Anda di halaman 1dari 4

Nama : Salma Ticka Yumna

NIM : P17325118409
Resum Etika Profesi dan Hukum Kesehatan

Hubungan Terapis Gigi dan Mulut dengan Pasien,


Sejawat, Profesi Lain, dan Masyarakat

A. Hubungan

Merupakan kesinambungan interaksi antara dua orang atau lebih yang memudahkan
proses pengenalan satu akan yang lain. Hubungan bisa terbagi menjadi 2 yaitu positif &
negatif, apabila kedua pihak yang berinteraksi merasa saling diuntungkan satu sama lain,
sedangkan hubungan yang negative terjadi apabila suatu pihak merasa sangat
diuntungkan dan pihak yang alin merasa dirugikan.

1. Hubungan dengan pasien (klien)

Hubungan ini merupakan interpersonal titik tolak saling member pengertian untuk
pencapaian tujaun, dimana pada dasarnya adanya saling membutuhkan dimana terjadi
komunikasi pribadi antara TGM denagn pasien( klien) dimana TGM membantu &
klien menerima bantuan. Segala tindakan yang akan dilakukan terapis gigi dan mulut
terhadap pasiennya harus mendapat persetujuan dari pasien, setelah pasien mendapat
penjelasan yang cukup memadai tentang segala seluk-beluk penyakit dan upaya
tindakan mediknya.

2. Pandangan-pandangan tentang hubungan


 Pandangan paternalism ( keputusan-keputusan tenaga kesehatan)
 Pandangan individualisme ( hak mutlak pasien)
 Pandangan resiprokal dan collegial ( pasien dan tenaga kesehatan memiliki
kepentingan bersama)
3. Hubungan dilihat dari sisi hukum
Perajanjian dimana terapis gigi dan mulut berusaha semaksimal mungkin untuk
menyembuhkan pasien pasien dari penderitaan sakitnya/transaksi terapeutik yang
bersifat timbal balik, yang mengandung arti bahwa perjanjianlah yang melahirkan
hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak.

A. Hak
 Mendapatkan imbalan berupa gaji, honor,dll yang layak sesuai dengan
pelayanan
 Mendapatkan perlindungan hukum atas profesinya
 Mendapatkan kepercayaan dari pasien
 Menolak pelayanan yang tidak sesuai dengan kasus yang diderita
B. Kewajiban
 Melaksanakan tugas sesuai dengan sumpah ajbatan
 Memberikan pelayanan yang baik ( teliti), komunikatif,ramah, tidak
diskriminatif) terhadap pasien
 Melindungi pasien dari kejadian yang tidak diharapkan pada pasien tindakan
 Menolak permintaan pelayanan yang bertentangan dengan ajaran agama,
aturan pemerintah, norma di masyarkat dll.
 Membayar biaya konsultasi,pengobatan,perawatan dengan sesuai tarif yang
telah ditentukan
B. Tahap Hubungan
1. Tahap Orientasi
Dimulai pada saat pertama kali berhubungan tujuan utama tahap prientasi adalah
membangun trust
2. Tahap Bekerja
 Menyatukan proses komunikasi dengan tindakan keperawatan gigi
 Membangun suasana yang mendukung untuk berubah
3. Tahap Terminasi
Penilaian pencapaian tujuan dan perpisahan
C. Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam hubungan
1. Perbedaan perkembangan
2. Perbedaan budaya
3. Perbedaan gender
4. Gangguan pendengaran
5. Gangguan penglihatan
D. Hubungan yang baik antar TGM dengan pasien akan terjadi jika
1. Terdapat rasa saling percaya antara TGM dengan pasien
2. TGM benar benar memahami tentang hak hak pasien dan harus melindungi hak
tersebut salah satunya adalah hak tersebut salah satunya adalah hak untuk menjaga
privasi pasien
3. TGM harus sensitif terhadap perubahan perubahan yang mungkin terjadi pada pribadi
pasien yang disebabkan oleh penyakit yang dideritanya.
4. TGM harus memahami keberadaan pasien sehingga dapat bersikap sabar dan tetap
memperhatikan pertimbangan etis dan moral
E. Hubungan dengan sejawat ( satu profesi)

TGM harus dapat bekerja sama dengan sesama TGM dalam rangka meningkatkan mutu
pelayanan keperawatan gigi terhadap klien. Dalam membina hubungan tersebut, sesama
TGM harus mempunyai rasa saling mennghargai & toleransi agar tidak tejadi sikap saling
curiga dan benci

F. Tunjukkan sikap memupuk rasa persaudaraan dengan cara


1. Silih Asuh, yaitu sesama TGM dapat saling membimbing,menasihati, menghormati
dan mengingatkan bila sejawat melakukan kesalahan atau kekeliruan sehingga
terkena hubungan yang serasi
2. Silih Asih, yaitu dalam menjalankan tugasnya, setiap TGM dapat saling menghargai
satu sama lain, saling menghargai antar anggota profesi saling bertenggang rasa serta
bertoleransi yang tinggi sehingga tidak terpengaruh oleh hasutan yang dapat
menimbulkan sikap saling curiga dan benci
3. Silih Asah, yaitu TGM yang merasa lebih pandai/ tahu dalam hal, ilmu pengetahuan
dapat mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya kepada rekan secara perawat tanpa
pamrih
G. Hubungan dengan profesi lain

Dalam melaksanakan tugasnya, TGM tidak dapat bekerja tanpa berkolaborasi dengan
profesi lain. Profesi ini tersebut diantaranya adalah dokter gigi, rekam medis, dokter,
bidan, ahli gizi, sanitarian, tenaga laboratorium, teanaga rontgen dsb. Dalam menjalankan
tugasnya, setiap profesi di tuntut untuk mempertahankan kode etik profesi masing masing
bila setiap profesi telah dapat sling menghargai, maka hubungan kerjasama akan dapat
terjalin dengan baik, walaupun pada pelaksanaannya sering juga terajadi konflik etis.

H. Hubungan dengan masyarakat

Masyarakat adalah sejumlah manusia yang merupakan satu kesatuan golongan yang
berhubungan tetap dan mempunyai kepentingan yang sama. Keterlibatan TGM dalam
kehidupan masyarakat di tuntut untuk menampilkan peran dan fungsi . TGM selaku
tenaga kesehatan yang professional dan berperan secara aktif untuk mewujudkan situasi
masyarakat yang sehat dan bebas dari berita yang disebabkan oleh penaykit mulut ,dan
senantiasa bekerjasama secara baik, menghormati, menghargai, bertanggung jawab dan
profesional.