Anda di halaman 1dari 5

Dharmakarya: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol. 1, No.

1, Mei 2012: 1 - 5
ISSN 1410 - 5675

TERRARIUM SEBAGAI SOLUSI CARA BERCOCOK TANAM HEMAT AIR,


LAHAN, SERTA PENGURANGAN POLUTAN PABRIK DI DESA NASOL DAN
SINDANGSARI KECAMATAN CIKONENG KABUPATEN CIAMIS

Charina, A., Kusumo, R.A.B., dan Deliana, Y.


1
Staf Pengajar Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Fakultas Pertanian UNPAD
Surel : charina_78@yahoo.com

ABSTRAK
Kegiatan ini didasarkan pada masalah memburuknya udara karena asap pabrik industri rumah tangga di
wilayah tempat pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan PKM yang dilaksanakan terintegratif
dengan mahasiswa peserta KKN di Desa Sindang sari dan Nasol Kecamatan Cikoneng, Kabupaten
Ciamis, bertujuan untuk memperkenalkan teknik bertanam terrarium sebagai solusi yang paling sederhana
untuk meminimalisasi masalah polutan asap pabrik. Lewat kegiatan ini pula diharapkan dapat menjadi
alternatif bagi ibu rumah tangga untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Metode yang dilakukan
dalam kegiatan PKM KKNM ini adalah melalui ceramah dan praktik. Metode Ceramah bertujuan
untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik bertanam terrarium. Kemudian lewat
kegiatan praktik, diharapkan adanya peningkatan keterampilan peserta dalam membuat terrarium itu
sendiri. Kegiatan PKM KKNM telah memberikan manfaat bagi fihak terkait. Setelah mengikuti
kegiatan tersebut terjadi perubahan yang cukup signifikan dari sisi kognitif pada para peserta
yaitu ibu-ibu PKK Desa Sindang Sari dan Nasol, yaitu bertambahnya tingkat pengetahuan
ibu-ibu PKK tentang pemanfaatan terrarium sebagai solusi sederhana untuk mengatasi polusi
pabrik. Untuk aspek psikomotorik pun ibu-ibu PKK mendapatkan keterampilan tambahan
membuat dan merangkai terrarium, serta mampu membuat perencanaan bisnis terrarium secara
sederhana. Melalui Kegiatan PKM ini, telah menjadi salah satu solusi praktis dalam mengatasi
masalah lingkungan yaitu Polusi asap pabrik lahan sempit dan air ternyata dapat diatasi melalui
bertanam terrarium

Kata kunci: Lingkungan, polusi, terrarium

PLANTING TERRARIUM AS A SOLUTION TO SAVE WATER, SAVE LAND AND


REDUCE POLLUTANTS, IN NASOL VILLAGE AND SINDANGSARI DISTRICT OF
CIKONENG SUB-PROVINCE CIAMIS

ABSTRACT
PKM activities entitled “Planting Terrarium as a Solution to Save Water, Save Land and Reduce
Pollutants, in Nasol Village and Sindangsari District Of Cikoneng Sub-Province Ciamis “ are based on
the worsening problem of air pollution from the smoke of domestic industrial factories in the area where
PKM takes place. PKM activity aims to introduce techniques of planting terrarium as the simplest
solution to minimize the problem of factory smoke pollutants. This activity is also expected to be an
alternative way for housewives to earn extra income. The methods used for this PKM KKNM activity
are by giving lecture and by giving practices. Both methods are implemented by the participation of
practical learning service studens in Sindang Sari and Nasol Villages. By giving lecture, the activity
aims to increase public knowledge about techniques of planting terrarium. Then by giving practices, the
activity is expected to increase the skills of participants in producing the terrarium itself. PKM KKNM
activity has provided benefits to all parties.The benefits gained by PKK ladies from Sindang Sari and
Nasol Villages are significant changes in the cognitive side with the increase of knowledge about the use
of terrarium as a simple solution to overcome the air pollution from factory. For psychomotor aspects,
PKK ladies gain benefit in a skill to produce terrarium and set it, and also are capable of making a simple
business plan of terrarium. The PKM activity has become one of the practical solutions in managing
environmental problems. The problems of factory smoke pollution, a limited narrow land for planting,
and water saving, all can be solved by planting terrarium.

