Anda di halaman 1dari 5

TUGAS PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN

SATUAN ACARA PENYULUHAN SENAM LANSIA

Oleh :

Nama : NURMA SRI UTAMI


NIM : 1911020172
Kelas :2C

Dosen Mata Kuliah :


Ns. Rakhmat Susilo, S.Kep., M.Kep.

PROGAM STUDI KEPERAWATAN S1 FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMADIYAH PURWOKERTO
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN SENAM LANSIA

Pokok Bahasan : Keperawatan Gerontik


Sub Pokok Bahasan : Senam Lansia dan Olah raga

Waktu : 45 menit

Sasaran : Lansia Rt 01 Rw 04, Desa Sokaraja Kulon

Penyeluluh : Nurma Sri Utami & Tim

A. LATAR BELAKANG
Keberhasilan Pemerintah dalam Pembangunan Nasional, telah mewujudkan hasil
yang positif di berbagai bidang, khususnya di bidang medis atau ilmu kedokteran
sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan penduduk serta meningkatkan umur
harapan hidup manusia, akibatnya jumlah penduduk lansia meningkat. Saat ini, diseluruh
dunia jumlah lansia diperkirakan ada 500 juta dengan usia rata-rata 60 tahun dan
diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar. Secara Demografi, menurut
sensus penduduk tahun 1980 di Indonesia terdapat 5,3 juta orang (4,3%) yang berusia 60
tahun keatas. Pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 11,09%, meningkatnya umur
harapan hidup dipengaruhi oleh majunya pelayanan kesehatan, menurunnya angka
kematian bayi dan anak, perbaikan gizi dan sanitasi, serta meningkatnya pengawasan
terhadap penyakit infeksi (Bandiyah, 2009).
Adanya keterbatasan pergerakan dan berkurangnya pemakaian sendi dapat
memperparah kondisi tersebut (Ulliya, dkk, 2009). Penurunan kemampuan
muskuloskeletal dapat menurunkan aktivitas fisik (physical activity), sehingga akan
mempengaruhi lansia dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari untuk hidup yang
tidak bergantung dengan orang lain besar kemungkinan harus memprioritaskan kekuatan
otot (Broman dkk., 2006).
Pada lansia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan jaringan untuk
memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya secara
perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki
kerusakan yang terjadi. Keadaan ini menyebabkan munculnya penyakit degeneratif yang
merupakan penumpukan distorsi metabolik dan struktural (Darmojo dan Martono, 2009).
Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan
jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi
normalnya sehingga tidak tahan terhadap jejas, termasuk infeksi. Pada orang lanjut usia,
terdapat kemunduran organ tubuh seperti otot, tulang, jantung, dan pembuluh darah, serta
sistem saraf yang mengakibatkan orang tua mengalami penurunan keseimbangan. Senam
lansia dan senam otak merupakan alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi
permasalahan-permasalahan tersebut karena Senam lansia akan menambah penguatan
otot, daya tahan tubuh, kelenturan tulang dan sendi, sehingga sistem muskuloskeletal
yang menurun dapat diperbaiki. Selain itu senam lansia bermanfaat untuk memelihara
kebugaran jantung dan paru (Herawati dan Wahyuni, 2004)

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit diharapakan para lansia di
mampu memahami pentingnya olahraga bagi lansia.

C. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 1x30 menit  diharapkan lansia mampu :

1. Mengerti tentang pengertian senam lansia dengan benar


2. Mengerti tentang jenis-jenis senam bagi lansi dengan benar
3. Mengerti tentang manfaat senam bagi lansia dengan benar
4. Mengerti tentang prinsip senam bagi lansia dengan benar
5. Mengerti tentang langkah-langkah senam bagi lansia dengan benar
6. Mengerti tentang langkah-langkah senam bagi lansia dengan benar

D. POKOK MATERI :
1. Pengertian senam lansia Jenis-jenis senam lansia
2. Manfaat senam lansia
3. Prinsip senam lansia
4. Langkah-langkah senam lansia

E. SASARAN DAN TARGET


Penduduk lansia Rt 01 RW 04, Sokaraja Kulon dapat memahami dan mengetahui
tentang pentingnya senam lansia dan mengaplikasikannya seoptimal mungkin sesuai
kemampuannya.

