Anda di halaman 1dari 8

Tugas MPA Tinjauan Pustaka

Oleh Kelompok 6
Adam Aulia (1506734191)
Dinda Aisyah Maulidia (1806240201)
Fathiani Nida’ AR (1806137980)
Heri Satriawan (1806138024)

BAB 2
2.1 Tinjauan Pustaka
Penyusunan penelitian diperlukan tinjauan pustaka sebagai bentuk rujukan bagi
peneliti dalam memperoleh pengetahuan mengenai hal yang diteliti mengacu pada penelitian-
penelitian terdahulu yang membahas seputar hal yang akan diteliti dan adanya keterkaitan
dengan tema Smart Village. Penelitian yang berjudul “Analisis Kesiapan Masyarakat Desa
X, Kecamatan X Dalam Mewujudkan Program Smart Village di Kabupaten Bogor”
akan membutuhkan beberapa tinjauan dari penelitian-penelitian terdahulu. Tujuan dari
tinjauan pustaka ini adalah untuk menyediakan informasi tentang penelitian-penelitian
sebelumnya agar bisa dijadikan sebagai dasar atau acuan berupa teori-teori yang dapat
dijadikan masukan dan data pendukung dalam penelitian ini. Terdapat empat penelitian yang
digunakan oleh peneliti sebagai tinjauan pustaka terkait dengan konsep Smart Village.
Tinjauan Pustaka pertama ditulis oleh Dian Hardiana pada tahun 2019 yang berjudul
Pengembangan Konsep Smart Village bagi Desa-Desa di Indonesia. Penelitian dalam Jurnal
ini memiliki tujuan untuk mengembangkan konsep Smart Village bagi desa-desa dan bisa
menjadi alternatif pengembangan desa cerdas bagi desa-desa yang ada di Indonesia sehingga
dalam praktiknya akan memunculkan gambaran konseptual mengenai perwujudan dan
elemen pengembangan smart village. Dalam penelitian ini menggunakan metode dalam
penelitiannya adalah model-building method yang membangun pemahaman konseptual
mengenai suatu fenomena empiris, dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan teknik pengumpulan data studi kepustakaan (library search).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 (tiga) elemen pokok Smart Village,
yakni smart government, smart community dan smart environment. Ketiga elemen itu
menjadi dasar untuk mencapai tujuan pengembangan Smart Village berupa “Smart
Relationship” yakni keterjalinan konstruktif yang muncul dari relasi ketiga elemen Smart
Village, dengan adanya hal tersebut relasi yang muncul di antara ketiga elemen Smart
Village, output yang dihasilkan berupa sinergitas antar elemen Smart Village yang didasarkan
kepada pemanfaatan teknologi informasi, sedangkan outcome berupa produktivitas elemen
Smart Village yang mampu mendorong perbaikan ketiga elemen tersebut. Dengan demikian,
sinergitas yang berbasis pemanfaatan teknologi informasi akan mampu meningkatkan
kesejahteraan masyarakat desa. Kemudian Smart Village ini juga digunakan sebagai upaya
untuk pemberdayaan, penguatan kelembagaan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat
pedesaan yang didasarkan atas pemanfaatan teknologi informasi. Kelebihan dari penelitian
ini sendiri adalah penelitian yang dilakukan mudah untuk dipahami dan dimengerti karena
keterkaitan antara konsep Smart Village dan Smart City dipadukan dalam hal penetapan
konsep Smart Village yang nantinya akan membentuk Smart Relationship. Kekurangan dari
penelitian ini adalah kurang ber implikasinya dan adanya inkonsistensi terhadap capaian
penerapan konsep smart village serta kurangnya indikator penilaian keberhasilan
diterapkannya konsep tersebut.
Tinjauan pustaka yang kedua ditulis oleh Irman Firmansyah dan Syaepudin pada
tahun 2018 dengan judul Model Smart Village Berbasis Teknologi Informasi dengan studi
kasus: Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Penelitian tersebut
dimuat dalam Jurnal Desa Volume 1 No.1 dengan tujuan penelitian: (1) mengidentifikasi
potensi dalam membangun Smart Village berbasis IT, (2) mengetahui tingkat perkembangan
daya saing dengan adanya Smart Village berbasis IT, dan (3) menyusun arah kebijakan
pembangunan berbasis IT. Penelitian yang dilakukan Irman Firmansyah dan Syaepudin
tersebut menggunakan teknik pengumpulan data menggunakan observasi non partisipan,
wawancara semistruktur, dan studi pustaka.
Dalam penelitian tersebut, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan secara
kualitatif yang menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan data yang
dianalisa secara non-statistik. Penelitian kualitatif ini bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis dengan pendekatan induktif, adapun data yang digunakan adalah data
sekunder dan data primer yang diperoleh dari survey dan wawancara. Hasil dari penelitian
tersebut adalah terciptanya website Surade.co.id sebagai arah pembangunan Smart Village
berbasis IT. Selain itu, hasilnya adalah analisis tingkat perkembangan daya saing dengan
berlakunya Smart Village berbasis IT yang menyatakan bahwa pengaruh adanya website
terhadap aktivitas perekonomian terlihat dari adanya pengunjung yang menghubungi pelaku
usaha dari informasi website tersebut. Umumnya, terdapat peningkatan sebesar 13,33%
pengunjung yang menghubungi pelaku usaha. Hal tersebut memberikan pengaruh baik, tetapi
perlu adanya peningkatan promosi bagi pengelola website Surade.co.id. Hasil terakhir dari
penelitian ini adalah strukturisasi arah kebijakan penerapan E-database pedesaan yang dilihat
