Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH TENTANG TIPE-TIPE KEPRIBADIAN MANUSIA

Mata Kuliah: Psikologi Umum

Dosen Pengampu: Pdt. Maria Apriana Angela, S.Th.,M.S

DISUSUN OLEH: Kelompok 9


Andika Fernando Desi Kristin Romani
(19.23.79) (19.23.98) (19.24.28)
Karin Lelafriskila Wendy Pratama
(19.24.26) (19.24.31) Sihombing
(19.24.83)

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI

GEREJA KALIMANTAN EVANGELIS

BANJARMASIN

2019
Definisi kepribadian manusia

1. Pengertian kepribadian (personality) menurut Etymologi


Secara historis etymologis, perkataan personal berarti topeng (mask) yang
dipakai dalam sandiwara∕drama yunani yang dipergunakan juga oleh pemain-
pemain drama bangsa romawi kurang lebih 100 sebelum masehi. Perkataan
personal (Romawi) adalah perkataan yang mempunyai persmaan (yang kabur)
dengan perkataan prasapon (Yunani).

2. Pengertian menurut bidang teologi


Dalam kalangan kepribadian itu dianggap sebagai suatu kebulatan yang utuh.

3. Pengertian menurut bidang filsafat


Pribadi adalah substansi individu yang pada hakekatnya bersifat rasional
(persona est substantia individu rationalis natural, menurut boethius).

4. Pengertian menurut bidang hukum


Bagi hukum modern setiap pribadi mempunyai status yang sama dimuka
hukum, dan jamina atau persamaan hak itu tersimpul dalam hak-hak asasi
manusia seperti hak hidup, hak kemerdekaan hak milik dan mencapai
kesejahteraan dan kebahagiaan

5. Pengertian menurut bidang sosiologi


Kepribadian adalah integrasi dari pada sifat-sifat yang menentukan peranan
dan status seseorang dalam masyarakat. Karena itu dapat didefinisikan juga
sebagai peranan efektif sosial seseorang.

6. Pengertian personality menurut psikologi


Pribadi manusia adalah suatu perwujudan kompleks dengan ̎unsur-unsur̎ psikis
(inteligensi, kemauaan, perasaan dan sebagainya), dan aspek-aspek fisis.
Keseluruhan aspek-aspek itu sebagai satu integritas organis dengan segala
daya kemampuan adaptasi terhadap lingkungan sosial dan lingkungan fisis
adalah pribadi orang itu

1
Pengertian kepribadian menurut para Ahli

1. Menurut Empedocles (450 SM)


Empedocles menyelidiki alam cosmis, yakni azas-azas atau unsur-unsur alam
semesta (macro-cosmos). Macro-cosmos ini terbentuk atas elemen-elemen :
udara,tanah,api,air. Bagi empedocles, manusia adalah perwujudan daripada macro-
cosmositu,karenanya unsur yang membentuk pribadi manusia juga sama dengan
yang membentuk macro-cosmos, dan ia namakan manusia sebagai macro-cosmos.

2. Menurut Hippocrates (400 SM)


Hippocrates menganalisa unsur-unsur pokok yang ada didalam diri manusia
seperti darah empedu-hitam, empedu kuning dan lendir. Bila manusia memiliki
salah satu unsur daripada yang tersebut itu dalam kadar yang lebih banyak
daripada yang lain; maka sifat atau watak individu itu adalah perwujudan sifat
unsur yang dominan itu tadi.
a.Sifat kering terdapat dalam chole (empedu kuning)
b.Sifat basah terdapat dalam melanchole (empedu hitam)
c.Sifat dingin terdapat dalam phlegma (lendir)
d.Sifat panas terdapat dalam sanguis (darah)

Tabel tipe dan watak manusia menurut Hippocrates

Disebabkan oleh
Tipe Karakteristik
pengaruh proses.
Cepat, periang,
Sanguinis Darah
tidak stabil.
Koleris Mudah marah Empedu kuning
Melankolis Pesimistis Empedu hitam
Lamban, tidak
Flegmatis Lendir
mudah tergerak

3. Menurut Ernst Kretschmer

Kretschmer, ahli penyakit jiwa berkebangsaan Jerman, mengemukakan adanya


hubungan yang erat antara tipe tubuh dengan sifat dan wataknya. Ia memebagi
manusia dalam empat golongan menurut tipe atau bentuk tubuhnya masing-
masing.

