Anda di halaman 1dari 22

Formulir Survei Pendahuluan

Nama Klien PT BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS Tbk DAN ENTITAS


ANAK
Tahun Buku 31 Desember 2014

Petunjuk:

1. Formulir ini digunakan untuk melaksanakan survei pendahuluan. Ada dua kegiatan
utama dalam kegiatan pra penugasan, yaitu melakukan pemahaman dengan calon
klien dan mendapatkan data yang berkenaan dengan calon klien.

2. Pemahaman dengan calon klien dilakukan dengan membahas materi yang harus
disepahamkan, yaitu yang terdapat pada bagian I formulir ini.

3. Sedangkan pemerolehan data calon klien bisa dilakukan dengan cara


wawancara,peninjauan lapangan maupun penggunaan sumber-sumber informasi
lainnya.

Nama Klien Sesuai : PT BAKRIE SUMATERA PLANTATIONS Tbk


Hukum DAN ENTITAS ANAK
Alamat : Komplek Rasuna Epicentrum, Bakrie
Tower, Lantai 18 & 19
Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta
Telepon/ Fax : (021) 299 41286 : 29941286
Pejabat Penghubung : Ir. Muhammad Iqbal Zainuddin
4. Formulir ini harus dilaksanakan oleh staf dengan pangkat Manager atau sesorang
yang ditunjuk oleh Partner untuk seluruh prospek pekerjaan. Partner harus mereviu
data ini sebagai dasar untuk memutuskan menerima atau menolak calon klien. In-
charge harus memutakhirkan dan mereviu formulir ini setiap tahun selama tahap
perencanaan dalam rangka menjaga pemahaman terhadap klien dan untuk
mempertahankan atau menolak klien. Senior auditor bertugas untuk mereview
keakuratan dan kelengkapan data dalam formulir ini. Formulir ini harus direviu oleh
Partner sebelum penugasan dimulai.
Disiapkan : Jusuf Arbianto Tjondrolukito Tanggal 12 Februari
oleh 2018

Diperiksa : Tanggal
oleh

Disetujui : Tanggal
oleh
I. MEMBANGUN PEMAHAMAN AWAL DENGAN CALON KLIEN ATAS JASA
YANG DIBERIKAN

Standar Auditing Seksi 310 mewajibkan auditor untuk membangun


pemahaman dengan (calon) klien tentang jasa yang akan dilaksanakan untuk setiap
perikatan. Pemahaman dilakukan dengan cara berdiskusi dengan (calon) klien
mengenai hal-hal tertentu yang nantinya akan dimasukkan ke dalam Surat Perikatan.
Berikut ini hal-hal yang harus disepahamkan dengan klien:

PEMBAHASAN
NO CAKUPAN PEMAHAMAN
OLEH TANGGAL
1 Tujuan audit ialah untuk menyatakan suatu
pendapatan atas laporan keungan.
2 Tanggung jawab manajemen adalah untuk:
 Membangun dan mempertahankan
pengendalian yang efektif untuk
memastikan kehandalan laporan keungan.
 Mengidentifikasi dan menjamin bahwa
entitas telah mematuhi peraturan
perundangan yang berlaku dalam setiap
aktivitasnya.
 Membuat semua catatan keungan dan
informasi yang berkaitan tersedia bagi
auditor.
 Menyediakan suatu surat bagi auditor
yang menegaskan representasi tertentu
yang dibuat selama audit berlangsung.
3 Tanggug jawab auditor untuk melaksanakan
audit berdasarkan standar auditing yang
ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.
4 Pengaturan mengenai pelaksanaan perikatan
(sebagai contoh, waktu, bantuan klien
berkaitan dengan pembuatan skedul dan
penyediaan dokumen).
5 Pengaturan tentang keikutsertaan spesialis
atau auditor intern, jika diperlukan.
6 Pengaturan keikutsertaan auditor
pendahulu.
7 Pengaturan tentang fee dan penagihan.
8 Adanya pembatasan atau pengaturan lain
tentang kewajiban auditor atu klien, seperti
ganti rugi kepada auditor untuk kewajiban
yang timbul dari representasi salah yang
dilakukan dengan sepengetahuan
menejemen kepada auditor.
9 Kondisi yang memungkinkan pihak lain
diperbolehkan untuk melakukan akses ke
kertas kerja auditor.
10 Jasa tambahan yang disediakan oleh auditor
berkaitan dengan pemenuhan persyaratan
badan pengatur.
11 Pemgaturan tentang jasa lain yang harus
disediakan oleh auditor dalam hubungannya
dengan perikatan.
12 Pengaturan tentang koordinasi dengan
auditor lain dalam hal KAP melakukan
audit terhadap laporan keungan konsolidasi.
13 Penegasan bahwa pemeriksaan oleh KAP
tidak meliputi pemeriksaan sebagaimana
yang akan dilakukan oleh DJP, sehingga
pemeriksaan tersebut sebaiknya tidak
dijadikan dasar untuk mendeteksi seluruh
penyimpangan yang mungkin diketemukan
oleh pemeriksa dari Direktur Jendral Pajak.
14 Penegasan bahwaklien tidak menugaskan
auditor independen lain untuk
melaksanakan audit untuk tahun buku yang
sama.
II. DATA KLIEN
Berikut ini data klien yang harus diperoleh. Isilah pada tempat yang telah disediakan, dan
apabila diperlukan, dapat menggunakan kertas tambahan. Latar Belakang dan Bisnis
Klien. Jelaskan secara singkat bisnis klien (bidang usaha, tahun berdiri, anak perusahaan,
total'pendapatan dan aset dua tahun berturut-turut, dan sebagainya)

