Anda di halaman 1dari 4

RESENSI BUKU “SEBELUM AKU MENJADI ISTRIMU"

Judul Buku : Sebelum Aku Menjadi Istrimu

Penulis : Deasylawati Prasetyaningtyas

ISBN : 602-8277-71-6

Penerbit : Indiva Media Kreasi

Ketebalan : 224 halaman

Ukuran : 20 cm

Harga Buku : Rp 21.000.00

Tahun : 2013

Buku ini akan membantu menjawab pertanyaan itu. Sesuai judulnya, ‘Sebelum Aku Menjadi Istrimu’, buku
ini akan membantu para perempuan mempersiapkan diri menjadi seorang istri, bahkan menjadi seorang ibu.
Agar kaum perempuan yang belum menikah tidak hanya hobi ngomongin nikah, tapi justru
mempersiapkannya. Yup, karena menikah bukan hanya untuk dibicarakan, tapi untuk dipersiapkan.

Buku ini membantu perempuan mempersiapkan diri sebelum saat pernikahan tiba. Membuat pembacanya
kaya akan ilmu pranikah, dari mulai menyadarkan pentingnya menjadi wanita shalihah, menyiapkan diri
menjadi pribadi yang baik, menjelaskan tentang ilmu-ilmu yang harus diketahui seputar menikah—mulai dari
definisi sampai dengan tujuan pernikahan yang seharusnya dimiliki oleh pernikahan setiap muslim. Tidak
hanya itu, buku ini juga memberi ilmu tentang manajemen keuangan serta tips dan trik mengelolanya, cara
memahami psikologi pasangan, juga tentang kehidupan berkeluarga lainnya.

Menikah adalah salah satu bentuk ibadah kepada Allah swt jadi memang bukan untuk di tunda ya Gals tapi
dipersiapkan. Persiapan agar paham seperti apa pernikahan dan rumah tangga yang sesuai syariat islam,
termasuk persiapan menjadi istri.

Mendapatkan lelaki sholeh sebagai suami di dunia dan di akhirat adalah dambaan setiap muslimah di sisi
lain Allah swt menjanjikan bidadari di surga kelak untuk para suami sholeh. Seperti diuraikan Deasylawati
dalam bukunya yang berjudul Sebelum Aku Menjadi Istrimu di bab 2, dengan merujuk pada firman Allah swt
dalam surat Al-Waqi’ah; sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung, dan
Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya. (kami ciptakan mereka) untuk
golongan kanan (hal 16). Jadi bisa dibilang para muslimah harus bersaing dengan para bidadari surga untuk
mendapatkan suami sholehah. Tapi jangan keburu panik dan khawatir Gals, karena Islam sudah memiliki
tuntunan bagaimana menjadi wanita sholehah mengalahkan para bidadari di surga diantaranya menjalankan
perintah Allah swt seperti shalat, puasa, memelihara pandangan, kehormatan dan aurat. Bahasan lengkapnya
bisa di baca di halaman 25.

Setelah menyiapkan diri dan berusaha menjadi wanita sholehah, selanjutnya melakukan persiapan menjadi
istri. Apa saja persiapannya, dibahas lengkap di bab 3. Di awali dengan ilmu tentang menikah yang meliputi,
pengertian menikah, fungsi pernikahan dalam Islam, syarat, hukum dan mahar pernikahan. Sub bab berikutnya
mengenai peran istri sebagai manajemen keuangan. Kunci utama dalam manajemen keuangan bukanlah
terletak pada skill atau ketepatan prediksi pengeluaran, akan tetapi yang dibutuhkan adalah kedewasaan
dalam menerima nafkah dari suami, baik nafkah besar ataupun kecil. Dewasa dalam menerima nafkah yang
sedikit adalah kesabaran dalam menahan keinginan dan impian (hal 57). Salah satu cara berhemat dalam
belanja adalah membagi uang ke dalam beberapa pos pengeluaran selain pengeluaran utama, seperti
menyisihkan untuk tabungan, asuransi dan investasi.

Hal penting lain adalah tahu dan paham perbedaan psikologi lelaki dan perempuan untuk meminimalisasi
miskomunikasi yang bisa berujung pada pertengkaran. Mengutip istilah John Gray Men are from mars Women
are from venus. Berbeda untuk saling melengkapi dan menyatu. Bagaimana memahami ‘bahasa du,a planet
yang berbeda ini dibahas lengkap di halaman 69.

Menjadi istri bersiap juga menjadi ibu, bukan begitu Gals? Dari mulai hamil, melahirkan, menyusui sampai
mendidik anak dan penulis membahas lengkap di halaman 78 sampai 153. Yap, cukup panjang dan komplit.
Soal pendidikan anak pun cukup lengkap dengan adanya tips-tips seputar pendidikan anak di halaman 121.
Seorang istri juga harus paham ilmu gizi dan dibuku ini bahas lengkap termasuk definisi dari setiap jenis bahan
makanan.

Persiapan untuk menghadapi pernikahan itu sendiri di bahas di bab 4 meliputi persiapan mental dan
jasmani. Sedangkan bab 5 berisi saran atau anjuran latihan menjadi istri seperti memasak, di sini penulis
melengkapinya dengan beberapa resep memasak sederhana. Latihan mengasuh anak dan menjahit sederhana
atau untuk keadaan darurat seperti memasang kancing. Bab 6 sekaligus penutup berisi penjelasan mengenai
pentingnya meluruskan niat menikah.