dari kendala implementasi sehingga dapat mengembangkan strategi selanjutnya. Kekurangan
dari penelitian ini berupa kendala seperti rendahnya pengetahuan manfaat IT, lemahnya
jaringan internet, lambatnya penyebaran informasi, kapasitas SDM masih minim, jumlah
SDM IT terbatas, lemahnya pola promosi usaha, kurangnya partisipasi kegiatan masyarakat,
dan kurangnya promosi di media informasi. Namun, terdapat kelebihan pula yaitu
meningkatkan informasi pedesaan, meningkatkan kualitas pelayanan kecamatan, dan
meningkatkan kredibilitas guna menuju smart village.
Tinjauan pustaka yang ketiga ditulis oleh Rosita Novi Andari dan Susy Ella pada
tahun 2018 berjudul Pengembangan Model Smart Rural untuk Pembangunan Kawasan
Perdesaan di Indonesia. Penelitian ditujukan untuk mengetahui pengembangan model Smart
Rural dalam pembangunan kawasan pedesaan di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan
dengan cara menggali data sekunder berupa dokumen publik.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa model Smart Rural di Indonesia dapat
dikembangkan dengan melalui pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan antar dimensi di
kawasan desa yang mencakup (1) Sumber Daya, (2) Institusi, (3) Teknologi, (4) Rantai
Layanan Berbasis Potensi Ekonomi Lokal, dan (5) Keberlanjutan. Adapun tahapan
pengembangannya yang dirumuskan terdiri dari tujuh tahap dengan a bottom-up planning
process sebagai pendekatan utama dan model tata kelola yang kolaboratif sebagai pelaksana
kuncinya. Namun demikian, model Smart Rural ini bukan sebuah model yang one-size-fit-all
karena sangat tergantung dari potensi ekonomi lokal. Selain itu, diperlukan juga kolaborasi
dan dukungan dengan pihak lain supaya kompleksitas pengembangan smart rural tidak
menjadi hambatan. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan Smart Rural
adalah (1) Pemerintah pusat dan provinsi; (2) BPD; (3) Lembaga adat; (4) Lembaga Swadaya
Masyarakat (LSM); (5) Lembaga penelitian baik yang dari pemerintah maupun swasta, dan
(6) Lembaga pendidikan yang mencakup lembaga pendidikan formal dan non formal.
Kelebihan dari penelitian ini adalah di dalam hasil penelitian didapatkan pihak-pihak yang
terlibat dalam pelaksanaan Smart Rural serta dilengkapi dengan peran dari masing-masing
pihak. Kekurangannya, data yang didapat hanya berdasarkan pada data sekunder, sehingga
data yang ada memiliki kemungkinan tidak cukup dalam menggambarkan kondisi pada
lapangan.
Tinjauan pustaka yang keempat ditulis oleh A. A. Aziiza dan T. D. Susanto pada
tahun 2020 dengan judul The Smart Village Model for Rural Area (Case Study: Banyuwangi
Regency). Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan model Smart Village yang diperiksa
melalui wawancara awal dalam sampel desa Banyuwangi, ulasan literatur terkait Smart City,
Smart Village, dan Smart Rural. Penyusunan penelitian dilakukan melalui wawancara
pendahuluan untuk mendapat informasi yang berkaitan dengan gambaran umum
implementasi Smart Village di Kabupaten Banyuwangi, tinjauan literatur dari studi
sebelumnya yang didapat melalui database jurnal elektronik, buku-buku, dan analisis
peraturan pendukung.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Smart Village merupakan konsep
pembangunan desa yang memberikan solusi dari masalah desa dengan memanfaatkan
teknologi untuk menyediakan layanan, memudahkan akses informasi, dan menyediakan akses
energi secara efisien efektif. Selain itu, penelitian ini juga menciptakan model Smart Village
yang mampu menjadi panduan bagi setiap desa untuk berkembang menuju masa depan yang
lebih baik, yang dikategorikan ke dalam 6 dimensi termasuk (1) Governance, (2) Technology,
(3) Resources, (4) Village Services, (5) Living, dan (6) Tourism. Model tersebut diharapkan
dapat menjadi referensi bagi pengembangan Smart Village yang tentunya disesuaikan dengan
kebutuhan desa dan meningkatkan kualitas hidup. Kelebihan dari penelitian ini adalah hasil
penelitian yang berupa model Smart Village yang diciptakan memuat dimensi, aspek, dan
juga indikator yang harus dipenuhi di Kabupaten Banyuwangi. Selain itu, data dan alur dari
masing-masing teknik pengumpulan terlihat jelas. Kekurangannya dapat terlihat dari model
yang tercipta bahwa masih perlu dilakukannya analisis lebih mendalam oleh pemerintah
untuk mengembangkan desa berdasarkan kebutuhan dan masalahnya masing-masing.
Berdasarkan tinjauan pustaka Penelitian ini, penelitian oleh Kelompok MPA Negara 1
yang berjudul “Analisis Kesiapan Masyarakat Desa X, Kecamatan X Dalam
Mewujudkan Program Smart Village di Kabupaten Bogor”. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan
mix method yaitu teknik kuantitatif melalui metode survei dengan cara menyebarkan
kuesioner dan teknik kualitatif yakni melalui metode wawancara mendalam. Adapun tujuan
dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk menyelesaikan tugas mata kuliah MPA dan
juga untuk melihat bagaimana kesiapan masyarakat di Desa X, Kecamatan X Kabupaten
Bogor dalam mewujudkan terciptanya program desa cerdas atau konsep Smart Village.
Tabel 2.1 Matriks Perbandingan Tinjauan Pustaka
Indikator Penelitian 1 Penelitian 2 Penelitian 3 Penelitian 4 Penelitian
5