1. Latar Belakang dan Bisnis Klien


PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (“Perusahaan”) didirikan di
Republik Indonesia pada tahun 1911 dengan nama “NV Hollandsch Amerikanse
Plantage Maatschappij”. Nama Perusahaan telah beberapa kali mengalami
perubahan, terakhir dengan nama PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. Anggaran
Dasar Perusahaan pertama kali diumumkan dalam Lembaran Berita Negara
Republik Indonesia No. 14 tanggal 18 Februari 1941, Tambahan No. 101.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan akta Notaris Nomor 98 dari Sutjipto, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
tanggal 14 Mei 2008, dalam rangka penyesuaian terhadap Undang-Undang
Republik Indonesia No. 40 Tahun 2007 mengenai Perseroan Terbatas. Perubahan
tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU 03156.AH.01.02 Tahun
2009 tanggal 14 Januari 2009 dan telah diumumkan dalam Berita Negara No.
18231 tanggal 14 Juli 2009, Tambahan No. 56.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup
kegiatan Perusahaan meliputi bidang perkebunan, pengolahan, perdagangan dan
pengangkutan hasil tanaman dan produk industri, serta pabrik kertas. Saat ini,
Perusahaan bergerak di bidang perkebunan, pengolahan dan perdagangan hasil
tanaman dan industry. Perusahaan dan Entitas Anak (selanjutnya secara bersama-
sama disebut “Kelompok Usaha”) memiliki total 111.817 hektar lahan yang telah
ditanami. Perusahaan telah beroperasi secara komersial pada tahun 1911. Kantor
pusat Perusahaan berlokasi di Jl. H. Juanda, Kisaran 21202, Kabupaten Asahan,
Sumatera Utara, sedangkan perkebunan dan pabrik yang berlokasi di Kisaran,
Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Pada tanggal 31 Desember 2014, seluruh
saham perusahaan sejumlah 13.720.471.386 lembar saham telah dicatatkan pada
Bursa Efek Indonesia.
2. Jumlah pemilik/ pemegang saham :
Daftar pemilik/ pemegang saham berdasar akta pendirian no. 11 tanggal 2 April
1998:

Keseluruhan pemilik signifikan tidak terlibat dalam manajemen perusahaan


3. PENGURUS PERUSAHAAN:
JABATAN NAMA
Dewan Komisaris/Pengawas
 Komisaris Utama dan Soedjai Kartasasmita
Komisaris Independen
 Komisaris Independen Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih
 Komisaris Independen Dr. Ir. Anton Apriyantono
 Komisaris Ir. Gafir Sulistyo Umar
 Komisaris Moh. Eddy D. Soeparno
 Komisaris Anindya Novyan Bakrie
 Komisaris -

