Anda di halaman 1dari 7

PAPER

KONSEP DASAR DAN LANDASAN FILSAFAT PANCASILA DI INDONESIA

Nama : Bernadia Titisari Darmawan

Nomor : 142190118

Dosen Pengajar : Edward Punpunan Lubis

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Jurusan Akuntansi

Universitas Pembangunan Nasional Veteran

Yogyakarta
DAFTAR ISI
Daftar Isi......................................................................................................2
BAB 1
Pendahuluan

A. Latar Belakang...............................................................................3
B. Rumusan Masalah..........................................................................3
C. Tujuan Penulisan............................................................................3
D. Manfaat Penulisan..........................................................................3

BAB 2
Pembahasan

A. Pengertian .....................................................................................4
1. Pengertian Konsep Dasar..........................................................4
2. Pengertian Filsafat....................................................................4
3. Pengertian Landasan.................................................................4
B. Pembahasan Masalah.....................................................................5
1. Konsep Dasar Filsafat Pancasila...............................................5
2. Landasan Filsafat Pancasila......................................................6

BAB 3
Penutup

A. Kesimpulan....................................................................................7
B. Saran..............................................................................................7

Daftar Pustaka.............................................................................................8
BAB 1
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Pancasila sebagai dasar filsafat serta ideologi bangsa dan negara Indonesia, bukan
terbentuk secara mendadak serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana
yang terjadi pada ideologi-ideologi lain di dunia, namun terbentuknya Pancasila melalui
proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila yang
diterapkan di Indonesia bila dibandingkan dengan ideologi besar lain di dunia
mempunyai suatu perbedaan. Di satu sisi terkadang perbedaan tersebut terasa dekat dan
tipis, tetapi di sisi lainnya perbedaan tersebut sangat jauh dan sangat berbeda.
Suatu masyarakat atau bangsa menjadikan filsafat sebagai suatu pandangan hidup
yaitu merupakan asas dan pedoman yang melandasi semua aspek hidup dan kehidupan
bangsa tersebut, tanpa terkecuali aspek pendidikan. Filsafat yang dikembangkan harus
berdasarkan filsafat yang dianut oleh suatu bangsa, sedangkan pendidikan merupakan
suatu cara atau mekanisme dalam menanamkan dan mewariskan nilai-nilai filsafat
tersebut.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa definisi mengenai Filsafat, Konsep Dasar, dan landasan?
2. Bagaimana Konsep dasar Filsafat Pancasila?
3. Bagaimana aspek ontologis, epitemologis dan aksiologi dalam filsafat pancasila?

C. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan penulis dalam penulisan paper ini ialah
1. Agar mahasiswa mengetahui pengertian dari Filsafat, Konsep Dasar, dan
landasan.
2. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana konsep dasar filsafat Pancasila.
3. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana aspek ontologis, epitemologis dan
aksiologi dalam filsafat pancasila.