2
Tipe kepribadian menurut Kretschmer adalah:

a. Atletis, dengan ciri-ciri tubuh: besar, berotot kuat, kekar dan tegap, berdada
lebar.
b. Astenis, dengan ciri-ciri: tinggi, kurus, tidak kuat, bahu sempit, lengan, dan kaki
kecil.
c. Piknis, dengan ciri-ciri: bulat, gemuk, pendek, muka bulat, leher pejal.
d. Displastis, merupakan bentuk tubuh campuran dari ketiga tipe diatas.

Tipe watak orang yang berbentuk atletis dan astenis adalah schizothim, yang
menurut Kretschmer mempunyai sifat-sifat, antara lain : sulit bergaul, mempunyai
kebiasaan yang tetap, sukar menyesuaikan diri dengan situasi baru, kelihatan
sombong, egoistis dan bersifat ingin berkuasa, kadang-kadang optimis, kadang
pula pesimis, selalu berpikir terlebih dahulu masak-masak sebelum bertindak.

Lain halnya dengan orang yang memiliki bentuk tubuh piknis, atau tipe
wataknya sering disebut siklithim. Sifat orang-orang ini adalah mudah bergaul,
suka humor, mudah berubah-ubah stemming-nya, mudah menyesuaikan diri
dengan situasi yang baru, lekas memaafkan kesalahan orang lain, tetapi kurang
setia, dan tidak konsekuen.

4. Menurut Sheldon
Sheldon, manusia bisa digolongkan menjadi tiga macam tipe berbeda dengan
tipe-tipe kepribadian sebelumnya.
Tipe kepribadian menurut Sheldon, yaitu:
a. Tipe Endomorp
Menurut Sheldon, orang yang komponen endomorp-nya tinggi, sedangkan
kedua komponen lainnya rendah, ditandai oleh alat-alat dalam dan seluruh sistem
digestif (yang berasal dari endoderm) memegang peranan penting. Sheldom
menyebut tipe endomorph dengan kecenderungan pada kebulatan, keluwesan,
kehalusan, dan gemuknya tubuh, serta tangan-kaki yang lembut dan kecil.
b. Tipe Mesomorph
Dalam pandangan Sheldon, orang yang bertipe mesomorph, komponen
mesomorphnya tinggi, sedangkan komponen lainnya lagi rendah. Karena itu,
bagian-bagian tubuhnya yang berasal dari mesoderm relatif berkembang lebih baik
ketimbang yang lain-lain; misalnya: otot-ototnya dominan, pembuluh-pembuluh
darah kuat, jantung juga dominan. Orang tipe ini punya kecenderungan kokoh,

3
keras, otot tampak bersegi-segi, tahan sakit. Termasuk pada golongan tipe ini,
misalnya, para olahragawan, pengelana, dan tentara.
c. Tipe Ectomorph
Orang-orang yang termasuk pada golongan tipe ectomorph ini adalah organ-
organ mereka berasal dari ectoderm yang terutama berkembang, yaitu kulit, sistem
saraf. Kecenderungan tipe entomorph adalah pada tangan dan kaki yang lurus,
tubuhnya tampak lemah dan langsing, jangkung, dada pipih, dan otot-otot hampir
tidak tampak berkembang.
5. Menurut C.G. Jung

C.G. Jung, seorang ahli penyakit jiwa dari Swiss, membuat pembagian tipe
manusia dengan cara lain lagi. Ia menyatakan bahwa perhaian manusia tertuju pada
dua arah, yakni keluar dirinya yang disebut extrovert, dan kedalam dirinya yang
disebut introvert. Jadi, menurut jung tipe manusia bisa dibagi menjadi dua
golongan besar.

Tipe kepribadian menuut C.G. Jung:

a. Tipe extrovert, yaitu orang-orang yang perhatiannya lebih diarahkan keluar


dirinya, kepada orang-orang lain dan kepada masyarakat.
b. Tipe introvert, orang-orang yang perhatiannya lebih mengarah pada dirinya.

Orang yang tergolong tipe extrovert mempunyai sifat-sifat: berhati terbuka,


lancar dalam pergaulan, ramah, penggembira, kontak dengan lingkungan besar
sekali. Mereka mudah memegaruhi dan mudah pula dipengaruhi oleh
lingkungannya. Adapun orang-orang yang tergolong introvert memiliki sifat-sifat :
kurang pandai bergaul, pendiam, sukar diselami batinnya, suka menyendiri, bahkan
sering takut kepada orang lain.

4
6. Menurut Spranger

Teori Spranger merupakan pembagian tipe manusia berdasarkan kebudayaan.