Direksi / Manajemen
 Direktur Utama Ir. Muhammad Iqbal Zainuddin
 Direktur Independen Drs. Rudi Sarwono, M.M
 Direktur Balakrishnan Chandrasekaran
 Direktur Andi Widianto
 Direktur Chenji Srinivasan Seshadri
 Direktur -

4. Sebutkan adanya hubungan keluarga di antara pemilik dan pengurus


Tidak terdapat hubungan
5. Jelaskan secara ringkas lokasi usaha klien (kantor pusat, pabrik, dan kantor
cabang) dan jumlah pegawai pada setiap lokasi:
Jl. H. Juanda, Kisaran 21202, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, sedangkan
perkebunan dan pabrik yang berlokasi di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara
6. Jelaskan secara ringkas sumber pendapatan utama perusahaan dan metode
pemasarannya.

7. Untuk setiap pelanggan yang membeli lebih dari 10% hasil penjualan tahunan,
jelaskan
apakah ada ketergantungan ekonomi? Uraikan pelanggan utama dan % penjualannya.

8. Jelaskan sumber pembiayaan perusahaan.


Sumber pembiayaan klien adalah dari Obligasi, pinjaman perusahaan lain, dan
bank
9. Kategori perusahaan (termasuk kategori bisnis kecil atau tidak) Berdasarkan
kuesioner yang terdapat pada lampiran 1, calon klien ini:

Termasuk  Tidak Termasuk


Identifikasi anak Perusahaan dan auditor
Jika calon klien merupakan induk Perusahaan, uraikan secara ringkas hal-hal yang berkenaan
dengan anak) perusahaan yang meliputi: nama anak Perusahaan, alamat lengkap, bidang
usaha, total pendapatan, total aktiva dan auditor independen yang ditunjuk untuk mengaudit.

Klien merupakan Perusahaaan yang bergerak dibidang usaha Perkebunan Sawit dan
Industri turunannya serta karet seng berkantor di Asahan Sumatera Utara dan memiliki anak
perusahaan (terlampir), total penjualan s/d Desember 2014 Rp. 2.636.703.408.000, total
aktiva Rp 17.441.633.398 .000. Auditor independen yang ditunjuk adalah KAP Handoko
Tomo, Samuel Gunawan dan Rekan.
JENIS JASA YANG DIBUTUHKAN KLIEN:
TAHUN BUKU
NO JENIS JASA
20 20 20 20
01 Audit laporan
keungan
02 Audit kepatuhan
03 Penyampaian laporan
ke Deperindag
04 Audit kinerja
05 Audit PUKK
06 Lainnya (sebutkan)

Laporan dan Tengat Waktu


No
Jenis Laporan Tanggal
.
01 Laporan auditor independen
02 Management Letter
03 Laporan ke Deparindag
04 Laporan audit kepatuhan
05 Laporan evaluasi kinerja
06 Laporan PUKK
07 Lainnya

Auditor Pendahulu dan Atasan Penggantian

Sebutkan :
Nama KAP pendahulu : KAP Tjiendradjaja dan Handoko Tomo
Pimpinan Kantor :
Partner in-charge :
Alamat :

10. Sebutkan alasan penggantian auditor


N/A
11. Kemungkinan bantuan auditor pendahulu
N/A

Risiko Penugasan

12. Sebutkan alasan klien untuk diaudit


 Untuk laporan kepada BEI
 Tugas Praktik AudiT
13. Apakah klien mempunyai bagian yang berfungsi sebagai Internal Auditor (YA)
14. Uraikan kedudukan fungsi audit intern ini di dalam Perusahaan.
Unit khusus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Visi dan Misi
perusahaan
15. Rinci setiap peraturan perundangan yang utama yang mempunyai pengaruh
langsung pada laporan keuangan perusahaan.
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar
Akuntansi Keuangan (“SAK”), yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang
dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia,
termasuk standar baru atau revisi yang berlaku efektif 1 Januari 2014, dan peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) Indonesia No.
VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dan SE 02/PM/2002 tentang
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
Publik Industri Perkebunan dan BAPEPAM-LK No. KEP 554/BL/ 2010 tentang
Perubahan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan No.
KEP 06/PM/2000 tentang Perubahan Peraturan No. VIII.G.7
16. Uraikan, jika ada, masalah-masalah yang menyangkut hukum yang sedang
dihadapi oleh klien (misalnya: tuntutan karyawan, tuntutan kreditor dan
pemeriksaan pihak yang berwajib)
N/A
17. Uraikan, jika ada, masalah-masalah yang berpotensi untuk menjadi masalah
hukum.