Pentingnya pengetahuan mengenai kehamilan, menyusui, pendidikan anak dan ilmu gizi memang dibahas
cukup lengkap bahkan detail termasuk pada hal teknis seperti tips agar cepat hamil, tanda kehamilan, tanda
dan agar cepat bersalin dan tahap persalinan. Sayangnya melewatkan hal umum yang justru dibutuhkan
seorang calon istri. Seperti persiapan dan penjelasan (adab) hubungan suami istri untuk pertama dan
selanjutnya sesuai syariat islam tidak dibahas. Mengapa penting, karena di dalam buku ini dibahas tips hamil
termasuk posisi hubungan intim.

Begitupun mengenai ritual menyambut kelahiran secara Islami seperti pemberian nama yang baik, aqiqah
dan cukur rambut, menjadi penting diuraikan sebagai langkah awal pendidikan anak secara islami seperti di
singgung di halaman 118.
Mengenai menyusui point yang terlewat adalah penjelasan pentingnya ASI dan ASI eksklusif yang tidak di
singgung sementara hal teknis seperti pola menyusui, posisi menyusui dan menyendawakan di bahas cukup
lengkap.

Pada bab ilmu gizi, penulis melewatkan satu hal yaitu mengenai kehalalan makanan. Menurut saya hal ini
lebih penting ditulis dibanding definisi detail dari setiap bahan makanan.

Mengenai ilmu pendidikan anak (hal 117) yang dibahas cukup panjang, bahasan terasa meloncat, karena
milistone bayi dan balita tidak dijelaskan.

Hal lain yang terlewat dan sangat penting menurut saya adalah bagaimana mendapatkan pasangan. Seperti
kita tahu, saat ini banyak muslimah bekerja dengan usia cukup belum menikah bukan karena tidak siap tapi
belum ada calonnya. Bagaimana pun kesibukan dan lingkup dunia kerja membatasi pergaulan mereka dengan
lelaki single. Lalu bagaimana mencari calon suami sesuai syariat islam alias tanpa pacaran dan tanpa
meleburkan diri dalam pergaulan yang tidak mengenal batas muhrim atau tidak? Mungkin menulis bisa
merekomendasikan biro jodoh yang syar’i, pilihan meminta dijodohkan dan memberi penjelasan bahwa pilihan
itu bukan hal memalukan. Karena jodoh umumnya tidak datang dengan tiba-tiba alias melalui proses.

Menuliskan point persiapan menikah dan menjadi istri secara lengkap tidak akan membuat jumlah halaman
buku membengkak jika setiap poit dibahas secara proporsional sesuai tema, mengurangi kutipan atau rujukan
hasil penelitian yang tidak terlalu urgent, mengurangi pembahasan yang sifatnya terlalu teknis dan terlalu
teoritis. Untuk membuat buku ini tetap lengkap walaupun singkat, penulis bisa memberikan rujukan mengenai
pentingnya setiap muslimah membaca buku atau majalah bertema parenting atau menghadiri workshop dan
seminar persiapan menikah.

Bahasa dalam buku ini mudah di cerna dan mengalir hanya penggunaan gaya bahasa teen di beberapa
bagian yang menurut saya kurang cocok, mengingat segment membaca buku ini adalah usia menikah yang
umumnya di atas 21 tahun.

Masih ditemui beberapa kalimat tidak efektif dan kalimat yang menurut saya tidak penting di tulis seperti
kalimat dalam kurung di halaman 41; Biasanya, satu hingga tiga bulan sebelum hari H, mereka baru mulai
mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan pernikahan dan kerumahtanggan (jujur nih, kayak saya
sendiri, heheh- tapi jangan ditiru).

Secara keseluruhan buku ini merupakan pengantar yang baik untuk dibaca muslimah yang tengah
mempersiapkan diri menikah

Buku ini sangat di rekomendasikan bagi yang ingin sukses menjadi istri tak hanya cantik luar secara fisik, tapi
dari jiwa yang paling dalam. Tak sekedar, menjadi bidadari dunia bagi suaminya, tapi menjadi ratu bidadari di
surga kelak. Buku ini sangat hati-hati di sajikan untuk wanita shalehah, cetakannya rapi, buku di lingkari seakan
menjadi simbol sebuah percakapan, dan cover yang ceria. Menandakan buku ini layak di perbincangkan.

BIODATA PENULIS

Deasylawati Prasetyaningtyas lahir di Magelang 2 Desember 1984. Putri ke-2 pasangan Tiono Hadi Suprapto
dan Endang Sriyatun ini mulai aktif menulis sejak bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Dolo Raya pada
bulan Agustus 2005. Awal ia mengirimkan naskah ceritanya adalah lomba novellet yang diadakan oleh majalah
muslimah tahun 2004. Dari lomba tersebut, istri dari Eka Adi Nugraha S.Pd.I ini berhasil meraih penghargaan
pertama dengan judul ALASAN UNTUK KEMBALI (Juli,2005). Beberapa karya ibu empat anak ini pernah di muat
di koran SOLOPOS dan Majalah Gizone.

Untuk beberapa uraian karyanya bisa dilihat dalam blog www.deasylawati-p.blogspot.com, sementara untuk
berkenalan langsung bisa add akun facebooknya dengan akun Deasylawati Prasetya atau follow akun
twitternya deasylawati people. @deasylawati
Pembuat Resensi: Suci Lestari

Kelas: XI IPA 5