F. STRATEGI PELAKSANAAN
Hari/Tanggal : Senin, 20 Aril 2020
Jam : 09.00 WIB
Tempat : Gedung Serba Guna Balai Desa Sokaraja Kulon
G. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

No. Tahap Waktu Kegiatan Media


1. Pembukaan 5 menit  Salam perkenalan
 Menjelaskan
kontrak dan tujuan
pertemuan
2. Pelaksanaan 15 menit Menjelaskan tentang : Power point/
Leaflet
Pengertian senam lansia
Jenis – jenis senam lansia
Manfaat senam bagi lansia
Prinsip – prinsip senam
lansia
Langkah – langkah senam
lansia
3. Penutup 10 menit Menutup pembelajaran dengan
salam
H. PENGORGANISASIAN DAN URAIAN TUGAS
1. Peran Petugas dan Terapis
a.) Leader dan Co-Leader bertugas menganalisa dan mengobservasi pola- pola komunikasi dalam
kelompok, membantu anggota kelompok untuk menyadari dinamisasi kelompok, menjadi
motivator, membantu kelompok untuk menetapkan tujuan dan membuat peraturan. Pemimpin
selanjutnya, memotivasi kesatuan kelompok dan membantu kelompok untuk berkembang dan
bergerak secara dinamis.
b.) Fasilitator bertugas memberikan stimulus kepada anggota kelompok lain agar dapat
mengikuti jalannya kegiatan dalam kelompok.

c.) Observer bertugas mencatat serta mengamati respon klien, jalannya aktivitas therapi, peserta
yang aktif dan pasif dalam kelompok serta yang drop out (tidak dapat mengikuti kegiatan sampai
selesai).

2. Klien yang masih aktif dan pasif dalam melakukan personal hygiene

3. Setting tempat dan waktu

Keterangan : : Observer : Pasien : Leader : Co Leader : Fasilitator

I. METODE
Metode yang digunakan adalah :

a) Ceramah
b) Diskusi / tanya jawab
c) Demonstrasi
d) Redemonstrasi
J. MEDIA & ALAT
a) Leaflet
b) Power point
c) Video tutorial
d) Laptop
e) Lcd
G. MATERI (Terlampir)

1. Pengertian senam lansia


2. Jenis – jenis senam lansia
3. Manfaat senam lansia
4. Prinsip senam lansia
5. Langkah – langkah senam lansia

K. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
 Peserta penyuluhan kesehatan adalah 25 orang .
 Kesiapan materi penyaji.
 Tempat yang digunakan nyaman dan mendukung.
2. Evaluasi Proses
 Audience hadir sesuai dengan waktu yang ditentukan.
 Audience antusias untuk bertanya tentang hal-hal yang tidak diketahuinya
 Audience mengikuti arahan dari penyeluluh
1. Mahasiswa
 Dapat memfasilitasi jalannya penyuluhan.
 Dapat menjalankan peran sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
2. Evaluasi Hasil
 Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
 Adanya tambahan pengetahuan tentang senam lansia yang diterima oleh audience
dengan melakukan evaluasi melalui tes lisan di akhir ceramah.

DAFTAR PUSTAKA

Bandiyah, S., (2009), Lanjut Usia dan Keperawatan Gerontik , NuhaMedika,Yogyakarta, 2-4

Budiharjo, S., Prakosa, D., Soebijanto,(2004), Pengaruh Senam Bugar Lansia terhadap
Kekuatan Otot Wanita Lanjut Usia Tidak Terlatih di Yogyakarta, Sains Kesehatan, 17 (1), 111-
121

Darmojo, B. dan Martono, H., 2009, Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut), Balai Penerbit
Fakultas Kedokteran Universtitas Indonesia, Jakarta, 4-8, 25- 26,93-94, 106-108

Herawati, I. dan Wahyuni, (2004). Perbedaan Pengaruh Senam Otak dan Senam Lansia
Terhadap Keseimbangan pada Orang Lanjut Usia, Infokes, 8 (1),Maret, September 2004

Nugroho,(2000). Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC 13-14, 19, 21-26