Pada tanggal 18 Desember 2012, enam Entitas Anak di Sub-grup Agri International
Resources Pte. Ltd. ("AIRPL") yaitu: PT Jambi Agrowijaya (“JAW”); PT Eramitra
Agrolestari (“EMAL”); PT TrimitraSumberperkasa (“TSP”); PT Multrada Multi Maju
(“MMM”); PT Padang Bolak Jaya (“PBJ”); dan PT Perjapin Prima (“PP”), masing-masing
telah menandatangani perjanjian jual beli dengan pihak ketiga atas penjualan aset tetap
(kecuali hak atas tanah (“HGU”) dan tanaman perkebunan di atasnya) dan persediaan (kecuali
minyak kelapa sawit dan inti sawit).
Pada tanggal 31 Desember 2012, enam Entitas Anak tersebut telah menerima pembayaran
sebesar USD29.612.612 (angka penuh) atas penjualan aset tetap dan persediaan. Pada tanggal
yang sama, enam Entitas Anak juga telah menandatangani perjanjian pengikatan dengan
pihak yang sama atas penjualan HGU dan tanaman perkebunan, yang masih tetap dalam
proses karena persyaratan penjualan yang dibutuhkan untuk dapat menyelesaikan transaksi
penjualan belum selesai.
Pada tanggal 24 November 2014, PBJ telah menyelesaikan seluruh penjualan HGU dan
perkebunannya kepada pembeli pihak ketiga dengan nilai sebesar USD44.345.351 (angka
penuh). Pada tanggal yang sama, MMM telah mengalihkan sebagian HGU dan tanaman
perkebunannya kepada pembeli pihak ketiga dengan nilai sebesar USD5.449.159 (angka
penuh). Sebagai akibat dari transaksi ini, Kelompok Usaha mengakui kerugian bersih atas
penjualan HGU dan tanaman perkebunan sebesar Rp144,79 miliar sebagai bagian “Rugi neto
tahun berjalan dari operasi yang dihentikan” pada laporan laba rugi komprehensif.
Sehubungan dengan perjanjian pengikatan tersebut, MMM, PP, TSP, JAW and EMAL telah
menerima uang muka sebesar USD27.966.266 (setara dengan Rp273,05 miliar) sampai
dengan 31 Desember 2014 dan USD37.080.811 (angka penuh, setara dengan Rp363.32
miliar) pada tanggal 31 Desember 2013 yang dicatat sebagai uang muka penjualan (Catatan
22). Aset tidak lancar yang telah diklasifikasikan sebagai asset tidak lancar yang tersedia
dijual pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013, adalah sebagai berikut:

Sampai dengan tanggal laporan, penjualan atas HGU dan tanaman perkebunan milik MMM, PP
dan TSP telah selesai pada berbagai tanggal pada bulan Januari dan Maret 2015 dengan total
penerimaan sebesar USD125.293.223. Namun demikian rencana penjualan HGU dan lahan JAW
dan EMAL masih dalam proses karena persyaratan penjualan yang dibutuhkan untuk dapat
menyelesaikan transaksi penjualan belum selesai dan transaksi penjualan diharapkan akan selesai
pada tahun

18. Penilaian Kelangsungan Hidup Klien


YA TIDAK N/A
1 Apakah aliran kas (cash flow) tidak cukup untuk 
memenuhi kewajiban saat ini?
2 Apakah penjualan, laba kotor dan laba bersih 
menunjukkan penurunan yang tajam pada tahun-tahun
belakangan?
3 Apakah terdapat utuang yang besar yang 
mengindikasikan kemungkinan adanya
ketidakmampuan membayar di kemudian hari ?
4 Apakah ada penghapusan atau ketidakmampuan 
membayar utang ?
5 Apakah terdapat perubahan dalam kondisi ekonomi 
yang dapat merugikan atau mempengaruhi industri
klien ?
6 Apakah terdapat kasus hukum yang sedang dihadapi 
klien yang berdampak material terhadap keuangan klien
?