Tipe-tipe manusia menurut Spranger adalah sebagai berikut:


No Nilai kebudayaan Tipe Tingkah laku dasar
yang dominan
1 Ilmu pengetahuan Manusia Berpikir
Teori
2 Ekonomi Manusia Bekerja
ekonomi
3 Kesenian Manusia Menikmati keindahan
estetis
4 Keagamaan Manusia Memuja/beribadah
Agama
5 Kemasyarakatan Manusia Berbakti/Berkorban
Sosial
6 Politik/Kenegeraan Manusia Ingin memerintah
Kuasa

Penjelasan keenam tipe kepribadian manusia menurut Spranger itu adalah


sebagai berikut:

• Manusia Teori

Tipe manusia ini merupakan intelektual sejati, manusia ilmu, dan tujuan
perbuatannya ingin mencapai kebenaran dan hakekat dari benda-benda. Manusia
tipe ini menmpatkan peranan dominan dari kognisi/berpikir sebagai dasar dalam
melakukan aktivitasnya.

Beberapa ciri manusia berdasrkan tipe ini pendiriannya yang relative objektif
terhadap segala sesuatu, gandrung mempelajari ilmu pengetahuan, logis, dan selalu
mencari kebenaran, memiliki pengertian yang jelas, serta membenci sebagai bentuk
kekaburan, kurang memperhatiakn segi estetik, kurang menghargai materi sebagai
kenyataan. Perhatian terhadap kehidupan sosial tidak besar, kurang memiliki
dorongan untuk berkuasa.

5
Orang dengan tipe ini tidak mudah memancing kecemburuan sosial karena tidak
mementingkan materi dalam hidup. Apabila orang dengan tipe ini menjadi ahli
dalam ilmu sosial, maka padangannya lebih objektif dan tidak memihak meskipun
terhadap golongan sendiri.

• Manusia Ekonomi

Manusia tipe ini mempunyai perhatian yang mengarah kepada kegunaan sesuatu
hal, sehingga orang dengan tipe ini selalu kaya dengan gagasan-gagasan praktis,
menilai sesuatu darisegi kegunaan serta nilai ekonominya. Prinsip utility banyak
mendasari tindakan orang-orang denga tipe ini. kegunaan dari sesuatu merupakan
tujuan tingkah lakunya dengan harapan memunyai kegunaan ekonomi bagi dirinya
sendiri.

Dalam bentuknya yang ekstrim mereka dapat juga kikir atau sebaliknya dapat
juga sangat boros. Orang denga tipe ekonomik sangat mendasarkan kepada
keuntungan secara materi yang telah diperoleh.

• Manusia Estetik

Manusia tipe ini menghayati kehidupan seakan-akan tidak sebagai pemain tetapi
sebagai penonton. Orang dengan tipe ini menghayati dengan dua cara
yaitu impresiomatik yang pasif danekspresiomatik yang aktif mewarnai kesan yang
diterima dengan subjek aktivitasnya.

Manusia tipe ini mempunyai kecenderungan indvidualisme. Manusia tipe ini


kurang bisa menghadapi tuntutan praktis dalam kehidupannya dan lebih
mementingkan keindahan.

6
• Manusia Sosial

Hal yang menonjol pada manusia tipe ini adalah besarnya kebutuhan akan
resonansi dari sesame manusia untuk hidup bersama dengan orang lain dan
mengabdikan diri untuk kepentingan bersama. Cinta terhadap sesama baik secara
individu maupun secara sosial, inilah nilai tertinggi yang mendasari pandangannya.

• Manusia Politik

Dorongan yang ada pada orang dalam tipe ini adalah mengejar kekuasaan dan
berkuasa atas manusia lainnya. Orang lain bagi manusia tipe ini hanyalah sebagai
objek kekuasaan.

Perwujudan dari sikap politik ini bisa berupa keinginan untuk lepas dari
kekuasaan orang lain, bebas dari paksaan dan tuntutan otoritas. Seringkali bisa
terjadi manipulasi keadaan demi suatu tujuan politik yang terselubung. Hal ini
sering menyulitkan untuk membedakan suatu tingkah laku apakah didasari oleh
nilai sosial atau nilai politik.

• Manusia Religius

Nilai yang paling tinggi pada manusia tipe ini adalah pencarian terhadap nilai
tertinggi daripada kebendaan hidup didunia. Pandangan mereka bahwa dirinya
hanyalah bagian kecil dari suatu totalitas yang lebih besar. Pencarian keselarahan
bagi kehidupan rohaniah antara pengalaman batin dengan arti hidup dan mencari
kausa prima adalah dasar perilakunya.

7
Sumber :

Patty Dkk. 1982. Pengantar Psikologi Umum. Surabaya: Usaha Nasional