Nama Dian Hardiana Irman Rosita Novi A A Aziiza dan MPA 1


Peneliti Firmansyah dan Andari dan T D Susanto
Syaepudin Susy Ella

Tahun 2019 2018 2018 2020 2020

Judul Pengembangan Model Smart Pengembangan The Smart Analisis


Penelitian Konsep Smart Village Berbasis Model Smart Village Model Kesiapan
Village bagi Desa- Teknologi Rural untuk for Rural Area Masyaraka
Desa di Indonesia Informasi Pembangunan (Case Study: t Desa X,
Kawasan Banyuwangi Kecamata
Perdesaan di Regency) n X dalam
Indonesia Mewujudk
an
Konsep
Smart
Village

Tujuan Untuk 1. Untuk Untuk Untuk


Penelitian mengembangkan Mengidentifikasi mengetahui mengusulkan menyelesa
konsep Smart potensi dalam pengembangan model Smart ikan tugas
Village bagi desa- membangun model Smart Village yang mata
desa dan bisa smart village Rural dalam diperiksa melalui kuliah
menjadi alternatif berbasis IT, pembangunan wawancara awal MPA dan
pengembangan desa 2. Mengetahui kawasan dalam sampel juga untuk
cerdas bagi desa- tingkat pedesaan di desa melihat
desa yang ada di perkembangan Indonesia. Banyuwangi, bagaimana
Indonesia sehingga daya saing ulasan literatur kesiapan
dalam praktiknya dengan adanya terkait Smart masyaraka
akan memunculkan smart village City, Smart t di Desa
gambaran berbasis IT, dan Village, dan X,
konseptual 3. Menyusun Smart Rural. Kecamata
mengenai arah kebijakan n X
perwujudan dan pembangunan Kabupaten
elemen berbasis IT Bogor
pengembangan dalam
smart village. mewujudk
an
terciptanya
program
desa
cerdas atau
konsep
Smart
Village.

Metode Metode dalam Pengumpulan Pengumpulan Metode yang Penelitian


Penelitian penelitiannya data data dengan digunakan ini
adalah model- menggunakan cara menggali melalui mengguna
building method observasi non data sekunder wawancara kan
yang dikemukakan partisipan, berupa pendahuluan, pendekata
oleh Shepherd & wawancara dokumen tinjauan literatur n
Roy, 2017 dan semistruktur, dan publik. dari studi kuantitatif
menggunakan studi pustaka. sebelumnya, dengan
konsep dari Jaccard buku-buku dan teknik
dan Jacobi, dengan analisis pengumpu
pendekatan peraturan lan data
kualitatif dengan pendukung. mix
teknik method,
pengumpulan data yaitu
studi kepustakaan. teknik
kuantitatif
melalui
metode
survei
dengan
menyebark
an
kuesioner
dan teknik
kualitatif
melalui
metode
wawancar
a
mendalam.

