Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

ANALISIS POTENSI PENERIMAAN PAJAK RESTORAN DI SEKITAR


WILAYAH KAMPUS UNIVERSITAS JEMBER
Diajukan untuk memenuhi Tugas Pajak Daerah dan Retribusi Daerah

Dosen Pengampu:
Yeni Puspita, S.E.,M.E.

Oleh :

Rizqi Afrianka 180903101038


Elvira Nanda Q.F. 180903101053
Dimas Fengky Librian 180903101068

PROGRAM STUDI DIII PERPAJAKAN


JURUSAN ILMU ADMINISTRASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS JEMBER
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT sehingga makalah yang berjudul “Analisis
Potensi Penerimaan Pajak Restoran di Sekitar Wilayah Kampus Universitas Jember” ini
dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa penulis juga mengucapkan banyak terima kasih atas
bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
ataupun pemikirannya. Makalah ini di susun sebagai perwujudan hasil dari beberapa sumber
dan materi yang didapatkan penulis selama mengikuti perkuliahan Pajak Daerah dan
Retribusi Daerah.
Dengan harapan penulis, semoga makalah ini dapat memberikan info yang cukup
akurat berkaitan dengan Potensi Penerimaan Pajak Restoran di Sekitar Wilayah Kampus
Universitas Jember. Penulis menyadari bahwa keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman
yang dimiliki penulis, tidak akan lengkap tanpa bantuan dari dosen mata kuliah Pajak Daerah
dan Retribusi Daerah berkenaan dengan hal tersebut kami ucapkan terima kasih. Oleh karena
itu kami sadar akan banyak kekurangan dalam isi laporan yang kami susun, kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan paper ini.

Jember, 6 November 2019

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................i
DAFTAR ISI.............................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang...........................................................................1
1.2 Rumusan Masalah......................................................................2
1.3 Tujuan Penulisan........................................................................2
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Pajak.........................................................................3
2.2 Pengertian Pajak Daerah............................................................3
2.3Pengertian Pajak Restoran..........................................................4
2.4 Pendapatan Asli Daerah.............................................................7
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Potensi Penerimaan Pajak Restoran...........................................8
3.2 Menghitung Potensi Penerimaan Pajak Restoran......................9
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan..............................................................................11
4.2 Rekomendasi............................................................................11
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................12
LAMPIRAN............................................................................................13
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pajak daerah di Indonesia menurut UU 28 Tahun 2009 adalah iuran wajib yang
dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada daerah tanpa imbalan langsung yang
seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pajak bagi pemerintah daerah berperan sebagai sumber pendapatan daerah digunakan untuk
membiayai pengeluaran-pengeluaran pemerintah daerah, seperti membiayai administrasi
pemerintah, membangun dan memperbaiki infrastruktur, menyediakan fasilitas pendidikan
dan kesehatan, dan membiayai kegiatan pemerintah daerah dalam menyediakan kebutuhan-
kebutuhan yang tidak dapat disediakan oleh pihak swasta, yaitu berupa barang-barang publik.
Pajak Daerah menurut UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi
Daerah dibagi menjadi dua yaitu Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten/Kota. Pajak Provinsi
terdiri dari 5 (lima) jenis pajak yaitu : Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama
Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, Pajak Air Permukaan, dan
Pajak Rokok. Pajak Kabupaten/Kota terdiri dari 11 jenis yaitu : Pajak Hotel, Pajak Restoran,
Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Mineral Bukan Logam dan
Batuan, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Bumi dan
Bangunan Perdesaan dan Perkotaan, dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.
Wilayah sekitar kampus Universitas Jember merupakan tempat yang strategis bagi
para pengusaha warung makan dan restoran untuk mengembangkan usaha atau bisnisnya
karena wilayah sekitar kampus adalah tempat dimana banyak mahasiswa yang beraktivitas
dan menghabiskan waktu lebih banyak dalam kesehariannya disana. Hal itu bisa menjadi
peluang yang bagus karena pasti mahasiswa lebih memilih warung makan atau restoran yang
lebih dekat, efisien, dan efektif. Dengan begitu para pengusaha akan memiliki potensi yang
lebih banyak dibandingkan dengan warung makan atau restoran yang berlokasi jauh dengan
wilayah sekitar kampus Universitas Jember. Keadaan diatas menunjukkan bahwa wilayah
sekitar kampus Universitas Jember bisa mengembangkan dan meningkatkan salah satu jenis
pajak daerah yaitu Pajak Restoran. Sektor ini memiliki prospek yang bagus di wilayah sekitar
kampus ditandai dengan bertambahnya jumlah mahasiswa setiap tahunnya di Universitas
Jember, sehingga semakin bertambah pula konsumen dari warung makan atau restoran yang
ada.
Pajak Restoran di Kabupaten Jember diatur dalam Perda Kabupaten Jember Nomor 3
Tahun 2011 tentang Pajak Daerah. Dalam Perda tersebut, disebutkan bahwa objek pajak
restoran adalah pelayanan yang disediakan oleh restoran meliputi pelayanan penjualan
makanan dan/atau minuman yang dikonsumsi oleh pembeli, baik dikonsumsi di tempat
pelayanan maupun di tempat lain. Objek pajak dari Pajak Restoran yaitu Rumah Makan,
Kafetaria, Kantin, Pujasera, Warug, Bar, Jasa Boga/Katering, Bakery dan Depot. Subyek dari
Pajak Restoran yaitu orang pribadi atau badan yang membeli makanan dan/atau minuman
dari restoran.