Kesimpulan penilaian kelangsungan hidup

Kelangsungan hidup klien adalah tidak memenuhi kaidah going concern, karena
perusahaan mengalami masalah solvabilitas dimana hutang jangka pendeknya tidak
dipenuhi oleh aset lancarnya

Akuntansi dan Laporan Keuangan

19. Apakah klien mempunyai buku pedoman akuntansi atau semacamnya (ya/tidak)?
Ya perusahaan menggunakan pedoman sesuai SAK dan peraturan Bappepam
20. Uraikan cara klien mengolah data akuntansinya, yaitu apakah diolah sendiri atau
menggunakan jasa pihak lain, penggunaan perangkat lunak, dan sebagainya.

21. Penilaian Dapat/Tidaknya Klien Diaudit


YA TIDAK N/A
1 Apakah klien mampu menyusun laporan posisi 
keungan (neraca) dan laporan laba/rugi secara
periodik ?
2 Apakah laporan posisi keungan (neraca) selalu 
menunjukan saldo yang seimbang (balance) ?
3 Apakah bukti disimpan secara memadai (rapi) dan 
lengkap ?
4 Apakah ada rincian untuk setiap akun ? 

Kesimpulan penilaian dapat/tidaknya diaudit

Berdasarkan pendapat kami setelah melakukan analisa terhadap data dan laporan
keuangan, dan dokumen pendukung perusahaan maka berdasarkan penilaian tersebut
maka klien layak atau dapat diaudit.

22. Jelaskan secara ringkas masalah kinerja, akuntansi dan pajak yang harus kita
perhatikan. Misalnya, jumlah persediaan yang sangat besar (jika kurang,
lampirkan dalam kertas tersendiri).
Kinerja Keuangan Bakrie Sumatera Plantation menunjukkan Peningkatan
tahun 2014, namun terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu akun-
akun seperti Rugi Selisih Kurs , Penghapusan dan penurunan piutang pada tahun
lalu (sangat terkait dengan hubungan istimewa perusahaan), Hutang jangka
pendek, Aset yang dimiliki untuk dijual (terkait grup AIRPL), Akun terkait aset
lancar dan akun yang terkait dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa.

Konsultasi dan/atau Penggunaan Spesialis dan Bantuan Klien

23. Uraikan, jika ada, perlunya konsultasi dan/atau penggunaan spesialis dalam
penugasan ini dan identifikasi jenis spesialis yang diperlukan.
Menurut kami dalam penugasan audit ini belum diperlukan bantuan dari
spesialis. Karena perusahaan dibantu oleh staff konsultan dibidang perpajakan,
investasi.
24. Bantuan dari klien yang diharapkan (isilah daftar pada Lampiran)

Diharapkan klien dapat memberikan informasi dan data- data yang


diperlukan oleh auditor dengan sebenar- benarnya sehingga akan menghasilkan
laporan auditan yang sesuai.

Perkiraan kontrak dan jadwal pembayaran


Prakiraan nilai kontrak Rp. 150.000.000 (di luar PPN dan out of pocket cost).

Prakiraan tingkat pengembalian (recovery rate) 90%.

Apabila tingkat pengembalian di bawah standar yang telah ditetapkan, uraikan alasan
untuk tetap menerima calon klien ini (N/A)

