Anda di halaman 1dari 7

ALAT-ALAT OPTIK

        Tuhan telah menganugerahkan sebuah alat optik yang sangat luar biasa
dalam tubuh makhluk hidup. Apakah alat optik tersebut? mungkin kalian akan
menjawab mata. Ya, mata merupakan alat optik yang terdapat dalam tubuh
makhluk hidup. Dengan adanya mata, makhluk hidup dapat melihat segala
sesuatu yang ada di dunia. Oleh karena itu, kita harus pandai bersyukur.
Pernahkah kalian berpikir bagaimana proses yang terjadi sehingga kita dapat
melihat benda di dunia ini? Misalkan kita berada pada ruangan yang sangat
gelap, dapatkah melihat benda-benda yang ada di sekeliling? Untuk
menjawabnya marilah kita pelajari topik ini.
        Dalam ilmu fisika terdapat bidang keilmuan yang bernama optika
geometri. Optika geometri mempelajari tentang sifat fisis suatu cahaya,
misalkan pemantulan dan pembiasan. Pemantulan cahaya dapat terjadi
contohnya pada cermin, sedangkan pembiasan dapat terjadi contohnya pada
lensa dan prisma.
Alat-alat optik diciptakan untuk berbagai tujuan, namun memiliki fungsi
utama yang sama yaitu untuk meningkatkan daya penglihatan manusia.
Adapun contoh alat-alat optik diantaranya adalah mata, kacamata, lup,
miksroskop, dan teropong.

A. Mata
1. Bagian-Bagian Mata
Mata merupakan alat optik yang dimiliki oleh manusia, berikut ini merupakan
bagian-bagian mata.
a. Kornea, bagian depan mata memiliki lengkung lebih tajam dan dilapisi
selaput cahaya
b. Aquaeous humor, berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke mata
c. Lensa mata, terbuat dari bahan bening, berserat dan kenyal
d. Iris, berfungsi memberi warna mata
e. Pupil, celah lingkaran yang besarnya tergantung intensitas cahaya ke mata
f. Retina, berada di belakang mata tempat terbentuknya bayangan
Mata akan dapat melihat benda ketika terbentuk bayangan nyata,terbalik, dan
diperkecil di retina mata.

2. Daya Akomodasi Mata


        Daya akomodasi mata adalah proses dimana lensa mengubah jarak
fokusnya (membuat lensa mata lebih cembung atau lebih pipih) untuk
memfokuskan benda-benda pada berbagai jarak. Mata memiliki jarak
bayangan yang bersifat tetap karena jarak antara lensa dan retina adalah tetap.
Lensa mata berperan sebagai sebuah lensa positif, sehingga pembentukan
bayangannya akan memenuhi persamaan sebagai berikut.

Penting

a. Ketika mata relaks (tidak berakomodasi), lensa mata pipih sehingga jarak
fokusnya paling besar, dan benda yang sangat jauh difokuskan di retina.
b. Keadaan mata berakomodasi maksimum dimana jarak benda yang dilihat
oleh mata semakin kecil artinya benda yang dilihat semakin dekat ke mata
,maka jarak fokus lensa mata akan semakin kecil dan bentuk lensa akan
semakin menebal.
c. Ketika benda berada di titik dekat mata (Punctum Proximum) dan titik jauh
mata (Punctum Rematum). Titik jauh mata adalah jarak benda terjauh dari
mata dan masih dapat dilihat jelas oleh mata (mata normal PR = tak
terhingga), sedangkan titik dekat mata adalah jarak benda terdekat ke mata
yang masih dapat terlihat jelas (mata norml PP = 25 cm).

3. Cacat Mata
Cacat mata yaitu terjadi kelainan pada mata, dan dapat diatasi dengan
memakai kacamata, lensa kontak atau melalui suatu operasi.

a. Rabun Jauh
Dapat melihat dengan jelas pada jarak 25 cm tetapi tidak dapat melihat benda
benda jauh dengan jelas, karena lensa mata tidak dapat memipih, sehingga
bayangan terletak di depan retina. Dapat ditolong dengan kacamata berlensa
cekung (lensa minus). Jika titik jauh mata penderita rabun jauh adalah PR,
maka kekuatan lensa (P) cekung yang diperlukan untuk mengatasi cacat mata
ini dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan
P = kekuatan lensa (dioptri)
PR = titik jauh (cm)
b. Rabun dekat
Rabun dekat yaitu dapat melihat dengan jelas benda jauh tetapi tidak dapat
melihat benda benda dekat dengan jelas, karena lensa mata tidak dapat
menjadi cembung, sehingga bayangan terletak di belakang retina. Kelainan ini
dapat ditolong dengan kacamata berlensa cembung (lensa positif). Jika titik
terdekat mata penderita rabun dekat adalah PP, maka kekuatan lensa (P)
cembung yang diperlukan untuk mengatasi cacat mata ini ditumuskan sebagai
berikut.