1.2 Rumusan Masalah


Berapa potensi pajak restoran yang ada di sekitar wilayah kampus Universitas Jember ?

1.3 Tujuan Penelitian


Mengetahui berapa potensi pajak restoran yang ada di sekitar wilayah kampus
Universitas Jember.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pajak


Terdapat beberapa pengertian pajak yang lainnya yang diungkapkan oleh para ahli
dibidangnya, sebagai berikut:

1. Undang-Undang No.28 Tahun 2007 Pasal 1 Tentang Perpajakan

Menurut undang-undang tersebut bahwa pengertian pajak adalah sebuah


konstribusi wajib kepada negara yang terhutang oleh setiap orang ataupun badan yang
memiliki sifat memaksa, tetapi tetap berdasarkan dengan Undang-Undang dan tidak
mndapat imblaan secara langsung serta digunakan guna kebutuhan negara dan
kemakmuran rakyat.

2. Prof. Dr. MJH. Smeeths

Pajak merupakan sebuah prestasi yang dicapai oleh pemerintah yang terhutang
dengan melalui berbagai norma serta dapat untuk dipaksakan tanpa adanya kontra
prestasi dari masing-masing individual. Maksudnya adalah untuk membiayai
pengeluaran pemerintah.

3. Prof. Dr. Rochmat Soemitro, SH.

Pajak merupakan iuran atau pungutan rakyat kepada pemerintah dengan


berdasarkan Undang-Undang yang berlaku atau peralihan kekayaan dari sektor swasta
kepada sektor publik yang dapat untuk dipaksakan serta yang langsung ditunjuk dan
dipakai gunakan untuk membiayai kebutuhan negara.

4. Prof. Dr. PJA Andriani

Pajak adalah iuran atau pungutan masyarakat kepada negara yang dapat untuk
dipaksakan serta akan terhutang bagi yang wajib membayarnya yang sesuai dengan
peraturan Undang-Undang dengan tidak dapat memperole imbalan yang langsung
bisa ditunjuk dan dipakai dalam pembiayaan yang diperlukan negara.
5. Dr. Soeparman Soemahamidjaya

Pajak adalah iuran wajib bagi warga atau masyarakat, baik itu dapat berupa
uang ataupun barang yang dipungut oleh penguasa dengan menurut berbagai norma
hukum yang berlaku untuk menutup biaya produksi barang dan juga jasa guna meraih
kesejahteraan masyarakat.

6. Anderson Herschel M, dkk

Pajak merupakan suatu pengalihan sumber dari sektor swasta ke sektor


pemerintah serta tidak merupakan akibat dari pelanggaran yang diperbuat, tetapi suatu
kewajiban dengan berdasarkan ketentuan yang berlaku tanpa imbalan serta dilakukan
guna mempermudah pemerintah dalam menjalankan tugas.

2.2 Pengertian Pajak Daerah

1. Pajak Daerah adalah kontribusi wajib kepada daerah yang terutang oleh orang pribadi
atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan undang-undang dengan tidak
mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan daerah bagi
sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pengertian tersebut termuat di dalam Undang-
undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Nomor 28 Tahun 2009.

2. Pengertian pajak daerah adalah “Pajak daerah, yang selanjutnya disebut pajak, adalah
iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada Daerah tanpa
imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai
penyelenggaraan pemerintahan Daerah dan pembangunan Daerah”
(Mardiasmo,2009:12).