Key words: environment, pollution, terrarium


Charina, A., Kusumo, R.A.B., dan Deliana, Y. 2

PENDAHULUAN Terrarium memenuhi prinsip 3 R,


yaitu Reduce, Reuse, Recycle. Dengan ber-
Kecamatan Cikoneng, merupakan salah tanam terrarium kita berarti menghemat
satu kecamatan yang memiliki jumlah UKM air, hemat lahan, serta mengurangi polusi
makanan ringan terbanyak di Kabupaten udara (Reduce), kita juga memanfaatkan
Ciamis. Pabrik-pabrik makanan ringan kembali wadah-wadah yang sudah tidak
seperti makaroni, kerupuk pedas, keripik terpakai seperti toples bekas (Reuse),serta
pisang, akan dengan mudah kita temui di memanfaatkan kotoran hewan sebagai kom-
beberapa desa di Cikoneng. Tercatat sekitar posnya (Recycle).
72 UKM makanan ringan yang berdomisili Untuk konsep Reduce, terrarium
di wilayah ini. (Dinas KUKM Kab.Ciamis, merupakan solusi yang paling mudah.
2010). Di satu sisi hal tersebut merupakan hal Keterbatasan lahan yang dimiliki sekarang
positip yang patut disyukuri, karena dengan bukanlah halangan untuk memelihara dan
menjamurnya berbagai pabrik makanan mendapatkan kesenangan dari tanaman hias
ringan, kesempatan kerja bagi penduduk di karena tanpa lahan besar, hanya dengan
Desa Nasol dan Sindangsari, Kec.Cikoneng wadah kecilpun kita bisa memiliki tanaman
akan lebih terbuka. Di sisi lain banyaknya hias yang menarik. Terrarium pun terbukti
pabrik makanan ringan yang beroperasi, menjadi teknik bertanam hemat air karena
jumlah gas polutan pun akan meningkat medianya mampu menyimpan cadangan
drastis sampai pada tahapan cukup tinggi. air dan menjaga kelembaban akar sehingga
Tingkat polutan yang tinggi akan kebutuhan akan air bagi warga di Desa Nasol
mengakibatkan polusi dan radiasi yang dan Sindangsari, Kec.Cikoneng bisa lebih
berakibat kurang baik bagi tubuh kita. Hal dikontrol. Dengan demikian, konsep Reuse
ini tentunya akan sangat berbahaya jika sangat kental sekali terlihat dalam terrarium.
dibiarkan berlanjut tanpa adanya antisipasi Wadah-wadah bekas berbahan kaca sebagai
dari masyarakat. Salah satu antisipasi limbah rumah tangga yang sudah tidak
sederhana yang dapat dengan mudah kita terpakai dapat dimanfaatkan kembali sebagai
lakukan di rumah (terutama oleh ibu-ibu wadah untuk terrarium. Berarti dengan ber-
rumah tangga) dengan bertanam terrarium. tanam terrarium kita sudah menghemat
Terrarium adalah teknik bertanam dalam biaya tanam dan ikut mengurangi problem
wadah transparan (misal toples bekas ber- limbah rumah tangga di Desa Nasol dan
bentuk bola, aquarium bekas, botol besar, dan Sindangsari, Kec.Cikoneng. Untuk pupuk-
lain-lain) yang di dalamnya ditanami tanaman nya terrarium hanya membutuhkan kompos.
kecil dengan menggunakan media tertentu, Kompos tersebut dihasilkan melalui peman-
serta dihias sehingga membentuk miniatur faatan kotoran hewan (Recycle). Di daerah
taman yang menarik (Darwis, 2009). Salah Cikoneng, limbah kotoran hewan banyak
satu tanaman yang biasa ditanam dengan ditemui karena mayoritas warga memiliki
teknik terrarium adalah jenis Senssivera. ternak.
Tanaman ini dikenal manfaatnya mampu Berdasarkan penjelasan tersebut,
menyerap panas serta gas-gas polutan. terlihat jelas bahwa bertanam terrarium
Bertanam terrarium ini menjadi solusi cocok untuk diterapkan oleh masyarakat,
yang murah dan mudah untuk mengantisipasi terutama ibu-ibu rumah tangga di daerah
radiasi secara sederhana. Terrarium pun Cikoneng. Dengan perawatannya yang
merupakan salah satu wacana program seder- mudah dan murah serta manfatnya yang
hana yang sedang gencar didengungkan oleh tinggi, maka tidak menutup kemungkinan
pemerintah untuk meminimalisasi polusi juga untuk kemudian hari dijadikan ladang
udara yang sudah sangat parah terjadi di tambahan bagi ibu-ibu, yang memang tertarik
negara kita. Sebagai bahan perbandingan, menjadikan terrarium sebagai lahan bisnis
Indonesia termasuk ke dalam jajaran 10 rumah tangga. Prospek bisnis terrarium
besar negara di dunia dengan tingkat polutan dewasa ini sedang naik. Nurseri, toko bunga,
tertinggi (Darwis, 2009). hotel, gift shop dapat menjadi pangsa pasar
Terrarium Sebagai Solusi Cara Bercocok Tanam Hemat Air, Lahan 3

