Anda di halaman 1dari 1

Sejarah penafsiran al-Qur’an sesungguhnya telah dimulai sejak masa Rasulullah saw.

, karena di antara
visi pengutusan Rasulullah saw. adalah untuk menjelaskan al-Qur’an kepada umat manusia. Namun,
penafsiran al-Qur’an yang dilakukan oleh Rasulullah tidak serta merta menutup pintu penafsiran al-
Qur’an bagi generasi-generasi setelahnya, karena Rasulullah saw. tidak menafsirkan seluruh ayat al-
Qur’an, melainkan hanya sesuai dengan kebutuhan para sahabat pada waktu itu. Selain itu, sifat al-
Qur’an yang s{ah{ih{ li kulli zama>n wa maka>n menuntut adanya fleksibilitas dalam memahami al-
Qur’an, mengingat problematika kehidupan senantiasa berkembang.

Pada awalnya, klasifikasi tafsir hanya berkisar pada bentuk tafsiran yang digunakan, antara pendekatan
riwayat (bil ma’s\u>r) atau dirayah (bil ra’yi). Namun, pengklasifikasian tafsir saat ini tidak hanya
berkisar pada persoalan bil ma’s\u>r atau bil ra’yi nya, melainkan pada corak dan metode yang
digunakan, karena dewasa ini karya-karya tafsir senantiasa mengalami perkembangan, dengan
banyaknya kitab-kitab tafsir yang muncul dengan berbagai variasi yang berbeda.