3. Pajak daerah adalah “pajak-pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah (misal:
propinsi, kabupaten, kota) yang diatur berdasarkan peraturan daerah masing-masing
dan hasil pemungutannya digunakan untuk pembiayaan rumah tangga daerah” (Kesit,
2005:1).
Dari segi pajak yang dipungut, masing-masing tingkat daerah (provinsi dan
kabupaten/kota) memiliki jenis yang berbeda. Jenis-jenis pajak di Kota Jember ditetapkan
sebanyak sebelas jenis pajak yang diatur dalam peraturan daerah Kota Jember, yakni sebagai
berikut:

1. Pajak Hotel, yaitu pajak atas pelayanan Hotel. Hotel adalah bangunan yang khusus
disediakan bagi orang-orang untuk dapat menginap atau istirahat, memperoleh
pelayanan, dan atau fasilitas lain dengan dipungut bayaran termasuk bangunan
lainnya yang menyatu, dikelola dan dimiliki pihak yang sama, kecuali untuk
pertokoan dan perkantoran.

2. Pajak Restoran, yaitu pajak atas pelayanan restoran. Restoran adalah tempat
menyantap makanan dan atau minuman yang disediakan dengan dipungut bayaran,
tidak termasuk jasa boga atau catering.

3. Pajak Hiburan, yaitu pajak atas penyelenggaraan hiburan. Hiburan adalah semua
jenis pertunjukkan, permainan, ketangkasan, dan atau keramaian dengan nama dan
bentuk apapun yang ditonton atau dinikmati oleh setiap orang dengan dipungut
bayaran, tidak termasuk penggunaan fasilitas untuk berolah raga.

4. Pajak Reklame, yaitu pajak atas penyelenggaraan reklame. Reklame adalah benda,
alat perbuatan, atau media yang menurut bentuk dan corak ragamnya untuk tujuan
komersial, dipergunakan untuk memperkenalkan, menganjurkan atau memuji suatu
barang, jasa atau orang, ataupun untuk mencari perhatian umum kepada suatu barang,
jasa atau orang yang ditempatkan atau dapat dilihat, dibaca dan atau didengarkan dari
suatu tempat umum kecuali yang diperlukan oleh pemerintah.

5. Pajak Penerangan Jalan, yaitu pajak atas penggunaan tenaga listrik, dengan
ketentuan bahwa di wilayah daerah tersebut tersedia penerangan jalan, yang
rekeningnya dibayar oleh pemerintah daerah.

6. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, yaitu kegiatan pengambilan Mineral
Bukan Logam dan Batuan yang meliputi : asbes, batu tulis, batu setengah permata,
batu kapur, batu apung, batu permata, bentonit, dolomit, feldspar, garam batu (halite),
grafit, granit/andesit, gips, kalsit, kaolin, leusit, magnesit, mika, marmer, nitrat,
opsidien, oker, pasir dan kerikil, pasir kuarsa, perlit, phospat, talk, tanah serap (fullers
earth), tanah diatome, tanah liat, tawas (alum), tras, yarosif, zeolit, basal, trakkit, dan
mineral bukan logam dan batuan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.

7. Pajak Parkir adalah tempat parkir diluar badan jalan yang disediakan oleh orang
pribadi atau badan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang
disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaran
bermotor dan garasi kendaraan bermotor yang memungut bayaran.

8. Pajak Air Tanah adalah Pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan air tanah. Air
Tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan dibawah permukaan
tanah.

9. Pajak Sarang Burung Walet adalah pajak atas kegiatan pengambilan atau
penguasaan sarang burung walet.

10. Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan


11. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan

2.3 Pengertian Pajak Restoran


Pajak restoran adalah pajak atas pelayanan restoran. Pelayanan yang disediakan
restoranmeliputi penjualan makanan dan/atau minuman yang dikonsumsi oleh pembeli, baik
dikonsumsi ditempat pelayanan maupun di tempat lain. Pemungutan Pajak Restoran di
Indonesia saat ini didasarkan pada dasar hukum yang jelas dan kuat sehingga harus dipatuhi
oleh masyarakat dan pihak yang terkait. Dasar hukum pemungutan Pajak Restoran pada suatu
Kabupaten Minahasa Utara adalah sebagai berikut.