Jadwal Penagihan
Ke Tanggal/Kejadian %
1 24 Agustus 2004/penerimaan perikatan 50%
2 20 Desember 2004/finalisasi laporan keuangan 50%
3
4
III. PENILAIAN INTEGRITAS MANAJEMEN
Ya Tidak
A. Standar Etika 
1. Apakah klien mempunyai kebijakan tentang standar
etika dan “codes of conduct”, baik yang tertulis
maupun yang dikomunikasikan dengan cara lain ?
2. Apakah standar etika dan “codes of conduct” telah
dikomunikasikan dan dipraktikan ?
B. Pengalaman/Kompetensi Manajemen 
3. Apakah pengetahuan dan pengalaman manajemen
memadai untuk menjalankan usaha ?
4. Apakah pengendalian manajemen dan
administrative cukup kuat ?
5. Apakah system informasi manajemen yang ada telah
memadai dan diterapkan ?
C. Perubahan-Perubahan Manajemen 
6. Apakah terdapat perputaran (turn over) yang tinggi
pada posisi posisi kunci, terutama pada fungsi
keuangan dan akuntansi ?
7. Apakah terdapat perputaran tersebut mempunyai
pengaruh negative terhadap operasi klien ?
D. Pengaruh Manajemn 
8. Apakah ada kondisi yang memungkinkan
manajemen dalam posisi dapat melangkahi
pengendalian yang ada ?
9. Apakah ada tekanan terhadap manajemen untuk
memanipulasi hasil operasi (yaitu mengurangi pajak
atau meningkatkan bonus) ?
10. Apakah ada potensi resiko terhadap penyajian
laporan keuangan yang mungkin timbul karena
usaha manajemen untuk merespones ekspektasi dan
kebutuhan pihak-pihak yang berpengaruh yang tidak
realistis, mengandung benturan kepentingan dan
tidak sesuai dengan kebijakan perusahaan?
E. Terdapatnya Kesalahan atau Kekeliruan 
11. Apakah pernah terjadi kesalahan dan kekeliruan
yang material dalam laporan keuangan?
F. Pelanggaran Terhadap Hukum atau Peraturan 
12. Apakah pernah terjadi pelanggaran hukum dan
peraturan yang dilakukan klien atau pejabat klien?
G. Transaksi dengan Pihak yang Terkait yang Tidak 
Diungkapkan
13. Apakah ada transaksi material dengan pihak yang
terkait yang belum diungkapkan dalam laporan
keuangan?

Kesimpulan penilaian integritas manajemen


Integritas manajemen klien cukup baik
IV. PENILAIAN INDEPENDENSI KANTOR

Ada Tidak
A. Hubungan Keuangan dengan Klien 
1. Apakah KAP mempunyai utang yang signifikan
kepada klien dengan persyaratan kredit yang
melampaui batas-batas kenormalan?
2. Apakah ada partner atau staf KAP yang mempunyai
piutang atau utang kepada/dari klien?
B. Kedudukan dalam Entitas Klien 
1. Apakah ada karyawan klien yang menjadi pegawai
atau partner pada KAP?
2. Apakah ada partner atau staf KAP yang mempunyai
piutang atau utang kepada/dari klien?
3. Apakah ada partner KAP yang pada saat ini bertindak
sebagai penasihat klien
C. Keterlibatan dalam Usaha yang Tidak Sesuai dan Tidak 
Konsisten
D. Pelaksanaan Jasa Lain untuk Klien Audit 
1. Apakah ada jasa lainnya yang dilaksanakan oleh KAP
terhadap klien yang berpotensi konflik (misalnya
sebagai penasihat keuangan)?
2. Apakah ada penilaian unsur laporan keuangan yang
dilakukan oleh spesialis yang merupakan perusahaan
“asosiasi” KAP yang berpotensi konflik?
E. Hubungan Keluarga dan Pribadi 
1. Apakah engagement partner atau staf KAP
mempunyai hubungan family (secar garis lurus satu
tinggkat) atau personal dengan klien dan karyawan
kunci?
F. Imbalan atas Jasa Profesional 
1. Apakah fee professional untuk jasa audit dan jasa
lainnya yang di bayar oleh klien melapaui 10% total
pendapatan kantor ?
2. Apakah fee professional untuk jasa audit ini tergantug
dari hasil penugasan ?
G. Penerimaan Barang atau Jasa Dari Klien 
1. Apakah ada partner atau staff KAP mnerima barang
atau jasa dalam nilai yang relative tinggi dengan
persyaratan yang menguntungkan dari klien ?
H. Pemberian Barang atau Jasa Kepada Klien 
1. Apakah partner atau staf KAP memberikan barang
atau jasa dalam nilai yang relative tinggi dengan
persyaratan yang menguntungkan kepada klien ?