Hasil Hasil penelitian Website Hasil penelitian Penelitian ini


Penelitian menunjukkan Surade.co.id, ini menciptakan
bahwa terdapat 3 analisis tingkat menunjukkan model Smart
(tiga) elemen pokok perkembangan bahwa model Village yang
smart village, yakni daya saing Smart Rural mampu menjadi
smart government, dengan dapat panduan bagi
smart community berlakunya dikembangkan setiap desa untuk
dan smart smart village di Indonesia berkembang
environment. berbasis IT, dan melalui menuju masa
Ketiga elemen itu strukturisasi arah pendekatan depan yang lebih
menjadi dasar kebijakan ekosistem yang baik, yang
untuk mencapai penerapan e- terdiri dari lima dikategorikan ke
tujuan database dimensi dan dalam 6 dimensi
pengembangan pedesaan. tujuh tahapan termasuk (1)
smart village dengan proses Governance, (2)
berupa “smart perencanaan Technology, (3)
relationship” yakni dari bawah ke Resources, (4)
keterjalinan atas (bottom-up Village Services,
konstruktif yang planning (5) Living, dan
muncul dari relasi process) (6) Tourism.
ketiga elemen sebagai
smart village pendekatan
tersebut. Namun utama dan
dalam model tata
pengembangan kelola yang
konsep Smart kolaboratif
Village sendiri tetap sebagai
mengedepankan pelaksana
kepada lokalitas kuncinya.
nilai, tradisi dan
budaya yang ada di
desa, hal tersebut
harus tetap
dipertahankan dan
diakomodasi
dengan didasarkan
kepada
pemanfaatan
teknologi informasi
yang sejalan
dengan peningkatan
kualitas hidup
masyarakat desa.

Kelebihan Penelitian mudah Meningkatkan Di dalam hasil Hasil penelitian


untuk dipahami dan informasi penelitian yang berupa
dimengerti karena pedesaan, didapatkan model Smart
keterkaitan antara meningkatkan pihak-pihak Village yang
konsep Smart kualitas yang terlibat diciptakan
Village dan Smart pelayanan dalam memuat dimensi,
City dipadukan kecamatan, dan pelaksanaan aspek, dan juga
dalam hal meningkatkan Smart Rural indikator apa
penetapan konsep kredibilitas guna serta dilengkapi saja yang harus
Smart Village yang menuju smart dengan peran dipenuhi oleh
nantinya akan village. dari masing- Kabupaten
membentuk Smart masing pihak. Banyuwangi
Relationship. dalam
menerapkan
Smart Village.

Kekuranga Kekuranga Rendahnya Data yang Pemerintah


n n dari penelitian ini pengetahuan didapat hanya sebagai pembuat
adalah kurang ber manfaat IT, berdasarkan keputusan dapat
implikasinya dan lemahnya pada data menggunakan
adanya jaringan internet, sekunder, model dari hasil
inkonsistensi lambatnya sehingga ada penelitian ini
terhadap capaian penyebaran kemungkinan untuk
penerapan konsep informasi, bahwa data mengembangkan
smart village serta kapasitas SDM tidak cukup desa, namun
kurangnya indikator masih minim, dalam masih harus
penilaian jumlah SDM IT menggambarka dilakukan
keberhasilan terbatas, n kondisi yang analisa
diterapkannya lemahnya pola ada di mendalam
konsep tersebut. promosi usaha, lapangan. terhadap
kurangnya kebutuhan dan
partisipasi masalah dari
kegiatan masing-masing
masyarakat, dan desa.
kurangnya
promosi di media
informasi.

Sumber : Olahan Peneliti, 2020


References
Andari, R., & Susy, E. (2019). Pengembangan Model Smart Rural Untuk Pembangunan
Kawasan Pedasaan di Indonesia. Jurnal Borneo Administrator, 15 (1), 41-58.
Aziiza, A., & Susanto, T. (2020). The Smart Village Model for Rural Area (Case Study:
Banyuwangi). IOP Conf. Ser.: Mater. Sci. Eng. 722 012011, 1-10.
Firmansyah, I., & Syaepudin. (2018). Jurnal Desa : Model Smart Village Berbasis Teknologi
Informasi (Studi Kasus Surade, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat). Jurnal
Desa Volume 1 No. 1 Desember, 1-12.
Herdiana, D. (2019). Pengembangan Konsep Smart Village bagi Desa-Desa di Indonesia.
IPTEK-KOM, Vol. 21 No. 1, Juni 2019: 1 - 16 eISSN 2527 - 4902, 1-16.