terrarium (Gaspert, 2007). METODE


Tujuan dari kegiatan pengabdian
kepada masyarakat ini adalah untuk: Metode yang digunakan dalam kegiatan
1. menambah kesadaran masyarakat, ini adalah pelatihan bertanam terrarium (melalui
terutama ibu rumah tangga (kelompok kegiatan ceramah dan praktik). Pendampingan
PKK), akan manfaat bertanam terra- dan fasilitas juga diperlukan dalam rangka
rium khususnya bagi lingkungan, mengontrol proses-proses selanjutnya sehingga
2. meningkatkan pengetahuan dan kete- keberadaan dan keberlanjutan kegiatan
rampilan masyarakat (khususnya “Terrarium sebagai Solusi Cara Bercocok
kelompok PKK) dalam berkreasi Tanam Hemat Air, Lahan, serta Pengurangan
membuat terrarium, Polutan Pabrik di Desa Nasol dan Sindangsari
3. meningkatkan pengetahuan dan kete- Kecamatan Cikoneng Kabupaten Ciamis”
rampilan masyarakat (khususnya terus berlanjut dan dikembangkan”.
kelompok PKK) dalam merancang
bisnis terrarium sederhana. KARYA UTAMA

SUMBER INSPIRASI Karya utama dari kegiatan PKM ini


adalah:
Masalah yang dihadapi di Desa 1. Pengetahuan Teknis
Nasol dan Sindangsari, Kec.Cikoneng di Hasil yang dicapai adalah terjadinya
antaranya adalah kondisi udara yang mulai peningkatan pengetahuan teknis
dikhawatirkan terkena polutan asap dari pembuatan terrarium. Ibu-ibu PKK di
pabrik industri peralatan dapur (contoh kedua desa tersebut sebelumnya tidak
wajan, panci, dan lain lain) serta industri mengetahui tentang apa itu terrarium,
makanan ringan, yang jumlahnya kian mulai dari bentuk, informasi pembuatan,
menjamur. serta kegunaannya. Teknis pembuatan
Alih fungsi lahan pun mulai terjadi sederhana diberikan kepada mereka
di kecamatan ini. Semula lahan pertanian, dalam bentuk modul dan gambar proses
kini banyak beralih fungsi menjadi pabrik pembuatan terrarium yang disajikan
makanan ataupun pemukiman. Hal ini secara informatif dan sederhana. Penge-
tentunya menjadi permasalahan yang tahuan teknis yang diberikan antara lain:
perlu dicarikan pemecahannya karena jika a. pengetahuan mengenai pemilihan jenis
dibiarkan berlarut-larut dikhawatirkan akan tanaman hias yang dapat digunakan
berimbas negatif bagi masyarakat, terutama untuk terrarium yang tersedia di lokasi
masalah kesehatan mereka. kajian
Usaha yang paling sederhana yang b. pengetahuan mengenai proses pem-
memungkinkan dilakukan ibu-ibu rumah buatan terrarium
tangga untuk mengatasi masalah di atas Proses-proses tersebut diikuti oleh peserta