 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 yang merupakan perubahan atas undang-


undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
 Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2001 Tentang Pajak Daerah.
Objek Pajak restoran adalah pajak atas pelayanan restoran. Pelayanan yang disediakan
restoran meliputi penjualan makanan dan/atau minuman yang dikonsumsi oleh pembeli, baik
dikonsumsi di tempat pelayanan maupun di tempat lain. Tidak termasuk objek pajak Restoran
adalah pelayanan yang disediakan oleh restoran yang nilai penjualannya tidak melebihi batas
tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Sedangkan subjek pajak adalah orang
pribadi atau badan yang membeli makanan dan/atau minuman dari restoran. Secara sederhana
subjek pajak adalah konsumen yang menikmati pelayanan yang diberikan oleh restoran
tersebut. Sementara itu, wajib pajak adalah orang pribadi atau badan yang mengusahakan
restoran.
Dasar pengenaan Pajak Restoran adalah jumlah pembayaran yang diterima atau yang
seharusnya diterima restoran. Selanjutnya tarif Pajak Restoran ditetapkan paling tinggi
sebesar (10%) sepuluh persen dan ditetapkan dengan peraturan daerah yang bersangkutan.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan kepada pemerintah kabupaten/kota
untuk menetapkan tarif pajak yang dipandang sesuai dengan kondisi masing masing daerah
kabupaten/kota. Dengan demikian, setiap daerah kota/kabupaten diberi kewenangan untuk
menetapkan besarnya tarif pajak yang mungkin berbeda dengan kabupaten/kota lainnya.
Besarnya pokok Pajak Restoran yang terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif pajak
dengan dasar pengenaan pajak. Secara umum perhitungan Pajak Restoran adalah sesuai
denga rumus berikut:

Pajak Terutang = Tarif Pajak x Dasar Pengenaan Pajak

Potensi Pajak Restoran ini diperoleh dengan cara mengalikan jumlah pengunjung
yang datang ke restoran, tarif rata – rata makanan dan minuman yang dijual, jumlah hari
dalam satu tahun (360 hari), dan tarif yang ditetapkan oleh pemerintah.

Potensi Pajak Restoran = Jumlah pengunjung x Tarif rata – rata x 360 x 10%
Adapun cara untuk mengukur efektivitas pemungutan pajak adalah sebagai berikut :

Realisasi Penerimaan Pajak


Efektivitas = x 100%
Potensi Penerimaann Pajak

2.4 Pendapatan Asli Daerah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004


tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, yaitu
penerimaan yang diperoleh daerah dari sumber-sumber dalam wilayahnya sendiri yang
dipungut berdasarkan Peraturan Daerah sesuai denga peraturan perundang-undangan yang
berlaku. Sumber Pendapatan Asli Daerah dapat diperoleh dari :

a. Hasil Pajak Daerah


b. Hasil Retribusi Daerah
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
d. Lain-lain PAD yang sah, meliputi;
- Hasil penjualan kekayaan Daerah yang tidak di pisahkan
- Jasa Giro
- Pendapatan Bunga
- Keuntungan Selisih Nilai Tukar Rupiah Terhadap Mata Uang Asing
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Potensi Penerimaan Pajak Restoran

Untuk menghitung potensi penerimaan Pajak Restoran digunakan rumus:


Potensi Pajak Restoran = Jumlah Pengunjung Rata-rata x Harga Makanan Rata-rata x
360 x 10%. Berikut adalah jumlah Rumah Makan yang diobservasi, antara lain yaitu:

a) Jalan Jawa 1. Rumah Makan Ayam Goreng Kalasan

b) Jalan Kalimantan 1. Rumah Makan Ayam Goreng Kremes

2. Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso

3. Rumah Makan Ayam Geprek Lek Djo

c) Jalan Mastrip 1. Rumah Makan Soto Ayu

2. Rumah Makan Sop Ayam Klaten

1. Melakukan Observasi

a) Rumah Makan Ayam Goreng Kalasan


Kualifikasi Jumlah Perhitungan Total
Normal (weekday) 50 orang 50 orang x 22 hari 1.100 orang
Ramai (weekend) 80 orang 80 orang x 8 hari 640 orang
Total Pengunjung / bulan 1.740 orang

b) Rumah Makan Ayam Goreng Kremes


Kualifikasi Jumlah Perhitungan Total
Normal (weekday) 30 orang 30 orang x 22 hari 660 orang
Ramai (weekend) 50 orang 50 orang x 8 hari 400 orang
Total Pengunjung / bulan 1.060 orang

c) Rumah Makan Ayam Goreng Nelongso


Kualifikasi Jumlah Perhitungan Total
Normal (weekday) 600 orang 600 orang x 22 hari 13.200 orang
Ramai (weekend) 800 orang 800 orang x 8 hari 6.400 orang
Total Pengunjung / bulan 19.600 orang