Kesimpulan penilaian independen kantor

Dalam melaksanakan penugasan audit ini independensi Kantor akuntan Publik dapat
dipertanggung jawabkan karena dalam melakukan tugas tersebut telah sesuai dengan
standar profesionalisme yang berlaku dan tidak ada hubungan istimewa antara Kantor
akuntan Publik dengan Kl
V. LAIN-LAIN
a. Nama Partner/Staf KAP yang Mengintroduksi Klien: Muhammad Sholich.
b. Sumber refrensi :
Jenis Nama Sumber
1) Pendekatan pribadi Muhammad Sholich.
2) Klien lain
3) Pengacara/notaris
4) Bank
5) Agen asuransi
6) Lainnya
c. Prosedur-prosedur lainnya:
Oleh Tanggal
1) Memberikan nomor klien
2) Menambahkan klien dalam daftar alamat
3) Mengirimkan surat ucapan terimakasih atas
refrensi
4) Mencatat nama staf/atau pihak yang berhak
memperoleh referral fee, jika ada, di bagian
administrasi

Diperiksa oleh: Tanggal


Lampiran 1
Penentuan Sebuah Entitas Termasuk Kategori Bisnis Kecil

Tujuan penentuan sebuah entitas sebagai bisnis kecil adalah untuk membantu auditor dalam
menilai risiko audit. Bisnis kecil biasaya tidak mempunyai struktur pengendalian intern yang
memadai sehingga tidak memungkinkan auditor untuk menilai efektivitas pengendalian
intern untuk tujuan audit. Dengan demikian biasanya pendekatan audit untuk bisnis kecil
adalah pendekatan substantif. Auditor harus hati-hati dalam melihat risiko audit dengan tidak
adanya struktur pengendalian yang memadai.

Berikut ini kuesioner untuk menentukan apakah sebuah entitas termasuk dalam
kategori bisnis kecil atau tidak.

Tida
NO Pertanyaan Ya N/A Komentar
k
Apakah pemilik dan anggota manajemen
1
hanya terdiri dari beberapa orang ?
Apakah terdapat perangkapan beberapa
2
fungsi pengendalian utama ?
Apaka perangkat lunak yang digunakan
3
untuk pembukuan masih sederhana ?
Apakah jenis produk/jasa yang dihasilkan
4
perusahaan sedikit ?
5 Apakah volume transaksi penjualan sedikit ?
Apakah lokasi penjualan tidak dibanyak
6
tempat ?
Apakah perusahaan tidak di bawah regulasi
7
peraturan tertentu ?
Apakah pertumbuhan usaha perusahaan
8
stabil ?
Apakah tidak terdapat ekspansi besar
9
besaran ?
Apakah ekspektasi terhadap jasa auditor
10 hanya terbatas pada laporan auditor
independe ?
Apakah prakiraan jam kerja audit tidak
11
melebihi 200 jam ?

Kesimpulan:
Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa klien adalah satu entitas yang perlu mendapat
perhatian khusus karena merupakan perusahaan yang melibatkan masarakat banyak
sehingga hak-hak pegawai perlu mendapat perhatian sesuai dengan SAK-ETAP yang
berlaku.

Berdasarkan kuesioner diatas, maka klien berikut ini:


Nama Klien : PT Bakrie Sumatera Plantation

Jenis Penugasan : General Audit


Tahun Buku / Periode : 2015/ 31 Desember 2014

tidak termasuk dalam kategori bisnis kecil untuk tujuan audit.


LAMPIRAN 2
Kemungkinan Bantuan Klien Daftar berikut dapat dipakai untuk mengidentifikasi
kemungkinan bantuan yang bisa diberikan klien, terutama dalam penyediaan daftar-daftar.

NO Transaksi Ya Tidak Keterangan


UMUM
1 Neraca saldo (Trial Balance)
ASET
2 Rincian kas dan bank
3 Rekonsiliasi setiap rekening bank
4 Daftar saldo dan analisa umur piutang
5 Daftar saldo wesel tagih
6 Daftar saldo biaya dibayar dimuka
7 Daftar saldo persedian, termasuk nilainya
Daftar saldo surat-surat berharga yang mudah
8
diperdagangkan termasuk kustodiannya
9 Daftar saldo investasi
Daftar saldo aset tetap termasuk penambahan dan
10
pengurangan pada tahun berjalan dan penyusutannya
KEWAJIBAN
11 Daftar saldo utang dagang
12 Daftar saldo pendapatan diterima dimuka
13 Daftar saldo biaya yang masih harus dibayar
14 Daftar saldo wesel bayar
Daftar saldo utang bank dan lembaga keungan
15
lannya
Daftar tuntutan perusahaan taua tuntutan pihak III
16
kepada perusahaan
EKUITAS
17 Daftar pemegang saham