Keterangan
PP = titik dekat (cm)
c. Mata tua (Presbiopi)
Cacat mata ini disebabkan oleh berkurangnya daya akomodasi akibat
berambahnya usia. Leta titik dekat maupun titik jauh mata telah bergeser
maka penderita presbiopi tidak dapat melihat benda jauh dengan jelas dan
juga tidak dapat membaca pada jarak baca normal. Untuk menanggulangi
keadaan ini maka harus dibantu dengan kecamata berlnsa rangkap atau
bifocal.
d. Astigmatisme
Astigmatime yaitu keadaan mata tidak memfokuskan benda sebagai garis
pendek disebabkan oleh kornea mata yang tidak berbentuk sferik mlainkan
bidang silinder. Untuk mengatasinya dapat dibantu dengan kecamata silinder
(slindris).
e. Katarak
Cacat mata ini berupa keburaman secara parsial atau total, sehingga dapat
diatasi dengan operasi pembersihan lensa.

B. Kamera
Kamera memiliki sistem kerja yang hampir sama dengan mata, adapun
persamaan antara mata dan kamera diantaranya sama sama memiliki jenis
lensa cembung, dan sifat bayangannya sama sama nyata, terbalik, diperkecil.

C. Lup
Lup (kaca pembesar) adalah alat optik yang terdiri dari sebuah lensa cembung
(lensa positif). Fungsinya, untuk melihat benda benda kecil. Adapun proses
pembentukan bayangan pada lup adalah sebagai berikut.

Sifat bayangan yang dibentuk pada lup adalah maya, tegak,dan diperbesar.
Untuk mengukur perbesaran bayangan yang dihasilkan lup, terdapat dua
besaran yang harus digunakan yaitu perbesaran linier,dan perbesaran sudut
(angular). Perbesaran angular (sudut) lup untuk mata tidak berakomodasi,
dapat dirumuskan sebagai berikut.

Perbesaran angular (sudut) lup untuk mata berakomodasi maksimum dapat


dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan
Ma = perbesaran sudut (angular),
*sn = titik terdekat mata normal (PP) (cm)
f = fokus lensa (cm).

D. Mikroskop
1. Diagram Kerja Mikroskop
 Mikroskop tersusun dari dua lensa cembung
 Lensa di dekat benda disebut lensa objektif

 Lensa di dekat mata adalah lensa okuler

 fok > fob

 Benda diletakkan di depan fokus objektif

 Lensa objektif membentuk bayangan objektif, dan bayangan objektif


menjadi benda lensa okuler

 Lensa okuler membentuk bayangan okuler/ bayangan akhir, dan


bayangan inilah yang terlihat mata

 Mata berakomodasi maksimum s’ok = -sn = - 25 cm (s’ok berharga


negatif karena bersifat maya)

 Jika mata tidak berakomodasi, maka s’ok = ~


Adapun diagram kerjanya ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

2. Perbesaran Mikroskop

a. Perbesaran lensa objektif (Mob) terjadi perbesaran linier sehingga dapat


dirumuskan sebagai berikut.

b. Perbesaran pada lensa okuler (Mok)


Untuk mata berakomodasi maksimum

Untuk mata tidak berakomodasi

c. Perbesaran total mikroskop (Mtot)

Mtot = Mok x Mob

Rumus untuk mencari panjang mikroskop (d) adalah sebagai berikut.


d = s'ob + sok

E. Teleskop (Teropong Bintang)

1. Cara Kerja Teleskop ( teropong bintang)

 Teleskop dibuat dari dua lensa cembung (fob > fok)


 Bintang berada jauh tak terhingga (sob = ~)

 Bayangan objektif berada di fokus lensa objektif (s’ob = fob)

 Lensa okuler membentuk bayangan akhir atau bayangan okuler,


bayangan inilah yang terlihat oleh mata

 Pengamatan bintang atau benda langit biasanya dibutuhkan waktu


lama, sehingga agar tidak cepat lelah,pengamatan dilakukan tanpa
akomodasi (s’ok = ~sn).

2. Perbesaran Teleskop
Perbesaran teleskop (M) untuk mata tak berakomodasi adalah sebagai berikut.