d) Rumah Makan Ayam Geprek Lek Djo


Kualifikasi Jumlah Perhitungan Total
Normal (weekday) 190 orang 190 orang x 22 hari 4.180 orang
Ramai (weekend) 200 orang 200 orang x 8 hari 1.600 orang
Total Pengunjung / bulan 5.780 orang

e) Rumah Makan Soto Ayu


Kualifikasi Jumlah Perhitungan Total
Normal (weekday) 80 orang 80 orang x 22 hari 1.760 orang
Ramai (weekend) 100 orang 100 orang x 8 hari 800 orang
Total Pengunjung / bulan 2.560 orang

f) Rumah Makan Sop Ayam Klaten


Kualifikasi Jumlah Perhitungan Total
Normal (weekday) 50 orang 50 orang x 22 hari 1.100 orang
Ramai (weekend) 90 orang 90 orang x 8 hari 720 orang
Total Pengunjung / bulan 1.820 orang

3.2 Menghitung Potensi Penerimaan Pajak Restoran

Nama Rumah Makan Perhitungan Jumlah

RM Ayam Goreng Kalasan 1.740 orang x Rp. 20.000 x 12 bulan x 10% Rp. 41.760.000

RM Ayam Goreng Kremes 1.060 orang x Rp. 16.000 x 12 bulaln x 10% Rp. 20.352.000

RM Ayam Goreng Nelongso 19.600 orang x Rp. 15.000 x 12 bulan x 10% Rp. 352.800.000

RM Ayam Geprek Lek Djo 5.780 x Rp. 17.500 x 12 bulan x 10% Rp. 121.380.000

RM Soto Ayu 2.560 x Rp. 14.500 x 12 bulan x 10% Rp. 44.544.000

RM Sop Ayam Klaten 1.820 x Rp. 13.500 x 12 bulan x 10% Rp. 29.484.000

Total Rp. 610.320.000

BAB IV

KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan

Potensi pajak restoran bertujuan untuk melihat potensi pajak restoran di sekitar
wilayah kampus Universitas Jember, sehingga dapat terlihat permasalahan dan kendala yang
dihadapi terkait optimalisasi pajak restoran. Wilayah sekitar kampus Universitas Jember
khususnya restoran atau rumah makan yang ada di Jalan Jawa, Jalan Kalimantan, dan Jalan
Mastrip memiliki jumlah yang tinggi, hal ini dikarenakan wilayah sekitar kampus
Universitas Jember berada di pusat kota, dimana banyak terdapat pusat perkantoran dan juga
pusat bisnis.

Pada penelitian ini tidak semua restoran atau rumah makan yang ada di sekitar
wilayah kampus Universitas Jember berkenan untuk mengisi kuesioner dengan beberapa
alasan, wajib pajak enggan memberikan informasi dengan alasan kerahasiaan. Karena
kendala ini tidak semua restoran membuka informasi terkait omzetnya. Dengan menghitung
omzet harian per restoran, kemudian menggunakan rumus potensi restoran, Potensi Pajak
Restoran = Omzet Per Hari x 360 x tarif Pajak. Maka wilayah sekitar kampus Universitas
Jember memiliki Potensi Pajak Restoran sebesar : Rp 610.320.000,-.

4.2 Rekomendasi

DAFTAR PUSTAKA
G.A.G Dotulong., D.P.E. Saerang & A.T. Poputra. 2014. Analisis Potensi Penerimaan dan Efektivitas
Pajak Restoran di Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi. Universitas Sam
Ratulangi Manado. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jbie/article/view/4188. Diakses pada
tanggal 10 November 2019. Hal 97

I. Octovido., N. Sudjana & D.F.Azizah. 2014. Analisis Efektivitas dan Kontribusi Pajak Daerah
Sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah Kota Batu. Jurnal Administrasi Bisnis.Universitas
Brawijaya. http://administrasibisnis.studentjournal.ub.ac.id/index.php/jab/article/view/621 . Diakses
pada tanggal 10 November 2019. Hal 3

M.W Mintahari., L. Lambey. 2016. Analisis Kontribusi Pajak Restoran Terhadap Pendapatan Asli
Daerah (PAD) Kabupaten Minahasa Selatan Tahun 2012-2014. Jurnal EMBA. Universitas Sam
Ratulagi Manado. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/13144 . Diakses pada
tanggal 18 November 2019 .

Peraturan Daerah Kabupaten Jember Nomor 3 Tahun 2011 tentang Pajak Daerah

Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2009. Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.