adalah melalui bertanam terrarium. Terrarium dengan pemaparan praktisi dilanjutkan
selain bermanfaat dalam mengurangi dengan praktik pembuatan terrarium.
polutan pabrik, penanamannya juga tidak Hasil yang didapatkan bahwa ibu
memakan lahan yang besar, perawatannya PKK memahami teknis pembuatan
pun mudah dan hemat air. Terrarium sudah bunga kering dari limbah pisang dari
mulai banyak diminati. Permintaan akan awal sampai akhir atau dengan kata
terrarium khususnya di Jawa Barat sudah lain mulai dari pemilihan bahan sampai
tinggi (Dinas KUKM Jabar, 2011) Dengan dengan pengemasan produk terrarium
keterampilan bertanam terrarium ini diharap-
kan, selain membantu memecahkan masalah 2. KeterampilanTeknis PembuatanTerra rium
lingkungan, juga bisa membantu ibu-ibu di Peserta pelatihan partisipatif mengikuti
Desa Nasol dan Sindangsari, Kec.Cikoneng kegiatan pelatihan dari awal sampai akhir
untuk mendapatkan penghasilan tambahan. dan terlibat dalam praktik pembuatan
Charina, A., Kusumo, R.A.B., dan Deliana, Y. 4

terrarium. Secara umum seluruh peserta Selain itu, dirasakan perlu pelatihan
dapat mempraktikkan hasil pelatihan ini. lanjutan untuk mengembangkan usaha
Peserta dituntut ketekunan dan pelatihan dengan pembuatan business plan dan
terus menerus sehingga didapat hasil analisis usaha pembuatan terrarium
yang memuaskan.
3. Keterampilan Manajemen Kewira usahaan SIMPULAN
4. Analisis Sumber dan Ketersediaan Bahan
Bahan baku yang tersedia di lokasi Kegiatan PKM KKMN integratif ini telah
kegiatan ini dilaksanakan cukup memberikan manfaat bagi para peserta
melimpah, Jenis-jenis tanaman hias anti yaitu ibu-ibu PKK Desa Sindang Sari dan
polutan yang ada di kedua desa, baik Nasol, Manfaat yang dirasakan adalah
Desa Sindang sari maupun Nasol, banyak terjadi perubahan yang cukup signifikan
ditemukan. Demikian pula dengan sumber dari sisi kognitif, yaitu bertambahnya
daya manusia yang ada. Peserta pada tingkat pengetahuan ibu-ibu PKK tentang
umumnya mempunyai etos kerja yang pemanfaatan terrarium sebagai solusi
tinggi. sederhana untuk mengatasi polusi pabrik.
ULASAN KARYA Untuk aspek psikomotorik pun ibu-ibu
PKK mendapatkan manfaat yaitu dengan
bertambahnya keterampilan membuat dan
merangkai terrarium, serta mampu membuat
perencanaan bisnis terrarium secara
sederhana. Kegiatan PKM ini menjadi salah
satu solusi praktis dalam mengatasi masalah
lingkungan. Polusi asap pabrik, lahan sempit,
dan terbatasnya air ternyata dapat diatasi
melalui bertanam terrarium.

