Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

INTRACRANIAL HEMORAGIC (ICH)


RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN

Oleh :

Martha Dwi Murtiningrum (193161004)


M Sholihin (193161009)
Heni Dina Permatasari (193161013)
Diana Eka Pertiwi (192161011)
Dian Kartika Rini (192161006)
Irma (19216100 )

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKes WIDYA CIPTA HUSADA
MALANG
2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Hari/tanggal : Sabtu, 11 Januari 2020


Pokok Bahasan : ICH
Sasaran : Pasien dan Keluarga Pasien Ruang Hemodialisa
Waktu : 09.00 – 10.30 WIB
Tempat : Ruang Intensife Care Unit (ICU)

A. Tujuan Intruksional
1. Tujuan Umum
Setelah diberikan penyuluhan tentang ICH atau pendarahan dalam
jaringan otak
2. Tujuan Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit diharapkan pasien
dan keluarga pasien dapat :
a. Menyebutkan pengertian pendarahan .
b. Menyebutkan klasifikasi nyeri
c. Menyebutkan cara-cara sederhana mengatasi nyeri.
d. Mendemontrasikan cara-cara mengatasi nyeri

B. Sub Pokok Bahasan


1. Pengertian nyeri
2. Macam-macam nyeri
3. Penanganan nyeri
C. Kegiatan Penyuluhan

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Keluarga


1. 5 Menit Pembukaan
1. Menyampaikan salam pembuka 1. Menjawab salam
2. Perkenalan 2. Mendengarkan
3. Kontrak waktu, mekanisme 3. Menyetujui
kegiatan 4. Mendengarkan
4. Menjelaskan tujuan penyuluhan
2. 20 Menit Pelaksanaan
1. Menggali pengetahuan dan 1. Mendengarkan
pengalaman dari peserta penyuluhan
2. Penyampaian Materi 2. Mendengarkan
1. Pengertian nyri dan memperhatikan
10 Menit 2. Macam-macam
nyeri
3. Penanganan 3. Berdiskusi,
nyeri bertanya, dan sharing
3. Diskusi/tanya jawab
3. 10 Menit Terminasi
1. Evaluasi dengan bertanya kepada 1. Menjawab pertanyaan
peserta penyuluhan tentang hipertensi .
2. Menyimpulkan materi penyuluhan 2. Mendengarkan
3. Menyampaikan salam penutup 3. Menjawab salam

D. Setting Tempat

Keterangan :
: Moderator
: Penyaji
: Observer &
Notulen
: Peserta
E. Media Penyuluhan
a. Leaflet
F. Metode Penyuluhan
a. Ceramah
b. Diskusi / Tanya Jawab
G. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a. Pasien dan keluarga pasien hadir selama
penyuluhan berlangsung.
b. Penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan di
Ruang Hemodialisa RSUD Kanjuruhan Kepanjen Malang
c. Pengorganisasian penyelenggaran penyuluhan
dilakukan sebelumnya.
2 Evaluasi Proses
a. Peserta memperhatikan terhadap materi
penyuluhan.
b. Peserta bertanya tentang materi penyuluhan.
c. Tidak ada peserta yang meninggalkan penyuluhan
d. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab
pertanyaan secara benar.
3 Evaluasi Hasil
a. Peserta dapat menjawab pertanyaan yang diajukan
oleh penyaji tentang nyeri
MATERI PENYULUHAN
NYERI

A. Pengertian Nyeri

Nyeri merupakan sensasi yang rumit, unik, universal, dan bersifat

individual karena respon individu terhadap sensasi nyeri beragam dan tidak

bisa disamakan satu sama lain (Asmadi, 2010). Nyeri merupakan keadaan

ketika individu mengalami sensasi ketidaknyaman dalam merespons suatu

rangsangan yang tidak menyenangkan (Juall, 2012).

Nyeri adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak

menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual atau

potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian rupa

(International Association for the Study of Pain), serangan yang tiba-tiba

atau lambat dari intesitas ringan hingga berat (Herdman, 2018).

B. Klasifikasi Nyeri

1. Nyeri berdasarkan lama terjadinya nyeri

(Herdman, 2018) :

a. Nyeri akut adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak

menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual

atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian

rupa (International Association for the Study of Pain), serangan yang


tiba-tiba atau lambat dari intesitas ringan hingga berat dengan akhir

yang dapat diantidipasi atau diprediksi dan berlangsung < 6 bulan.

b. Nyeri kronis adalah pengalaman sensori dan emosional yang tidak

menyenangkan yang muncul akibat kerusakan jaringan yang aktual

atau potensial atau digambarkan dalam hal kerusakan sedemikian

rupa (International Association for the Study of Pain), serangan yang

tiba-tiba atau lambat dari intesitas ringan hingga berat dengan akhir

yang dapat diantidipasi atau diprediksi dan berlangsung > 6 bulan.

