Anda di halaman 1dari 2

Intisari dari Sejarah Pendidikan Di Indonesia dari zaman Penjajahan

hingga zaman Reformasi


1. Pada Zaman Penjajahan
a) Zaman Penjajahan Belanda

Pada zaman penjajahan, pendidikan di Indonesia dimulai saat Belanda VOC pertama kali
mendirikan sekolah di Indonesia tepatnya di Ambon yang dimana pada saat tersebut
pendidikan berkaitan dengan agama, para siswa diajarkan untuk membaca, menulis dan
bernyanyi. Pada masa itu sekolah diperuntukkan untuk kaum priyai. Selanjutnya Belanda
mendirikan sekolah yang diberi nama dengan Hogere Burger School yang dimana pendidikan
ini setara dengan sekolah menengah saat ini.

b) Zaman Kedudukan Jepang

Pada zaman kedudukan jepang di Indonesia, sistem pendidikan Belanda di hapuskan untuk
menggantikan sistem pendidikan Jepang. Pada saat itu pendidikan di Indonesia diberi nama
dengan “Hakko Ichiu” yang dimana dibagi menjadi 4 yaitu pendidikan dasar (Gakkumin
Gakko), Pendidikan menengah ( Chu Gakko), Pendidikan menengah atas(Chu gakko) dan
pendidikan kejuruan (Gokyo Gakko).

2. Pada Zaman Kemerdekaan

Pada zaman kemerdekaan pendidikan di Indonesia di Pimpin oleh Ir. Soekarno Hatta selaku
presiden Republik Indonesia, Beliau memberlakukan kebebasan berpendidikan bagi seluruh
rakyat Indonesia. Untuk memperbaiki pendidikan Beliau mengirim guru-guru untuk
bersekolah keluar negeri dan menariknya kembali pada saat mereka lulus untuk mengajar
ilmu yang telah mereka dapatkan kepada masyarakat Indonesia.

3. Pada Zaman Orde Baru

Pendidikan pada zaman ore baru berjuan untuk mempertinggi mental, keyakinan umat
beragama, moral dan budi pekerti serta mempertinggi kecerdasan keterampiran untuk
mengembangkan fisik dan keterampilan yang kuat. Pada masa orde baru ini terdiri dari
beberapa kurikulumyang berlaku antara lain:

a. Kurikulum 1968 : pada kurikulum ini para siswa hanya di arahkan untuk menghafal
teori sehinnga mereka kurang berhubungan langsung dengan permasalahan faktual di
lapangan.
b. Kurikulum 1975 : kurikulum ini menekankan pada materi, tujuan, metode pelajaran
sehingga guru harus berperan penting dalam membuat rincian pembelajaran yang
akan diajarkannya.
c. Kurikulum 1984 : kurikulum lebih menekankan pada proses karena proseslah yang
paling terpenting sehingga pada saat itu siswa dijadikan sebagai subjek dalam proses
balajar mengajar seperti diberikan kesempatan untuk berpendapat, bertanya dan
mediskusikan sesuatu.
d. Kurikulum 1994 : kurikulum ini mengupayakan hasil perpaduan pada kurikulum
sebelumnya terutama kurikulum 1975 dan 1984.
4. Pada Zaman Reformasi

Pada zaman ini Indonesia dipimpim oleh BJ. Habibie yang dimana pendidikan masih
menggunakan kurikulum 1994 sampai dengan menjabatnya presiden Abdulrahman Wahid.
Baru pada saat setelah masa reformasi yang dimana saat itu Indonesia Dipimpin oleh
presiden Megawati berlaku kurikulum yang dianamakn KBK (Kurikulum Berbasis
Kompetensi) kurikulum ini tidak jauh berbeda dengan kurikulum yang diterapkan pada tahun
1994 yang membedakan hanyalah cara belajar siswa.

Selanjutnya berlaku kurikulum KTSP(Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) kurikulum ini


merupakan hasil revisi dari kurikulum sebelumnya. Sistem kurikulum ini menyerahkan
sebagian keputusan pendidikan kepada pihak sekolah untuk dikembangkan sesuai dengan
keefektifan belajar peserta didik pada masing-masing daerah.

KTSP berlaku selama 6 tahun dan digantikan oleh kurikulum yang bernama K-13 atau
kurikulum 2013 kurikulum ini menekankan 4 aspek antara lain aspek pengetahuan, aspek
sikap, aspek perilaku dan aspek pengetahuan. Yang dimana siswa dituntuk untuk kreatif dan
aktif mengembangkan pengetahuannya, berbudi pekerti yang baik serta memiliki
keterampilan yang luas.