Petunjuk:
Formulir ini
1. Formulir C digunakan KOMUNIKASI DENGAN
untuk melakukan AUDITOR
komunikasi denganPENDAHULU
auditor
Nama Klien
pendahulu dimana KAP akan melakukan audit terhadap klien yang tahun
Tahun Bukudiaudit oleh auditor lain.
lalu telah
2. Formulir ini standar, namun redaksi bisa diubah disesuaikan dengan
keterangan yang ingin diperoleh dari auditor pendahulu.
KOP
3. Formulir ini disiapkan oleh manajer dan ditandatangani oleh partner.
KAP
4. Alamat auditor pendahulu sudah diperoleh pada saat survei pendahuluan
(lihat formulir 20.01: Survei Pendahuluan).

[Ref.] [Tanggal]

[KAP atau BPKP/BPK]

u.p.[Partner yang menandatangani laporan]


Dengan hormat,

Kami [sedang dalam proses penunjukan atau ditunjuk] oleh Direksi (nama
klien] untuk melaksanakan audit umum atas Laporan Keuangan [nama klien] untuk
Tahun Buku [tahun].

Sesuai dengan Pernyataan Etika Profesi yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia, dengan ini kami mohon konfirmasi [Bapak atau Ibu]apakah ada keberatan
profesional atas penunjukan kantor kami sebagai auditor [nama klien].

Mengingat terbatasnya waktu, mohon agar diberikan jawaban dalam waktu 2


(dua) minggu setelah tanggal surat ini. Bilamana kami tidak menerima jawaban dalam
jangka waktu tersebut, maka kami menganggap tidak ada keberatan profesional dari
[Bapak atau Ibu] atas penugasan tersebut.

Atas tanggapan [Bapak atau Ibu], kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,

[nama partner]

Partner

Formulir D EVALUASI PENERIMAAN / PEMBERLANJUTAN KLIEN


Nama Klien
Tahun Buku

Petunjuk:
1. Formulir ini digunakan untuk memutuskan diterima atau tidaknya calon klien.
2. Formulir ini disiapkan oleh Manajer dan disetujui oleh Partner. Jika diperlukan,
misalnya karena risiko penugasan yang tinggi, maka diperlukan persetujuan Partner
Kedua.
3. Sumber data pengisian formulir ini adalah formulir 20.01: Survei Pendahuluan.
4. Formulir ini hanya meringkaskan kesimpulan yang diperoleh selama survei
pendahuluan.

Berdasarkan uraian tersebut, tim menyimpulkan bahwa calon klien berikut ini:
Nama Klien : PT Bakrie Sumatera Plantation
Jenis Penugasan : General Audit

Tahun Buku / Periode : 2015/ 31 Desember 2014

Beberapa kondisi yang dapat dijadikan pertimbangan untuk tidak meneruskan calon klien,
yaitu:

1) Integritas calon klien diragukan


2) KAP tidak independen terhadap calon klien
3) Calon klien tidak dapat diaudit (unauditable)
4) Risiko penugasan lainnya yang sedemikian besar dan tidak mampu dikelola oleh KAP

Keempat kondisi tersebut di atas telah diidentifikasi pada saat tim melakukan survei
pendahuluan dan telah didokumentasikan pada formulir 20.01:

 Survei Pendahuluan.
 Integritas Manajemen
 Independensi Kantor
 Dapat atau Tidaknya Calon Klien Diaudit
 Risiko Penugasan
TUGAS PENGAUDITAN

OLEH KELOMPOK 2

NAMA KELOMPOK :
1. Michael Aprinum Putra Klau (1807341045)
2. Ni Kadek Dewi Sukmayanti (1807341046)
3. Ni Putu Melyana Ika Yanti (1807341047)

PROGRAM STUDI DIPLOMA III PERPAJAKAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS UDAYANA

TAHUN 2020