Gambar 1. Kegiatan PKM Terarium di Desa DAMPAK DAN MANFAAT KEGIATAN


Sindangsari dan Nasol
Secara umum manfaat yang diperoleh
Yang menjadi faktor pendorong dalam
dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat
kegiatan ini adalah :
ini antara lain:
1. keingintahuan dari para peserta yang
1. Meningkatnya pengetahuan dan kete-
cukup tinggi terhadap materi penyuluhan
rampilan masyarakat dalam berkreasi
yang diberikan, terutama cara membuat
membuat terrarium. Kemudian pada
terrarium.
akhirnya diharapkan akan memunculkan
2. antusiasme dan partisipasi aktif dari para
jiwa wirausaha terutama pada ibu-ibu
peserta dalam mengikuti kegiatan.
untuk mencoba berbisnis terrarium
3. sarana dan prasarana pertemuan yang
secara sederhana di rumah.
menunjang
2. Teratasinya masalah lingkungan hidup
seperti penumpukan limbah rumah
Sedangkan yang menjadi faktor
tangga, peminimalisasi masalah polutan
panghambat dalam kegiatan ini adalah:
pabrik serta penghemat air.
1. beberapa peserta kurang berpartisipasi
aktif dalam kegiatan
Dampak dari kegiatan PKM ini secara
2. ketersediaan waktu dan dana yang tidak
rinci dapat dibandingkan dengan indikator
menunjang
keberhasilan kegiatan, yang dapat dilihat
dalam Tabel 1 berikut.
Terrarium Sebagai Solusi Cara Bercocok Tanam Hemat Air, Lahan 5

Tabel 1. Dampak dan Manfaat Kegiatan

Catatan Perkembangan
Program Indikator Keberhasilan Status Akhir Hasil Pantauan
Kegiatan
Pelatihan 1 : Teknis a. Tingkat partisipasi Sebelumnya para peserta a. Mengikuti dan berperan
Pembuatan Terrarium masyarakat dalam pelatihan diberikan penjelasan singkat serta aktif dalam kegiatan
b. Masyarakat dapat dan diajak untuk berperan baik tanya jawab maupun
melakukan praktik serta secara aktif praktik
pembuatan terrarium b. Terjadinya peningkatan
c. Masyarakat menguasai partisipasi masyarakat (ibu-
kaidah dan proses ibu PKK) dalam Kegiatan di
pembuatan terrarium Kelas maupun di Lapangan
d. Dihasilkan alternatif kurang lebih sebesar 95%
pemecahan masalah dan c. Pengetahuan kognitif
tingkat adopsi teknologi peserta tentang cara
membuat terrarium
bertambah sekitar 95%.
Peserta semula tidak
mengetahui cara-cara
membuat terrarium, setelah
mengikuti sesi pelatihan ini
peserta dapat mengetahui
cara-cara membuat
terrarium.
d. Terjadi peningkatan
keterampilan pada peserta
sebesar kurang lebih 90%
dalam membuat terrarium.
Peserta mendapatkan
tambahan keterampilan/
psikomotorik, bagaimana
caranya membuat terrarium
Pelatihan 2 : a. Partisipasi masyarakat Sebelumnya para peserta a. Partisipasi masyarakat
Teknis Perencanaan dalam pelatihan diberikan penjelasan singkat dalam pelatihan sangat
Bisnis Terrarium b. Masyarakat menguasai dan diajak untuk berperan baik, sekitar 95% peserta
sederhana teknis perencanaan bisnis serta secara aktif yang diundang hadir dalam
terrarium skala kecil kegiatan ini
c. Dihasilkan alternatif b. terjadi peningkatan
pemecahan masalah kemampuan kognitif sebesar
kelembagaan 80%, peserta menguasai
teknis perencanaan bisnis
terrarium secara sederhana

DAFTAR PUSTAKA Gaspert, Vincent. 2007. Perencanaan Bisnis.


PT. Gramedia Utama. Jakarta
Darwis Rudiman, 2009. Bertanam Terrarium.
PT.Angkasa Utama. Surabaya

Dinas KUKM KUKM Kabupaten Ciamis,


2010