2. Nyeri berdasarkan etiologinya (Andarmoyo, 2013)

a. Nyeri nosiseptif

Nyeri nosiseptif adalah nyeri inflamasi yang dihasilkan oleh

rangsangan kimia, mekanik dan suhu yang menyebabkan aktifasi

maupun sensitisasi pada nosiseptor perifer (saraf yang bertanggung

jawab terhadap rangsang nyeri), rangsang timbul oleh mediator

nyeri, seperti pada pasca trauma operasi dan luka bakar.

b. Nyeri neuropatik

Nyeri neuropatik merupakan nyeri yang ditimbulkan akibat

kerusakan neural pada saraf perifer maupun pada sistem saraf pusat

yang meliputi jalur saraf aferen sentral dan perifer, biasanya

digambarkan dengan rasa terbakar dan menusuk, rangsang oleh

kerusakan saraf atau disfungsi saraf, seperti pada diabetes mellitus,

herpes zooster.

3. Berdasarkan intensitas nyeri (Judha, 2012) :


a. Nyeri Ringan adalah nyeri dengan intensitas rendah. Pada nyeri ini,

seseorang bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa. (tidak

mengganggu aktivitas), dengan skala nyeri 1-3.

b. Nyeri Sedang adalah nyeri dengan intensitas sedang atau

menimbulkan reaksi (fisiologis maupun psikologis), dengan skala

nyeri 4-6.

c. Nyeri Berat adalah nyeri dengan inyensitas yang tinggi. Pada nyeri


ini, seseorang sudah dapat melakukan aktivitas karena nyeri tersebut
sudah tidak dapat dikendalikan oleh orang yangmengalaminya.
Penggunaan obat analgesic dapat membantu pada nyeri ini, dengan
skala nyeri 7-10.

C. Tujuan Penatalkasaan Nyeri


Tujuan dari adanya penataksanaan nyeri adalah (Zakiyah, 2015) :
1. Menangani nyeri akut atau kronis baik secara farmakologi atau non-
farmakologi
2. Memberikan rasa nyaman
3. Untuk penatalaksaan non-pharmakologi, dapat mengurangi
ketergantungan pasien pada obat-obatan penghilang rasa sakit.

2) Penatalaksanaan Nyeri
Terdapat berbagai macam penanganan atau penatalaksanaan nyeri
antara lain (Zakiyah, 2015) :
1. Penatalksanaan Farmakologi
Pemberian obat analgesic merupakan metode yang paling umum
untuk mengatasi nyeri karena obat ini memblok transmisi stimulus agar
terjadi perubahan persepsi dengan cara mengurangi kortikal terhadap
nyeri. Ada 3 jenis analgetik, yakni
a. Non Narkotik dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) 
b. Analgesik narkotik atau opiatec. 
c. Obat tambahan (adjuvant) atau koanalgesik
2. Penatalaksanaan Nonfarmakologi
a. Teknik latihan pengalihan (Destraksi) :
1) Menonton televisi 
2) Berbincang-bincang dengan orang lain.
3) Mendegarkan music
b. Teknik relaksasi menganjurkan pasien untuk menarik napas dalam
dan mengisi paru-paru dengan udara,menghembuskannya secara
perlahan, melemaskan otot-otot tangan, kaki, perut, dan punggung,
serta mengulangi hal yang sama sambil terus berkonsentrasi hingga
didapatrasa nyaman, tenang dan rileks.
c. Stimulasi kulit
1) Menggosok dengan halus pada daerah nyeri
2) Menggosok punggung
3) Menggompres dengan air hangat atau dingin
4) Memijat dengan air mengalir
d. Akupressure
Pemberian tekanan pada pusat-pusat nyeri
e. Guided imagery
Meminta pasien berimajinasi membayangkan hal-hal yang
menyenangkan,tindakan ini memerlukan suasana dan ruangan yang
terang, serta konsentrasi dari pasien.
DAFTAR PUSTAKA

Andarmoyo, S. (2013) Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta:


AR-RUZZ Media.
Asmadi (2010) Tehnik Prosedural Keperawatan: Konsep Aplikasi Kebutuhan
Dasar Klien., 2010. Jakarta: Salemba Medika.
Herdman, H. T. (2018) NANDA international Inc. Diagnosa Keperawatan :
Definisi dan Klasifikasi 2018-2020. Jakarta: EGC.
Juall, L. (2012) Diagnosa Keperawatan. Jakarta: EGC.
Judha, M., Sudarti and Afroh (2012) Teori Pengukuran Nyeri dan Persalinan.
Yogyakarta: Nuha Medika.
Zakiyah, A. (2015) Konsep Nyeri dan Penatalaksanaan dalam Praktik
Keperawatan Berbasis Bukti. Jakarta: Salemba Medika.
DAFTAR HADIR PENDIDIKAN KESEHATAN MANAJEMEN NYERI
DI RUANG HEMODIALISA RSUD KANJURUHAN
KABUPATEN MALANG NOVEMBER 2019

NO NAMA ALAMAT TTD