lidah berwarna merah muda dan tidak kotor. Kemudian
dilakukan pemeriksaan dada dan abdomen lewat inspeksi dan auskultasi, tidak
ada abnormal yang ditemukan. Pengkajian saat Nn. "AP" menstruasi didapatkan
Nn. "AP" merasa nyeri di bagian abdomen bawah menjalar hingga ke bagian
pinggang akibat menstruasi. Pengkajian nyeri dengan Visual Analog Scale (VAS)
menunjukkan nyeri berada pada skala 3. Ekstemitas atas dan bawah mampu
bergerak dengan bebas dan tidak ada hambatan. Dari hasil pengukuran status
nutrisi didapatkan Nn. "AP" memiliki BB 54 kg dan TB 158, dengan IMT 21,63
yang termasuk ke dalam status gizi normal.
Pada saat pengkajian Nn. "AP" menyatakan mengalami nyeri menstruasi
merasakan sedikit cemas tetapi merasa hal tersebut wajar dialami oleh
perempuan, Nn. "AP" belum mengetahui lebih dalam mengenai dismenore dan
bagaimana melakukan perawatan pada anak dengan dismenore, modifikasi
lingkungan apa yang dapat dilakukan dalam meningkatkan rasa nyaman pada
orang dengan dismenore. Nn. "AP" mengatakan tidak pernah memeriksa ke
pelayanan kesehatan untuk masalah dismenore yang dirasakan.
Keadaan lingkungan secara fisik dari segi bangunan sudah mencapai
standar kriteria rumah sehat dimana dinding sudah tembok, lantai sudah kedap air
dan mudah dibersihkan, ruang tidur sudah memiliki ventilasi didalam rumah
tersebut juga sudah memiliki pencahayaan terlihat tampak beberapa bola lampu
terpasang di setiap ruangan dan tidak membuat mata silau dan tidak terlalu redup.
Dilihat dari lingkungan Udara sudah bersih dan sehat, sampah tidak terlihat
berserakan namun untuk pengelolaan limbah masih dengan cara dibakar dimana
sampah akan dikumpulkan dibelakang rumahnya yang terdapat lahan kosong lalu
jika sudah menumpuk akan dibakar. Tanah disekitar rumah tersebut juga tampak
subur dimana banyak tampak tumbuh rumput dan pohon-pohon kecil. Dirumah
Nn. "AP" juga sudah memiliki sarana air bersih dimana ia menggunakan air
PDAM. Keadaan lingkungan secara biologis, orangtua Nn. "AP" memelihara
binatang dirumahnya terlihat ada anjing, babi, dan sapi. Serta lingkungan sosial
Nn. "AP" mengatakan tidak ada masalah dengan keluarga maupun tetangganya.

2. Lingkungan Non Materi :


a. Lingkungan ektrinsik : Temperamen dan mentalis.
Dismenore yang dialami oleh Nn. "AP" adalah nyeri di bagian bawah
perut hingga ke pinggang. Rasanya sangat tidak nyaman sehingga kadang-kadang
menyebabkan mudah marah, dan gampang tersinggung. Tetapi Nn. "AP" mudah
untuk beradaptasi dengan lingkungannya.
b. Lingkungan ekstrinsik yaitu berbagai faktor luar yang mepengaruhi tingkah laku,
kepercayaan, nilai budaya, moral dan lain sebagainya dari manusia.
Nn. "AP" mengatakan sangat nyaman tinggal di desanya karena dekat
dengan keluarga, dan Nn. "AP" hampir mengikuti setiap kegiatan remaja yang
diadakan di banjarnya. Sehingga tidak ada faktor yang membuat Nn. "AP" merasa
tidak nyaman tinggal di desanya.

E. Pembahasan Kasus

Nn. “AP” mengatakan saat ini sedang menstruasi hari kedua dan merasakan nyeri
pada perut bagian bawah hingga ke bagian pinggang, tetapi tidak mengganggu
aktivitasnya. Menurut (Dianawati, 2003) nyeri menstruasi sering terjadi selama periode
menstruasi, biasanya terjadi setelah ovulasi sampai akhir menstruasi. Nyeri menstruasi
kebanyakan terjadi di wilayah perut bagian bawah baik secara terpusat atau pada samping
dan dapat menyebar ke paha atau punggung bagian bawah. Rasa sakit, cenderung mereda
secara bertahap sampai masa menstruasi berakhir. Jadi, nyeri menstruasi yang dirasakan
oleh Nn. “AP” merupakan keadaan yang normal karena tidak mengganggu aktivitas
sehari-hari dan akan mereda secara bertahap hingga masa menstruasi berakhir.

Dari hasil pengkajian data Nn. “AP”, maka analisa yang muncul adalah gangguan
reproduksi dengan dismenore primer. Karena menurut (Manuaba, 2009) Dismenorea
primer adalah nyeri menstruasi yang terjadi tanpa kelainan anatomis alat kelamin. Terjadi
pada usia remaja, dan dalam 2-5 tahun setelah pertama kali menstruasi (menarche) nyeri
sering timbul segera setelah mulai menstruasi teratur. Nyeri sering terasa sebagai kejang
uterus, spastik, dan sering disertai mual, muntah, diare, kelelahan, dan nyeri kepala. Oleh
karena rasa nyeri yang membuat tidak nyaman sehingga Nn. “AP” merasakan keadaan
mental yang mudah marah dan mudah tersinggung.

Nn. “AP” sedikit merasa cemas dengan keadaannya, sehingga dibutuhkan


infomasi tentang patofisiologi dismenoe primer yaitu selama menstruasi, sel-sel
endometrium yang terkelupas (Sloughing endometrial cells) melepaskan prostaglandin,
yang menyebabkan iskemia uterus melalui kontraksi miometrium dan vasokonstriksi.
Peningkatan kadar prostaglandin telah terbukti ditemukan pada cairan haid (menstrual
fluid) pada wanita dengan dismenorea berat (severe dysmenorrhea). Kadar ini memang
meningkat terutama selama dua hari pertama menstruasi. Vasopressin juga memiliki
peran yang sama. Riset terbaru menunjukkan bahwa patogenesis dismenorea primer
adalah karena prostaglandin F2alpha (PGF2alpha), suatu stimulan miometrium yang kuat
dan vasoconstrictor (penyempit pembuluh darah) yang ada di endometrium sekretori.
Hormon pituitary posterior,vasopressin terlibat pada hipersensitivitas miometrium,
mengurangi aliran darah uterus dan nyeri pada penderita dismenorea primer (Elizabeth,
2009).

Untuk mengatasi rasa nyeri dan keadaan mental Nn. “AP”, maka diberikan
beberapa informasi yang dapat membantu Nn. “AP” yaitu, menganjurkan Nn. “AP” untuk
mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, ikan, dan makanan bergizi serta menjaga
pola makan; menganjurkan Nn. “AP” untuk beristirahat yang cukup, mengurangi dan
menghindari stress, olahraga teratur, dan hidup sehat; dan menyarankan Nn. “AP” untuk
tidak mengkonsumsi obat-obatan sembarang karena lebih baik segera ke petugas
kesehatan jika merasakan nyeri yang berlebihan dan sangat mengganggu aktivitas.