D. MANFAAT PENULISAN
- Manfaat penulisan paper ini antara lain sebagai sarana membaca, media pembelajaran
dan Pemenuhan Tugas Mata Kuliah Pendidikan Pancasila
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
1. Pengertian Konsep Dasar
 Istilah konsep berasal dari bahasa latin conceptum, artinya sesuatu yang
dipahami. Pengertian konsep lainnya adalah serangkaian pernyataan, ide/ gagasan
yang saling terkait tentang berbagai kejadian/ peristiwa dan menjadi dasar/ petunjuk
dalam melakukan penelitian. Dalam bukunya “The classical theory of
concepts” Aristoteles menjelaskan arti konsep adalah penyusun utama dalam
pembentukan pengetahuan ilmiah dan filsafat pemikiran manusia.
Konsep dasar itu adalah pandangan tentang manusia yang mempunyai peran
sentral dalam filsafat Pancasila, manusia sebagai subjek maupun objek.
2. Pengertian Filsafat
Secara etimologis filsafat memiliki pengartian yang sepadan dengan kata falsafah
dalam bahasa arab atau kata philosophy dalam bahasa Inggris. Dari kata-kata tasi
semuanya berasal dari kata latin philosophia, sebuah kata benda yang merupakan
hasil kegiatan plhiloshopiem sebagai kata kerjanya.
Philosophia berasal dari bahasa Yunani, yakni philein (mencintai) atau philia
(persahabatan,tertarik kepada … ) dan sophos (kebijaksanaa, ketrampilan,
pengalaman praktis dan intelgensi). Dengan demikian, kata filsafat secara etimologi
diartikan sebagai cinta atau kecenderungan akan kebijaksanaan.
Filsafat Pancasila secara umum adalah hasil berpikir atau pemikiran yang
sedalam-dalamnya dari bangsa Indonesia yang dianggap, dipercaya dan diyakini
sebagai kenyataan, norma-norma dan nilai-nilai yang benar, adil bijaksana dan
paling sesuai dengan kehidupan dan kepribadian bangsa Indonesia.
3. Pengertian Landasan
Landasan adalah dasar tempat berpijak atau tempat di mulainya suatu perbuatan.
Dalam bahasa Inggris, landasan disebut dengan istilah foundation, yang dalam
bahasa Indonesia  menjadi fondasi. Fondasi merupakan bagian terpenting untuk
mengawali  sesuatu. Adapun menurut S. Wojowasito, (1972: 161), bahwa landasan
dapat diartikan sebagai alas, ataupun dapat diartikan sebagai fondasi, dasar, pedoman
dan sumber.
B. PEMBAHASAN MASALAH
1. Konsep Dasar Filsafat Pancasila
Hakikat manusia adalah sebagai makhluk monopluralis(majemuk tunggal) yang
terdiri dari beberapa unsur yang merupakan satu kesatuan.
 Monodualis susunan kodrat manusia yang terdiri dari:
a. Jiwa yang tersusun atas tiga sumber yang terdiri dari:
1) Akal berkaitan dengan logika.
2) Rasa berkaitan dengan estetika.
3) Kehendak berkaitan dengan etika.
b. Raga vang terdiri dari gejala-gejala:
1) Benda mati berciri fasis dan kimiawi.
2) Benda nidup (vegetatif) cirinya tumbuh, berkembang, mem-
perbanyak diri, dan mati.
2. Landasan Filsafat Pancasila
a. Landasan Ontologis Pancasila
Kata ontologis berasal dari kata Yunani, yaitu "on", "ontos" (=ada,
keberadaan); dan logos = teori, ilmu tentang eksistensi. Jujun S.
Suriasumantri mengemukakan, bahwa ontologis adalah mengupas hakikat
apa yang dikaji.'
Landasan ontologis membahas tentang apa yang ingin diketahui atau
merupakan suatu pengkajian mengenai teori tentang ada, membahas hakikat
mendasar atas keberadaan sesuatu.Dasar ontologi dari ilmu berhubungan
dengan materi yang menjadi objek penelaahan ilmu. Berdasarkan objek yang
ditelaahnya, ilmu dapat disebut sebagai pengetahuan empiris, hal ini
dikarenakan objeknya adalah sesuatu yang berada dalam jangkauan
pengalaman manusia yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat
diuji oleh pancaindra manusia.
b. Landasan Epistomologis Pancasila
Epistemologis atau disebut juga teori pengetahuan (theory of
Knowledge) yang secara etimologi, istilah epistemologis berasal
dari kata Yunani, yaitu espisteme = pengetahuan, dan logos = teori, informasi.
Kata gnoseologi (nama lain dan epistemologis) berasal dari bahasa Yunani
gnosis = tahu/pengetahuan dan logos = ilmu." Berdasarkan asal usul kata di
atas, dikemukakan sejumlah definisi tentang epistemologis dan dari definisi
apa saja yang diberikan, selalu mengandung unsur-unsur dasar.
c. Landasan Aksiologis
Aksiologis dalam bahasa inggris: Axiology dari kata Yunani axio
(layak,pantas)," dan logos (Ilmu, studi mengenai). Secara sederhana, Jujun S.
Suriasumantri mengemukakan, bahwa aksiologis adalah sebagai teori nilai
yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Dasar
aksiologi ilmu membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari
pengetahuan yang didapatkannya. Tidak dapat dipungkiri bahwa ilmu telah
membetikan kemudahan-kemudahan bagi manusia dalam meng-ndalikan
kekuatan-kekuatan alam.
Aksiologi ilmu meliputi nilai-nilai (values) yang bersifat normatif dalam
pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan sebagaimana dijumpai
dalam kehidupan yang menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial,
kawasan simbolik, atau pun fisik material. Lebih dari itu nilai-nilai juga
ditujukan oleh aksiologi ilmu ini sebagai suatu conditio sine qua non yang
wajib dipatuhi dalam kegiatan, baik dalam melakukan penelitian maupun di
dalam menerapkan ilmu. Berdasarkan pengertian aksiologi di atas, terlihat
dengan jelas bahwa pemasalahan yang utama adalah mengenai nilai. Nilai
yang dimaksud adalah suatu yang dimilki manusia untuk melakukan berbagai
pertimbangan tentang apa yang dinilai. Teori tentang nilai dalam filsafat
mengacu pada permasalahan etika dan estetika.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
B. SARAN